You Are My Regret

You Are My Regret
Membentengi diri


__ADS_3

Lucas dan Lala sudah sampai di depan rumah mereka yang tepat bersebelahan "kita sampai" Lucas membukakan pintu gerbang rumah Lala untuk batita itu


"Qia" panggil Lucas saat berada di depan rumah Janda beranak satu yang jadi tetangga Lucas


Qia yang masih dalam keadaan baju basah dan tangan banyak sabun keluar dari rumahnya menghampiri Lucas yang memanggil dirinya "iya mas Lucas" balas Qia dengan suara terengah-engah karena baru berlari


"ini tadi kata Lala kamu suruh beliin nasi goreng, jadi mas beliin nasi gorengnya" Lucas menyerahkan kantong keresek berisi dua nasi goreng pada Qia


Qia menerima kantong keresek dari Lucas "loh kok dua mas, tadi kan Qia kasihnya 20 ribu, harga nasi gorengnya kan 15 ribu"  tanya Qia heran kenapa ada dua bungkus nasi goreng kan uangnya hanya cukup membeli satu bungkus saja


"mas tambahin sekalian, lagian mas ada uang lebih kok. kamu belum masak kan. Jadi terima saja gak boleh nolak rezeki" jelas Lucas


"terima kasih ya mas" Qia bersyukur atas rezekinya hari ini


"oh ya mas, pakaian mas sudah selesai Qia gosok, nanti abis nyelesaian cucian di belakang, Qia antar ke rumah ya" ucap Qia


"ya Qia, mas pulang dulu ya, sudah lapar ini" pamit Lucas


"iya mas" Qia menggandeng tangan Lala dan membawa anak gadisnya masuk ke dalam rumahnya


***


Lucas sudah berganti pakaian santainya setelah membersihkan diri. Lucas melangkah ke arah Dapur dan membuka bungkus nasi gorengnya dan menyantapnya sambil di temani kerupuk yang tersedia di toples kerupuk meja makan miliknya


Rumah Lucas adalah rumah dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, ruang makan dan dapur. Rumah yang tak begitu luas tapi cukup nyaman bagi Lucas untuk menenangkan diri, tenang tapi tidak terlalu membuatnya kesepian sebab di sana masih banyak tetangga yang menghabiskan waktu malam mereka untuk mengobrol sesuai bekerja, tidak dengan suara keras tapi dengan mendengar suara mereka setidaknya Lucas tidak merasa sendirian


seusai makan, Lucas membuang bungkus nasi gorengnya di tempat sampai kemudian merapihkan meja makannya.


Lucas berjalan ke arah ruang tamu untuk menonton TV "tok tok tok " terdengar suara pintu rumahnya di ketuk


"bentar" Lucas beranjak dari duduknya dan membuka pintu rumahnya


"eh Lala"  Lucas langsung menggendong tubuh mungil Lala


Qia yang sedang membawa keranjang berisi pakaian Lucas ingin segera merapikannya di lemari Lucas "saya langsung masukin ke lemari ya mas bajunya" pamit Qia berjalan masuk ke dalam rumah Lucas walau belum di persilahkan


hal itu karena Qia sudah biasa masuk ke rumah Lucas untuk membersihkan rumah Lucas


"iya Qia" Lucas memilih keluar dan bermain di luar bersama Lala saat Qia sedang menata pakaiannya di dalam kamar


Lucas berusaha menjaga jarak dengan Qia sebab Qia adalah seorang janda, dan terkadang Janda di pandang miring oleh beberapa orang, jadi sebisa mungkin Lucas menjaga jarak agar tidak ada yang menggunjingkan dirinya ataupun Qia

__ADS_1


Lucas sedang duduk di teras rumahnya sambil bermain tanah bersama Lala "Lala mau sekolah gak" tanya Lucas membuka obrolannya bersama Lala


"mau lah om" Lala menunduk sedih "tapi ibu gak ada uang " gumam Lala dengan lirih


Lucas tersenyum ke arah Lala dan mengusap kepala anak itu dengan lembut "Lala pasti bisa sekolah kok, ibu pasti akan usahain nyari uang buat Lala. bulan depan kan mulai tahun ajaran barunya jadi masih ada waktu buat ngumpulin uang" ucap Lucas


"kata sih Beno yang di pojokan sana sih, bulan depan sekolahnya berarti ia kali, Lala gak tahu om" balas Lala dengan polosnya


"eh mas Lucas kok di luar" tanya wanita paruh baya uang memakai mukena lewat depan rumah Lucas


Lucas mendongak ke arah orang yang menyapanya "eh bu Jamilah, lagi ada Qia naro baju di dalam, jadi Lucas main sama Lala di depan" balas Lucas


"oh, ya sudah ibu pulang ya nak Lucas" pamit ibu jamilah tetangga Lucas yang berjarak dua rumah darinya


"iya bu" balas Lucas


sekitar setengah Jam bermain di depan rumah, Qia keluar dari rumah Lucas dengan membawa keranjang kosong "lama ya mas" tanya Qia dengan sopan


"gak kok Qia, main sama Lala jadi gak kerasa" balas Lucas


"ya sudah mas, Qia pulang ya" pamit Qia meraih tangan anaknya untuk segera pulang ker rumah


"oh ya Qia" Lucas berjalan ke hadapan Qia "besok kan Mas Lucas mau pergi sekitar semingguan, Mas Lucas nitip rumah boleh" tanya Lucas


"ya sudah, besok sore saya antar kunci ke rumah kamu sebelum saya berangkat ya" ucap Lucas


"iya mas" balas Qia


"om kok lama banget perginya seminggu" tanya Lala dengan raut wajah tidak suka saat mendengar Lucas akan pergi selama satu minggu


"om ada acara keluarga di Jakarta dan itu berlangsung selama satu minggu jadi om di sana seminggu deh" balas Lucas


"yah, Lala gak ada teman main lagi dong" Lala terlihat begitus sedih mendengar Lucas akan pergi  selama satu minggu


Lucas berjongkok di depan Lala "om di sana kan karena acara keluarga jadi Lala bisa kok nelpon om, nanti pinjem ponselnya ibu aja buat nelpon om, 24 jam Om Lucas akan menerima telpon dari Lala" ucap lucas menenangkan hati Lala


"beneran ya om" Lala mengecup pipi Lucas dengan sayang


"maafin lala ya mas, Lala manja banget sama mas Lucas" Qia jadi tidak enak dengan kelakuan anaknya pada Lucas


"gak papa kok Qia, saya suka anak kecil jadi gak masalah sama sekali kalau Lala manja sama saya" balas Lucas

__ADS_1


"Qia pulang ya mas, sudah malam soalnya" pamit Qia


"iya Qia" Lucas ikut masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat


***


Lucas mampir ke mall untuk membeli beberapa bahan masakan. tak tanggung-tanggung, Lucas membeli sebanyak tiga kantong besar sampai tangannya begitu kesulitan membawanya


hari ini Lucas hanya bekerja sampai siang hari sebab ia akan berangkat ke Jakarta di sore hari


Lucas memilih membawa mobilnya masuk ke area rumahnya dan memarkirkan mobilnya di depan agar ia lebih mudah membawa masuk barang belanjaannya


Setelah menyimpan semua belanjaannya dalam kulkas miliknya, Lucas pergi ke rumah Lala "Qia " panggil Lucas mencari keberadaan Qia ataupun Lala


"eh om Lucas" seru Lala saat membuka pintu rumah


"ibu mana" tanya Lucas


"ada om, nanti Lala panggilan " Lala berlarian memanggil ibunya


Lucas memilih menunggu kedatangan Qia di kursi yang ada di teras rumah Qia "mas sudah mau berangkat ya" tanya Qia saat keluar rumah miliknya


"iya bentar lagi mas mau jalan" Lucas menyerahkan kunci rumahnya pada Qia


"minta tolong di bersihin rumah kakak ya" Lucas memberikan satu amplop cokelat pada Qia "ini buat upah kamu bersihin rumah kakak" Lucas memberikan sejumlah uang untuk Qia


"ih buat apa mas" Qia mendorong amplop itu ke arah Lucas " cuma jagain rumah mas mah gak perlu bayar, mas saja sering bantuin Qia jadi Mas Lucas gak usah bayar Qia" tolak Qia


"Terima aja Qia, biar saya nyaman ninggalin rumah" paksa Lucas


" makasih ya mas" Qia terpaksa menerima uang dari Lucas


"oh ya Qia, mas juga sekalian minta tolong buat habisin stok makanan yang di kulkas ya, biasanya kalau mas pulang pasti di bawain makan dari rumah jadi takut gak muat, kalau bisa kosongin aja" pinta Lucas


"kenapa gak mas bawa pulang saja" tanya Qia


"buat apa, di rumah kan lagi ada acara, pasti banyak makanan" bakas Lucas


"gimana ngosonginnya mas, perlu Qia simpan di tempat lain atau gimana" tanya Qia


"buat kamu makan aja, lumayan kan kalau uang belanja kamu di simpan" balas Lucas

__ADS_1


"makasih ya mas" ucap Qia dengan begitu harus karena Lucas begitu baik padanya


"mas pamit dulu ya" Lucas mencium pipi Lala untuk berpamitan lalu melambaikan tangannya ke arah Qia


__ADS_2