
Nidya dan Edeline mengobrol cukup banyak saat sedang berdua dan dari obrolan itu Nidya menyadari bahwa Edeline sungguh bersikap dewasa, entah karena pengaruh suaminya yang dewasa atau memang pada dasarnya sifat Edeline seperti itu tapi belum terlihat saja
setelah beberapa jam mengobrol Nidya pamit pulang sebab suaminya Lucas akan pulang kantor sebentar lagi dan tentu Nidya tak ingin pulang setelah suaminya pulang, Nidya harus menyambut kepulangan suaminya saat lelah bekerja
setelah mengantar kakak iparnya sampai depan pintu, Edeline berjalan ke arah rumahnya dan melirik begitu banyak tumpukan barang yang masih bingung akan di letakan di mana "emang kebanyakan ini" Edeline menggelengkan kepalanya saat melihat space rumahnya kini menjadi terlihat begitu sempit akan barang-barang pemberian keluarga besarnya yang tak mungkin ia letakan di luar rumah seperti perabotan rumah yang lainnya
Edeline memilih memikirkannya nanti dan mulai memasak untuk makan malam dirinya dan juga Jonathan nantinya "kira-kira mas Jo marah gak yah saat lihat banyak barang di rumah" gumam Edeline masih menyibukkan diri untuk memasak
setelah usai memasak, Edeline langsung meletakan hasil masakannya di dalam piring dan langsung membersihkan sisa peralatan masak yang kotor karena ia pakai untuk memasak "mandi dulu deh, biar cantik" Edeline memutuskan membersihkan diri untuk menyambut kepulangan suaminya
Entah kenapa semenjak hamil Edeline selalu ingin tampil cantik di depan Jonathan padahal saat tidak ada Jonathan dirinya tampil sangat biasa dan kadang tak memakai make up sama sekali
sekitar jam 8 malam Jonathan pulang ke rumah dalam keadaan lelah karena harus menjalani meeting yang cukup banyak, di tambah lagi ia sudah mulai menghandel kantor cabang kembali sebab Lucas sudah pulang ke tanah air jadi urusan kantor pusat di urus oleh Lucas. Tapi pindah lokasi kerja bukan berarti Jonathan bisa santai sebab hampir semua pekerjaan penting di anak perusahaan mertuanya ia lah yang menghandel
"sayang" panggil Jonathan saat memasuki rumahnya
Edeline yang mendengar suaranya langsung datang menghampiri suaminya "mas pulang" Edeline menghampiri Jonathan dan mengambil tas kerja Jonathan
"jangan sayang, ini berat" Jonathan tak ingin Edeline mengambil tas kerjanya sebab di dalam tas kerjanya ada laptop dan beberapa berkas yang menurutnya cukup berat
"ya sudah" Edeline pasrah saja dan beralih melingkarkan tangannya di lengan sang suami
"mau mandi dulu atau makan dulu mas" tanya Edeline
__ADS_1
"mandi dulu deh kayanya" mata Jonathan beralih ke arah beberapa tumpukan kotak di ruang tengah rumahnya dan ada sebagian di dapurnya
"itu kotak apaan sayang" tanya Jonathan
Edeline menoleh ke arah pandangan Jonathan "itu hadiah dari keluarga besarku untuk pernikahan kita katanya kemarin kan belum sempat kasih hadiah pernikahan jadi di kirim sekarang" balas Edeline
"sebanyak itu" tunjuk Jonathan pada tumpukan kardus di dalam rumahnya membuat ruang keluarganya begitu sesak akan banyaknya barang
"gak itu doang mas, di dalam kamar masih ada, di halaman belakang juga ada" sahut Edeline
"emang keluargamu bawa mobil seberapa banyak buat bawa barang-barang itu, gak mungkin bawa kontainer kan" tanya Jonathan
"kok mas tahu kalau kak Nidya datang pakai kontainer" Edeline tak menyangka suaminya bisa tahu kalau kakak iparnya datang dengan membawa kontainer untuk membawa hadiah pernikahannya
dan saat Jonathan membuka pintu, ia begitu terkejut akan banyaknya barang di sana. Mulai dari kulkas, sofa, ranjang, lemari pakaian ada meja beberapa alat dapur dan masih banyak lainnya
"gak lihat kondisi rumah apa ya mereka saat kasih hadiah sebanyak ini" gumam Jonathan lirih tapi masih di tangkap indera pendengaran Edeline
"maaf ya mas kalau hadiahnya kebanyakan, tadi Edeline sudah bilang ke kakak tapi kakak jawabnya tinggal renovasi rumahnya aja, sudah bilang juga ke mereka kalau Edeline gak pengen negeberatin mas Jo buat besarin rumah tapi kak Nidya tetap kekeh ninggalin semua hadiahnya" Edeline menunduk sebab merasa tidak enak pada Jonathan
Jonathan menghela nafas panjang saat melihat istrinya merasa tidak enak hati ketika menerima hadiah yang begitu banyak "jangan sedih gitu dong" Jonathan menarik dagu Edeline agar menatap dirinya "kalau banyak hadiah yang di berikan ke kita berarti mereka sayang ke kita sayang" Jonathan melirik ke arah barang-barang yang tak akan mungkin bisa muat masuk ke dalam rumahnya
"rumah kita emang kurang space nya, dulu mas gak akan ada niat nikah jadi buat rumah kecil saja biar mudah di urus tapi sekarang posisinya mas sudah ada kamu dan akan ada anak kita nanti" Jonathan mengusap perut Edeline dengan lembut "mungkin ide untuk memperbesar rumah harus mas terima deh karena mas kan pengennya punya banyak anak dengan kamu dan jika rumah kita masih segini ukurannya jelas tidak akan muat" ucap Jonathan
__ADS_1
mendengar Jonathan yang ingin punya banyak anak darinya membuat pipinya bersemu merah "apaan sih mas" Edeline mecubit gemas perut suaminya karena merasa malu akan pembicaraan Jonathan
"sudah masuk dulu yuk, mas mau mandi biar masalah barang-barang itu mas pikirin besok lagi" Jonathan mengajak Edeline masuk kembali dalam rumah
Edeline melayani Jonathan untuk mandi dan berganti pakaian baru setelahnya mereka akan makan malam bersama "maafin mas ya sayang kamu jadi makan malamnya telat" ucap Jonathan yang tak enak pada Edeline makan malam di jam 9 malam dan itu tentu terbilang cukup telat
"tadi sebelum mas pulang Edeline sudah makan kok mas, cuma Edeline lapar lagi jadi ikut nemenin mas makan "kekeh Edeline
"ya ampun" Jonathan jadi gemas sendiri melihat tingkah lucu istrinya yang makin hari makin rakus saja saat makan walaupun mual di pagi hari masih ia lalui dengan susah dan belum berkurang sama sekali tadi setidaknya saat malam Edeline bisa makan dengan baik dan terkadang nafsu makan Edeline jauh lebih besar
Edeline mengerucutkan bibirnya begitu lucu "nanti kalau Edeline bulat kaya balon jangan coba-coba selingkuh ya mas" titah Edeline
Jonathan mengerutkan keningnya "siapa juga yang mau mikir selingkuh sayang" Jonathan mencubit gemas pipi Edeline
"ya kali aja pas Edeline sudah bengkak kaya ikan buntal mas gak tertarik lagi sama Edeline" tebak Edeline dengan asa walaupun hatinya begitu sakit saat berucap itu
"gak akan sayang, punya satu kamu saja sudah sangat cukup buat mas" Jonathan mencoba menenangkan hati sang istri yang mungkin mulai insecure dengan kehamilannya
"beneran loh" tanya Edeline
"iya sayang" Jonathan mengiyakan apapun untuk membuat hati Edeline bahagia
Jonathan dan Edeline makan malam sambil bercanda gurau dan bertukar obrolan kegiatan mereka hari itu membuat gelak tawa antara keduanya
__ADS_1