You Are My Regret

You Are My Regret
Memberikan nama


__ADS_3

Lensidan tara terus bergandengan sepanjang jalan menuju rumah mereka "mas kita pulang jam segini, mereka gak marah" tanya Lensi


"marah juga gak papa" balas tara dengan santainya


"lensi gak ikutan ya mas, kalau mereka beneran marah" ucap lensi yang tak mau ikut di salahkan oleh keluarga mereka yang sudah menunggu dari pagi, tapi ini malah mereka pulang sekitar jam 9 malam


tara mengusap kepala lensi dengan gerakan lembut "kalau mereka marah, biar mas yang nerima kemarahan mereka buat kamu" balas tara


tak lama berselang mobil yang di naiki tara dan lensi sudah sampai di halaman luas milik lensi "ayo sayang" tara membukakan pintu mobil untuk lensi dan menggandeng tangan lensi dengan erat


"iya mas" lensi tak hentinya melempar senyuman pada tara saat memasuki rumah yang sudah beberapa bulan ini tak ia singgahi


"kakak tuh kelewatan" terdengar suara protes dari mika yang berdecak kesal karena mereka yang sudah menunggu kepulangan lensi dari jam 10 tapi mereka malah hanya mendapati barangnya saja sedangkan orangnya baru pulang sekitar jam setengah 10 malam


tara terkekeh "maaf mika, tadi kakak benar-benar ingin menghabiskan waktu berdua dengan kakak kamu"  ucap tara


"kan bisa kabarin dulu kak, jadi gak sia-sia kita nungguin kakak" kesal mika sambil berkacak pinggang


"maaf deh" tara memeluk mika untuk meminta maaf


"sudah ah" mika mendorong tubuh tara menjauh


mika berjalan ke arah lensi "kakak capek enggak, istirahat dulu ya" pinta mika


"iya, terima kasih sudah repot bantu ibu selama ini ya mika" lensi mengusap kepala mika dengan lembut


"gak masalah kok kak, apa yang mika lakuin gak sebanding dengan kasih sayang yang kakak dan ibu berikan buat mika" balas mika dengan senyum lebarnya


"anak kakak mana" tanya lensi


"sudah tidur sama ibu dan om jovan tadi, kakak istirahat saja dulu, besok pagi baru ketemu sama adik" balas mika


"adik.. apa selama ini kamu manggil anak kakak dengan adik" tanya lensi


mika menatap tajam tara "ya itu gara-gara suami kakak itu gak mau kasih nama buat anak kalian, ya sudah kita manggilnya sekenanya aja" balas mika


lensi menoleh ke arah tara "besok mas harus kasih nama loh" tunjuk lensi dengan nada perintah

__ADS_1


mika mulai mengamati interaksi lensi dan tara yang sudah seperti dulu lagi dan tidak seperti sat lensi yang baru abngun daritidur panjangnya


"kok kalian sudah akrab banget sih kayanya" tanya mika heran


tara tersenyum simpul "kakak kamu sudah ingat dengan kakak, jadi dia yang cinta banget sama kakak sudah kembali" balas tara


"waaahhhh" mika begitu bahagia lensi sudah mengingat semuanya "mika senang deh kakak sudah ingat semua itu tandanya kakak juga gaklupa sama aku" mika menghambur memeluk lensi


lensi balas memeluk mika "maafin kakak ya" ucap lensi


"kakak gak salah kok, ya sudah kakak istirahat sana" ucap mika mengurai pelukannya


"ya sudah kam istirahat ya" lensi dan tara masuk ke kamar mereka untuk beristirahat


mika melihat punggung kedua kakaknya sudah menghilang buru-buru naik ke lantai atas menuju kamarnya "harus telpon mas adrian" mika begitu semangat ingin mengabari pria nya bahwa keadaan kakaknya sudah jauh lebih baik, jadi mereka bisa merealisasikan rencana mereka untuk segera menikah


***


"pagi bu" sapa lensi menghampiri ibunya yang sedang menggendong anakya


"lensi" ibu dhira begitu senang melihat anaknya yang sudah lebih sehat


"iya, dia anak kamu dan tara. Bukankah cantik" balas ibu dhira memperlihatkan wajah anak lensi dan tara yang begitu cantik


"iya bu" lensi mengambil putrinya dan menciumi pipinya yang harum khas bayi itu


"maafin mama ya sayang, maafin mama gak ada buat kamu selama ini" ucap lensi merasa bersalah karena kehilangan momen berdua dengan putrinya


"ibu sudah dengar dari mika kalau kamu sudah ingat semuanya nak, bener itu" tanya ibu dhira


"iya bu" balas lensi


"syukur kalau gitu" ibu dhira melirik tara "berarti sekarang kalian harus menebus kesalahan yang menyiakan waktu bersama putri kalian, di mulai dengan memberinya nama" ucap ibu dhira


"iya bu, tara sudah siapin nama untuk anak kami kok" balas tara


"siapa" tanya ibu dhira penasaran di ikuti pandangan penasaran oleh mika dan juga om jovan

__ADS_1


"namanya Nidya Obelia Dirgantara "balas tara menyebutkan nama anaknya


"panggilannya siapa tara" tanya om jovan


"Nidya om" balas tara dengan senyuman


lensi memandangi wajah putrinya "nidya sayang" lensi kembali mengecup pipi putrinya itu


"ya sudah yuk makan dulu" ajak ibu dhira yang sudah menyiapkan berbagai hidangan yang menggugah selera


mereka pun sarapan bersama di temani dengan obrolan-obrolan ringan seputar keluarga mereka "ngomong-ngomong dari aku sadar kok gak lihat kassy mas" tanya lensi penasaran belum melihat keberadaan adik iparnya itu


"kassy ada dinas di luar negeri kak, awalnya sih seminggu, tapi kayanya nambah 1 minggu lagi deh soalnya kata kak qiran ada masalah di cabang perusahaan yang di sana jadi kassy bantu selesain dulu" sahut mika


"dia sendirian di sana" tanya tara yang memang tidak tahu perihal kassy yang dinas di Inggris


"enggak kok kak, di sana di temani sama jonathan jadi aman kak" balas mika yang sudah mengenal baik jonathan karena beberapa kali bertemu dengan pria itu


"syukur deh kalau gitu" tara lega jika adiknya bersama jonathan karena tara juga sudah lama mengenal jonathan serta tahu karakter yang selalu menjaga orang yang ada di dekatnya


"oh ya kakak hari ini sibuk enggak" tanya mika


tara mengernyitkan dahinya "ini kan hari minggu, kakak juga belum mulai masuk kantor jadi gak sibuk lah, ada apa emangnya" tanya tara


"ada yang ingin ketemu sama kakak" ucap mika


tara makin mengernyitkan dahinya "siapa emangnya? kok pakai kamu yang nyampein kalau dia pengen ketemu kakak" balas tara


mika hanya tersenyum " nanti kakak juga tahu" balas mika dengan ambigu


setelah selesai sarapan mereka menghabiskan waktu akhir pekan mereka di halaman sekalian menjemur nidya


lensi menatap adiknya sedari tadi "siapa sih yang mau ketemu sama mas tara" tanya lensi yang masih epnasaran dengan orang yang di bicarakan mika tapi mika masih belum mau memberitahu siapa


"nanti kakak juga tahu" balas mika dengan seutas senyuman masih mengajak nidya bermain


"tin tin tin" terdengar suara klakson mobil membuat atensi penghuni rumah menoleh ke arah sumber suara

__ADS_1


saat pemilik mobil membuka pintu mobilnya, tara mengernyitkan dahinya "Adrian" seru tara kaget dengan kehadiran adrian di rumahnya yang begitu tiba-tiba


__ADS_2