You Are My Regret

You Are My Regret
Mari punya anak


__ADS_3

Setelah meminta jay untuk lari


darinya qiran hanya menutup matanya menunggu reaksi jay


Jay mengernyitkan dahinya menatap kesal qiran “sudah berapa kali aku bilang qiran, aku tak ingin putus darimu” dua kalimat itu langsung terlontar ketika mendengar ucapan qiran padanya yang ingin dirinya menjauh dari qiran


Qiran masih memejamkan matanya “aku gak cinta sama kamu jay” ucap qiran


“aku gak peduli, yang penting aku


mencintaimu” balas jay tak perduli qiran tidak mencintainya


“harusnya kau tahu bagaiamana


kerasnya daddy ku itu, kau selamat hanya karena nenek alaya, tapi jika kau melangkah terus, daddy gak akan melepaskan kamu” ungkap qiran


Jay menunduk sesaat “apa hanya


karena aku anak yatim piatu” jay mendongak untuk menatap manik mata qiran dengan dalam “apa


karena aku dari kalangan bawah” tatapan jay begitu memilukan, matanya sudah berkaca-kaca


“aku akan berusaha keras


mengimbangi keluargamu qiran, aku yang dulu kesulitan sekolah saja, sekarang bisa kuliah kedokteran dan juga usahaku yang di korea sudah cukup berkembang,


aku bisa sedikit demi sedikit mengejarmu” jay menggenggam tangan qiran dengan


erat “aku bisa melakukan apapun untuk bisa pantas di dekatmu qiran” jay menatap penuh harap pada qiran


Qiran ikut menggenggam tangan jay “aku memang tidak mencintaimu jay tapi kamu begitu berharga untukku, aku tak


ingin kamu jadi pelampiasan daddy atas ketidakpatuhanku padanya” ungkap qiran


“apa yang harus aku lakukan agar


orang tuamu bisa menerimaku qiran” Tanya jay penuh dengan pengharapan


“setelah aku selesai kuliah mereka akan menjodohkanku dengan pria pilihan mereka” ungkap qiran mengenai rencana orang tuanya tentang masa depan qiran


“tidak” jay menggelengkan


kepalanya tak terima dengan apa yang di ucapkan qiran


“aku tak tahu dengan siapa akan


di jodohkan, tapi itu sudah keputusan daddy untukku, kali ini tak ada yang bisanmenentangnya” ucap qiran


“aku akan melawannya” sahut jay


dengan wajah serius


“jay…” qiran tak tega dengan jay,


dirinya bisa melihat wajah serius dan kesungguhan saat mengatakan itu semua


“toh dua bulan lagi aku akan


mendapatkan lisensi prakteku” jay mengenggam erat tangan qiran “kita kawin lari saja” ucap jay

__ADS_1


Qiran mendorong tangan jay yang


masih setia menggenggam tangannya “jangan mengada-ada jay, kau tak tahu daddyku


seperti apa” ucap qiran


“aku gak peduli!” teriak jay


“aku gak peduli, aku gak mau


kehilangan kamu qiran. Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai, mana bisa aku


membiarkanmu menikah dengan orang lain” ungkap jay makin terisak


hatinya luluh lantah tak kuasa menahan sesak di dada, mana mungkin dirinya bisa melepaskan wanita yang sangat di cintainya


“jay” qiran tak tega akan


tangisan jay, qiran memeluk erat jay agar bisa menenangkan jay yang sedang terisak parah


“apa yang bisa kita lakukan jay,


aku tak punya kuasa apapun menentang daddy, Aku gak ingin kamu terluka karena aku” ucap qiran ikut terisak bersama jay


Jay menangis dalam pelukan qiran “aku gak mau kehilanganmu kamu qiran, aku cinta banget sama kamu” jay makin


mempererat pelukannya


“sudah aku bilang berkali-kali


denganmu, hubungan kita tak akan berhasil jadi lepaskan saja aku, tapi kau tak mendengarnya sama sekali” ungkap qiran


punya cara agar daddy kamu tak punya pilihan selain merestui hubungan kita” ungkap jay


jay mengurai pelukannya menatap qiran dan mengusap pipinya yang basah


Qiran mnegernyitkan dahinya “apa?” Tanya qiran merasa tak mungkin orang tuanya akan merestui hubungannya dengan jay yang hanya seorang anak yatim piatu


Dalam pikiran qiran, tidak akan ada yang bisa mengubah pola pikir daddy attaf yang begitu keras dan tidak mau mengalah itu


“mari kita punya anak” ucap jay


“haaaa” mulut qiran menganga


lebar mendengar ide gila dari jay


“saat kita punya anak, maka daddy


kamu tak akan bisa menentang pernikahan kita, mana mungkin daddy kamu ngebiarin


kamu melahirkan tanpa seorang suami” entah apa yang ada di otak jay sampai-sampai dia


tercetus ide seperti itu


Apa karena ini di dalam hutan,


dan mungkin hantu penunggu hutan merusak otak jay, agar berpikir yang tidak-tidak pada qiran


entahlah tak ada yang tahu...

__ADS_1


“jangan mengada-ngada jay” kesal


qiran dengan ide jay


“aku gak mengada-ada qiran, toh


setahu orang-orang kita sudah sering melakukannya karena kita sering menginap bersama. Jadi tak ada salahnya kita mencoba opsi ini” balas jay


“tapi gak gini jay” ucap qiran merasa ini bukan ide yang baik


“aku mohon qiran” jay menatap


dengan wajah memohon pada qiran “aku mohon turuti aku kali ini, aku bersumpah akan bertanggung jawab padamu dan mencintaimu seumur hidupku qiran” jay terus


memohon pada qiran, seolah harga dirinya sudah hilang tertiup oleh angin malam


yang ada hanya ingin qiran jadi miliknya seorang


Dirinya benar-benar melupakan


harga dirinya untuk meminta qiran membuat anak dengannya


“tapi kita berdua sama sekali


belum pernah melakukannya jay, memang di sini ataupun di Negara kita sudah biasa berhubungan seperti itu, tapi kita berdua tahu betul kalau kita belum pernah melakukannya jay” ungkap qiran


“kita bisa sama-sama belajar” balas jay mulai menyunggingkan senyumnya


Dan entah setan mana yang berani


memasuki alam bawah sadar qiran dan jay. Mereka memutuskan untuk mencari carabmembuat anak di internet padahal harusnya secara naluriah saja mungkin sudah bisa, tapi dasar mereka yang terlalu polosnya atau terlalu bodohnya mereka berdua memutuskan mencari tahu caranya di internet tentang cara membuat anak


Setelah mencari dan melihat


berbagai video dengan durasi yang berbeda-beda mereka berdua memutuskan untuk


mencobanya. Mungkin gila sepertinya? Mereka mencoba seperti itu di usia mereka,


mana di mobil dan di dalam hutan gelap lagi


Awalnya mereka kesusahan tapi lama kelamaan mereka berdua menikmati permainan mereka, mereka saling bertukar peluh dan keringat, membuat mobil jay bergetar hebat, untung saja iu


dalam hutan, kalau di tempat yang banyak orang pasti akan jadi tontonan yang menghebohkan


“huuuuuuuhhh” jay menghela nafas panjang setelah mengalami pelepasan beberapa kali, dan menanamkan bibit unggulnya di Rahim qiran


Jay mengecup kening qiran “terima


kasih, dan maafkan perbuatanku ini” ucap jay memeluk tubuh qiran yang masih rebahan di kursi penumpang yang sengaja di tidurkan agar qiran bisa tertidur


“aku hanya berharap kau tidak


akan menyesali pilihanmu ini jay” ucap qiran


“tidak akan” balas jay dengan


yakin


Qiran menyunggingkan senyumnya ke arah jay dan jay membalas senyuman itu

__ADS_1


__ADS_2