
Setelah meminta jay untuk lari
darinya qiran hanya menutup matanya menunggu reaksi jay
Jay mengernyitkan dahinya menatap kesal qiran “sudah berapa kali aku bilang qiran, aku tak ingin putus darimu” dua kalimat itu langsung terlontar ketika mendengar ucapan qiran padanya yang ingin dirinya menjauh dari qiran
Qiran masih memejamkan matanya “aku gak cinta sama kamu jay” ucap qiran
“aku gak peduli, yang penting aku
mencintaimu” balas jay tak perduli qiran tidak mencintainya
“harusnya kau tahu bagaiamana
kerasnya daddy ku itu, kau selamat hanya karena nenek alaya, tapi jika kau melangkah terus, daddy gak akan melepaskan kamu” ungkap qiran
Jay menunduk sesaat “apa hanya
karena aku anak yatim piatu” jay mendongak untuk menatap manik mata qiran dengan dalam “apa
karena aku dari kalangan bawah” tatapan jay begitu memilukan, matanya sudah berkaca-kaca
“aku akan berusaha keras
mengimbangi keluargamu qiran, aku yang dulu kesulitan sekolah saja, sekarang bisa kuliah kedokteran dan juga usahaku yang di korea sudah cukup berkembang,
aku bisa sedikit demi sedikit mengejarmu” jay menggenggam tangan qiran dengan
erat “aku bisa melakukan apapun untuk bisa pantas di dekatmu qiran” jay menatap penuh harap pada qiran
Qiran ikut menggenggam tangan jay “aku memang tidak mencintaimu jay tapi kamu begitu berharga untukku, aku tak
ingin kamu jadi pelampiasan daddy atas ketidakpatuhanku padanya” ungkap qiran
“apa yang harus aku lakukan agar
orang tuamu bisa menerimaku qiran” Tanya jay penuh dengan pengharapan
“setelah aku selesai kuliah mereka akan menjodohkanku dengan pria pilihan mereka” ungkap qiran mengenai rencana orang tuanya tentang masa depan qiran
“tidak” jay menggelengkan
kepalanya tak terima dengan apa yang di ucapkan qiran
“aku tak tahu dengan siapa akan
di jodohkan, tapi itu sudah keputusan daddy untukku, kali ini tak ada yang bisanmenentangnya” ucap qiran
“aku akan melawannya” sahut jay
dengan wajah serius
“jay…” qiran tak tega dengan jay,
dirinya bisa melihat wajah serius dan kesungguhan saat mengatakan itu semua
“toh dua bulan lagi aku akan
mendapatkan lisensi prakteku” jay mengenggam erat tangan qiran “kita kawin lari saja” ucap jay
__ADS_1
Qiran mendorong tangan jay yang
masih setia menggenggam tangannya “jangan mengada-ada jay, kau tak tahu daddyku
seperti apa” ucap qiran
“aku gak peduli!” teriak jay
“aku gak peduli, aku gak mau
kehilangan kamu qiran. Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai, mana bisa aku
membiarkanmu menikah dengan orang lain” ungkap jay makin terisak
hatinya luluh lantah tak kuasa menahan sesak di dada, mana mungkin dirinya bisa melepaskan wanita yang sangat di cintainya
“jay” qiran tak tega akan
tangisan jay, qiran memeluk erat jay agar bisa menenangkan jay yang sedang terisak parah
“apa yang bisa kita lakukan jay,
aku tak punya kuasa apapun menentang daddy, Aku gak ingin kamu terluka karena aku” ucap qiran ikut terisak bersama jay
Jay menangis dalam pelukan qiran “aku gak mau kehilanganmu kamu qiran, aku cinta banget sama kamu” jay makin
mempererat pelukannya
“sudah aku bilang berkali-kali
denganmu, hubungan kita tak akan berhasil jadi lepaskan saja aku, tapi kau tak mendengarnya sama sekali” ungkap qiran
punya cara agar daddy kamu tak punya pilihan selain merestui hubungan kita” ungkap jay
jay mengurai pelukannya menatap qiran dan mengusap pipinya yang basah
Qiran mnegernyitkan dahinya “apa?” Tanya qiran merasa tak mungkin orang tuanya akan merestui hubungannya dengan jay yang hanya seorang anak yatim piatu
Dalam pikiran qiran, tidak akan ada yang bisa mengubah pola pikir daddy attaf yang begitu keras dan tidak mau mengalah itu
“mari kita punya anak” ucap jay
“haaaa” mulut qiran menganga
lebar mendengar ide gila dari jay
“saat kita punya anak, maka daddy
kamu tak akan bisa menentang pernikahan kita, mana mungkin daddy kamu ngebiarin
kamu melahirkan tanpa seorang suami” entah apa yang ada di otak jay sampai-sampai dia
tercetus ide seperti itu
Apa karena ini di dalam hutan,
dan mungkin hantu penunggu hutan merusak otak jay, agar berpikir yang tidak-tidak pada qiran
entahlah tak ada yang tahu...
__ADS_1
“jangan mengada-ngada jay” kesal
qiran dengan ide jay
“aku gak mengada-ada qiran, toh
setahu orang-orang kita sudah sering melakukannya karena kita sering menginap bersama. Jadi tak ada salahnya kita mencoba opsi ini” balas jay
“tapi gak gini jay” ucap qiran merasa ini bukan ide yang baik
“aku mohon qiran” jay menatap
dengan wajah memohon pada qiran “aku mohon turuti aku kali ini, aku bersumpah akan bertanggung jawab padamu dan mencintaimu seumur hidupku qiran” jay terus
memohon pada qiran, seolah harga dirinya sudah hilang tertiup oleh angin malam
yang ada hanya ingin qiran jadi miliknya seorang
Dirinya benar-benar melupakan
harga dirinya untuk meminta qiran membuat anak dengannya
“tapi kita berdua sama sekali
belum pernah melakukannya jay, memang di sini ataupun di Negara kita sudah biasa berhubungan seperti itu, tapi kita berdua tahu betul kalau kita belum pernah melakukannya jay” ungkap qiran
“kita bisa sama-sama belajar” balas jay mulai menyunggingkan senyumnya
Dan entah setan mana yang berani
memasuki alam bawah sadar qiran dan jay. Mereka memutuskan untuk mencari carabmembuat anak di internet padahal harusnya secara naluriah saja mungkin sudah bisa, tapi dasar mereka yang terlalu polosnya atau terlalu bodohnya mereka berdua memutuskan mencari tahu caranya di internet tentang cara membuat anak
Setelah mencari dan melihat
berbagai video dengan durasi yang berbeda-beda mereka berdua memutuskan untuk
mencobanya. Mungkin gila sepertinya? Mereka mencoba seperti itu di usia mereka,
mana di mobil dan di dalam hutan gelap lagi
Awalnya mereka kesusahan tapi lama kelamaan mereka berdua menikmati permainan mereka, mereka saling bertukar peluh dan keringat, membuat mobil jay bergetar hebat, untung saja iu
dalam hutan, kalau di tempat yang banyak orang pasti akan jadi tontonan yang menghebohkan
“huuuuuuuhhh” jay menghela nafas panjang setelah mengalami pelepasan beberapa kali, dan menanamkan bibit unggulnya di Rahim qiran
Jay mengecup kening qiran “terima
kasih, dan maafkan perbuatanku ini” ucap jay memeluk tubuh qiran yang masih rebahan di kursi penumpang yang sengaja di tidurkan agar qiran bisa tertidur
“aku hanya berharap kau tidak
akan menyesali pilihanmu ini jay” ucap qiran
“tidak akan” balas jay dengan
yakin
Qiran menyunggingkan senyumnya ke arah jay dan jay membalas senyuman itu
__ADS_1