You Are My Regret

You Are My Regret
Wanita bebal


__ADS_3

Edeline memicingkan matanya ke arah Reagen "kakak masih marah atas perkataanku tempo hari" tanya Edeline dengan suara memelasnya


"menurut kamu, bagaimana sikapku pada seseorang yang sudah menyinggung keluargaku" tanya Reagen dengan tatapan jengahnya


"tapi yang aku bilang benar kak, kalau kakak harus menjaga jarak dari ara kan kalian gak ada hubungand arah jadi itu gak baik kalau kalian tinggal serumah atau berdekatan" balas Edeline yang masih tak sadar akan kesalahannya yang sudah bertindak terlalu jauh


"lalu yang harusnya dekat denagnku, itu kamu hah" tanya Reagen yang sudah mulai kehilangan kesabaran denagn wanita cantik tapi bebal menurut Reagen


"iya kak, aku kan calon istri kakak" balas Edeline dengan tidak tahu dirinya


"hah" orang tua Reagen di buat menganga lebar akan keberanian putri seorang Qiran dan Jay yang sungguh tidak tahu malu


"dengar ya Edeline, berkali-kali aku bilang aku risih jika ada wanita yang kekeh menpel padamu seprtimu dan satu hal" reagen mengangkat telunjuknya "kita tidak ada hubungan apapun jadi jangan coba mengaturku" ucap Reagen meninggikan suaranya agar Edeline bisa sedikit paham ucapannya


"kok kak reagen tega sih sama Edeline, edeline tuh cinta sama kakak loh" timpal Edeline mengeluarkan air matanya


Reagen mulai jengah dengan tingkah manja Edeline "tapi aku tidak sama sekali" Reagen memilih pergi agar tidak mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakitkan karena Edeline sungguh menguji kesabarannya


"tunggu kak" Edeline berusaha mengejar Reagen tapi sungguh Reagen jengah akan kelakuan Edeline dan obsesinya yang sungguh membuatnya tidak nyaman


Reagen memilih menghampiri Daddy Jay agar bisa menasehati putrinya itu "maaf uncle" Reagen membungkuk hormat pada pria yang sangat ia hormati "tolong beritahu putri anda untuk tidak mengatur hidupku karena dia tidak punya hak sama sekali untuk hidupku, orang tuaku saja tidak bisa mengaturku apalagu Edeline" tukas Reagen meminta bantuan Daddy Jay


"Edeline begitu hanya karena mencintaimu" timpal Mommy Qiran


Reagen melirik ke arah Mommy Qiran "tapi dia sudah kelewat batas aunty " protes Reagen tak habis pikir dengan Mommy Qiran yang terus membela Edeline yang jelas sudah sangat keterlaluan


"kalau kamu bisa memberi sedikit perhatian kamu, mungkin edeline tidak akan seperti ini" sahut Mommy Qiran


"Qiran!" bentak Daddy Jay membuat atensi para tamu undangan yang masih tersisa menatap ke arah mereka semua

__ADS_1


"dad" rengek mommy Qiran


Daddy Jay mengangkat tangannya ke arah mommy Qiran "cukup aku bilang!" ucap Daddy Jay dengan tegas


Daddy Jay membungkuk ke arah Reagen "maafkan uncle yang tidak bisa mendidik anak Uncle" tukas Daddy Jay memohon maaf pada Reagen


Reagen jadi tidak enak dengan Daddy Jay "jangan seperti ini uncle" Reagen buru-buru meminta Daddy jay mengangkat wajahnya


"tidak, ini memang harus uncle lakukan karena uncle sudah gagal mendidik putri uncle dan lagi-lagi mengabaikan peringatan uncle" tukas Daddy jay merasa bersalah pada Reagen yang di buat tidak nyaman akan kelakuan Edeline


"minta maaf pada Reagen dan bilang tidak akan mengganggunya" ucap Dady Jay


"enggak" Edeline menggelengkan kepalanya "aku gak salah Dad, aku benar untuk mengingatkan kak Reagen untuk tidak terlalu dekat dengan ara" protes Edeline tidak merasa bersalah sama sekali


"mau aku menikah dengan ara itu sama sekali bukan urusanmu, keluargaku saja tidak akan berani protes lalu siapa kamu mengatur hidupku" tunjuk Reagen yang makin kehilangan kesabaran karena secara tak langsung Edeline sudah merendahkan adiknya dan itu pasti menyakiti hati mommy kassy


"gak bisa gitu dong kak" protes Edeline tidak terima akan ucapan Reagen yang akan menjalin hubungan dengan ara


"Dad" protes mommy Qiran


"diam Qiran" Daddy Jay sungguh tidak suka di bantah saat sedang kesal dan Mommy Qiran hanya bisa diam terpaku jika suaminya sedang mode marah


"Daddy tak akan mungkin tega melakukan itu, lagian Edeline masih kuliah dad" sanggah Edeline begitu yakin Daddy nya tak akan berbuat seperti itu


"benar-benar melewati batas kamu Edeline!" tunjuk Daddy Jay dalam mode marahnya


dengan cepat Lucas meminta para tamu undangan untuk pergi saat melihat Daddy nya sedang marah besar karena pasti akan meredakan amarahnya yang sudah meluap dengan hebatanya apalagi adiknya yang bebal itu tidak akan mau mengalah sama sekali karena perlindungan mommy Qiran


Lucas menunduk meminta maaf pada keluarga istrinya dan untung saja keluarga istrinya tidak marah karena hafal betul dengan Daddy Jay yang tidak suka melewati batas kebenaran di matanya

__ADS_1


Lucas berlari ke arah Daddy Jay "tenang dad" Lucas mengusap lengan Daddy Jay lalu menoleh ke arah Edeline "cepat minta maaf Edeline, atau Daddy akan melakukan apa yang ia ucapkan padamu" ucap Lucas memperingati adiknya


sekesal-kesalya Lucas tapi Edeline tetaplah adiknya tentu ia tak ingin sampai Daddy Jay benar-benar menikahkan Edeline yang masih muda dengan orang yang tak di inginkan EdelineĀ  sesuai ancaman Daddy Jay


"kalau Daddy sampai melakukan itu, aku gak mau mengakui Daddy sebagai Daddy aku lagi" ancam Edeline


"bagus! bagus! berani kamu ya" Daddy Jay sungguh kehilangan kesabaran akan tingkah berani anaknya yang sudah membuatnya kehilangan kesabaran sejak lama


Daddy Jay menoleh ke arah Istrinya "jangan pernah kamu melindungi putri kurang ajarmu itu Qiran!" ancam Daddy Jay


"tapi dad" protes Mommy Qiran


"ingat janjimu Qiran, akan selalu mengutamakan aku suamimu ketimbang apapun di dunia ini tak terkecuali anak kita" ucap Daddy jay mengingatkan janji Mommy qiran yang pernah terucap untuknya


Mommy Qiran menghela nafas dengan kasar "baik dad" Mommy Qiran kalah jika teringat janjinya pada sang suami karen pantang bagi dirinya untuk melanggar janjinya apalagi itu pada suami yang sangat ia cintai


"jonathan!" teriak Daddy Lucas dengan suara lantang


Jonathan membelalakan matanya lebar saat namanya di panggil tapi ia tetap bergegas menghampiri Daddy Jay yang secara tidak langsung adalah atasannya sebab ia masih menjabat sebagai CEO salah satu perusahaan milik MOmmy Qiran yang jelas adalah istri dari Daddy Jay


"iya pak, ada apa" tanya Jonathan dengan gugup


"kamu masih ingat janji kamu saat aku menolong Mala untuk tetap hidup saat itu" ucap Daddy jay meminta Jonathan kembali mengingat janji Jonathan saat meminta bantuan Daddy Jay untuk menyelamatkan Mala yang saat itu terkena penyakit mematikan dan bisa kembali hidup sehat dan kini menikah dengan orang yang mencintai dan menghargai Mala sebabagi bentuk penyesalan Jonathan yang memilih menjauhi Mala karena Jonathan yang selalu teringat Kassy jika bersama Mala jadi Jonathan memilih untuk tidak bersama Mala


"tentu saja saya ingat pak" balas Jonathan


"kalau gitu nikahi Edeline sebagai bentuk pembalasan hutangmu padaku" tukas Daddy Jay


"Daddy!" teriak Edeline tidak terima akan keputusan Daddy Jay

__ADS_1


"kamu pasti akan berterima kasih pada Daddy nanti" tukas Daddy Jay dengan begitu yakinnya


__ADS_2