
Reagen menyerahkan 3 lembar uang berwarna merah pada satpam apartemennya karena telah membantunya membawakan barang "terima kasih ya pak sudah bantu saya" ucap Reagen
"iya ka, tidak masalah" balas Satpam berbadan tegap itu
Reagen meletakan belanjaan di dekat pintu apartemennya " zahira, nih sisanya" teriak Reagen memanggil Zahira yang masih sibuk membawa barang belanjaannya di kamar yang akan di tempatinya
"iya mas" Zahira kembali melangkah ke arah Reagen dan mengambil sisa belanjaannya
"saya langsung istirahat ke kamar ya" pamit Reagen
"iya mas, abis mandi Zahira juga mau langsung istirahat" balas Zahira
"Hmmmm" Reagen berjalan ke arah kamarnya agar segera beristirahat karena memang ini sudah hampir jam 2 dini hari, tentu rasanya dia sangat lelah
***
pagi harinya terdengar suara mengganggu di telinga membuat Reagen bangun dari tidurnya "suara apaan itu" Reagen membuka mata dan melihat jam di atas nakas masih lah jam 7 pagi
Reagen berjalan ke arah luar kamarnya untuk melihat suara keributan apa yang terjadi " kamu lagi apa Zahira" Regaen keluar dan mendapati Zahira sedang bolak-balik di ruang tamu miliknya
"lagi bersihin rumah pakai Vacum mas, mau bikin sarapan gak bisa ya sudah bersih-bersih saja" balas Zahira
"kamu gak sekolah" tanya Reagen
"aku full day mas, jadi sabtu libur dong" balas Zahira
Reagen baru ingat kalau ini adalah hari sabtu "iya juga" Reagen memilih kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memulai hari
setelah selesai membersihkan diri dan bersiap untuk ke kantor, Reagen berjalan ke luar kamarnya "Zahira" panggil Reagen
"iya mas" Zahira yang sedang menjemur pakaian berlari menghampiri Reagen
"saya ke kantor dulu ya, tadi saya sudah pesan makanan buat kamu kok tunggu saja ya" ucap Reagen
Reagen melirik pakaian Zahira yang sedikit basah "kamu lagi apa sih " tanya Reagen penasran
"lagi nyuci, sekalian tadi nyuci pakaiannya mas" balas Reagen
Reagen melirik ke arah baju yang sudah berjejer rapih di jemuran apartemen miliknya "biasanya pakaian saya di taruh laundry, harusnya gak perlu repot" ucap Reagen
"gak repot kok mas, lagian kan pakai mesin cuci. Itung-itung balas budi sudah di bairin numpang" balas Zahira
__ADS_1
"ya sudah terserah kamu saja, saya berangkat dulu ya" Reagen mengusap kepala Zahira dan segera berangkat kerja karena hari makin siang
Hari ini Reagen ke kantor seperti biasa dan melakukan pekerjaan seperti hari biasa pula. tapi berhubung hari ini adalah sari sabtu dan tidak ada meeting apapun Reagen memutuskan pulang dari kantor lebih awal
"Rasya, saya pulang dulu ya" pamit Reagen sebelum pergi
'iya pak" balas Rasya
Reagen berjalan ke arah lift untuk turun ke lantai basement menuju mobilnya yang terparkir "kayanya aku belanja bahan dapur deh, kasihan juga zahia kalau makannya beli terus" gumam Reagen
Reagen memilih untuk ke supermarket membeli beberapa kebutuhan dapurnya agar sesekali bisa memask untuk zahira apalagi besok adalah hari minggu, dan sehari dia akan di rumah saja
Setelah selesai berbelanja, Reagen memutuskan untuk pulang ke apartemennya sebab hari juga sudah sore, dan ia ingin segera istirahat
"ceklek" dan saat membuka pintu apartemennya, ia mendapati rumahnya sudah sangat bersih dan hadiah-hadiah yang bertumpuk sudah tidak ada di ruang tamunya
"Zahira" panggil Reagen
"Zahira" panggilan Reagen tidak kunjung mendapat sahutan sehingga Reagen memeriksa Zahira di kamarnya
"ceklek" dan saat membuka pintu, Reagen mendapati Zahira sedang menunaikan ibadahnya
Reagen berjalan ke arah dapur untuk menyimpan barang belanjaannya di kulkas dan lemari penyimpanan di sana
"mas manggil aku tadi" Zahira muncul di balik meja pantry
"iya, saya pikir kamu kemana" balas Reagen masih sibuk melakukan kegiatannya
"tadi abis sholat mas, oh ya mas semua hadiah yang terbungkus itu aku buka dan aku simpan di kamar kosong itu gak papa kan" tunjuk Zahira pada satu kamar yang memang kosong
Apartemen Reagen memang terbilang cukup luas dan memiliki tiga kamar, satu ruang kerja, dapur ruang tamu dan ada sekat untuk ruang santai dekat tempat cuci serta balkon yang di jadikan untuk menjemur oleh Zahira
Reagen melirik arah tangan Zahira "terima kasih sudah repot beres-beres" balas Reagen
"sama-sama mas Reagen" balas Zahira
Reagen tersenyum ke arah zahira dan berjalan ke arah sofa ruang santainya "kamu seharian ini ngapain" tanya Reagen
"hanya bersih-bersih rumah saja, sama sekalian nyetrika tadi" tunjuk Zahira pada pakaian Reagen dan dirinya yang sudah di setrika tapi masih masih menggantung di tempat menjemur tadi pagi
"ah baru sadar kalau itu sudah di setrika" Reagen baru menyadari kalau pakaiannya sudah rapih walaupun masih berjejer di tempat yang sama saat di jemur tadi pagi
__ADS_1
"hari cukup panas, jadi pakaian sangat cepat kering, gak ada kerjaan ya sudah nyetrika saja. Tadi mau Zahira taro di kamar mas tapi takut gak sopan kalau buka lemari orang tanpa izin" balas Zahira
"ya sudah masukin saja" sahut Reagen
"oke" Zahira langsung mengambil pakaian yang sudah di setrika untuk di simpan di lemari
pakaian perama adalah miliknya, karena memang pakaiannya tidak banyak yang di cuci, setelah itu ia membawa i boks pakaian Reagen yang sudah selesai ia setrika
dan saat membuka pintu lemari ia bisa melihat pakaian Reagen cukup berantakan walau isi kamarnya terlihat bersih "mas boleh gak kalau lemarinya aku tata dulu" tanya Zahira setengah berteriak
"boleh saja" Reagen membalasnya dengan sedikit berteriak pula
sambil menunggu Zahira yang sedang merapihkan kamarnya Reagen memilih bersantai sambil menonton TV sambil sesekali melihat social media miliknya
"sudah beres mas" Zahira meletakan boks yang ia gunakan untuk membawa pakaian Reagen tadi dan duduk di samping Reagen
"mas Reagen kalau kerja pulangnya jam segini terus" tanya Zahira
"gak mesti sih, lihat lagi banyak kerjaan atau tidak saja. Kebetulan tadi gak terlalu banyak jadi pulang jam 2an tapi mampir ke supermarket dulu sih" balas Reagen
"mas Reagen emang biasanya gak kesepian ya tinggal sendirian di sini" tanya Zahira penasaran
"gak juga, biasanya kalau sepi di sini kan bisa mampir di rumah mommy atau rumah tante" balas Reagen dengan santai
"sekarang mas gak usah takut kesepian kan sudah ada Zahira yang akan jadi temen hidup mas Reagen jadi mas Reagen gak akan kesepian lagi" ucap Zahira dengan polosnya tanpa sadar ucapannya membuat hati seseorang ketar-ketir
"gila nih cewek! gak sadar apa ya ucapannya itu punya banyak arti" umpat Reagen dalam hatinya
"oh ya mas Reagen mau makan malamnya pakai makanan yang di pesan tadi pagi atau makan yang lain, kalau maku makan yang tadi biar Zahira angetin dulu" tanya Zahira
"yang tadi pagi masih ada" tanya Reagen
"masih lah mas, orang mas pesennya banyak banget, mana muat perut Zahira habisnya itu" balas Zahira
"ya kirain, soalnya semalam kamu makan porsinya sebanyak itu" balas Reagen
"semalam kan kelaparan mas" protes Zahira
"ya sudah yang tadi pagi saja, mau pesan lagi sayang makanannya" putus Reagen
"oke" Zahira langsung memanaskan makanan untuk makan malamnya bersama Reagen
__ADS_1