You Are My Regret

You Are My Regret
Siasat


__ADS_3

Qiran mengajak Lucas untuk berbelanja di mall, membeli beberapa keperluan dapurnya yang sudah makin menipis. di kediaman qiran sebenarnya sudah banyak eplayan yang mengurus masalah rumah tapi tetap saja qiran ingin mengurus keperluan rumahnya sendiri agar bisa memberikan yang terbaik utuk mengurus rumahnya


"mom" panggil lucas sambil menarik ujung rok qiran


"iya sayang" qiran mengusap kepala lucas yang ada tepat di sebelahnya


"mom, lucas mau udang tempura" pinta lucas


"boleh" qiran berjalan ke arah stand seafood untuk membeli udang yang di inginkan lucas


 qiran berbelanja cukup banyak sampai tak sadar kalau trolinya pastilah sangat penuh, dan belanjaan qiran sampai harus terbagi menjadi 4 kantong belanjaan dan pasti akan susah membawanya


"wah banyak juga rupanya" gumam qiran saat melihat banyaknya kantong belanjaan miliknya


"mau aku bantu" terdengar suara seseorang mendekat ke arah qiran


qiran menoleh ke arah sumber suara dan mengernyitkan dahinya melihat pria yang ada di hadapannya dan tidak ia harapkan sama sekali "tidak, terima kasih" balas qiran tanpa berpikir panjang


pria itu yang tak lain adalah adam, menyunggingkan senyumnya mendengar penolakan qiran yang tanpa banyak berpikir  "kau pasti kesulitan membawanya jadi gak masalah kalau kamu menerima bantuanku" tukas adam


qiran mengabaikan adam dan melambaikan tangannya ke arah karyawan mall "mas" panggil qiran


karyawan mall itu pun menghampiri qiran "ada yang bisa saya bantu nona" tanya karyawab itu


"tolong saya bantu bawa ini" pinta qiran


"baik nona" karyawan mall tersebut angsung mengambil troli untuk meletakan semua belanjaan qiran dan mengikuti qiran menuju mobilnya yang terparkir di tempat parkir basement mall


adam melirik punggung qiran "aku makin ingin mendapatkanmu" guman adam makin tertarik pada qiran dan makin ingin merebut qiran dari tangan jay


qiran menyerahkan 2 lembar uang kertas berwarna merah sebagai bentuk ucapan terima kasih pada pria yang sudah membantunya membawa barang "terima kasih ya mas" ucap qiran


"sama-sama nona" karyan mall tersebut meninggalkan qiran dengan membawa serta troli tadi


"masuk dulu ke dalam mobil sayang" qiran menekan tombol di garasinya agar tertutup

__ADS_1


"apa boleh aku mengajakmu makan siang" tanya adama yang ternyata mengikuti langkah qiran


qiran memutar bola matanya malas, menoleh ke belakang dengan tatapan datar ke arah adam "kita tidak dalam posisi untuk bisa makan siang bersama" tukas qiran  dengan pembawaan yang begitu tenang


"kenapa tidak, kau kan istri sepupuku" seru adam dengan tidak tahu dirinya


"hah" qiran terkekeh mendengar ucapan adam yang benar-benar tidak tahu malu "suamiku saja tidak sudih berdekatan denganmu jadi kenapa aku harus mau dekat denganmu" tanya qiran


adam terkekeh "karena aku tertarik padamu" adam menjawab dengan percaya dirinya


qiran mendengus sebal dengan kelakuan pria tidak tahu diri di hadapannya "kau benar-benar tak punya malu rupanya" guma qiran


qiran bisa melihat para pengawal bayangan yang di siapkan suaminya datang mendekat tapi qiran mengangkat satu tangannya untuk melarang para pengawal itu mendekat


adam kini bisa melihat bahwa ternyata qiran tidaklah sendiri "wah ternyata pria itu benar-benar menjaga miliknya" gumam adam baru menyadari bawa jay menyiapkan pengawal yang tak sedikit untuk menjaga istri dan anaknya


"dengar ya tuan adam barneet" seru Qiran dengan lantang


"segera hilangkan pikiranmu yang ingin melukai Jay melalui diriku" qiran mengibaskan tangannya di dekat kepalanya "aku bukan seseorang yang bisa kau ajak bermain-main" tukas qiran dengan tatapan dinginnya


"emang dasar gak bisa di ajak bicara baik rupanya " qiran langsung saja menekan ponselnya dan terlihat kaca mobil qiran jadi gelap


adam mengernyitkan dahinya heran, kenapa juga qiran menggelapkan kaca mobil lucas  "bugghhh" qiran langsung menendang betis adam dengan sekali gerakan membuat adam berlutut dan qiran memiting tangan adam dengan cukup kuat


"jangan coba-coba menguji kesabaranku dengan sekali hentakan aku bisa menghancurkanmu, harusnya nenek tercintamu sudah mencari tahu siapa diriku, ahhhh mungkin nenekmu tidak punya kemampuan cukup besar sampai tidak tahu siapa diriku" qiran menguatkan pitingannya dan membuat adam mengerang kesakitan


"kalau kau mau main-main dengan suamiku lebih baik cari hal lain karena aku malas berurusan dengan cecunguk sepertimu. Aku diam selama ini hanya ingin membiarkan suamiku berlatih karena jika aku bertindak, mertuaku saja tak akan bisa menolongmu walaupun dia mengerahkan semua kemampuannya" Qiran mendorong tubuh dengan kasar


qiran menepuk tangannya dan mengusap tangannya dengan tisu basah yanga da dalam tasny seakan adam adalah kuman yang begitu menjijikkan


"sebagai bantuan dariku untukmu mencari tahu dengan siapa kamu bermain-main, aku beritahu nama lengkapku 'Qiran Naditya Lavanya' namaku" qiran tersenyum simpul ke arah adam


"ayah kandungku dan mertuaku saja tak akan berkutik jika aku sudah marah, beruntung saja mereka ayah kandung dan ayah mertuaku" qiran bersedekap tangan dan menatap remeh pria yang sedang berlurut di lantai sambil memegang tangannya yang terasa begitu sakit karena ternyata qiran memiliki tenaga yang begitu kuat


"kau pikir dari kapan aku melindungi jay hah, jauh sebelum kakek dan ayah kandungnya datang, akulah penjaga priaku jadi kalian tidak bisa menyentuk suamiku seujung kukupun, dan sekarang kau menantangku rupanya " ejek qiran

__ADS_1


r


"kau tidak akan mampu mengusikku, aku hanya sedang berbaik hati saja saat membiarkanmu bermain untuk mengganggu suamiku" qiran berjalan ke arah adam dan menginjak kakinya kuat


"akkkkhhhh!" teriak adam kesakitan karena qiran menginjak tangan adama dengan ujung sepatu hak tingginya


"aku mengizinkanmu bermain, tapi aku yakinkan padamu jelas akan kalah di akhir" tukas qiran berjalan masuk ke mobilnya dan meninggalkan adam begitu saja


melihat mobil qiran dan para bawahannya menjauh, adam melirik tangannya yang benar-benar merah akibat ulah qiran "apa maksudnya tadi" gumam adam jadi penasaran dengan maksud qiran


adam langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi sang nenek " grandma" sapa adam


"ada apa" tanya nenek adam dengan ketus


"bantu aku cari tahu wanita bernama Qiran naditya lavanya" ucap adam


mata nenek caitlin membelalak lebar "kenapa kamu tanya nama itu hah" terdengar suara takut hanya mendengar nama itu saja dari mulut neneknya


"jadi grandma tahu siapa qiran" tanya adam


"tentu saja tahu, dia pengusaha muda sukses yang punya jaringan bisnis begitu luas, dia juga punya organisasi bodyguard handal bahkan ia punya pasukan khusus pribadi yang jelas itu gak main-main, bahkan jaringan informannya begitu besar" jelas nenek caitlin


nenek caitlin tahu nama itu dari para oraang yang di minta untuk melakukan hal kotor olehnya, tapi dia belum tahu siapa perempuan itu karena siapa juga dia bisa menemui bos besar yang pasti akan sulit di jangkaunya


"grandma tidak menyelidiki Jay secara menyeluruh hah!" kesal adam baru tahu istri sepupunya itu bukanlah wanita sembarangan


"apa maksudmu menanyakan hal ini, dan apa hubungannya coba qiran dengan jay" nenek caitlin masih tidak paham akan arah pembahasan adam


"qiran naditya lavanya itu, istri jay grandma, emang grandma gak cari tahu siapa nama lengkap istri jay hah" tanya adam begitu kesal dengan neneknya


"bukannya qiran, itu anak attaf ghazanfer ya" sahut nenek caitlin


iya jadi ingat bahwa attaf tidaklah perah menunjukkan siapa puterinya di depan umum, jadi tidak ada yang tahu siapa putri attaf ghazanfer jika bukanlah orang yang dekat dengannya "jadi anak attaf dan tasmirah, adalah wanita itu" tanya nenek caitlin memastikan


"iya grandma, aku baru tahu tadi saat dia memberitahu nama lengkapnya padaku dan ia juga memberitahukanku bahwa selama ini kita bebas di sini hanya karena ingin suaminya bermain-main dengan kita" seru adam

__ADS_1


"apa!" nenek caitlin tentu begitu terkejut akan penuturan adam tentang identitas istri dari pria yang dari dulu ingin ia lenyapkan


__ADS_2