You Are My Regret

You Are My Regret
Suamiku tetap bintang


__ADS_3

qiran berjalan dengan perlahan di lorong rumah sakit sembari terus mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit itu


qiran mengernyitkan dahinya tatkala rumah sakit yang biasanya tenang terlihat begitu ramai hari ini "apaan sih itu" qiran jadi penasaran kenapa rumah sakit jadi ramai tak seperti hari biasanya


qiran menepuk pelan bahu satpam yang biasa berdiri di lobu rumah sakit, ini  malah berjaga di dalam lingkungan rumah sakit "ini ada apa pak" tanya qiran


pak satpam jadi gugup karena di tanya cucu pemilik rumah  sakit tempat ia bekerja "itu nona, biasa fans suami nona heboh mau lihat saat suami nona lagi visit buat lihat pasien" balas pak satpam


" kalau gak mau berobatmending usir aja" usul qiran pada para wanita yang bisa di lihat masih usia remaja dan kebanyakan masih SMA


"sayangnya mereka datang untuk berobat" balas pak satpam


"sebanyak itu, berobat semua " heran qiran melihat banyaknya gerombolan remaja itu


"iya nona,  ada yang sakit perut, sakit mata, tangannya luka, pinggangnya sakit, pokoknya banyak deh" balas pak satpam sedikit tahu tentang alasan mereka berobat ke rumah sakit


"bisa gitu ya" qiran berjalan mendekat ke arah segerombolan wanita penggemar jay dengan hati-hati


"duh ganteng banget  kak jay ya" seru salah satu wanita memakai baju merah muda


"sayang banget dia lebih milih jadi dokter" sahut wanita berpakaian merah dengan mencebikkan bibirnya


"ya mau gimana, itu kan cita-cita kak jay sejak kecil" sahut wanita berpakaian putih


jay memang sering menceritakan cita-cita nya sejak kecil di depan umum jadi para penggemarnya tak heran jika jay memilih profesi dokter di pandangan para penggemarnya


"iya, gak masalah sih dia jadi dokter, kita kan masih bisa jadi penggemar setianya" sahut wanita berpakaian merah dengan hebohnya


wanita berpakaian putih menoleh ke belakang "Kira-kira istrinya bakal marah sama kita gak ya, ngumpul di rumah sakit miliknya kaya gini" tanya wanita berpakaian putih yang tak dapat di balas para penggemar lain karena mereka juga ikut bertanya-tanya


"selagi kalian gak bikin keributan, saya gak akan ngelarang kalian ngelihat suami saya" celetuk qiran menyota atensi segerombolan fans jay

__ADS_1


semua orang menoleh ke arah qiran "wah anda nona qiran istri jay ya" tanya wanita berpakaian hitam dengan heboh


"iya" balas qiran dengan percaya diri


 para penggemar jay bertanya-tanya kenapa qiran tak takut jika jay di dekati penggemarnya


"emang anda gak takut kalau jay kepincut sama kita secara kita cantik-cantik loh" ucap wanita berpakaian merah bangga akan kecantikan yang ia miliki


qiran berdiri tegak pada semua penggemar qiran "saya percaya diri kalau saya gak kalah dari kalian" semua orang tentu bisa melihat jelas paras cantik qiran dan bagaimana kekayaan qiran yang jelas tidak akan di habis di makan tujuh turunan itu "dan saya percaya suami saya, dia mencintai saya lebih dari 12 tahun, dan belum ada yang bisa menggeser kedudukan saya di hati dan mata suami saya" jelas qiran dengan percaya dirinya tentang rasa cinta yang di berikan suaminya pada qiran


"iya juga sih" sahut para penggemar jay setuju akan ucapan qiran yang memang bisa melihta seberapa besar cinta jay pada qiran karena jay tak pernah mencoba menutupi rasa cintanya pada qiran


"kalian bisa melihat jay, jika ingin melihatnya tapi saya minta tolong jangan ganggu dia saat bekerja. karena saya pun tak mengganggunya saat bekerja. karena dalam dunianya dia bisa merasa puas akan dirinya dan kontribusinya dalam menyelamatkan orang lain" jelas qiran


"iya, kalau gitu kami permisi" para penggemar Jay pergi dari lingkungan rumah sakit dengan tertib setelah apa yang di ucapkan qiran


qiran berjalan mengikuti gerombolan dokter yang di sana juga ada jay sedang melakukan visit pada para pasien


"kenapa kau begitu tampan sih" qiran memandang jay begitu bersinar seperti bintang yang berkelipan


jay tak menyadari sama sekali kalau qiran mengikutinya sedari tadi karena jay yang memang begitu fokus akan pekerjaannya


"ughhh pegal juga" gumam jay memijit lehernya yang terasa begitu kaku


"mau aku bantu meredakan capekmu" qiran sedikit memijat leher jay


jay menahan tangan qiran dan menoleh ke arahnya "sejak kapan kamu datang" tanya jay


"barusan saja" balas qiran sedikit berbohong


qiran melirik kaki qiran yang terlihat agak membengkak "kelihatan banget kalu bohong" jay mengajak qiran untuk duduk  di kursi pengunjung

__ADS_1


 jay menutup paha qiran dengan jas putihnya, lalu ia mengangkat kaki qiran ke pangkuannya "jangan kaya gini jay, malu" qiran ingin menurunkan kakinya tapi di tahan oleh jay


"kakimu itu bengkak, pasti karena kamu yang terlalu berdiri atau berjalan" jay tanpa malu memijit kaki qiran


"ini di tempat kerja kamu jay, masa kamu mijitin kaki istri kamu sih" ucap qiran sedikit memprotes sikap jay


"kenapa malu, yang aku pijit kan kaki istriku sendiri mana dia sedang hamil, apa yang aku lakuin gak akan sebanding dengan pengorbanan kamu yang rela membawa anak aku di dalam rahim kamu selama sembilan bukan" jay mengusap perut qiran dan menatap penuh bangga akan pengorbanan qiran yang mau hamil anaknya


qiran tersenyum haru dengan apa yang di ucapkan jay " gimana gak main cinta aku sama kamu jay" qiran mencubit pelan pipi jay


"memang itu yang aku mau" balas jay


"oh ya jay, kamu lihat gak saat para fans kamu itu berubung kaya semut untuk lihat kamu periksa pasien" tnay qiran


"enggak " balas jay dengan entengnya


"masa" tanya qiran tak percaya akan jawaban jay


"tentu saja benar, aku di sini kan sedang mengurus pasien aku bukan mau lihat para penggemarku yang takjub akan pekerjaanku saat ini" balas jay


"di sana ada yang cantik-cantik loh jay, bahkan masih muda-muda. mungkin ada yang jauh lebih cantik dariku" ungkap qiran


jay mengusap lembut pipi qiran "gak akan ada yang bisa menyaingi kecantikanmu di mataku. mungkin benar ada yang lebih cantik darimu tapi di mataku yang paling cantik hanya dirimu seorang  karena kamu adalah cintaku, hidupku dan sumber kebahagiaanku" balas jay dengan penuh keyakinan pada setiap ucapannya


qiran mengusap tangan jay  yang memegang pipnya dan menggerakan ibu jarinya dan tersenyum haru pada jay "bagiku kau juga cintaku, hidupku dan sumber kebahagiaanku" balas qiran menatap lekat manik mata jay


"kamu mau nunggu di ruanganku atau mau di ruangan keluargamu itu, aku masih ada dua jam lagi sampai shift ku selesai" tanya jay


"di ruangan keluargaku saja, nanti kalau sudah selesai samerin ya" balas qiran


"oke sayang" balas Jay

__ADS_1


__ADS_2