You Are My Regret

You Are My Regret
Tidak Selalu Mudah


__ADS_3

Terdengar riuh suara menggema di penjuru ruangan bahkan sampai keluar ke ruangan yang ada di sebelahnya "Ada apa ini" tanya Nidya saat tak sengaja lewat ruangan HRD di kantor suaminya


yang di tanyai Nidya menoleh dengan tatapan terkejut saat melihat istri bosnya ada di lantai ruangannya bekerja padahal ruangan Lucas ada di lantai paling atasĀ  "ah nyonya" wanita yang kebetulan di tanya melirik sekilas ke arah perdebatan yang sedang terjadi di ruangan besar di mana ia juga bekerja "saya juga kurang tahu nyonya, gak ada yang berani mendekat sebab kepala bagian sedang berada di luar ruangan" jelas wanita yang di ketahui sebagai pegawai HRD


Nidya yang penasaran berjalan mendekat untuk lebih tahu masalah apa yang sedang terjadi dan samar-samar ia mendengar perdebatan antara mereka membuat ia menghela nafas panjang "kalau mau berdebat tentang perihal itu silahkan lakukan di luar jam kantor dan saat kalian tidak di perusahaan" seru Nidya menginterupsi pertengkaran dua wanita yang sedikit banyak Nidya tahu adalah perdebatan antara istri sah dan seorang simpanan


dua wanita yang sedang adu argumen dan sudah tak terlihat jelas lagi bentuk wajahnya pun menoleh ke arah Nidya "maafkan saya bu, saya hanya gak bisa tahan melihat wanita yang sudah goda suami saya ada di ruangan yang sama dengan saya" balas seseorang bernama Lisna yang ternyata ada salah satu pegawai HRD yang kebetulan berstatus sebagai seorang istri tapu belum lama ini mengetahui kisah perselingkuhan suaminya bersama salah satu rekan kerjanya


"saya gak selingkuh dengan suaminya bu" sahut perempuan yang menjadi lawan Lisna bernama Zea


Lisna menyorot tajam ke arah Zea "kalau bukan selingkuh terus apa namanya jika kalian keluar dari kamar hotel secara bersamaan padahal jelas perusahaan kita tidak ada kerjasama bisnis apapun dengan perusahaan tempat suamiku bekerja" sahut Lisna menatap nyalang ke arah Zea


Nidya menghela nafas kasar "kita bicara di ruangan rapat sekarang" titah Nidya berjalan ke arah ruang rapat


dan sebelum masuk ke ruang rapat Nidya menoleh ke arah para pegawai suaminya "kalian kembali bekerja dan jangan mengurusi urusan orang lain" ucap Nidya sebelum memasuki ruangan rapat


Nidya mengajak Lisna dan Zea untuk duduk bersama saling berhadapan dengan di pisahkan meja besar yang ada di dalam ruangan rapat "ayo kita bicara" ajak Nidya dengan nada serius


awalnya Nidya ingin bertemu suaminya sebab ia merindukannya tapi karena ia ingat harus bertemu dengan kepala bagian HRD untuk membahas sekertaris tambahan yang di perlukan Lucas membuatnya harus menunda pertemuannya dengan sang suami

__ADS_1


sebenarnya Nidya bukanlah pegawai di kantor sang suami, dan malah ia adalah pegawai di kantor sang ayah tapi mengingat statusnya yang merupakan istri pimpinan perusahaan tentu ia tak bisa diam saja saat melihat ada masalah di kantor suaminya, Nidya juga tetap ingin membantu pekerjaan suaminya yang sudah sangat banyak itu


setelah mendengarkan dengan seksama penuturan baik dari Zea maupun Lisna, Nidya bisa mengambil suatu kesimpulan "terlepas dari benar atau tidaknya suami Lisna itu selingkuh dengan Zea atau tidak, seharusnya kamu bisa menempatkan posisi sebagai atasan Zea di perusahaan Lisna, kamu bisa membahas urusan pribadimu di luar kantor tidak seperti caranya, ini bisa merusak nama baik perusahaan dan juga nama baikmu" ucap Nidya pada Lisna


"maafkan saya bu, saya terlampau sakit hati" sesal Lisna


Nidya menoleh ke arah Zea "dan kamu Zea, harusnya kamu tahu kalau dia itu adalah lelaki bersuami dan mereka juga punya anak, apa dengan kamu hadir di tengah mereka kamu bisa mendapatkan kebahagiaan seutuhnya, walaupun nantinya kamu bisa memiliki kekasihmu itu kamu akan tetap di cap sebagai seorang pelakor bahkan nantinya anak kamu akan di cap sebagai anak pelakor. Bagaimana bisa kamu menyakiti hati anak yang belum sempat hadir hanya karena nafsumu saja" Nidya menatap tajam ke arah Zea "ingat Zea, dosamu akan jauh lebih besar pada anakmu nanti ketimbang pada anak Lisna, dan jangan sampai nanti anak kamu menyesal lahir dari rahim seorang pelakor" tegur Nidya


"iya bu" Zea hanya bisa menunduk tak mampu berucap lebih jauh karena memang dirinya bersalah saat menjalin hubungan dengan suami orang walaupun dengan dasar cinta, cinta yang entah itu lebih ke arah nafsu atau memang benar cinta, sebab sejatinya cinta tidak akan menyakiti hati orang lain dengan sengaja atau merebut hak orang lain


"baik" Nidya beranjak dari duduknya "kalian bahas ini nanti di luar kantor bersama pria kalian" tukas Nidya berjalan keluar ruangan


"ah jadi kelamaan di sini, bisa ngambek suamiku" Nidya melirik jam di pergelangan tangannya dan segera bergegas ke ruangan suaminya sebab ia tertunda selama dua jam dan itu bisa membuat suaminya ngambek


"ada nyonya, tapi tuan lagi ada tamu" balas Lia


"kalau gitu saya tunggu di sini dulu" Nidya memilih duduk di kursi meja sekertaris sambil menunggu tamu suaminya keluar


"iya bu" Lia ikut duduk sambil menyerahkan botol air mineral pada Nidya sebab Lia tahu sekali kalau Niyda tidak suka minum selain air mineral

__ADS_1


"apa raut wajah suamiku tak baik hari ini" tanya Nidya dengan hati-hati


Lia yang sudah 2 tahun ini bekerja bersama Lucas tentu tahu apa yang di maksud Nidya "awalnya baik nyonya sampai 2 jam lalu" balas Lia


Nidya hanya bisa menghela nafas "tadi aku mampir ke ruang HRD ingin membahas perihal sekertaris tambahan yang akan menggantikan rekan kerjamu itu tapi nyatanya malah harus terhenti karena ada masalah di sana, aku tidak bisa diam saja jika melihat langsung ada masalah di kantor suamiku" jelas Nidya


"masalah apa nyonya" tanya Lia penasaran


"begini" Nidya mulai menceritakan hal yang terjadi saat ia datang ke ruang HRD dari awal sampai akhir tanpa ad yang mau di tutupi


"sebenarnya itu masalah lama nyonya dan banyak yang sudah ingetin Lisna tapi dianya tetap percaya aja suaminya, dan mungkin sudah saatnya kedok wanita itu ketahuan" kisah perselingkuhan suami Lisna dan Zea sebenarnya sudah tercium cukup lama tapi tak ada yang berani memberitahu gamblang kisah perselingkuhan itu sebab urusan rumah tangga orang lain tentu tidak ingin di campuri secara berlebihan, cukup memberi isyarat dan memperingati saja


"kamu awasi saja Lia, jangan sampai suamiku tahu untuk hal tidak penting seperti ini, jika keributan itu masih mereka lakukan beri mereka surat SP ke 2 dan lanjutkan prosedur berikutnya jika masih ia tetap ngeyel, saya sudah memberi peringatan pertama untuk mereka tadi" jelas Nidya


"baik nyonya" Lia hanya mengangguk mengiyakan saja perintah istri bosnya


setelah 20 menit menunggu, tamu Lucas pun keluar dan Nidya permisi masuk ke ruangan Lucas, tak lupa ia menutup pintu saat masuk ke ruangan suaminya


"sudah saya bilang jangan ganggu saya Lia" Lucas berucap keras tanpa melihat siapa yang datang dan hanya konsentrasi pada berkas yang ada di hadapannya saja

__ADS_1


"apa aku harus pulang, suamiku" tanya Nidya dengan suara rendahnya tak luma senyum manis terukir di wajah Nidya agar meringankan kemarahan suaminya


Lucas mendongak dan menatap kesal ke arah Nidya "dari mana saja kamu" kesal Lucas tanpa embel-embel sayang sebab ia memang sedang sangat kesal membuat Nidya menelan salivanya dengan susah payah


__ADS_2