
Makan malam keluarga Javerson berjalan cukup khidmat dan dalam diam hanya suara sendok yang saling bersautan
"kabar perusahaan gimana setelah kakak tinggal seminggu ke Indonesia " tanya Reagen saat terlihat semua orang sudah menyudahi makannya
"sudah jauh lebih baik kak, aku juga sudah mengembalikan para staf yang tidak ikut terlibat langsung dan hanya memberi teguran " jelas Olvin
"jadikan ini pelajaran Olvin, jangan langsung mengambil keputusan tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi " nasehat Reagen
"baik kak" Olvin mengangguk patuh pada kakaknya
Zahira mengguncang lengan suaminya "mas ponsel mas bunyi terus dari tadi, dari kak Lucas takut penting loh" ucap Zahira
"mas angkat duku deh" Reagen berjalan menjauh ke tempat lain agar bisa menerima panggilan dari Lucas yang terlihat penting
"Zahira" panggil Olvin
"iya kak, ada apa" tanya Zahira
"kalau sama kamu kakak sedingin itu gak sih" tanya Olvin
Zahira menoleh ke arah Reagen yang sedang bicara "kalau sama aku enggak sih, tapi kadang kalau lagi capek suka marah-marah gak jelas" balas Zahira dengan jujur
"kalau lagi marah gitu biasanya kamu apain" tanya Olvin begitu penasaran
"emmm" zahira meletakan telunjuknya di dagu "diemin aja, nanti dia yang nyariin soalnya kebanyakan dia yang lagi emosi jadi aku lebih milih diem kalau di tanggapi nanti malah berantem" balas Zahira
"anak mommy yang satu itu emang tegas orangnya, jadi lebih sabar hadapin reagen ya Zahira" pinta mommy Kassy
"iya mom" balas Zahira mengiyakan permintaan mommy Kassy
"sayang kamu bersiap gih kita harus pergi ke pemakaman" ajak Reagen
"iya mas" Zahira segera berjalan ke arah lantai atas menuruti perintah suaminya
reagen menoleh ke arah Olvin "kamu juga bersiap Olvin, kita ke kediaman Ghazanfer sekarang " ajak Reagen
"siapa yang meninggal " Daddy Thomas sebenarnya bisa menebak tapi rasanya ia sulit berucap
"kakek Akhtar meninggal baru saja, tadi Lucas ngabarin untuk minta aku datang lebih dulu ke sana" jelas Reagen
"iya Reagen, Aiden kan juga teman kamu jadi kamu harus datang" sahut mommy Kassy
__ADS_1
"iya mom, mommy jaga daddy saja nanti biar Reagen sampaikan pada Aiden kalau daddy sedang sakit jadi tidak bisa datang " ucap Reagen
setelah selesai bersiap Reagen, Zahira dan Olvin berkunjung ke kediaman Ghazanfer untuk menyampaikan bela sungkawa mereka atas kematian kakek Akhtar
"Aiden " panggil Reagen langsung memeluk Aiden
"Reagen, Daddy ku" Aiden langsung terisak dalam pelukan Reagen padahal sejak ayahnya dinyatakan meninggal, Aiden selalu bersikap tegar dan kuat
"kamu kuat Aiden, kamu pasti bisa" seru Reagen menguatkan sahabatnya
"aku gak sekuat itu, aku kehilangan keluargaku satu-satunya" balas Aiden dengan isak tangis
"jangan bilang gitu Aiden, kamu masih punya keluarga kakek attaf, mereka sayang kamu" sahut Reagen meluruskan
"harusnya kamu tahu mereka menjaga jarak denganku semenjak Nidya memutuskan memilih Lucas ketimbang aku" ucap Aiden dengan senyum mirisnya
Reagen menepuk punggung Aiden "kamu masih punya aku sahabat kamu" ucap Reagen menguatkan Aiden
Aiden mengurai pelukannya dan melirik ke arah wanita yang sedari tadi ada di sebelah reagen "ini istri kamu" tanya Aiden menunjuk zahira
"iya, ini istri aku" Reagen merapatkan tubuh Zahira ke tubuhnya untuk diperkenalkan pada Aiden
"Zahira" Zahira mengangkat tangannya untuk berjabat tangan Aiden
"Terima kasih sudah datang kemari" ucap Aiden
"tentu saja aku harus datang, om Akhtar adalah orang yang baik dan aku sangat menghormati beliau, beliau juga mengajarkan banyak hal padaku selama belia hidup" ungkap Reagen
"kak, aku turut berduka ya" sela Olvin yang ingin ikut menyampaikan belasungkawanya pada Aiden
"terima kasih Olvin" balas Aiden
"oh ya, nanti kelurga kakek attaf dan kerabat dekat uncle Jay sedang dalam perjalanan kemari, mungkin besok mereka sampai" ucap Reagen menyampaikan hal yang di beri tahun Lucas padanya
"apa semuanya datang kemari, soalnya aku harus membersihkan kamar di rumah kalau mereka datang" tanya Aiden
"aunty Qiran kali ini tidak ikut karena Edeline sedang hamil anak kedua tapi suami Edeline akan datang mewakili" balas Reagen
"apa dia datang" tanya Aiden penuh harap
"ayolah Aiden, dia sudah jadi istri orang lain, raihlah cinta yang lain jangan terus lukai hatimu" nasehat Reagen yang hanya di balas dengan senyuman oleh Aiden
__ADS_1
***
Zahira dan Reagen memutuskan pulang setelah hari cukup larut dan segera ingin istirahat, toh pemakaman akan dilaksanakan esok sore
"tadi mas bicarain siapa sih, kok tadi bawa-bawa jangan suka istri orang, keluarga yang ada hubungannya sama kak aiden, yang sudah nikah cuma edeline dan Lucas " Zahira nampak berpikir keras "edeline gak mungkin karena saudara Aiden berarti kak Nidya" tebak Zahira
"sebaiknya jangan bertanya lebih Zahira, itu adalah luka lama yang tak boleh di ungkit " tukas Reagen
"iya mas, maafin Zahira, gak tanya lagi deh" putus Zahira
"kita langsung pulang ke rumah kita aja ya, biar koper kita di ambil besok oleh suruhan mas" ucap Reagen
"tapi Zahira gak punya baju di situ mas, masa Zahira pakai baju ini lagu kan gak mungkin" protes Zahira
"ada kok baju kamu di rumah kita" Reagen menyunggingkan senyumnya membuat Zahira menatap curiga ke arah Reagen
"kenapa rasanya ada maksud terselubung dari senyuman mas itu" tanya Zahira
"masa sih" kekeh Reagen
Reagen membawa Zahira masuk ke mansion miliknya, mansion uang cukup megah dan mewah tak kalah dari kediaman utama keluarga Javerson
"emang bener kata mas kalau mansion mas lebih terasa nyaman dan sejuk" ungkap Zahira saat pertama kali menginjakkan kaki di mansion milik suaminya
"ayo ke kamar kita sayang" ajak Reagen menuju sebuah kamar besar di lantai dua
"kamu mandi gih, nanti baju gantinya di sana" tunjuk Reagen pada pintu berisi pakaian ganti miliknya dan kini juga ada milik Zahira
"mas gimana mandinya" tanya Zahira
"mas ada perlu dulu di bawah, nanti mandi di bawah aja deh biar cepet" balas Reagen
"ya sudah mas" Zahira memutuskan langsung mandi ajaa sebab sudah sangat larut, ia ingin segera berisitirahat karena merasa sangat lelah
Reagen menyunggingkan senyumnya saat berjalan keluar kamar
seusai mandi, Zahira keluar kamar dan berjalan ke arah pintu yang sempat di tunjuk oleh Reagen
"sreeekkk" Zahira bisa melihat begitu banyak deretan lemari yang begitu banyak di ruangan besar yang tak kalah besar dari ukuran kamar di sebelahnya
"wah" Zahira membuka lemari satu persatu dan masih banyak space kosong di. lemari berisi pakaian berbeda dengan aksesoris atau tas yang terisi penuh
__ADS_1
"kok pakaiannya kurang bahan semua " gumam Zahira masih membuka satu persatu lemari yang kosong " baju mas reagen mana. ya, pengen pinjem kok ya"gerutu Zahira masih mencari baju lain selain baju kurang bahan yang tak ingin Zahira pakai
"masa mau telanjang" gerutu Zahira terpaksa mengambil satu lingerie berwarna hijau, sebab menurutnya itu yang paling baik sebab bahannya tidak terlalu menerawang