You Are My Regret

You Are My Regret
Mendapat masukan


__ADS_3

Zahira mengajak Qia dan lala untuk bermain di area bermain Risa membuat Lala begitu gembira saat melihat banyak mainan di sana


"aooo kaka" ajak Risa dan lala mengikuti risa untuk bermain sesuai keinginan risa


"wah anak mba bisa ngemong ya" Zahira begitu takjub Risa yang nyaman bermain denganĀ  Lala padahal biasanya Risa adalah anak yang cukup sulit untuk akrab dengan orang lain


melihat kondisi itu Qia tersenyum tipis ke arah Zahira "kebetulan di Bandung banyak anak kecil jadi Lala sering bermain bersama mereka jadi sudah menjadi kebiasaan Lala main sama anak kecil" balas Qia akan keadaan Lala yang bisa mengakrabkan diri dengan anak kecil


"ngomong-ngomong kita belum kenalan loh mba " Zahira mengajak Qia untuk berjabat tangan "nama saya Zahira Malik Ja'far, biasanya di panggil Zahira " ucap Zahira memperkenalkan dirinya


"kalau saya Rizqia Adinda Farizqi, panggil saja Qia" balas Qia


"kayanya kita seumuran ya Qia" tanya Zahira memperkirakan usia Qia yang sama dengannya


"iya sepertinya, tahun ini saya 22 tahun" balas Qia


22 berarti memang seusia dengan Zahira "iya kita seusia rupanya, ngomong-ngomong kamu kuliah di mana, kalau aku kuliah di kampus Nusa Bangsa loh" tanya Zahira akan Qia yang kuliah di mana


"waktu itu saya sempat telat sekolahnya karena pengaruh keadaan, waktu saya mau daftar kuliah eh di kasih kabar kalau lagi hamil jadi saya belum sempat daftar kuliah, saya masih pengangguran" Qia tak malu sama sekali saat mengatakan kalau dirinya telat bersekolah karena pada kenyataannya memang seperti itu


Zahira melirik ke arah perut Qia yang memang terlihat sudah membuncit jelas "kalau kamu nunda kuliah kayanya nanti kamu keburu telat deh kuliahnya dan mungkin kamu gak akan jadi kuliah kalau anak kamu sudah lahir, aku saja sudah semester akhir kerepotan antara urus anak dan tugas kuliah" ucap Zahira memberi pendapat


Qia tersenyum tipis menanggapi ucapan Zahira "ya mau gimana lagi, mas Lucas pasti panik kalau aku terlalu sibuk di luar, Kuliah di awal biasanya kan sibuk sekali, di rumah saja aku gak boleh ngapa-ngapain" balas Qia dengan jujur


Zahira mengangguk mengiyakan,dulu saja Reagen seperti itu dan memaksa untuk cuti kuliah, beruntung dia bisa merayu Reagen untuk tetap mengizinkannya kuliah


"eh aku ingat di kampusku ada program kuliah online loh, dan kayanya di semester ini ada pendaftaran baru deh, mending kamu daftar saja. kamu bisa kuliah di rumah dan kalau ada tugas kuliah minta bantuan kak Lucas buat ngajarin, dia kan cukup pintar saat masa kuliah dulu" usul Zahira

__ADS_1


"benarkah" tanya Qia dengan semangat akan pilihan kuliah online


"iya, coba geh tanya kak Lucas, pasti nanti dia mau bantuin kamu" usul Zahira


"loh kok malah minta bantuan mas Lucas, kan kamu yang kuliah di sana" Qia heran kenapa malah harus tanya suaminya kan suaminya tidak dalam masa kuliah


"ya kak lucas pasti lebih paham, secara itu kampus milik keluarga besarnya pasti dia tahu lebih banyak lah" balas Zahira


"mas Lucas punya kampus" beo Qia tak mengira, kalau Lucas memiliki kampus


"loh kamu gak tahu" tanya Zahira tak percaya kalau Qia tak mengetahui kekayaan Suaminya


Qia menggelengkan kepalanya "tahu mas Lucas punya perusahaan besar saja baru beberapa hari yang lalu waktu di jemput mommy Qiran untuk pindah ke sini. Aku tahunya mas Lucas itu orang biasa saja, soalnya selama hampir tiga tahun di bandung, mas Lucas hidup biasa saja gak ada kesan orang kayanya " balas Qia


Zahira mengangguk saja akan penjelasan Qia "coba tanyain aja ya sama kak lucas, tapi lebih enak lagi nanya sama edeline sih soalnya sekarang yang kelola kampus itu sekarang kan edeline" sahut Zahira


"makasih ya atas informasinya, nanti aku tanya deh sama mas Lucas " Qia akan menerima masukan Zahira dengan baik


"sama-sama" balas Zahira


***


Sebelum pulang ke rumah Lucas menyempatkan mampir ke perusahaan untuk mengambil berkas yang ketinggalan


"ini gak papa mas Qia ikut masuk" tanya Qia saat Lucas mengajak dirinya dan Lala masuk dalam gedung perusahaan prabaswara group


"lah emang kenapa? ini kantor suami kamu loh jadi kamu punya hak untuk masuk ke dalam gedung kantor mas" balas Lucas dengan cuek

__ADS_1


sepanjang jalan banyak yang memberi hormat pada Lucas dan Qia hanya membungkukkan tubuhnya untuk membalas sapaan pegawai Lucas


"siapa tuh yang di gandeng pak Lucas" bisik-bisik para pegawai Lucas melihat Qia yang di gandeng Lucas dan ada Lala juga


"dia istri saya, dan juga anak sulung saya" celetuk Lucas ingin membuat para pegawainya tidak terus bertanya siapa Qia


Lucas membimbing Qia dan Lala menuju lift "nanti Lala nemenin ibu dulu bentar ya, ayah mau bicara dulu sama asisten ayah baru ambil berkas dan kita pulang" ucap Lucas


"iya ayah" balas Lala


Qia dan Lala menunggu Lucas di ruangan Lucas "kantor ayah lebih gede ya dari pada yang di Bandung "tanya Lala saat sudah ada dalam ruangan Lucas yang jauh berbeda dari kantor Lucas yang ada di Bandung


"tentu beda, kan jabatan ayah lebih tinggi yang di sini ketimbang yang di bandung" balas Qia


"pantas saja ayah ngajak pindah ke sini" sahut Lala


Qia berjalan mengitari ruangan Lucas untuk melihat isi dari kantor suaminya, langkahnya menyusuri ke arah meja kerja Lucas dan pandangannya terhenti pada sebuah album foto yang masih terpajang di meja kerja Lucas "pantas mas Lucas gak bisa lupain dia, dia jauh lebih cantik dari aku" gumam Qia tersenyum miris pada sebuah foto Lucas yang sedang mencium bibir Nidya masih terpajang di meja kerja Lucas padahal mereka sudah bercerai lebih dari tiga tahun


"Lala mau lihat meja kerja ayah juga bu" Lala berlarian ke arah Qia tapi buru-buru Qia menahan langkah putrinya


"nanti takut ada barang ayah yang di rusak lala, ini tempat kerja ayah bukan tempat bermain Lala" nasehat Qia


"ya sudah deh" Lala mencebikan bibirnya sebal dan duduk di sofa bertepatan dengan Lucas yang masuk ke dalam ruangan


"loh kak anak ayah cemberut gitu" tanya Lucas saat melihat wajah Lala yang di tekuk saat masuk. ruangan


"sama ibu gak di kasih izin buat lihat meja kerja ayah" adu Lala melirik ke arah meja kerja Lucas

__ADS_1


Lucas menoleh ke arah meja, tersadar akan adanya foto dirinya dan Nidya yang masih ada di sana, Lucas langsung berlari untuk menyimpan figura foto Nidya dan dirinya dalam laci "Lala boleh kok lihat meja kerja ayah" Lucas mempersilahkan Lala melihat meja kerjanya setelah menyimpan foto dirinya bersama Nidya


Qia memandangi wajah Lucas dan Lala dengan senyuman walau hatinya sangat terluka saat mengetahui suaminya masih menyimpan foto mantan istri walau ia tahu kalau dari awal suaminya memang belum bisa melupakan mantan istrinya tapi tetap saja rasanya begitu sakit


__ADS_2