
Lucas, Qia dan Lala sudah dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis dari kantor tadi "mas" panggil Qia dengan suara lirih ketika Lucas sedang mengendarai mobilnya
"iya Qia" balas Lucas
"kalau Qia kuliah online boleh enggak, Di sini Qia tambah gak di bolehin ngapa-ngapain dan itu sangat membosankan jadi boleh ya Qia daftar kuliah online" tanya Qia meminta pendapat suaminya perihal kuliah online
"kamu tahu dari mana tentang kuliah online" tanya Lucas yang merasa tidak pernah memberitahu Qia perihal kuliah online
"dari Zahira mas, katanya bentar lagi ada pendaftaran kuliah online di kampusnya jadi dia nyaranin aku buat daftar takutnya kalau nunda malah kemungkinan aku gak jadi daftar karena repot ngurus anak, soalnya Zahira juga ngerasa kerepotan urus kuliah dan anak padahal Zahira sudah semester akhir dan tinggal menyusun skripsi" jelas Qia akan apa yang di ucapkan Zahira padanya
"ya sudah, nanti mas daftarin kuliah di kampus tempat Zahira kuliah, biar kamu bisa segera mulai kuliah onlinenya" balas Lucas
"terima kasih ya mas" balas Qia dengan senyuman lebarnya karena di izinkan untuk berkuliah oleh Lucas
"sama-sama" Lucas mengusap kepala Qia dengan lembut
Qia menoleh ke samping dan melihat jalanan dengan memikirkan nasibnya ke depan, walau ia yakin suaminya adalah orang yang sangat bertanggung jawab tapi tetap saja ia punya ketakutan tersendiri Lucas akan meninggalkan dirinya karena Lucas tidak mencintainya "setidaknya aku harus punya bekal untuk hidupku nanti" batin Qia bertekad akan menyiapkan hati dan pikirannya jika Lucas sewaktu-waktu meninggalkannya walau dalam hatinya ia berharap Lucas akan tetap jadi suaminya tapi ia tak ingin munafik bawa Lucas memang tidak mencintainya dan kemungkinan besar Lucas akan meninggalkannya jika di hadapkan dengan wanita di masa lalunya
***
Kini Qia sudah mendaftarkan kuliah secara online dan mulai berkuliah dari rumah, walau sesekali ia akan ke kampus untuk mengurus beberapa hal berkaitan dengan kuliahnya
Selama perkuliahan Qia, Lucas selalu menyempatkan waktu membantu tugas kuliah Qia, bahkan kadang ia juga di bantu oleh Mommy Qiran, ataupun Daddy Jay tak jarang Edeline juga ikut membantu Qia dalam menempuh pendidikannya saat ini
Keluarga Lucas begitu membantu proses kuliah Qia yang jelas lebih banyak ketinggalan sebab Qia dulunya hanya sekolah SMP saja dan pendidikan SMA nya di selesaikan menggunakan paket C
__ADS_1
Karena Qia yang kuliah secara online, ia memutuskan untuk tidak mengambil cuti kuliah walaupun saat melahirkan karena saat ia sedang kuliah, mommy Qiran tentu dengan senang hati mengurus cucu dari anak pertamanya
bahkan Lucas juga sudah mempekerjakan baby sitter untuk mengurus anaknya yang baru lahir, jadi Qia tidak kerepotan sama sekali mengurus Lala dan anaknya yang baru lahir
Anak Lucas dan Qia di beri nama Danish Ezaz Handerson. Kelahiran Danish tentu membuat kebahagiaan di keluarga besar Lucas terutama bagi Lucas sendiri karena ia memiliki seorang anak kandung tapi bukan berarti karena kelahiran Danish kasih sayang Lucas untuk lala menajdi berkurang
bagi Lucas kasih sayangnya yang utama tetap pada Lala karena bagi Lucas anak perempuan jauh lebih membutuhkan banyak kasih sayang ketimbang anak lelaki
waktu berlalu dengan begitu cepat dan tak terasa Qia sudah menyelesaikan pendidikan S1 nya yang ia tempuh selama 3,5 tahun dengan kerja keras yang tak berakhir sia-sia karena Qia bisa menyelesaikan Skripsinya tanpa bantuan Lucas sama sekali dan benar-benar menyusunya seorang diri, walau Lucas dan Edeline menawarkan bantuan tapi Qia bersikeras ingin membuat skripsinya seorang diri sebagai bentuk hasil belajarnya selama bertahun-tahun
beruntung saat ia menyusun Skripsi waktu itu, Danish sudah tidak ASI lagi, jadi Qia dengan gampang menitipkan Danish pada Mommy Qiran atau kakek dan nenek buyutnya saat menggarap skripsi di kampus
walau Qia kuliah secara online bukan berarti menyusun skripsi juga ikutan online, Qia membuat skripsinya di kampus selama hampir enam bulan lamanya
"selamat saudari Rizqia Adinda, Skripsi anda saya beri nilai A dan anda di nyatakan Lulus" seru ketua sidang mengetuk palu kayu yang ada di atas meja
"aku lulus mas" ucap Qia dengan begitu bahagia saat memeluk Lucas
"selamat ya Qia, kini kamu sudah resmi menyandang gelar sarjana" balas Lucas
"selamat ibu" Lala dan Danish bersama-sama memeluk sang ibu yang kini sudah menyelesaikan kuliahnya dan tinggal mengikuti acara wisuda saja
"terima kasih anak-anak ibu" balas Qia
"berarti sekarang, Danish tidurnya sama ibu dong gak sama nenek terus" tanya Danish dengan semangat
__ADS_1
"tentu saja sayang" balas Qia
"tapi kalau kakek dan nenek kangen sama Danish, Danish tetap nemenin mereka dong, kasihan mereka kalau hanya tidur berdua" sahut Lucas memotong pembicaraan istri dan anaknya
"mas Lucas" Qia melirik Lucas dengan tatapan malasnya
Lucas hanya terkekeh "tapi iya dong Qia kasihan kakek dan neneknya kalau di tinggal sama Danish" sahut Lucas mengedipkan sebelah matanya
Qia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah meaum suaminya "ya sudah yuk pulang mas, orang rumah pasti sudah nunggu kita pulang" ajak Qia
"iya " Lucas membantu Qia merapihkan buku-bukunya dan membawa buku-buku Qia ke dalam mobil agar bisa segera pulang ke rumah
***
Keluarga besar Lucas kini duduk mengelilingi meja makan yang ada di halaman depan rumah, acara yang di siapkan khusus oleh mommy Qiran untuk menyambut kelulusan Qia "Qia, nanti mau kerja gak setelah kamu wisuda" tanya Edeline membuka obrolan setelah acara makan-makan selesai dan mereka sedang menikmati buah sambil berbincang-bincang
"aku belum nanya sama mas Lucas, kalau di izinkan mungkin kerja sih tapi kalau enggak juga gak papa, di rumah urus Danish sama Lala saja" balas Qia yang tak mau mendahului keputusan suaminya
"mumpung masih muda mending kerja aja, jangan terpaku di rumah Qia, Danish kan ada mommy, Daddy, kakek dan nenek kamu yang urus, kamu nikmati masa muda mu saja jangan terlalu terikat dengan statusmu sebagai seorang ibu yang hanya di rumah saja" sahut Mommy Qiran
Qia menoleh ke arah Lucas "boleh mas kalau Qia kerja " Qia meminta izin Lucas terlebih dahulu untuk bekerja nanti
"boleh saja tapi cari pekerjaan yang gak nuntut waktu kamu secara berlebihan karena mas lebih dari sanggup membiayai hidup kamu dan anak-anak kita" Lucas tentu tidak mau waktu Qia nantinya akan banyak di habiskan di luar ketimbang dengan dirinya dan anak-anak jadi Lucas menyiapkan rambu-rambu yang tidak boleh Qia lewati
"Qia sempat ada kepikiran buat jadi dosen mas kan dosen tidak memakan waktu terlalu banyak, dan masih bisa di atur jam kerjanya. Qia ada sempat di tawarin sama pak Albert untuk nerusin jadi Asisten dosennya kaya kemarin soalnya kata beliau kerjaan Qia bagus waktu jadi asisten dosen pas Qia lagi nyusun skripsi kemarin dan kalau boleh Qia akan ngajar sambil lanjutin S2 Qia" ucap Qia akan rencana yang sudah ia pikirkan dari kemarin
__ADS_1
Lucas nampak berpikir "kalau jadi dosen, boleh deh" putus Lucas mengizinkan Qia untuk bekerja
Qia langsung mengecup pipi Lucas "makasih ya mas" ucap Qia karena di izinkan untuk menjadi dosen seperti yang ia mau