
Reagen berlari kencang keluar bandara mengambil mobilnya yang sengaja ia titipkan di bandara selama hampir satu bulan lamanya
iya satu bulan sudah ia berada di Inggris meninggalkan istrinya begitu lama dalam keadaan istrinya yang masih marah dan tak mau mengangkat panggilannya sama sekali selama beberapa minggu membuat hati Reagen ketar-ketir tidak tenang dengan keadaan sang istri yang sudah mengabaikannya selama beberapa minggu ini
ingin rasanya ia segera kembali dan merayu istrinya saat itu juga tapi terpaksa tak bisa segera menyusul istrinya sebab Reagen harus mengurus masalah yang di buat adiknya dan itu begitu memforsir tenaga, waktu serta pikirannya kala itu
Reagen terus mencoba menghubungi istrinya tapi lagi-lagi di abaikan oleh Zahira "dimana ya Zahira, di kampus atau di rumah" gumam Reagen bingung harus ke kampus Zahira dulu atau ke apartemen dulu
akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke apartemen untuk beristirahat saja, nanti saat Zahira sudah selesai dengan kegiatan di luar, Zahira juga pasti pulang ke apartemen untuk istirahat
di tempat yang berbeda kini Zahira sedang membantu Mila untuk mengepas bingkisan yang akan di berikan pada anak-anak panti asuhan "kamu hebat banget ya Mila, milih ngasih hadiah buat anak-anak di acara ulang tahun kamu bukannya ngadain pesta buat dapat hadiah" puji Zahira akan sifat Zahira yang suka berbagi
"hadiah itu biasa saja, aku sendiri saja bisa beli mending lihat tawa di wajah anak-anak itu jauh lebih membahagiakan" balas Mila
"sudah selesai semua sepertinya Mila" ucap Zahira melihat semua hadiah sudah selesai di bungkus dan berjejer rapih di sudut ruangan
"ya sudah ayok angkut ke mobil dan antar ke panti" titah Mila pada anak buah orang tuanya yang bertugas menjaga Mila di rumah dan di kampus
Zahira dan Mila akan menghabiskan waktu di panti asuhan untuk merayakan ulang tahun Mila yang ke 19 bersama anak-anak panti asuhan sembari berbagi sedikit hartanya pada anak-anak yang membutuhkan
Zahira dan Mila begitu bahagia bisa sedikit berbagi pada anak-anak yang memang membutuhkannya dan mereka tentu sangat senang bisa melihat senyum cerah dari anak-anak yang memiliki nasib kurang baik dari mereka
"kamu nginep rumahku lagi yuk Zahira" ajak Mila setelah acara ulang tahun Mila selesai
"untuk kali ini tidaklah Mila, apartemenku sudah aku tinggal tiga hari karena keseringan nginep di rumah kamu, aku mau bersihin dulu " tolak Zahira secara halus ajakan Mila
"ya sudah terserah kamu, kalau kamu mau menginap di rumahku, rumahku akan selalu terbuka lebar untukmu " balas Mila
__ADS_1
"iya Mila" Zahira segera menuju mobilnya dan akan pulang ke apartemennya yang sudah ia tinggal selama tiga hari
setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih sekitar jam 10 malam, Zahira sampai ke apartemen miliknya "cklek" Zahira membuka pintu dan mendapati lampu apartemennya yang gelap dan Zahira menghidupkan lampu ruang tamu agar jauh lebih terang dan ia bisa berjalan dengan lebih nyaman
"dari mana kamu, jam segini baru pulang" suara bariton itu membuat Zahira begitu terkejut
Zahira mengusap dadanya yang sangat terkejut akan kedatangan Reagen yang begitu tiba-tiba dan langsung berteriak kepadanya padahal mereka sudah tidak bertemu selama satu bulan
"habis dari luar" Zahira melepas sepatunya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya
"Zahira tunggu" Reagen menahan tangan Zahira agar berbicara pada dirinya dahulu
"apa kamu harus bersikap seperti ini sama mas" tanya Reagen dengan wajah memerah menahan amarah
Zahira melerai tangan Reagen "aku mau mandi dan sholat isya dulu mas, tadi aku belum beribadah karena dalam perjalanan jauh dan ingin cepat sampai rumah" ucap Zahira dengan nada menahan amarah
"emang dari mana kamu hah! " bentak Reagen
"kamu berani bentak mas" tanya Reagen
"aku gak akan bentak mas, kalau mas gak bentak aku. aku cuma minta tunggu sebentar agar aku bisa melaksanakan ibadah tapi mas membentak aku" balas Zahira dengan begitu kesal karena Reagen terus menghentikan dirinya yang hanya ingin cepat beribadah karena dirinya sudah sangat telat
Reagen menatap tak percaya ke arah Zahira yang berteriak padanya "kamu berani bersikap kurang ajar sama suami kamu" Reagen memicingkan matanya ke arah Zahira
"aku mohon mas, tolong nanti dulu kita bicara lagi, aku cuma mau shalat dulu sebentar karena aku sudah terlalu melewatkan waktunya, kalau mas mau marah-marah sama aku seperti waktu itu aku akan Terima tapi tunggu sebentar" Zahira memilih masuk kamar tanpa menunggu reaksi Reagen
Zahira masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri dan segera melaksanakan ibadahnya
__ADS_1
Reagen berjalan masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi ranjang sembari meraup wajahnya kasar
"tring" terdengar ponsel Zahira berbunyi
Reagen menatap tajam kearah tas selempang milik Zahira di atas ranjang yang barusan ia bawa bepergian "siapa malam-malam gini masih kirim pesan sama Zahira" gumam Reagen makin kesal dengan Zahira yang pulang malam dan mendapatkan pesan di jam malam seperti ini
Reagen mengambil ponsel Zahira dan membuka ponsel milik Zahira untuk membaca ada pesan apa di ponsel istrinya
"Terima kasih Zahira sudah nemenin aku ke panti, dan maaf ya kalau aku gak sadar ajak kamu sampai kemalaman, pasti kamu kecapean deh nyetir dari bogor ke Jakarta
aku baru sampai di rumah, dan begitu capek walau di antar sopir jadi kamu pasti lebih capek dari aku
aku senang banget punya teman sebaik kamu, pengen ajakin kamu nginep lagi sebelum suami kamu pulang tapi kamu bilang mau urus apartemen kamu. Besok kalau kamu ngerasa kesepian lagi di rumah karena suami kamu gak pulang-pulang jangan ragu buat nginep di rumah ku lagi, rumahku selalu terbuka untukmu sahabat terbaikku" bunyi pesan yang di kirim oleh nomer yang di simpan dengan nama Mila my best friend di ponsel Zahira
hati reagen rasanya tertampar keras setelah membaca pesan dari sahabat Zahira "ya Allah" Reagen meraup wajahnya kasar
kini ia makin merasa bersalah pada Zahira. Padahal niat awalnya ingin meminta maaf tapi kenapa malah ia menjadi membentak Zahira tadi padahal Zahira sudah meminta untuk bicara nanti setelah ia melaksanakan ibadahnya terlebih dahulu
"kenapa aku jadi emosian seperti ini sih" rutuk Reagen menyesali sikapnya yang keterlaluan pada Zahira
Zahira membuka pintu kamar mandi dan ia langsung mengambil. alat sholatnya dan melaksanakan ibadah yang sempat tertunda tadi
reagen hanya memandangi punggung Zahira yang sedang melaksanakan ibadahnya dan perasaan penuh sesal
Zahira mengucap salam dan lanjutkan untuk berdoa setelah shalat. Reagen melihat itu tanpa mengalihkan pandangannya dari Zahira
"maaf sayang" ucap Reagen dengan suara lirih "maafkan mas sayang, mas memang salah harusnya mas gak membentak kamu, mas sudah salah besar sama kamu" ucap Reagen dengan penuh sesal
__ADS_1
Zahira melipat mukenanya dan menyimpannya ke dalam tempat penyimpanan alat shalat "mas sudah makan belum, kau belum biar zahira masakin" tanya Zahira lebih dulu menanyakan suaminya apa sudah makan sebelum melanjutkan pembicaraan mereka yang jelas akan memakan tenaga begitu besar
"Zahira " panggil Reagen dengan suara mendayunya