You Are My Regret

You Are My Regret
Bertemu saingan


__ADS_3

Lucas mengajak Nidya untuk jalan ke area taman  di daerah pinggiran kota, tempat yang tak terlalu ramai dan masih terkesan asri itu di jadikan pilihan sebab Lucas ingin mengajak Nidya bicara serius dan tak ingin ada gangguan siapapun


Nidya memindai sekeliling "kok kita di sini mas" Nidya heran kenapa Lucas memilih tempat yang tidak pernah mereka kunjungi


"pengen berduaan sama kamu lebih nyaman aja" Lucas membawa Nidya dalam dekapannya "mas pengen bicarain masa depan kita" ungkap Lucas


Nidya mengerutkan keningnya "mas mau bahas pernikahan kita lagi" tanya Nidya


Lucas terkekeh "itu tahu" balas Lucas


"ya ampun mas, kita kan sudah bahas ini berkali-kali dan orang tua kita sudah mulai nyiapin acara pernikahan kita loh lagian kita juga kan sudah tunangan terus mau bahas apa lagi" balas Nidya


Lucas mencebikkan bibirnya "kelamaan loh sayang, gak bisa apa di percepat" tanya Lucas


Nidya mendongakan wajahnya "sana ngomong sama mommy dan mama kalau mau di percepat" balas Nidya pasrah


"beneran ya" Lucas langsung saja menghubungi mommy nya untuk mempercepat pernikahannya bersama Nidya


Nidya terus memandangi wajah Lucas saat bicara dengan mommy Qiran dan dapat Nidya tebak apa jawaban momm Qiran saat melihat bagaimana raut wajah kekasihnya itu


"gimana, bisa" tanya Nidya dengan kekehan


Lucas langsung saja memajukan bibirnya sangat panjang "sudah tahu pasti jawabannya jangan nanya"kesal Lucas


Nidya mengeratkan pelukannya "sudah tahu kalau mereka punya standar sendiri untuk pernikahan anak-anak mereka, ini malah kakak ngeyel" ucap Nidya yang sudah berkali-kali mengingatkan Lucas bahwa pernikahan mereka tidak bisa di percepat sebab keluarga mereka ingin pernikahan anak sulung mereka berhasil


"ya kan aku pengen setiap pagi bisa lihat wajah kamu sayang" jelas Lucas

__ADS_1


"tiap pagi bukannya mas lihat wajah Nidya ya" tanya Nidya


"itu kan lewat virtual, pengennya bisa peluk dan cium seperti sekarang" Lucas langsung saja ******* bibir ranum Nidya dan Nidya juga membalasnya dengan begitu menghayati


Lucas mengurai pangutannya dan mengusap sudut bibir Nidya yang basah akibat saliva mereka "apa kita buat anak aja mas biar di cepetin nikahannya" tawar Nidya


"ayok" balas Lucas dengan begitu semangat


"PLAK" Nidya langsung memukul dada Lucas cukup keras


"auuuw" Lucas mengusap dadanya yang di pukul Nidya seolah begitu sakit padahal tidak


"jangan ngada-ngada deh mas" Nidya membenarkan posisi duduknya


"kan tadi kamu yang ngajakin" kekeh Lucas mencium pipi Nidya  dengan begitu gemas


Nidya dan Lucas berbincang seputar banyak hal, saking banyaknya sampai tak terasa sudah jam makan siang "makan yuk mas, lapar" ajak Nidya


cukup lama mereka mencari tempat makan yang sesuai selera makan mereka sebab Nidya dan Lucas termasuk pemilih dalam makanan terutama soal kebersihannya " di sana aja mas, kayanya tempatnya bersih" tunjuk Nidya pada sebuah restoran


"ya sudah ayok" Lucas memutar mobilnya menuju ke arah tempat makan yang di tunjuk Nidya


Nidya dan Lucas bergandengan tangan menuju restoran dan langsung memesan makanan yang ingin mereka makan pada pelayan "tempatnya nyaman ya sayang" ucap Lucas


"iya mas" balas Nidya mengedarkan pandangannya ke setiap sudut penjuru ruangan restoran itu


"Nidya" panggil seseroang membuyarkan obrolan Lucas dan Nidya

__ADS_1


Nidya dan Lucas menoleh dengan berbarengan "kakak" gumam Nidya merasa kurang nyaman bertemu pria yang memanggilnya


"jodoh kita, ketemu lagi di sini" ucap pria itu


"jaga kata-kata kamu ya" tunjuk Lucas


Nidya langsung saja mengusap dada kekasihnya yang kebetulan berada tempat di sebelahnya


"jangan emosi mas, inget mas kalau Nidya cintanya sama mas" Nidya terus berusaha menenangkan Lucas agar tidak terpancing emosi


pria itu tersenyum miring ke arah Lucas "takut kalau Nidya tertarik sama aku ya" ucap Pria itu dengan percaya dirinya


Nidya menatapa jengan pria yang sungguh tak ada urat malu bahkan berkali-kali sudah ia peringatkan bahkan pernah di hajar oleh Lucas menyebabkan Lucas harus berhubungan dengan pihak berwajib karena pria itu langsung menuntut Lucas dengan pasal penganiyayaan


"jangan terus mancing kemarahan tunangan aku ya kak kevin" ketus Nidya  pada pria bernama Kevin pangareb itu


kevin tersenyum miring ke arah wanita yang selalu ingin ia miliki selama 3 tahun belakangan ini "masih tunangan kan Nidya bukannya suami" Kevin menatap Lucas dengan tatapan seolah ingin menantangnya "suami aja bisa cerai apalagi baru tunangan" tukas Kevin dengan begitu percaya dirinya bahwa dirinya bisa memiliki Nidya


"emang kurang ajar kamu ya" Lucas sudah benar-benar tersulut emosinya akan ucapan pria yang benar-benar kurang ajar menurutnya


"ayolah mas, kita jauh lebih berpindidikan jadi jangan mudah terpancing kalau kakak kesal bisa kakak balas dengan tindakan cantik ya mas" tegur Nidya ingin kekasihnya berpikir lebih logis dan bermain cantik saat ingin membalas perbuatan pria yang notabenenya tidak tahu tempat dan posisi itu


Lucas jadi teringat laporan perusahaan mommy Brianna dan rencana Reagen yang ingin memberi pelajaran pada keluarga suami mommy nya itu "benar apa yang kamu bilang sayang" Lucas langsung tersenyum simpul dan melanjutkan makanya tanpa perduli dengan lalat pengganggu yang berusaha keras ingin jadi saingannya tapi sayang pria itu belum ada di Level untuk bersaing dengannya dalam merebut hati sang kekasih yang jelas-jelas adalah miliknya sejak wanita itu lahir kedunia


Kevin melirik ke arah senyuman Lucas yang menyimpan begitu misteri "kenapa kau senyum seperti itu" tanya Kevin penasaran


Lucas tersenyum miring ke arah Kevin "hanya baru sadar tidak penting mengurusi orang bermuka tembok, lagian aku jelas-jelas yakin Nidya hanya mencintaiku dan akan hanya memilihku" jelas Lucas dengan begitu percaya dirinya bahwa Nidya hanya akan mencintainya dan tidak akan tertarik pada pria macam Kevin yang hanya bisa mengandalkan harta orang tua dan tidak bisa mengolahnya dengan baik

__ADS_1


Jika Lucas pasti bukan pria macam itu, hidup di keluarga yang berkecukupan dan tanpa bekerjapun sebenarnya uang tetap mengaliri tapi Lucas memilih tetap bekerja sebab didikan keluarganya tak mengizinkannya menikmati apa hal yang di kerjakan orang lain dan itu jelas tertanam pada diri Lucas dengan begitu kuat


Kevin berdecih ke arah Lucas, dia sangat membenci Lucas sebab apapun yang ia inginkan selalu bisa Lucas dapatkan dengan mudah sedangkan ia begitu sulit untuk mendapatkannya dan kadang ia harus meminta bantuan ibu tirinya padahal dia jelas sangat tidak menyukai istri kedua ayahnya itu


__ADS_2