
Mommy Qiran jatuh lemas saat mendengar kabar kehamilan puterinya "cucu" gumam mama Qiran tak menyangka kalau Edeline sedang hamil cucunya
"tunggu Jo" Daddy jay berlari ke arah Edeline dan Jonathan yang makin menjauh
Lucas duduk di sebelah mommy nya "Lucas bilang apa ke mommy, kalau pernikahan itu bukan main-main mom dan harusnya kita bicara baik-baik dengan Edeline bukannya langsung mengambil keputusan seperti ini. Edeline itu manusia mom" Lucas sudah mengingatkan mommy nya saat dirinya baru pulang dari bulan madu yang ternyata molor karena Nidya sakit bahwa semua ini harus di bicarakan pelan-pelan tapi mommy Qiran tetap kekeh menginginkan perpisahan Edeline dan Jonathan apalagi di tambah Reagen yang mau menikahi Edeline setelah Edeline dan Jonathan bercerai
"mommy cuma kasihan sama Edeline Lucas, dia tuh cinta banget sama Reagen" sahut mommy Qiran yang tetap tidak ingin di salahkan
"itu dulu mom" Lucas mengusap kasar wajahnya
harusnya sebagai orang yang paling dekat dengan Edeline, mommy Qiran tahu tatapan penuh kecewaan Edeline pada Reagen saat pernikahan Edeline waktu itu.
saat janji suci itu di ucapkan matanya selalu menatap Reagen dengan tatapan nanar penuh kekecewaan walaupun Reagen tak balas menatap Edeline, dan Lucas tentu paham sifata diknya yang saat sudah kecewa tidak akan ada kata kembali
apalagi ini Edeline sudah hamil, itu artinya dia sudah siap menjalani pernikahan dengan Jonathan. Walaupun Edeline memang di ajarkan untuk tidak mau di sentuh sembarangan orang tapi tentu Edeline dia jarkan dengan yang namanya alat pengaman pencegahan kehamilan
jadi jika dia tidak ingin serius bisa saja ia memakai alat pengaman saat berhubungan jadi tidak aka ada anak tapi ini ia hamil berarti dia serius dalam menjalani perniakahannya
"berapa kali ia di tolak reagen mom tapi dia masih berusaha buat dapatin reagen, tapi kan reagen ya yang gak mau" Lucas menoleh ke arah Reagen yang masih diam mematung dan sibuk dengan pikirannya sendiri
mungkin dia bingung saat dirinya sudah memilih ingin bersama Edeline tapi wanita itu sudah benar-benar menjauh dan menjadi milik pria lain
"dan jangan lupa kak, daddy dulu menikahkan Edeline karena kamu yang mengadu ke Daddy untuk tidak mengganggumu lagi dan apa yang di lakuin daddy benar-benar membuat kakak gak di ganggu jadi kenapa kakak sekarang pengen Sama Edeline setelah dia gak minat lagi ke kakak" tanya Lucas dengan tatapan tajamnya
__ADS_1
Lucas memang menghormati Reagen dan selalu membela Reagen jika adiknya melakukan kesalahan tapi ini adiknya tidak melakukan kesalahan pun jadi mana mungkin ia tidak membela adiknya
"kakak gak ada niat seperti ini Lucas" ucap Reagen dengan suara lirih
"aku tahu maksud kakak baik, tapi harusnya kita bicara dulu secara pribadi dengan Edeline, dan bertanya apa yang di inginkan Edeline. Jangan lupa kalau kakak yang membuangnya" tegas Lucas
"jangan ngomong gitu Lucas" sahut Mommy Qiran
"sorry mom, kali ini aku setuju dengan Edeline yang mempertahankan pernikahannya karena tidak ada yang namanya permaninan pernikahan sebab pernikahan adalah janji kita dengan tuhan" Lucas beranjak dari duduknya ingin mengejar adiknya
"dan aku tidak akan memecat Jonathan mah" ucap Lucas dengan tegas
Mommy Qiran memicingkan matanya ke arah Lucas "kamu mau lawan mommy, jangan lupa kalau mommy masih komisaris utama di perusahaan" tukas Mommy Qiran
"dan jangan lupa kalau aku pemegang saham tertinggi di perusahaan setelah kakek memberikan sahamnya padaku di tambah saham Edeline, mommy gak akan bisa bertindak apapun dengan mengandalkan jabatan mommy" balas Lucas
"hahahaha" kakek Attaf tertawa lantang setelah Lucas pergi dan membuat semua orang yang masih di sana menatap heran ke arah ayah dari mommy Qiran
Qiran menatap tajam ayahnya "kenapa Daddy tertawa" tanya Qiran dengan tatapan sinis
"ternyata karma berlaku juga Qiran" kekeh kakek Attaf
"maksudnya" tanya Mommy Qiran tak paham maksud Daddy Attaf
__ADS_1
"harusnya kamu ingat bagaimana cara kamu menentang daddy bahkan berani mengancam daddy dulu hanya demi bersama Jay" Kakek Attaf mengedikkan bahunya "dan sekarang ini terjadi padamu" kakek Attaf menatap lurus ke ara putri satu-satunya
"kamu dan Daddy sama, sama-sama di kalahkan anak" kekeh Daddy Attaf merasa puas tidak hanya dirinya yang kalah pada anaknya
"kok daddy tega sekali menertawakan Qiran sih" kesal mommy Qiran
Nenek tasmirah menghela nafas "Daddy bukan bermaksud menertawakan kamu Qiran, Daddy cuma mau kamu lebih bisa berpikiran luas perihal kehidupan anak-anak kamu. Kadang apa yang kamu pikir baik belum tentu baik menurut anak kamu" sahut Nenek Tasmirah
Mommy Qiran nampak memikirkan setiap ucapan orang tuanya perihal dirinya yang harus memikirkan cara berpikir anaknya dari sudut pandang mereka
***
"Edeline tunggu" panggil Daddy Jay berlari kencang mencegah Edeline untuk pergi
"apalagi sih dad" Edeline menoleh ke arah Daddy Jay dan menatap sebal ke arah cinta pertamannya itu
"daddy belum selesai bicara sayang" ucap Daddy Jay
"apalagi dad, Edeline kan sudah bilang tidak mau bercerai. Edeline gak mau ya dad kalau anak Edeline nanti gak bisa hidup dengan orang tuanya yang lengkap. Kalau Daddy mau mutus akses penghasilan suami Edeline, Edeline bisa kok ikut kerja bantu suami Edeline bila perlu kita tinggal di kampung saja" balas Edeline kesal akan keluarganya yang awalnya memaksa menikah dan kini memaksa bercerai
"daddy gak akan maksa kamu bercerai Edeline" Daddy Jay memeluk Edeline dengan erat "Daddy pikir kamu akan senang jika ria yang kamu sukai mau menikahimu jadi Daddy menawarkan itu tapi kalau kamu mau mempertahankan perniakahan kamu mana mungkin Daddy akan memintamu bercerai" jelas Daddy Jay
"hiks hiks hiks" Edeline blas memeluk Daddy Jay dan menangis kencang dalam pelukan Daddy nya "sebenarnya kalian mau apa dari Edeline dad, dulu daddy dan semuanya memanjakan Edeline dan selalu meminta Edeline untuk menyampaikan apapun yang jadi keinginan Edeline,tapi saat Edeline melakukan hal yang kalian lakuakn sedari kecil pada Edeline, Edeline di salahkan " Edeline masih menangis sesenggukan dalam pelukan Daddy Jay
__ADS_1
"dan saat kalian meminta aku menikah walaupun aku tak mau, aku tetap menikah dan sekarang saat aku belajar menerima suamiku kalian memintaku berpisah jadi Edeline harus apa Dad" tuntut Edeline
"maafin Daddy, Daddy emang salah" Daddy Jay ikut menangis melihat kesedihan putrinya yang saat mencoba berdamai dengan keadaan malah di salahkan atas sikap yang ia ambil padahal sikap Edeline secara tidak langsung adalah akibat oleh dirinya dan juga istrinya