You Are My Regret

You Are My Regret
Aku Orang tuamu


__ADS_3

"sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan" jay membawa qiran pergi menjauh


"saya belum mulai bicara denganmu kenapa kau Menghindari saya" tanya pria tersebut dengan suara lantang


jay menghentikan langkahnya dan memutar bola matanya malas "kita tidak ada kepentingan apapun jadi tolong jangan mengusik saya" jay kembali melangkahkan kakinya


"apa kau tidak mau menyapa daddy mu" tanya pria tersebut yang tak lain adalah daddy el


jay berbalik dan menatap tajam daddy el "siapa yang kau bilang" jay menunjuk daddy el "sepertinya anak angkat anda tidak di sini" jay memutar pandangannya ke setiap penjuru di rumah sakit


"Adrian memang tidak di sini, tapi kau yang saya maksud, kau " tunjuk daddy el "kau di sini, anak daddy" ucap daddy el dengan santai


"jangan gila kau! " bentak jay dengan tatapan tajam


qiran mengusap dada jay "tenang jay, ini tempat kerja kamu, kita bicara di tempat lain ya" pinta qiran dengan nada pelan


qiran tentu tahu bagaimana kemaran jay, tapi dia tak ingin ada orang yang membicarakannya nanti di tempat kerja


jay hanya menghela nafas, berusaha mengontrol emosinya sebisa mungkin


"kita bicara di ruangan lain saja" ajak kinan pada daddy el


qiran membawa daddy el ke ruang khusus pemilik rumah sakit yang bisa di masuki qiran dengan santai karena qiran adalah cucu pemilik rumah sakit


qiran menunjuk sofa yang ada di hadapannya "duduk tuan" pinta qiran


daddy el melepas kancing jas nya dan duduk dengan menatap lurus ke arah jay


"duduk sayang" qiran menarik tangan jay agar duduk di sampingnya


qiran menatap lurus daddy el "apa maksud ucapan anda tadi" tanya qiran langsung pada intinya


daddy el melemparkan map cokelat ke arah meja di hadapannya "ini hasil tes DNA antara jay dan saya, dan hasilnya 99,99 % adalah ayah dan anak" ucap daddy el memberikan bukti yang tidak dapat di bantah oleh jay

__ADS_1


qiran mengambil dan melihatnya " saya juga sudah melakukannya di lima rumah sakit lain dan hasilnya sama" tambah daddy el


qiran menoleh ke arah jay yang sedang bersedekap tangan dan menatap miring daddy el "apa yang anda harapkan dengan menyerahkan selembar kertas yang gak ada artinya untuk saya" tanya jay


"aku ingin kau tahu bahwa kau anakku" balas daddy el


jay tersenyum miring "baiklah, sekarang aku sudah tahu" jay kembali menarik tangan qiran untuk pergi


"apa kamu tak bisa memanggilku daddy" tanya daddy el


jay memicingkan matanya ke arah daddy el "kenapa tak kau bilang saja dengan ibuku. apa bisa aku memanggilmu daddy" balas jay dengan tawa sarkas


"kau tahu itu gak mungkin jay" balas daddy el


bagaimana cara daddy el meminta itu karena ibu jay jelas sudah meninggal sejak lama


"saat ibuku meninggal, detik itu aku adalah yatim piatu" jelas jay


"tapi daddy masih hidup jay" sanggah daddy el


"maafkan daddy jay" pinta daddy el


"anda pikir dengan maaf anda bisa menghidupkan ibu saya kembali" bentak jay


"tidak" balas daddy el menggelengkan kepalanya


" 'maaf' anda gak akan bisa menghapus sakit hati yang harus di rasakan ibu saya selama menjadi budak anda. gak akan bisa menebus rasa kehilangan saya atas ibu saya sejak saya masih bayi" jay menatap tajam daddy el dengan mata berkaca-kaca


" 'maaf' anda gak akan bisa menebus kesedihan saya yang di anggap anak yatim piatu sejak saya masih bayi. maaf anda gak akan bisa menebus kehidupan saya yang di habiskan di panti asuhan dan harus berjuang keras untuk hidup seorang diri" ungkap jay meluapkan amarahnya yang harus di tahan sejak kecil


"maaf jay" ucap daddy el


"anda masih hidup enak dan santai tapi saya harus berjuang keras untuk mempertahankan hidup saya. hinaan yang saya dapat gak sebanding dengan sakit yang saya rasakan karena anda! " teriak jay

__ADS_1


"maaf jay" gumam daddy el


"saya gak butuh maaf anda" ucap jay membawa qiran pergi dari sana


jay terlihat begitu terluka dan qiran tahu itu "ada aku dan anak kita di sini" qiran mengusap lembut lengan jay


jay langsung memeluk qiran "aku benci dengan nya " ungkap jay dengan geraman kuat


"aku benci dengan maafnya, dia pikir maaf nya akan bisa mengembalikan ibuku" tangis jay pecah dalam pelukan qiran "kamu tahu kan sayang, seberapa kerasnya aku berjuang untuk hidup. saat orang lain bermain aku harus bekerja. saat orang lain tidur aku harus belajar. dan saat orang lain bisa berkumpul dengan keluarganya aku berjalan seorang diri" ungkap jay mengingatkan qiran akan masa lalunya yang begitu keras


qiran mengusap punggung jay tanpa berkata apapun. ia tahu segala apapun ucapan yang ia lontarkan tak akan menghilangkan rasa sakit hatinya yang harus hidup di panti asuhan sepanjang ingatannya. dan dia harus berjuang keras untuk hidupnya dan juga adik-adiknya di panti


daddy el melihat jay yang sedang memeluk qiran dan menangis dalam pelukan qiran


daddy el ingin mendekat tapi qiran mengangkat satu tangannya untuk melarang daddy el mendekat


"kita pulang ya, nanti aku yang izin dengan atasanmu. aku akan alasan sedang ingin di manja suamiku" ungkap qiran dengan kekehan


jay mengurai pelukannya "bisa gitu? " tanya jay dengan polosnya


"tentu saja, aku kan cucu pemilik rumah sakit dan salah satu pemegang saham di sini" balas qiran dengan pongahnya


"iya sih, yang punya istri orang kaya" jay mencubit pelan pipi qiran


qiran melingkarkan tangannya di lengan jay "nanti temani aku makan ya" pinta qiran


"aku akan masak yang enak untukmu dan anak kita" jay mengusap perut buncit qiran meninggalkan daddy el yang masih diam terpaku


"maafkan daddy" gumam daddy el


jay memang sedih akan hidupnya tapi setidaknya sekarang dia punya qiran dan punya anak mereka yang bisa menguatkannya


***

__ADS_1


sepanjang jalan qiran mengajak jay mengobrol tentang banyak hal dan bermanja pada jay agar jay bisa sedikit melupakan kesedihannya akan kedatangan daddy el yang memberitahukan hubungannya dengan jay


tanpa daddy el bicara jay juga sudah tahu dari kakek jung, tapi sungguh jay membenci orang itu karena dengan teganya pria itu meminta ibunya membunuh anak mereka, daddy el ingin membunuh jay saat masih ada dalam kandungan ibunya tapi sekarang malah meminta untuk di panggil daddy


__ADS_2