
"pyaaaaar" terdengar suara pecahan kaca yang berserakan di penjuru ruangan " SIAL" teriak seorang wanita lanjut usia tapi masih terlihat begitu bertenaga berteriak kencang dengan suara terengah-engah meluapkan amarahnya
"mau mommy marah-,arah seperti ini juga gak akan merubah banyak hal mom, malah bisa bikin mommy darah tinggi dan segera menyusul daddy serta mommy maria " ucap seorang pria yang sudah tidak muda lagi dengan santainya sambil meniup kukunya seolah ada kotoran di kukunya yang tak kunjung hilang
"kenapa aku bisa punya anak yang tidak ada gunanya sepertimu hah!" teriak wanita lanjut usia itu yang tak lain adalah Tamara caitlin, ibu tiri dari daddy el
pria yang tak lain adalah jhonson, anak dari tamara caitlin sekaligus adik tiri daddy el mendongak serta medatap tajam mommy nya "kalau aku tidak berguna, jangan terus mencariku mom" kesal jhonson yang selalu di salahkan oleh ibunya
"kamu anak mommy, dan mommy selalu berusah keras untuk mendapatkan semuanya untukmu tapi kau malah tidak menghargai usaha mommy" kesal tamara
"sudah ku bilang aku tidak mau terlibat apapun urusan mommy, yang penting aku masih bisa hidup nyaman dan melakukan apa yang aku mau, dan elston masih memberikan itu jadi kenapa aku harus mengusiknya" balas jhonson
"plak" jhonson langsung di lempari pigura foto yang ada di dekatnya, membuat jhonsos terluka di pelipisnya, mengeluarkan darah segar di wajah jhonson yang sudah tidak muda lagi tapi masih terlihat tampan itu
"dasar gak guna!" bentak tamara
"terserah" jhonson yang kesal memilih pergi meninggalkan ibunya yang sudah tidak bisa di ajak bicara baik-baik
jhonson berjalan dengan langkah lebar keluar kamar ibu kandungnya itu "daddy" seorang pria muda terlihat begitu khawatir melihat wajah daddy nya mengeluarkan darah segar
jhonson menahan tangan puteranya yang akan memegang dahinya "daddy tidak apa-apa adam" ucap jhonson
"pasti grandma mukul daddy lagi, daddy harusny dengerin grandma agar tidak terus kena pukulan seperti itu" ucap adam
jhonson menatap tajam putranya " jangan ikut-ikutan grandma mu, kalau sampai uncle kamu marah, sumpah demi apapun daddy tidak akan bisa berbuat apapun, unle kamu masih menaruh kemarahan besar karena grandma kamu sudah buat ibu dari anaknya meninggal, jangan samapi coba ikut-ikutan mengusik anak uncle kamu" ucap jhonson penuh peringatan
"iya" adam membalas malas akan peringatan daddy nya
jhonson pergi dari rumah karena sudah muak berada dekat ibunya yang sungguh gila harta itu
"braaak" terdengar suara barang berjatuhan
dengan segera adam masuk ke dalam kamar tamara "oh god, grandma" seru adam saat melihat kamar neneknya yang begitu acak-acakan karena semua barang-barang di kamar nenek dari adam itu rusak tak berbentuk akibat di lempar oleh tamara yang sedangkan meluapkan emosinya
tamara menatap tajam cucu laki-lakinya itu "apa, kau mau ikut daddy kamu yang melarang nenek mengusik keluarga uncle kamu" seru tamara begitu kesal
__ADS_1
"tidak seperti itu nek" adam berjalan ke arah neneknya dan mengajak neneknya utuk duduk di tepi ranjang
"aku ada rencana ke Indonesia grandma " ucap adam yang mengeluarkan ide yang ada di kepalanya
tamara menautkan kedua alisnya "ngapain kamu ke indonesia" tanya tamara
"oh god, grandma" seru adam tak percaya neneknya yang biasanya begitu cerdas tak paham akan niatnya datang ke negara itu
"jay dan keluarganya ada di sana, juga adrian, kita bisa menghancurkannya di sana" jelas adam dengan akal liciknya
"how to" tanya tamara penasaran bagaimana cara adam akan melakukan hal itu
"grandma tenang saja, aku sudah ada rencana di sana yang penting grandma harus bantu aku" ucap adam dengan senyum liciknya
***
kassy dan Jonathan saling bertautan tangan menyusuri jalanan bandara menuju parkiran bandara sambil menarik koper mereka masing-masing "nanti aku pasti kangen kamu sayang" ucap Jonathan dengan bibir di majukan kedepan
kassy mengusap gemas bibir Jonathan "lucu banget sih kekasihku ini
Jonathan menjauhkan tangan kassy dari bibirnya " aku serius sayang" Jonathan mencebikkan bibirnya "di Inggris kita bersama selama 24 jam tapi saat di sini tentu akan berbeda" sahut Jonathan
"aku pasti akan segera melamar kamu, aku benar-benar gak mau kehilangan kamu" Jonathan mencium pipi kassy dengan gemas
***
kassy mengeluarkan kopernya dari bagasi taxi bersama dengan barang yang lain
"Terima kasih pak" kassy membayar ongkos taxi pada sangat sopir
"Sama-sama nona" sang sopir mengambil ongkos taxi tersebut dan meninggalkan rumah milik lensi
kassy berjalan masuk ke dalam rumah "nidya" panggil kassy ingin menghampiri keponakannya
"eiiitss" tara menahan kening kassy dengan telunjuk tangannya menghentikan kassy yang ingin mendekat pada anaknya
__ADS_1
"mandi dulu sana, baru dekatin anak kakak" ucap tara dengan tegas
kassy mencebikkan bibirnya "iya sih kak, aku mandi dulu" kassy menarik kopernya ke lantai atas menuju kamarnya berada agar bisa segera membersihkan diri
saat sudah selesai kassy turun ke bawah menghampiri keluarganya yang sedang duduk berkumpul di ruang keluarga "mika" kassy langsung menghambur memeluk mika dengan erat "aku senang sekali mendengar kau akan menikah" seru kassy
mika membalas pelukan kassy "Terima kasih kassy" mika mengurai pelukannya menatap kassy dengan lekat "kau harus jadi pengiring pengantinku ya" pinta mika
"oke, aku pasti akan jadi pengiring kamu" balas kassy
kassy memilih duduk di samping nidya yang ada dalam pangkuan lensi "kak, ayah sama mama kapan datang" tanya kassy pada kakaknya tara
"dua hari sebelum pernikahan" balas tara
kassy mengangguk sambil tersenyum "kenapa? pacar kamu mau lamar kamu juga" tanya tara
"apaan sih kak" kassy jadi tersenyum malu dengan muka memerah bak kepiting itu
"kami juga tahu hubunganmu dengan Jonathan " sahut lensi
kassy hanya tersenyum malu "tapi pacaranmu jangan melewati batas ya" tegas tara
"ah iya " balas kassy dengan gagap
tara memicingkan matanya ke arah kassy "jangan bilang kamu sudah.. " ucap tara menggantungkan ucapannya
"hehehe sorry" balas kassy dengan santainya
"dasar kamu ya" tara ingin memukul adiknya tapi di tahan lensi
"sudah mas, nanti tinggal cepat-cepat kamu nikahin kassy dan jo saja sebelum melendung tuh perut" sahut lensi dengan santainya
"benar itu kak" kassy menyandarkan kepalanya di lengan lensi karena audah membantunya bicara agar bisa segera menikah
"jangan di ulangi terus kassy, nanti setelah nikah saja ya" nasehat lensi
__ADS_1
"iya kak" balas kassy
tara sebenarnya sangat kesal karena tahu cara pacaran adiknya tapi ia coba mengerti karena dulu dia saja jauh lebih parah, yang penting kassy dan kekasihnya berniat untuk menikah