You Are My Regret

You Are My Regret
Tidak Suka


__ADS_3

"Nidya nanti kamu berangkatnya di antar sopir gak masalah kan, kakak ada janji ketemu klien pagi ini soalnya" ucap Aiden memberitahu jadwalnya hari ini sehingga tak bisa mengantar Nidya seperti biasanya


"iya kak, gak masalah kok" Nidya tentu bisa mengerti kesibukan suaminya jadi perkara tidak bisa mengantar ke kantor bukanlah suatu masalah kan ada banyak mobil lain ataupun sopir banyak untuk mengantarnya ke tempat tujuan


"cup" Aiden langsung mencium kening Nidya dan segera berangkat kerja meninggalkan Nidya sarapan seorang diri


Nidya menatap punggung Aiden yang makin menjauh "kasihan mas Aiden ya, menikah selama 3 bulan denganku tapi masih begini-begini saja" gumam Nidya masih merasa belum ada perubahan di pernikahannya bersama Aiden dan lebih terkesan dua sahabat baik yang tinggal bersama dan di atap yang sama serta kamar dan ranjang yang sama


tapi mau bagaimana lagi jika hatinya memang belum bergetar atau memiliki rasa lebih pada suaminya saat ini


Nidya berangkat ke kantor dengan di antar orang suruhan Aiden. Nidya menghabiskan waktunya untuk bekerja tapi entah kenapa ia merasa ada yang kosong, ia pikir dengan bekerja ia bisa melupakan kekosongan dalam hatinya tapi entahlah, ini masih kosong saja pikir Nidya


"Nidya, mau makan siang di tempat baru" tawar Kellin salah satu teman seprofesi Nidya yang kebetulan berada di divisi yang sama dengan Nidya


"iya Nidya, yuk keluar, jangan hanya bekerja saja" sahut Arsy menimpali


"gimana ya" Nidya nampak ragu mengiyakan ajakan teman satu tempat kerja selama tiga bulan itu


"ayolah Nidya" timpal Viona merayu Nidya agar mau ikut dengannya dan teman yang lain


"baiklah" putus Nadya mengiyakan ajakan teman-temannya, toh tak ada salahnya bergaul dengan teman, mungkin kekosongan dalam hatinya bisa segera terisi jika bercanda bersama teman baru


"nah gitu dong" Hesti ikut senang saat Nidya mau keluar dengan mereka


Nidya, Kellin, Arsy, Viona dan Hesti kini berada dalam satu mobil untuk menuju salah satu cafe yang baru saja di buka di dekat kantornya


"oh ya Nidya, kamu sudah punya pacar belum, kalau belum ada yang mau ajak kenalan kamu" ucap Viona


Nidya tersenyum tipis "maaf Viona, aku sudah menikah jadi tidak bisa berkenalan dengan pria yang kau maksud" balas Nidya


"astaga! kau sudah menikah!" teriak keempatnya secara berbarengan


"kok kita gak tahu sih kalau kamu sudah menikah" tanya Kellin dengan begitu antusiasnya mendengar kabar pernikahan Nidya yang sama sekali ia tak tahu


"itu karena kalian gak pernah nanya" Nidya dengan entengnya menjawab seperti itu

__ADS_1


Hesti menggaruk tengkuknya yang tak gatal "ia juga ya, kita kan gak pernah nanya" kekeh Hesti


tak lama berselang mereka sampai di cafe mewah yang baru saja di buka, tidak terlalu ramai sepertinya tapi tempatnya terlihat begitu nyaman


"kita ke sana yuk" ajak Arsy dengan antusias


"ayok" sahut Viona dan Nidya hanya mengikutinya saja


Nidya mulai berbaur dan bercerita banyak hal pada ke empat orang yang berada satu divisi dengannya


"eh kalian tahu gak sih kalau bos kita sudah punya pacar" celetuk keliin dengan begitu antusias


"tau dari mana" tanya Viona


"menurut gosip di kantor sih " kekeh Kellin


"kalau gosip itu belum di jamin kebenarannya " ucap Arsy menimpali


"tapi menurutku yang ini bener deh" sanggah Kellin


"soalnya akhir-akhir ini Bos kita lebih banyak senyum gak kaya dulu yang mukanya datar saja" balas Kellin mengingat wajah Aiden tak sedatar dulu dan lebih banyak tersenyum


"iya juga sih, bos kita lebih banyak senyum akhir-akhir ini" Arsy membenarkan ucapan Kellin


Nidya menyunggingkan senyumnya, sebab secara tidak langsung ia lah yang membawa kebahagiaan untuk Aiden dan itu membuatnya bangga


"kaya apa ya pacar tuan Aiden" hesti bertanya-tanya seperti apa pasangan Aiden seorang pengusaha besar dan berwajah tampan itu


"pasti yang cantik dan seksi lah" sahut Viona dengan kekehan


"nanti kan ada waktunya tuan Aiden memperkenalkan pasangannya ke depan umum jadi kalian tidak akan bertanya-tanya lagi" sahut Nidya


"kalau aku jadi pacarnya harusnya cepat-cepat deh di publikasi, aku sih gak mau ambil resiko secara pria macam tuan aiden itu pasti banyak yang melirik, kalau di publikasikan setidaknya kita bisa menegaskan hak milik dan gak akan terlalu takut jika sampai ada yang coba merebut" celetuk Kellin dengan begitu antusiasnya


mereka saling melempar tawa saat membahas pemilik perusahaan tempat mereka bekerja walaupun Nidya lebih banyak diam dan ikut tertawa saja

__ADS_1


"itu ada apaan sih rame banget" tanya Kellin melirik ke arah kerumunan orang yang berada tidak jauh darinya


"ya pasti rame lah, ini kan cafe baru" sahut Viona


"tapi kayanya ini beda deh" Kellin masih merasa ada yang berbeda dengan keramaian yang ada di depannya


"mana sih" tanya Arsy ingin tahu mana yang di maksud Kellin


"ah ternyata tuan Aiden" ucap Viona setelah tahu apa yang membuatnya begitu ramai, padahal ini hanya cafe yang baru di buka


Nidya yang tadinya masih sibuk makan kini mendongak ke arah yang di maksud teman-temannya karena mendengar nama suaminya di sebut


Nidya mengerutkan keningnya melihat Aiden ada di sana dengan beberapa orang "apa jangan-jangan itu pacarnya ya, kayanya akrab banget ya mana perempuan itu seksi dan cantik pula" celetuk Kellin melihat Aiden bersama empat orang, tiga pria dan satu wanita berada tepat di sebelah Aiden. Sedangkan Bram sang asisten berdiri tak jauh dari Aiden


"iya ya" Arsy melirik ke arah tubuhnya dan bergantian dengan tubuh wanita di dekat Aiden "badanku mah kalah sama dia yang kaya gitar Spanyol sedangkan aku mah kaya triplek" celetuk Arsy merasa insecure dengan bentuk tubuhnya yang begitu kurus dan rata di segala bagian tubuh


Nidya jadi ikut memandangi tubuhnya sendiri dan melihat wanita di dekat Aiden "aku gak kaya triplek kok" batin Nidya merasa bentuk tubuhnya kategori baik dengan buah da** dan bo**** yang besar walaupun tak sebesar wanita di samping Aiden tapi lumayan lah, pikir Nidya


Nidya menatap tidak suka dengan interaksi antara Aiden dan wanita di dekat Aiden walaupun jelas di sana Aiden tidak sendiri bahkan asisten Aiden Bram juga ada di sana tapi rasanya tetap saja kesal, sebab wanita itu terlalu dekat dengan Aiden


"tapi wanita itu cantik banget loh" puji Arsy dengan takjub dan itu membuat Nidya makin kesal saja


"ih kalau aku jadi wanita itu langsung saja minta di nikahin, sayang kalau tuan aiden lari "kekeh Kellin


"coba kalau tuan aiden masih sendiri mau dong aku jadi pacarnya "celetuk Viona dan di ikuti kekehan oleh yang lain


"kalian naksir tuan aiden " tanya Nidya menghentikan candaan temannya


"ya iya lah, siapa juga yang gak naksir sama pria setampan dan sekaya tuan aiden " balas Viona kembali terkekeh


"terus kalian mau kalau misalnya ada kesempatan dekat sama tuan aiden " tanya Nidya lagi


"suka sih suka tapi kalau jadi pasangannya entar dulu lah, cobaannya berat soalnya" sahut Viona lagi dan di benarkan oleh Arsy, kelin dan hesti


kini Nidya hanya menatap lurus ke arah Aiden yang masih berbicara pada wanita yang entah siapa, Nidya tak tahu tapi itu sungguh membuatnya benar-benar tidak suka dengan senyum suaminya yang ia tebarkan ke sembarang wanita

__ADS_1


__ADS_2