You Are My Regret

You Are My Regret
Tanganku bukan untuk memasak


__ADS_3

***


Qiran mampir ke apartemen tempat tinggal jay untuk


makan malam bersama jay


“jay, kamu pintar masak ya” ucap


qiran yang sedang serius memandangi kegiatan jay yang tengah memasak


Jay mendongak menatap qiran yang sedang duduk di hadapannya “mau belajar” tawar jay


Qiran langsung menggelengkan


kepalanya “tidak” qiran memandangi tangannya “aku hanya ingin menggunakannya


untuk menulis bukan untuk memasak” balas qiran tak ingin belajar memasak


“menulis bukan berarti tidak di


perbolehkan memasak qiran” sahut jay tak mengerti jalan pikiran qiran


Qiran terkekeh “aku malas memasak jay, lagian kan aku punya kamu, jadi gak perlu memasak” balas qiran datar


“untuk sekarang aku bisa saja


terus memasak untukmu, tapi kalau nanti aku punya pacar atau menikah nanti aku tak bisa memasak untukmu lagi, aku tak ingin istri atau kekasihku nanti


cemburu” balas jay


“kalau gitu jangan menikah” ucap


qiran tanpa berpikir


“ha?” mulut jay langsung menganga lebar


“jangan menikah, jadi kekasihku


saja atau menikah denganku saja” ucap qiran dengan polosnya


“uhuk uhuk uhuk” jay


terbatuk-batuk pendengar penuturan qiran


Jay langsung minum air mineral


yang ada di dekatnya dengan gerakan cepat “kamu sadar gak sih dengan ucapanmu itu?” kesal jay menatap kesal qiran setelah menghabiskan minumannya


Qiran menatap jay dengan muka


polosnya “kenapa? kita bisa menikah nanti” balas qiran tanpa berpikir


“emang kamu cinta sama aku?”


Tanya jay


“aku sayang kamu” balas qiran


Jay mulai mengerti maksud qiran


“maksudku bukan yang ada dalam pikiranmu qiran tapi sebagai kekasih” sahut jay


“aku malas mencintai seseorang”


qiran memilih duduk di sofa lalu menonton TV


Jay hanya menghela nafas kasar


akan kata abstrak sahabatnya


*


Qiran dan jay makan malam bersama dalam diam “tolong lain kali jangan sembarangan berucap seperti itu qiran” pinta jay


Qiran mengernyitkan dahinya


“apa?” bingung qiran


“jangan sembarang mengajak orang menikah ataupun pacaran” ulang jay


Qiran mengangguk “iya” qiran


melanjutkan makannya dengan lahap


Jay memandangi qiran “bagaimana ini, gara-gara kau, sepertinya jantung ini tak mau tenang” jay menatap lekat


qiran “fix aku jatuh hati padamu kali ini” batin jay menatap wajah cantik qiran yang sedang lahap makan

__ADS_1


***


Liburan semester di mulai, jay


mulai makin akrab dengan keluarga qiran yang berada di inggris bahkan jay sering di


minta untuk menjaga nenek alaya karena jay yang sudah cukup mahir merawat seseroang akibat bekerja lepas di rumah sakit sebagai perawat


“jay” panggil nenek alaya


“kamu gak pulang ke korea,


liburanmu kan cukup lama” tanya nenek alaya


“tidak nek, sayang uangnya” balas


jay dengan jujur


“kalau kamu mau, nenek bisa


membayar tiket kepulanganmu” tawar nenek alaya


“tidak nek, saya tidak mau


berhutang budi pada siapapun” balas jay


“bukan berhutang budi jay, ini bentuk rasa terima kasih nenek Karena kamu sering menjaga nenek” balas nenek alaya


“tidak perlu nek, lagian keluarga


di panti pasti tahu kesulitanku” balas jay


"Nenek salut padamu jay, karena


bisa berjuang keras untuk meraih cita-citamu. Kau pasti akan berhasil jadi dokter” ucap nenek alaya penuh pengharapan


“semoga nek” balas jay


“sayang sekali qiran harus ke


Indonesia karena neneknya meninggal” ucap nenek alaya menyayanhkan qiran yang tak di rumah padahal jay adalah sahabat qiran


“tak maslah nek, yang meninggal


kan neneknya jadi dia harus datang tentunya” balas jay


ikut, tapi akhtar tak mnegijinkan katanya takut nenek kelelahan” ucap nenek alaya


“tapi benar apa yang di ucapkan


uncle akhtar, nenek pasti akan kecapean kalau ke Indonesia, apalagi kondisi kesehatan nenek yang kurang baik” balas jay


Nenek alaya tersenyum hangat pada jay “ tapi nenek bersyukur ada kamu yang menemani nenek” ucap nenek alaya penuh


syukur bisa ada teman mengobrol seperti jay


*


Hari-hari liburan semester jay di


habiskan untuk menemani nenek alaya, sebenarnya untuk memandikan dan dan


memakaian baju ada suster perempuan yang bertugas, jay hanya bertugas untuk menemani nenek alaya makan dan mengajak mengobrol serta memastikan nenek alaya minum obat tepat waktu


***


Jay tengah duduk di ruang


keluarga sembari menemani nenek alaya berbincang-bincang


"nenek, mau tetap di sini atau mau ke kamar saja nek? " tanya jay


"di sini saja jay" balas nenek alaya


ponsel jay yang ada di atas meja berserjng. jay mengambilnya untuk melihat siapa yang memanggil


"qiran nek" jay menunjukan layar ponselnya pada nenek alaya


"angkat saja" ucap nenek alaya


“halo” sapa jay saat ia


mengangkat panggilan dari qiran


“hai jay” sapa balik qiran


“kamu kapan pulang?” Tanya jay tentang rencana kepulangan qiran, karena harusnya qiran sudah kembali

__ADS_1


“maafkan aku jay, mungkin aku di


sini lebih lama dari rencana, karena aku harus mengurus perihal perusahaan di sini. Daddy harus balik ke korea karena ada sedikit masalah, dan tentunya mommy


ikut daddy jadi aku terpaksa menghandel urusan disini” balas qiran


Jay mengernyitkan dahinya “kau


bisa mengurusnya?” jay tak percaya qiran mampu mengurus perusahaan di usia qiran yang masih terbilang muda


Qiran terkekeh “aku keturunan


ghazanfer jay. Kami selalu di latih sejak dini untuk mengatasi urusan


perusahaan. jadi tentu aku bisa” sahut qiran


“oh” jay hanya ber oh ria


“oh ya, uncle akhtar sudah pulang


belum?” Tanya qiran


“belum, beliau bilang ada urusan


di Belanda, jadi untuk sementara beliau di sana” balas jay


“maaf ya jay, ngerepotin kamu nemenin nenek” ucap qiran


“tidak masalah qiran, toh ini


bagian pekerjaanku” balas jay


“jay tolong serahin ponselnya


pada nenek aku ingin bicara” pinta qiran


“oke” jay menyerahkan ponselnya


pada nenek alaya


Setelah berbincang nenek alaya


menyerahkan ponsel jay


“sudah selesai nek” jay menerima


ponselnya


“sudah” jay langsung menyimpan


ponselnya di saku celananya


“nek, mau cobain kue bikinan jay


tidak? Tadi jay sempat coba bikin kue” Tanya jay


“kau bisa buat kue” nenek alaya


tak menyangka seorang pria bisa membuat kue


Jay tersenyum “tentu saja bisa,


bentar aku ambilin ya nek” jay berjalan ke arah dapur untuk mengambil kue yang


tadi siang sempat jay buat


“nih nek” jay menyerahkan kue


pada nenek


Nenek langsung mencobanya “emmm enak” gumam nenek alaya menyukai kue buatan jay


“tadi aku bikin pakai bahan-bahan


yang baik untuk kesehatan nenek” ungkap jay


“kau tidak ingin jalan-jalan


dengan temanmu jay?” Tanya nenek alaya di sela kegiatannya makan kue


“aku hanya mempunyai qiran


sebagai teman nek, aku kurang bisa bergaul. Dulu saja aku hanya bisa berteman dengan qiran dan tara” balas jay jujur


"belajarlah untuk lebih bergaul jay, itu akan membantumu nanti" nasehat nenek alaya


"iya nek" balas jay

__ADS_1


__ADS_2