You Are My Regret

You Are My Regret
Kecewa


__ADS_3

Reagen memandangi wajah istrinya yang masih diam mematung di jendela apartemen mereka "sayang" Reagen mengusap bahu Zahira dengan lembut


"ah iya mas" Zahira sadar dari keterkejutannya yang sedari tadi hanya melamun


"ayo makan, sudah waktunya makan malam loh" ajak Reagen


"makan malam" Zahira mengedarkan pandangannya ke sekitar "ya ampun mas aku belum sholat maghrib ya" Zahira panik saat ia belum melaksanakan ibadahnya


Reagen menahan tangan Zahira "kamu lupa kalau kita sudah menunaikan sholat maghrib" Reagen tak menyangka jika istrinya tak sadar jika ia sudah melaksanakan ibadah bersama


"apa iya" heran Zahira kembali duduk


Reagen mengusap kepala Zahira "maafin mas ya, gara-gara mas kasih tahu status wanita itu, kamu jadi kepikiran deh" sesal Reagen


Zahira menggenggam tangan Reagen "ini bukan salah kamu mas, Zahira malah bersyukur mas kasih tahu hal ini, kalau mas gak kasih tahu hal ini mungkin Zahira akan membiarkan kesalahan ayah terlalu lama" Zahira bersyukur ia tahu dari mulut suaminya ketimbang dari mulut orang lain dan itu pasti rasanya jauh lebih sakit dari ini


Reagen memeluk tubuh mungil istrinya "kita doakan yang terbaik buat semuanya ya sayang" ucap Reagen


"iya mas" Zahira menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya "Zahira gak habis pikir dengan ayah yang mau saja menikahi wanita yang jelas masih sah jadi istri orang lain mas" Zahira rasanya tak kuat menahannya dan mungkin dengan bertukar pikiran dengan suaminya bisa mengurangi sedikit bebannya


Reagen mengusap punggung Zahira dengan sayang "mas gak tahu ini beda atau sama tapi mas dulu pernah ada di posisi kamu di mana mommy Brianna menikah dengan om Randy yang jelas sudah beristri, sama dengan ayahmu yang menikah di ketahui dengan pasangan pertama mereka, Mommy dulu tetap nekat menikah dengan pria itu walau mas dengan keras melarangnya" Reagen mencium kening Reagen "tidak bisa di bilang sama sih, sebab di negara ini tidak di perbolehkan seorang wanita yang memiliki dua pasangan, dia agama kita pun juga tidak tapi kembali ke pola pikir orang sih sayang" Zahira mengurai pelukannya dan menatap kesal Reagen


"tapi ayah tuh punya anak perempuan, emang gak takut kalau anaknya yang akan kena karmanya " balas Zahira


"gak ada karma yang di bayar orang lain sayang, bisa ada kejadian anak menerima hal yang sama dengan kejahatan yang orang tuanya lakukan itu hanya sebatas kebetulan saja, sebab  tuhan tidak mungkin akan salah memberikan ganjaran atas perbuatan manusia" jelas Reagen


"iya sih mas, cuma zahira kecewa banget sama ayah" balas Zahira


"sudah ya sayang, jangan terlalu di pikirin, nanti mas coba selidiki lagi suami wanita itu dan semoga saja suami wanita itu bisa menyadarkan ayah" Reagen tentu tidak ingin istrinya bersedih, ia akan melakukan apapun agar bisa membuat hati Zahira bahagia


"maaf ya mas, baru menikah saja, mas sudah dapat hal yang gak mengenakan seperti ini di keluarga Zahira


"jangan berpikur seperti itu sayang, mas menikah denganmu itu adalah kebahagiaan terbesar di hidup mas, ada jalan sepeti ini kita anggap saja sebagai bumbu kehidupan" sahut Reagen

__ADS_1


"iya mas" balas Zahira


"yuk makan dulu, keburu dingin loh. Mas sudah capek-capek masak ini" ajak Reagen


"iya mas" Zahira dan Reagen makan bersama sepiring berdua, begitu mengisyaratkan mereka adalah pasangan pengantian baru yang masih begitu mesranya


***


"mas ke kantor dulu ya" pamit Reagen mengecup kening Zahira dengan lembut


"nanti Zahira izin ke mall ya mas, mau belanja kebutuhan dapur" izin Zahira


"duh mas, ada meeting banyak hari ini" Reagen ada begitu banyak pekerjaan hari ini, bagaimana cara menemani sang istri


"Zahira cuma mau minta izin mas, bukannya mau minta temenin, Mas lupa ya kalau Zahira bisa nyetir mobil, dan Daddy kemarin kasih hadiah pernikahan kita mobil, lumayanlah nyoba mobil baru" balas Zahira


"ya sudah yang penting hati-hati ya sayang, kalau ada apa-apa langsung kabarin mas" peringat Reagen


"iya mas" Zahira mengiyakan saja apa yang di sarankan sang suami


Zahira kembali ke dalam apartemen untuk merapihkan apartemennya dan segera bersiap  pergi ke Mall untuk belanja mingguan


Zahira memilih mall terdekat agar tidak terlalu lama pergi keluar "masak apa ya" Zahira berkeliling sambil memilih menu untuknya memasak tak lupa ia juga membeli stok buah-buahan yang sudah menipis


"Zahira ya" terdengar suara wanita yang memanggil dirinya membuat Zahira menoleh ke samping


Zahira mencoba mengingat siapa yang ada di hadapannya "ah kamu ara ya, adiknya mas Reagen" ucap Zahira setelah mengenali wajah Arayang baru sekali di lihatnya jadi wajar jika ia masih kesulitan mengenali Ara


"iya, aku ara adik Kak Reagen" balas Ara


"kamu sedang belanja juga" tanya Zahira ketika melihat isi keranjang Ara yang cukup banyak


"iya, harusnya yang belanja mamah aku sih, tapi karena dia kesuitan jagain adik aku ya sudah aku saja yang belanja" jelas Ara

__ADS_1


Zahira mengangguk mengiyakan "kamu sibuk gak, kalau gak sibuk kita bisa minum di cafe dulu setelah selesai belanja" ajak Zahira


"pengen sih, tapi aku harus balik kantor habis ini jadi maaf ya" tolak Ara


"oke kalau gitu, gak masalah kok" Zahira mengerti bahwa mungkin ara sedang sibuk jadi menolak ajakannya


"aku lanjut belanja dulu ya" pamit Ara kembali membeli semua titipan Edeline


"abis ini ke Toko dulu kali ya" putus Zahira tentang tujuannya setelah berbelanja


***


Reagen tampak fokus dengan laptopnya dan tangannya menari dengan begitu cepat seperti pemain yang begitu handal "tok tok tok" terdengar suaa pintu di ketuk


"masuk"seru Reagen


Reagen melirik ke arah pintu di mana Rasya berdiri di depan pintu "ada tuan Lucas pak, apa di izinkan masuk" tanya Rasya


"suruh langsung masuk saja" balas Reagen


Reagen berjalan ke arah sofa, menunggu Lucas masuk ke ruangannya "siang kak" sapa Lucas


"siang Lucas" balas Reagen


Lucas duduk di hadapan Reagen dan menyerahkan satu map tipis ke arah Reagen "ini penyelidikan yang kakak minta" ucap Lucas


Reagen membuka map tersebut dan mulai membacanya "terima kasih Lucas, atas bantuan kamu" balas Reagen


"kok kakak tumben minta bantuan kaya gini ke aku, padahal kakak sendiri juga bisa ya urus beginian" tanya Lucas


"ini tuh wilayah kamu bukan di Inggris, kalau pakai kekuatan kakak pasti lama, beda kalau pakai kekuatan kamu akan lebih cepat" balas Reagen


"maaf ya kak, aku gak sengaja baca bagian depan waktu periksa dokumen yang di serahin anak buah aku" Lucas meminta maaf pada Reagen karena sudah lancang mengetahui hal pribadi Reagen

__ADS_1


"tidak papa Lucas, lagian kan kakak yang minta bantuan sama kamu, cuma jangan tanya ya soalnya ini masalah keluarga istri kakak" balas Lucas


"iya kak, aku ngerti kok" balas Lucas yang memang tak ingin ikut campur urusan Reagen terlalu jauh


__ADS_2