You Are My Regret

You Are My Regret
Ingin selalu bersama


__ADS_3

Zahira duduk di depan TV sembari melihat jam Dinding " pasti Mas Reagen sudah Leanding " gumam Zahira


"hiks hiks hiks" Zahira menelungkupkan wajahnya, bersembunyi di balik kedua lututnya menangis sesenggukan menyadari Reagen pasti sudah terbang kembali ke negara asalnya


pagi tadi ia memang berusaha kuat saat melepas kepergian Reagen walaupun dengan drama pelepasan yang cukup panjang


pelukan yang niat awalnya cukup lama, tapi ternyata berlangsung selama satu jam sebab keduanya seolah sulit saling melepaskan tapi tak ada yang berusaha untuk menahan sebab mereka sadar bukan siapa-siapa dan tak ada hak


entah apakah terlalu nyaman atau mungkin sudah timbul rasa lebih di antara keduanya. Entahlah... belum ada yang menyadarinya tapi yang jelas mereka saling merasa kehilangan


"aku pasti merindukan mas" gumam Zahira merasa begitu sedih melepas Reagen pergi


Zahira sudah terlanjur nyaman dengan kehadiran Reagen disekitarannya tapi ia harus kehilangan momen itu dengan begitu cepat


tak jauh beda dengan yang Zahira rasa, rasa kehilangan juga kentara di rasakan oleh Reagen saat ini


Reagen melihat awan yang ada di dekatnya " baru berpisah denganmu sebentar saja kenapa. sudah sangat rindu rasanya " gumam Reagen membayangkan gumpalan awan di dekatnya berbentuk wajah Zahira di matanya


"kenapa harus di suruh cepat pulang sih" kesal Reagen yang harus di paksa pulang ke rumah utama oleh Daddy thomas tapi tentu Reagen tidak bisa berbuat banyak sebab Daddy thomas masih lah orang tuanya yang tak bisa ia bantah perintahnya


selama tinggal berjauhan di negara yang berbeda, Zahira dan Reagen selalu rutin berkomunikasi sekedar menanyakan kabar dan bercerita tentang keseharian mereka melalui panggilan jarak jauh atau video call


Jika ada waktu luang walau hanya dua hari saja, Reagen selalu menyempatkan untuk terbang ke Indonesia, bertemu dengan Zahira dan mengajaknya untuk jalan berdua dan menobrol bersama


bahkan saat Reagen datang ia memilih tidak mengabari mommy brianna sama sekali karena tidak ingin waktu berkunjungnya yang sebentar harus di bagi dengan orang lain walaupun itu adalah orang tuanya sendiri


dan itu terus berjalan sampai satu tahun belakangan membuat mereka makin dekat dan begitu nyaman saat bersama


"kamu sudah daftar kuliah belum" tanya Reagen saat berkunjung ke apartemennya yang di tinggali Zahira


"belum mas, masih bingung mau daftar di mana" balas Zahira yang sedang sibuk makan camilan sambil tidur di pangkuan Reagen


"emang kamu ujiannya kapan" tanya Reagen pada Zahira yang kini sudah duduk di bangku kelas tiga dan sebentar lagi akan tiba di penghujung sekolah menengahnya

__ADS_1


"bulan depan mulai ujiannya" balas Zahira


"kuliah di Inggris saja kalau gitu" usul Reagen


"gak bisa kalau di Inggris mas, Zahira kan harus urus toko kue Zahira " Zahira kini mengelola toko kue kecil yang di jadikan sumber penghasilannya sebab demi memaksa dirinya pulang ke rumah ayah kandung Zahira menutup semua jalan keuangan dari mendiang sangat ibu dengan alasan Zahira masih dk bawah umur dan tidak di perkenankan untuk mengakses uang warisannya tanpa pendampingan walinya


"mas yang bayarin deh kuliahnya, nanti toko yang di sini di serahin ke pegawai saja" tawar Reagen lagi


"gak bisa gitu dong mas, toko itu baru enam bulan Zahira kelola, gak bisa lah main asal tinggal gitu aja" tolak Zahira yang tak ingin meninggalkan tanggung jawabnya


"tapi kalau kamu tinggal di sana kan mas enak ketemunya gak harus nyuri-nyuri waktu setiap ke sini" ungkap Reagen menyampaikan keinginannya yang selalu ingin bertemu Zahira dengan mudah


Zahira hanya terkekeh akan kelakuan Reagen "lucu banget sih mukanya" Zahira mencubit gemas pipi Reagen


"gak lucu" kesal Reagen merengek seperti anak kecil


hubungan Zahira dan Reagen memang terbilang sangat dekat, mungkin saking dekatnya sampai seperti pasangan kekasih atau malah seperti pasangan suami istri bedanya hanya mereka tidur di kamar terpisah saja dan tidak pernah melakukan kontak fisik lebih dari berpegangan tangan


kata cinta tidak pernah terlontar dari bibir keduanya tapi bahasa tubuh tentu bisa menjawab kalau Zahira begitu berarti di hidup Reagen begitupun sebaliknya


"boleh, mas juga mau kasih tahu kemajuan hafalan surat pendek mas ke kamu" balas Reagen yang sudah mulai bertambah hafalannya


selama setahun ini Reagen selalu belajar mengaji pada Zahira dari jarak jauh sesaat setelah Reagen begitu takjub akan suara mengaji Zahira yang memenangkan hatinya saat kondisi lelah ketika bekerja di Inggris


"kamu mau kan ajarin mas mengaji, kayanya suara mengaji kamu begitu indah dan sangat menenangkan" tanya Reagen tentang kesediaan Zahira untuk mengajarinya mengaji


"kakak mau mau jadi mualaf" tanya Zahira


"tidak, hanya ingin mencoba saja, boleh kan" balas Reagen


Zahira tersenyum simpul " tentu saja boleh, Zahira dengan senang hati akan ngajarin mas" balas Zahira


dan semenjak itulah Reagen belajar mengaji dengan Zahira melalui jarak jauh yang kadang melalui video call dari ponsel ataupun melalui laptop, tapi saat bertemu maka Zahira akan mengajari Reagen secara langsung dengan begitu sabar

__ADS_1


seusai menunaikan ibadah shalat maghrib nya Zahira mulai mengajari Reagen untuk mengaji dan memeriksa hukum bacaan panjang pendeknya dengan begitu sabar. Beruntung sewaktu kecil mama kandung Zahira memberikan bekal agama yang cukup banyak dengan mendatangkan guru ngaji ke rumah serta sering mengajak Zahira mengaji di luar jadi bacaan mengaji Zahira cukuplah baik walaupun mungkin belum begitu sempurna


"wah.. mas sudah berkembang cukup banyak nih" ungkap Zahira yang takjub akan bacaan Reagen yang sudah jauh lebih baik dari dua bulan lalu saat mereka bertemu terakhir kali


"iya, kebetulan di sana ada pegawai mas yang dari Arab dan ngajarin mas ngaji jadi bacaan mas jadi lebih baik sedikit" balas Reagen


"mas juga belajar sholat loh" tambah Reagen memberitahukan perkembangan belajaranya yang kini bertambah banyak seputar ibadah keagamaan Zahira


"mas mau masuk islam" tanya Zahira


reagen diam sejenak " entahlah Zahira, mas belum memastikannya " balas Reagen dengan jujur


Zahira diam sejenak "apa dia tidak ingin menikahi ku ya" batin Zahira


Zahira sering bercerita pada Reagen bahwa ia hanya akan menikah dengan orang yang seiman dengannya dan ingin suaminya jadi imam sholatnya nanti sampai ajal menjemputnya


di dalam hati ia ingin Reagen yang jadi suaminya sekaligus imam sholatnya tapi tak mungkin kan Zahira memaksa Reagen pindah agama sedangkan Mereka tidak memiliki hubungan apapun


"ya sudah kalau gitu Zahira masuk. kamar dulu ya mas, mau belajar. lagian mas kan mau berangkat pagi-pagi sekali jadi perlu istirahat lebih awal" pamit Zahira beranjak dari duduknya menuju kamarnya


"iya Zahira, tidur yang nyenyak ya " balas Reagen


"iya mas" balas Zahira


melihat Zahira yang sudah masuk ke dalam kamarnya, reagen merapihkan buku ngaji yang tadi ia pakai bersama Zahira lalu segera masuk kamarnya untuk istirahat sebab benar kata Zahira kalau ia harus istirahat lebih awal untuk penerbangannya esok pagi


***


pagi-pagi Zahira keluar kamar dan sudah tidak mendapati keberadaan Reagen "apa dia sudah berangkat" Zahira ingat kalau Reagen bilang penerbangannya jam Lima pagi, tentu Reagen harus ke bandara lebih awal agar tidak ketinggalan pesawat


Zahira melihat kertas memo di atas meja ruang santai "mas pulang dulu ya, maaf gak bangunin kamu dulu buat pamit soalnya kasihan kalau bangunin kamu terlalu pagi. Nanti akan mas telpon kalau sudah sampai di Inggris, jaga diri dan selalu sehat ya" pesan yang tertulis di kertas memo yang jelas itu dari reagen


"kasihan juga saat lihat dia bolak-balik ke sini ya" Gumam Zahira merasakan tak tega sebenarnya pada Reagen yang harus sering bolak-balik Inggris -Indonesia tapi mau gimana lagi, ia juga kadang rindu kalau tidak bertemu

__ADS_1


"apa aku kuliah di Inggris ya" gumam Zahira


"tidak tidak " Zahira menggelengkan kepalanya dengan cepat "bisa tambah ketergantungan aku nanti, aku sama mas reagen kan gak mungkin bisa bersama" gumam Zahira menyadari perbedaan dirinya dan reagen yang tidak bisa di abaikan begitu saja


__ADS_2