You Are My Regret

You Are My Regret
'power' seorang ibu hamil


__ADS_3

Thomas memegang bahu kassy  dengan lembut "yakin mau ketemu brianna" tanya Thomas


kassy memicingkan matanya ke arah thomas "terus daddy mau ketemu sendiri dengan mantan daddy itu" tanya kassy dengan ketus


Thomas mengerutkan keningnya "ya gak gitu juga mom, mommy Rebecca kan masih di sini untuk nemeni Reagen, kita bisa minta tolong mommy rebecca untuk nemenin reagen ketemu sama mommy nya" jelas Thomas


"enggak, sekarang reagen itu anak mommy jadi harus mommy yang nemuin tante brianna itu" balas kassy


"tante" thomas mengerutkan keningnya saat istrinya memanggil brianna dengan sebutan tante


"iya dong tante, mommy nya ragen kan seumuran dengan daddy jangan lupa dad jarak usia kita itu jauh" kassy membentangkan kedua tangannya mengisyaratkan jarak usia mereka yang terbilang cukup jauh


"12 tahun cukup membuatku memanggilnya tante" tukas kassy


thomas terkekeh dengan tingkah istrinya "terserah kamu saja" thomas menggandeng tangan kassy "ayyo jemput reagen dulu" ajak thomas


thomas menjemput reagen yang menginap di rumah kakak kassy bersama dengan nyonya rebecca


"yakin mau ketemu dengan brianna" tanya mommy rebecca memastikan


thomas melirik kassy "kassy sudah mengizinkannya, buatku tak masalah"thomas lalu beralih menatao reagen "mungkin reagen juga ingin bertemu mommy kandungnya" ucap thomas


reagen hanya diam menunduk tanpa berkata apapun dan kassy bisa melihat itu "kamu kenapa sayang" kassy menghampiri reagen dan mengajak reagen duduk di sampingnya "cerita sama mommy apa yang reagen pikirkan jangan di tahan sendiri sayang" tanya kassy dengan lembut


thomas dan mommy rebecca hanya melirik interaksi keduanya tanpa ikut campur dan sebatas mengamati saja


"reagen sebenernya kangen mommy tapi..."reagen menggantungkan ucapnnya


"tapi kenapa sayang" tanya kassy


reagen melirik ke arah ayah dan neneknya membuatnya ragu untuk berucap dan kassy bisa melihat tatapan itu


kassy menoleh ke arah suami dan ibu mertuanya "bisa kita hanya bicara berdua "tanya kassy


"tentu sayang" mommy rebecca menarik tangan thomas untuk keluar kamar yang selama ini mereka tinggali setelah thomas dan kassy menikah


"kok malah keluar sih mom, aku kan pengen denger juga " tanya thomas memberengut kesal


"itulah sebabnya mommy bilang sangat bersyukur kassy menikah dengan kamu" tunjuk nyonya rebecca


thomas mengerutkan keningnya "maksud mommy apa" tanya thomas

__ADS_1


"reagen memang terlihat kuat di luar tapi dia tetaplah seorang anak, dia juga pasti punya luka saat melihat orang tuanya berpisah dan harusnya kamu tahu itu lebih baik karena mommy harus hidup dengan daddy kamu yang jelas-jelas selingkuh secara terang-terangan" ucap nyonya rebecca


"aku masih gak ngerti mom" thomas masih tak paham arah pembicaraan mommy rebecca


"dia terlalu takut bercerita pada kita tentang keluhannya karena dia kan melihat sendiri bagaimana brianna berselingkuh dulu dan akhirnya kamu berpisah setelah kamu melihat brianna melakukannya saat reagen melihatnya padahal jelas kamu tahu kalau brianna sudah berselingkuh jauh lebih lama dari itu


tentu reagen ada rasa takut menyakiti kamu karena perbuatan mommy nya yang sudah selingkuh dari kamu" jelas nyonya rebecca


"begitu kah mom" thomas melirik ke arah pintu kamar yang di dalamnya ada kassy dan reagen


kassy memegang kedua tangan reagen "kamu sayang mommy kassy"tanya kassy dengan wajah bersungguh-sungguh


reagen mengangguk "tentu saja reagen sayang mommy kassy" balsa reagen dengan yakinnya


"kalau gitu cerita dong ke mommy, kamu mikirin apa" tanya kassy


reagen tampak ragu untuk menjawab tanpi saat kassy menggenggam tangannya reagen menguatkan hatinya untuk bicara pada kassy "aku takut ketemu mommy" ucap reagen dengan suara lirih


"why" tanya kassy


"aku ingat dulu saat pertengkaran  mommy dan daddy sebelum daddy memutuskan untuk menceraikan mommy" reagen kembali mengingat bagaimana dulu saat dirinya dan thomas melihat dengan mata kepala mereka sendiri brianna tidur dengan pria yang bukan suaminya di rumah mereka


reagen memeluk kassy "mommy gak sayang sama reagen" ucap reagen dengan isak tangis


kassy menepuk pelan punggung reagen "kita temuin saja mommy kamu sebentar reagen, kalau memang nanti kamu tidak nyaman saat bersamanya cukup kasih tanda sama mommy dan mommy akan bawa kamu pergi dari sana" kassy mengurai pelukannya dan menangkup kedua pipi reagen "jangan pikirkan apapun sayang, yakin saja kalau mommy sayang sama kamu kalau mommy brianna gak sayang sama reagen kan masih ada mommy kassy" kassy mengusap perutnya yang masih rata itu "jangan lupa mommy sudah kasih teman nanti buat reagen" ucap kassy


"iya mom" reagen menyunggingkan senyumnya ke arah kassy


***


Kassy menggandeng tangan reagen sedangkan thomas mengikuti reagen dan kassy dari belakang "ini di ruangan mana dad" kassy menoleh ke belakang untuk bertanya pada suaminya di mana tempat janjiannya dengan brianna


"di ruang VVIP yang ada di lantai dua " balas  THomas


"ayo anak mommy" kassy memainkan tangan reagen saat melangkah menaiki anak tangga


melihat itu thomas menambah kecepatan langkahnya agar tepat di belakang kassy "jagain mommy kamu yang suka pecicilan itu" tukas thomas mengingatk reagen agar mengawasi jalan kassy


"ya ampun dad, gak usah lebay deh" balas kassy tak suka dengan ucapan suaminya yang selalu menganggap dirinya tidak bisa menjaga diri


"daddy ngomong gitu karena sayang sama mommy dan adik aku" sahut reagen dengan senyum manisnya

__ADS_1


"gitu ya" kassy menyunggingkan senyumnya ke arah reagen


kassy melangkah ke arah ruang VVIP yang ada di lantai dua "yang kanan apa yang kiri dad" teriak kassy


"jangan teriak sayang, kita gak lagi di hutan" thomas melangkah ke pintu sebelah kanan dan membukanya


"ayo sayang" kassy membawa masuk ke dalam ruangan dan tak ada siapapun di sana "loh loh" kassy memindai tempat itu "mana dad orangnya"tanya kassy


"gak tahu, kita tunggu saja" thomas memilih duduk dan tak mau ambil pusing perihal brianna yang tidak ada di sana


Kassy duduk di samping thomas "lah katanya jam 12 sekalian makan siang, ini sudah jam 12 lewat 10 menit loh dad"  ucap kassy merasa aneh dengan brianna yang belum ada di sana padahal wanita itu yang mengajak bertemu di sana


"kita pesan makan saja mom, pasti mommy dan adik sudah lapar kan" usul reagen


kassy menoleh ke samping kanan dan kirinya dengan gerakan cepat "emang cocok jadi anak dan bapak" tukas kassy


"kan emang reagen anak daddy" balas thomas


"iya iya" kassy mengambil buku menu dan memberi tanda untuk pesanannya


"nih dad pesanannya" kassy memberikan kertas menu yang sudah ia tandai dengan menu pilihannya


"punya reagen sudah di masukij belum" tanya thomas


"sudah dong" balas kassy


thomas menekan tombol untuk memanggil pelayan untuk menyampaikan pesanannya dan tak sampai setengah jam pesanan kassy sudah datang "makan dulu mom" ucap thomas


"lah gak nunggu tante brianna" tanya kassy


"dia tuh emang kebiasaan suka datang telat dari pada lapar mending kita makan duluan" thomas melirik reagen


"iya kan reagen" tanya thomas


"iya dad, mending kita makan dulu" balas reagen


"yakin nih kita makan duluan" tanya kassy masih ragu untuk makan terlebih dahulu


thomas langsung menyuapi kassy makan "sudah makan saja, kasihan anak kita kalau kelamaan nunggu orang dia kan juga lapar" thomas mengusap perut rata kassy dengan sayang


"anak" suara seorang wanita saat membuka pintu ruangan VVIP yang jadi tempat makan kassy, thomas dan reagen

__ADS_1


__ADS_2