
Lucas dan Nidya mengendarai mobil mereka menuju kediaman tante Mika dan JUga om Adrian sesuai permintaan mama Nidya yang ingin tahu kebenaran kabar kehamilan tante Mika
"brak" Lucas menutup pintu mobilnya dan menggandeng tangan Nidya memasuki kedemian luas milik om mereka
"Kinasih" Nidya langsung memeluk sepupunya itu saat memasuki rumah keluarga Barneet itu dan bertemu dengan sepupu perempuanya
"hai nidya" Kinasih balas memeluk nidya dan mengusap punggung Nidya dengan sayang
kinasih mengurai pelukannya dan menatap kedua saudaranya itu "abis kencan pasti" ledek Kinasih yang sudah tahu betul rutinitas kedua sadaranya itu yang pasti akan kencan setiap akhir pekan
"kaya gak tahu aja" kekeh Nidya yang sudah tidak malu memamerkan kebiasaan pacaran mereka di depan keluarga mereka karena memang hubungannya dengan Lucas sudah berjalan cukup lama
"ngomong-ngomong bener gak kalau kamu mau punya adik baru" tanya Lucas langsung to the point saja
Kinasih menghela nafas panjang "sebenernya agak risih sih punya adik di usia segini tapi mau gimana lagi " Kinasih membenarkan kabar kehamilan mama mika pada kedua saudaranya itu
Nidya membawa Kinasih duduk di sofa ruang keluarga "gimana ceritanya " nidya jadi semangat ingin tahu bagaimana cerita Tante Mika yang bisa hamil lagi padahal usianya sudah tidak muda lagi apalagi om Adrian yang sudah kepala lima itu
"ya gimana, mama dan ayahku kan gak pernah absen buat ya lama kelamaan bisa jadi adikku lah" balas Kinasih dengan bahasa frontalnya
"terus tante mana" tanya Nidya tak mendapati batang hidung tantenya
"di kamarnya, ayah protektif banget sama mama setelah tahu kabar kehamilan mama, tahu sendiri kan usia segitu sungguh rentan saat hamil jadi ayah ngelarang mama keluar rumah dan di suruh banyak di kamar saja" balas Kinasih
"kami boleh ke kamarnya" tanya Nidya
"tentu saja boleh" kinasih emmbawa Lucas dan Nidya menuju kamar mamanya untuk melihat keadaan mamanya yang sedang berbaring di kamar
"tok tok tok" Kinasih mengetuk pintu sebelum di persilahkan masuk ke dalam ruangan
__ADS_1
"tante" Nidya langsung mengahmbur memeluk tante Mika dengan sayang "selamat ya atas kehamilannya" ucap Nidya
"terima kasih sayang" balas tante mika begitu senang keponakannya bisa datang untuk mengucapkan selamat atas kehamilannya
"sudah berapa bulan tan" tanya Nidya
"jalan 8 minggu sayang, ngomong-ngomong dari mana kamu tahu tante hamil kayanya tante bekum kasih tahu mama kamu deh" tanya tante Mika mengerutkan dahinya bingung dari mana Nidya bisa tahu kabar kehamilannya karena dia saja belum memberi kabar pada kakaknya
"tante lupa ya kalau rumah sakit tempat tante periksa itu punya keluargaku jadi pasti kami sudah tahu lebih dulu" sahut Lucas memberitahu bagaimana mereka bisa tahu kabar kehamilan tante mika
"iya juga sih"kekeh tante mika baru sadar bahwa rumah sakit tempatnya memriksakan kehamilannya adalah rumah sakit milik keluarga Lucas
"kata mama kalau bener tante hamil, besok mama sama mommy mau kesini buat jenguk tante" ucap Nidya memberitahu rencana mama serta calon mama mertuanya
"iya sayang" balas tante Mika dengan senyum tipisnya
"ya sudah, makasih ya sayang" tante mika memeluk Nidya sebelum pergi begitupun dengan Lucas
"sehat-sehat ya tan" ucap Lucas mengusap punggung tante mika
"iya Lucas" balas tante Mika
setelah mengetahui kebenaran kabar kehamilan tante Mika Nidya dan Lucas pun segera pamit pulang dari sana karena keadaan yang sudah makin malam "jam berapa nih mas" tanya Nidya
Lucas melirik jam tangannya "jam 8" balas Lucas
Nidya melirik lucas dengan wajah memelasnya "lapar mas" rengek Nidya
Lucas terkekeh dan mengusap kepala Nidya dengan sayang "mau makan apa sayang" tanya Lucas
__ADS_1
"pengen makan bakso yang di pinggir jalan itu" Nidya jadi bersemangat ingin makan bakso yang biasa mereka makan saat malam seperti ini
"ya sudah ayo" Lucas memutar kemudinya agar ke tempat penjual bakso langganan mereka
"jangan lupa kabarin orang rumah kalau kita mampir makan dulu, takut di cariin " ucap Lucas memperingatkan Nidya untuk mengabari orang rumah Nidya agar tidak cemas saat mendapati NIdya yang belum pulang ke rumah walaupun mereka tahu kalau Nidya pergi bersama dengan Lucas
"iya mas" Nidya ;angsung menelpon mamanya untuk mengabari kalau ingin mampir ke tempat bakso langganan Nidya yang mamanya tahu di mana dan tentu saja mama Lensi tidak keberatan sebab Nidya pergi bersama calon suaminya
"sudah sayang" tanya Lucas saat Nidya sudah mengakhiri panggilannya
"sudah mas, katanya gak masalah dan kalau kemaleman suruh pakai kunci cadangan yang Nidya punya saja" balas Nidya
Nidya dan Lucas makan bakso di salah satu pedagang pinggir jalan yang sudah menjadi langganan mereka selama beberapa tahun ini dan pedagang bakso itu sampai mengenal Lucas dan Nidya dengan baik
Setelah selesai makan Nidya dan Lucas memilih bersantai di salah satu rumah Lucas yang kebetulan tak jauh dari lapak penjual bakso itu sembari menunggu hujan yang tiba-tiba mengguyur cukup deras itu
aneh juga sebernya alasan lucas yang ingin menahan Nidya untuk tetap bersamanya dengan mentas namakan 'hujan' seba mereka kan pakai mobil jadi hujan tentu tak jadi masalah untuk mereka
"hujan deras itu bahaya sayang, licin dan mengurangi fokus penglihatan mas Lucas, lebih baik kita menunggu hujan reda toh kita sudah kabarin orang rumah ini" ucap Lucas yang sedang menenangkan kekasihnya karena terus merasa tidak enak sebab belum di rumah padahal mereka pergi sedari pagi dan ini sudah jam 11 malam
"iya sih mas" Nidya mengerucutkan bibirnya dan memeluk Lucas sambil memandangi langit yang sedang menurunkan berkah airnya melalui jendela kaca besar rumah Lucas itu
Lucas balas memeluk Nidya dan mengusap kepala Nidya dengan sayang sekedar mengurangi udara dingin yang terus menyeruak sebab hujan sudah turun sejak sejam lalu dan belum ada tanda-tanda untuk berhenti
"ngantuk mas" rengek Nidya menelusupakan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu
"sudah tidur saja, nanti kalau sudah reda mas bangunin untuk pulang ke rumah" balas Lucas
tak lama mengucapkan hal itu, Nidya langsung saja terlelap dalam pelukan Lucas sampai menimbulkan dengkuran halus dari bibir mungil Nidya membuat Lucas menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah teduh kekasih yang amat ia cintai itu "aku sangat mencintaimu sayang dan ingin selalu membahagiakan kamu" Lucas mengecup dalam kening Nidya dan terus mengusap lengan Nidya sekedar berbagi kehangatan untuk mengurangi dinginnya hujan malam itu
__ADS_1