
Kembali ke Inggris
Nidya menemani Aiden menghadiri sebuah pesta perayaan pertunangan salah satu sahabat baik Aiden "bisa gak sih mas gak terlalu erat peluknya" Nidya menyindir Aiden yang melingkarkan tangannya di pinggang cantik miliknya dengan begitu erat seolah dirinya akan langsung terlepas jika Aiden mengendurkan tangannya
"gak bisa, kakak gak mau ada yang lirik kamu terlalu berlebihan. Kalau kamu ada di dekat kakak terus, orang akan tahu kalau kamu hanya milik kakak dan gak ada yang akan berani mendekat" pungkas Aiden
Nidya hanya bisa memutar bola matanya malas akan tindakan suaminya "terserah kamu lah mas" Nidya pasrah saja toh walaupun cemburuan Aiden kadang berlebihan, Aiden tidak akan melakukan tindakan ekstrim pada pria yang mendekati dirinya jika tidak keterlaluan
Nidya dan Aiden berjalan ke langsung di mana pemeran utama dalam pesta pertunangan itu ada "selamat alex" Aiden memberikan selamat pada sahabatnya yang akhirnya bertunangan
"aku pikir akan lama untuk menuju ke sana tapi ternyata Arsy bisa membuat orang tuaku setuju tanpa melihat status keluarga kekasihku" jelas Alex
Alex bertunangan dengan Arsy salah satu teman sekantor Nidya. Awalnya keluarga Alex menentang keras hubungan Arsy karena Arsy hanya dari kalangan biasa saja tapi berkat kegigihan Arsy dan bantuan Alex kini hubungan Alex dan Arsy di restui oleh keluarga besar Alex
Alex melirik ke arah Nidya "Terima kasih loh kamu sudah jodohin kita dulu" ucap Alex dengan begitu tulus
"aku gak ngapa-ngapain kok kak, semua bisa terjadi kan karena kalian yang cocok satu sama lain saja" balas Nidya
"tetap saja kami berterima kasih untuk itu" tambah Arsy
Nidya dan Aiden memilih turun setelah memberi ucapan selamat pada Alex dan Arsy "kak laper" rengek Nidya
"ya sudah kakak ambilin makan ya, kamu tunggu di kursi dulu" titah Aiden
"iya kak" Nidya memilih duduk di salah kursi yang di siapkan sembari menunggu Aiden menghampirinya
Nidya terus memandangi Aiden yang sedang sibuk memilih makanan "kenapa suamiku makin terlihat tampan ya" gumam Nidya begitu takjub akan penampilan Aiden yang menurutnya makin tanpa setiap harinya
Aiden berjalan ke arah Nidya dengan membawa piring berisi banyak camilan pada Nidya "ini kakak bawain banyak buat kamu" Aiden menyerahkan piring berisi makanan ringan pada Nidya
"Terima kasih kak" Nidya makan begitu lahap sampai membuat Aiden heran
"kamu makannya banyak amat Nidya, tadi sebelum berangkat kan kita sudah makan" tanya Aiden begitu heran dengan nafsu makan Nidya
__ADS_1
"mas takut aku gendut ya" tanya Nidya dengan tatapan tajamnya
"ya enggak lah, mau kamu segendut apapun, kakak tetap cinta sama kamu" balas Aiden dengan begitu yakinnya
"cup" Nidya langsung mengecup bibir Aiden "Terima kasih ya kak, jadi gak takut lagi deh kalau Nidya jadi gendut soalnya akhir-akhir ini nafsu makan Nidya lagi bertambah dengan berkali-kali lipat" Nidya menatap lekat suaminya "bulan ini Nidya nambah 2 kg loh kak" ungkap Nidya akan perubahan berat badan Nidya
Aiden mengusap kepala Nidya "gak maslah kamu gendut, yang penting kamu bahagia sayang karena kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan terbesar kakak" balas Aiden membuat hati Nidya makin meleleh saja
"kenapa kakak jadi jago gombal gini sih" tanya Nidya dengan alisa bertaut
"bukan gombal tapi kenyataan sayang" pungkas Aiden
"terus saja rayu merayunya" cubit seseorang membuat atensi Aiden dan Nidya ke arah sumber suara
"biarin saja, kamu saja bermesraan tidak tahu tempat" sinis Aiden pada pria yang baru datang
wanita yang ada di sebelah pria itu pun jadi tak enak hati "saya sudah ngingetin dia tuan, tapi dianya tetap ngeyel dan gak mau dengerin saya" ungkap wanita tersebut
"hei jangan lupa aku sudah mau punya anak Nidya, kamu gak lihat perut kellin segede itu dan itu anak aku loh" ucap pria yang tak lain adalah Christian dan wanita hamil itu adalah Kellin
"gimana kabar kamu Kellin" Nidya mengusap perut buat Kellin yang kini sudah hamil empat bulan
Aiden melirik ke arah Aiden "perut Kellin segede itu, kalian masih belum mau nikah " tanya Aiden
"andai menikah bisa semudah seperti saat kamu menikah Aiden" sahut Christian dengan tatapan sinisnya
"hei! jangan bilang itu mudah ya" Aiden menatap suka ke arah Christian "bertahun-tahun aku di tolak, sampai di tinggal nikah tapi berkat kesabaran aku Nidya tetap jadi milikku" ucap Aiden membanggakan perjuangannya mendapatkan Nidya
"gak menikah juga gak papa tuan, kak Christian kan masih bertunangan dengan Angel, aku gak mau menyakiti hati wanita" sahut Kellin
Nidya mengusap punggung tangan Kellin "mau an banget sih kamu bagi cowo macam dia ke perempuan lain" heran Nidya
"ya mau gimana, aku hadir kan di saat dia akan bertunangan. Sudah untung loh angel gak nembak aku di tempat" balas Kellin dengan santainya
__ADS_1
Christian menatapa tajam ke arah Kellin "gak ada ya ceritanya dia nembak kamu, sebelum dia lakuin itu aku yang akan nembak dia duluan" tegas Christian
"come on kak, kamu tuh harusnya berterima kasih sama angel kalau dia mutusin pertunangan kalian kamu pikir keluargamu masih biarin aku hidup " kesal Kellin
Christian tidak bisa berkata apapun sebab apa yang di ucapkan Kellin adalah suatu kebenaran
"kamu berpikir dewasa sekali Kellin" bangga Nidya
"ini pengaruh anakku, makanya aku bisa seperti ini" balas Kellin dengan senyuman
"ah jadi laper lagi karena terharu dengan ucapan kamu" Nidya menoleh ke arah Aiden
"kak laper lagi" Nidya mengusap perutnya yang sedikit membuncit karena terlalu banyak makan
"ya ampun Nidya, kamu baru habisin satu piring camilan, nanti lagi lah nanti kamu sakit perut kebanyakan makan" Aiden tak habis pikir dengan Nidya yang masih ingin makan padahal dia makan begitu banyak tadi
mata Nidya berkaca-kaca " kata kakak gak papa aku gendut asal aku bahagia, tapi baru sebentar saja makan kakak sudah memarahiku " Nidya menundukkan wajahnya sedih
"hei bukan begitu" Aiden jadi panik saat melihat Nidya akan menangis
"kayanya kamu akan ngerasain apa yang aku rasain dulu deh" kekeh Christian
"maksud kamu" tanya Aiden pada Christian
"kamu ingat kan saat kamu ngeledek aku yang pusing saat Kellin hamil, nah ini yang aku rasain, minta jangan di lakuin tapi nangis gak jelas" jelas Christian yang langsung di hadiahi tatapan tajam oleh Kellin
"oh jadi kakak pusing ngadepin ngidam aku, ini anak kakak loh kalau bukan karena kakak emang aku bisa hamil kaya sekarang hah" kesal Kellin
"nah kan, baru juga di omong" Christian menoleh ke arah Aiden "mau rayu ibu negara dulu ya" Christian membawa Kellin pergi dari sana agar lebih mudah untuk merayu kekasih sekaligus ibu dari anaknya itu
Aiden dan Nidya saling pandang "apa iya mas aku hamil" Nidya masih tak percaya akan itu, karena dulu saat kehamilannua yang pertama, Nidya tidak punya nafsu makan sama sekali dan hanya terus memaksakannya saja tapi ini ia begitu lahap makan
"kita periksakan saja" ajak Aiden meninggalkan acara pesta agar bisa segera ke rumah sakit
__ADS_1