You Are My Regret

You Are My Regret
Ini aku yang sebenarnya


__ADS_3

Jay menatap tak percaya ke arah istrinya yang ternyata punya sisi menakutkan dan belum pernah ia lihat sebelumnya  “kau orang yang seperti ini Qiran” Tanya Jay dengan wajah gugupnya


Jay tak menyangka bahwa ia belum mengenal istrinya dengan baik padahal dia sudah mengenal Qiran lebih dari separuh hidupnya


Ada rasa ragu menunjukan sisi negatifnya di depan Jay tapi tak mungkin ia akan menutupi sisi gelap di hidupnya selama ini. Tahu keburukan kita dari orang lain lebih lah menyakitkan dari pada berani mengutarakannya sendiri jadilah Qiran berani mengungkapkan sisi buruknya toh ia yakin suaminya mencintainya dengan begitu besar dan tak akan melukainya “dari dulu aku seperti ini Jay, kau saja yang tidak tahu sisiku yang seperti ini ” balas Qiran


Jay mendekat ke arah Qiran dengan tatapan yang sulit untuk di artikan  “apa ini yang menyebabkanmu mengalami  insomnia dulu” Jay memang tahu Qiran yang mengalami insomnia sejak lama tapi ia pikir itu ulah daddy attaf yang selalu menekan Qiran untuk jadi seseorang yang ia harapkan padahal nyatanya bukan itu penyebab utamanya


“iya, ini salah satunya” balas Qiran dengan jujur


“kau pernah membunuh dengan tanganmu sendiri” Tanya Jay dengan jantung yang begitu berdebar kuat takut akan kenyataan yang mungkin begitu menakutkan untuknya


Qiran menoleh ke arah Jay dengan tatapan datar  “pernah” balas Qiran


Jay membulatkan matanya mendengar satu kata kejujuran perbuatan gelap sang istri “kenapa kau tidak pernah memberitahuku” Tanya jay


Mata Qiran berkaca-kaca menatap Jay suaminya, tiba-tiba saja rasa takut itu muncul tatkala melihat raut wajah suaminya yang begitu terkejut dan takut akan dirinya yang pernah membunuh dengan tangannya sendiri “aku takut kau meninggalkanku Jay, aku takut kamu jijik denganku karena aku sudah menghilangkan nyawa orang lain tanpa rasa bersalah ” jelas Qiran menundukan kepalanya tak mampu menatap wajah Jay


Jay menangkup kedua tangan Qiran dengan erat “aku mencintaimu dengan segala apapun yang ada pada dirimu sayang, aku mungkin terkejut mendengar kenyataan ini tapi itu tidak akan mengubah rasa cintaku padamu” ungkap Jay tulus dari dasar hatinya yang begitu mencintai satu wanita dan itu hanyakah Qiran seorang, cinta pertama sekaligus cinta terakhirnya


Qiran tersenyum simpul mendengar perkataan Jay yang mengatakan cinta padanya setelah tahu sisi buruk yang ia coba sembunyikan selama ini “kau tahu kenapa aku tidak pernah mau datang ke psikiater” Tanya Qiran


Jay menggelengkan kepalanya “tidak tahu” balas jay

__ADS_1


“itu karena aku sama sekali tidak menyesali membunuh seseorang yang ingin aku bunuh saat itu, aku menikmatinya saat orang itu menjerit kesakitan saat aku mencabut nyawanya dengan tanganku” ucap Qiran membayangkan saat dulu dia pernah membunuh orang yang benar-benar menguji kesabarannya dan mencoba menyakitinya saat dia pernah hampir di culik oleh seseorang karena lepas dari pengawasan pengawal yang di siapkan oleh daddy attaf untuk melindunginya


“terus kenapa kamu malah mengalami insomnia parah” Tentu jay tak mengerti kenapa Qian tidak bisa tidur padahal Qiran bilang tidak menyesali perbuatannya saat membunuh seseorang


“itu terjadi semenjak aku punya perasaan padamu, aku takut kamu tahu aku yang seperti ini dan akan  meninggalkanku ” ungkap qiran dengan deraian air mata menyampaiakan  ketakutanya yang membuatnya kesulitan tidur dulu dan hanya bersama Jay lah ia bisa tidur nyenyak karena ia yakin prianya tak akan meninggalkannya dan memberikan rasa aman untuknya


Jay tak menyangka sebesar itu rasa cinta Qiran untuknya padahal ia sempat berpikir kalau Qiran dulu tidak mencintainya “memang kapan kamu pertama kali membunuh” Tanya Jay penasaran kapan Qiran pertama kali membunuh


“saat usiaku 14 tahun, 1 tahun sebelum kita bertemu” balas qiran dengan jujur


jay begitu kaget bahwa Qiran yang masih muda sanggup membunuh seseorang “orang tuamu tau itu” Tanya Jay


“hanya daddy dan uncle Askar yang tahu masalahku” balas qiran


“iya, aku terlalu takut kehilanganmu jay jika sampai kamu tau aku yang sebenarnya” balas qiran


Jay menyunggingkan senyumnya tatkala istrinya berkata jujur padanya “berarti  kau jauh lebih mencintaiku ketimbang aku” kekeh jay merasa bangga rasa cinta istrinya ternyata jauh lebih besar darinya walaupun ia juga sangat-sangat mencintai Qiran


"tentu saja, kau tak tahu dulu aku selalu melihatmu dari jauh tapi terlalu takut bertemu denganmu karena takut melukaimu lagi" ungkap Qiran


"terima kasih sayang sudah memberikan cinta yang begitu besar untukku" Jay menghambur memeluk QIran dengan erat


“kau tidak jijik denganku jay” Tanya Qiran tak menyangka akan reaksi Jay setelah ia jujur dengan sisi buruknya

__ADS_1


“tentu tidak sayang, kan aku sudah bilang kalau aku mencintaimu apapun yang ada pada dirimu, dan pasti kau membunuh seseorang karena mempunyai alasan tersendiri dan bukan hanya ingin membunuh bukan" balas jay


"Tentu tidak Jay, aku hanya membunuh orang yang berani mengusikku atau orang-orang yang ada di sekitarku, aku tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah" jelas Qiran


"asal tidak membunuh sembarangan itu sudah cukup sayang, rasa cintaku padamu tidak akan hilang hanya karena hal seperti ini karena kau adalah hidupku sayang jadi bagaimana aku tidak mencintai hidupku" balas Jay


Qiran mengeratkan pelukannya pada jay “terima kasih Jay, terima kasih terus mencintaiku dengan segala kekuranganku” ucap Qiran penuh rasa syukur karena suaminya mencintainya begitu besar dan menerima dirinya apa adanya


“boleh tidak aku di kasih bonus karena terus mencintaimu” Tanya Jay


Qiran mengurai pelukannya mengernyitkan dahinya memandangi wajah suaminya dengan tatapan bingung “bonus apa? masa mencintai perlu dapat bonus” Tanya Qiran tak mengerti dengan maksud Jay


Jay mendekatkan wajahnya di telinga Qiran “kita bikin adiknya lucas” ajak Jay langsung membopong tubuh Qiran masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di ruangan Jay


Qiran reflek mengalungkan tangannya di leher Jay "Lucas masih nonton TV jay" tukas Qiran


"biarin saja kan ada susternya, biar nanti dia yang urus Lucas. Anak kita bukan anak yang harus kita temani 24 Jam saat dia tahu kita ada di rumah walaupun kita di dalam kamar saja dia tidak akan mempermasalahkannya" balas Jay


"tapi sayang..." Qiran merasa tidak baik meninggalkan Lucas untuk bermesraan dengan Jay


"ayolah sayang, suamimu ini juga butuh kamu, seharian ini kan Lucas menguasaimu jadi biarkan malam ini suamimu yang menguasaimu" ucap Jay


Qiran tersenyum manis padaa Jay tak ingin membuat Jay merasa sedih "baiklah, malam ini aku milikmu sepenuhnya" Qiran mengecup pipi Jay dengan gemas

__ADS_1


dengan langkah lebar, Jay membawa Qiran ke dalam kemar mereka yang ada di lantai dua rumahnya


__ADS_2