
Jay memulai syuting dramanya
dengan selalu di temani qiran. Ya sekarang jay dan qiran sudah mulai go public dan tak canggung lagi jika kebersamaan mereka di sirit paparazi
Qiran sudah tak perduli dengan anggapan daddy attaf perihal hubungannya dengan Jay.
Kini qiran sudah yakin bisa
menghadapi daddy attaf karena apa yang di takutinya selama ini tentang Jay ternyata tidak benar. dan ternyata jay sudah mengetahuinya tanpa daddy attaf yang berucap
“biasanya syuting ini sampai selesai episode terakhir, lama gak?” Tanya qiran
“emmmm tergantung, kalau lancar sih... dua sampai tiga bulan juga selesai, karena ini kan Cuma 16 Episode, tapi kalau ada kendala yang mungkin lebih lama dari itu” balas Jay
Jay meletakkan scripnya dan
menarik qiran dalam pelukannya “kenapa kamu Tanya itu” jay penasaran kenapa qiran
bertanya jadwal syutingnya bukankah setidaknya ia tahu jadwal syuting yang
selama ini di laksanakan karena qiran adalah penulisnya
“aku sudah nanya sama robin,
kalau kamu ambil rehat sebentar setelah selesai syuting ini, jadi aku ingin ajak kamu jalan-jalan” balas qiran
“jalan kemana nih” Tanya Jay semangat
“belum aku putuskan, baru
berencana saja” balas qiran
“ya sudah, nanti setelah selesai
syuting dan ada jeda sebelum promo drama ini, kita jalan-jalan” putus Jay
“terima kasih” qiran mengecup
pipi Jay
Jay memicingkan matanya ke arah qiran
“kalau gak sibuk, sudah aku terkam kamu” jay membuat pose seperti singa yang akan menerkam qiran
Qiran hanya terkekeh melihat
tingkah Jay
***
Mommy asmira bersiap akan pergi
ke rumah nenek alaya, setidaknya saat di sana, daddy attaf tidak akan banyak bertingkah karena masih sangat segan dengan nenek alaya
Mommy asmira memilih terbang
dengan penerbangan komersil tanpa mengabari daddy attaf karena dirinya kesal perihal masih di curigai saja padahal kejadian itu terjadi jauh sebelum dirinya Hamil qiran, dan ini sudah berjalan hampir tiga puluh tahun tapi masih saja daddy attaf cemburu
padahal kurang apa mommy asmira mendampingi daddy attaf dan selalu mentolerir sikap angkuh dan dan keras kepala suaminya
***
__ADS_1
“mah” panggil mommy asmira
memasuki rumah uncle akhtar mencari keberadaan nenek alaya sembari menarik kopernya
Nenek alaya menautkan kedua
alisnya saat melihat mommy asmira yang datang tanpa kabar “kamu ke sini? kok gak ngabarin mama biar nyuruh orang jemput kamu” nenek alaya memindai belakang punggung mommy asmira “kamu datang sendiri?” Tanya nenek alaya
“iya mah, aku lagi sebel sama
daddy nya qiran” ungkap mommy asmira memeluk sang ibu mertua tanpa canggung menceritakan pertengkarannya dengan suami pada ibu dari suaminya
“kenapa lagi” nenek alaya
mengajak mommy asmira duduk di sofa
“dia masih cemburu sama pria yang dulu dekat dengan aku dulu itu mah” adu mommy asmira
nenek alaya tahu masa lalu anak dan menantunya yang sempat terjadi prahara karena mereka menikah tanpa mengenal satu sama lain. nenek alaya juga tahu dulu daddy attaf pernah dekat dengan seorang wanita dan ada seorang pria yang mencoba mendekati menantunya itu
Nenek alaya menepuk pelan
punggung tangan mommy asmira “ya sudah kamu tinggal di sini saja, sesekali memang suami kamu harus di kasih pelajaran biar gak selalu ngutamain egonya”
ucap nenek alaya
Mommy asmira memeluk nenek alaya “makasih ya mah, sudah ngertiin asmira” ucap mommy asmira merasa begitu beruntung memiliki mertua yang begitu pengertian
Nenek alaya mengusap lembut
punggung mommy asmira “tentu saja, kamu tuh sudah mama anggap sebagai anak mama
sendiri, jadi mama akan bersikap netral pada kalian” balas nenek alaya
nenek alaya mengurai pelukannya pada mommy asmira
“sekarang qiran sudah balikan
dengan Jay” ucap nenek alaya dengan senyum mengembang
“oh ya, dia sudah berani
mengungkapkan perasaannya” balas mommy asmira ikut merasa bahagia
“iya, dan ternyata jay juga sudah
tahu siapa ayah kandungnya dan alasan utama attaf gak setuju dengan hubungannya dengan
qiran” jelas nenek alaya
mommy asmira tentu mengenal baik siapa ayha kandung jay. seseorang yang dulu begitu baik dan sangat menghargai mommy asmirah “mereka berdua memang sama-sama keras mah, selalu mengutamakan egonya. Kemarin asmira sempat takut dengan qiran
yang memilih tinggal di Indonesia dan jauh dari kami orang tuanya tapi ternyata tanpa bantuan kami pun dia bisa membangun bisnisnya sendiri” ucap mommy asmira menyampaikan secuil ketakutannya saat qiran memutuskan kontak dengan dirinya dan daddy attaf
“asmira harap dengan bantuan
asmira untuk qiran, itu bisa jadi pegangan untuk melawan daddy nya dan daddy qiran akan menyerah melawan anaknya” ucap mommy asmira penuh Harap
Nenek alaya menatap sendu mommy asmira “kamu pasti sedih melihat dua orang yang kamu sayangi saling pasang urat begitu” Tanya nenek alaya
“sedih sih mah, tapi biar ini
__ADS_1
jadi pembelajaran mereka. Dan semoga mereka segera sadar untuk menurunkan ego
masing-masing” ungkap mommy asmira
***
Uncle akhtar berjalan masuk ke
dalam rumah dan menghampiri nenek alaya yang sudah duduk di meja kursi meja makan “malam
mom, maaf aku pulang sedikit telat” ucap uncle akhtar mengecup pipi nenek alaya
“gak telat kok sayang, kita belum
mulai makan” balas nenek alaya
“kami…” uncle akhtar melihat
jenis masakan yang ada di meja makan, dan tahu betul masakan siapa itu
“kakak di sini?” tebak uncle
akhtar
“iya kakak lagi kabur ke sini”
sahut mommy asmira sembari membawa mangkuk soup ke meja makan
Uncle akhtar memeluk mommy asmira “kakak kapan datang” Tanya uncle akhtar
“tadi sore sampai” balas mommy
asmira
Uncle akhtar duduk di meja makan
begitupun mommy asmira “kabur kenapa? Kakak lagi berantem sama kak attaf?” Tanya uncle akhtar
“biasalah, namanya suami istri
kadang ada kalanya berdebat kecil” balas mommy asmira
“tapi biasanya kakak gak sampai
kabur, kalau gini pasti dia lagi marah-marah sama pelayan di rumah” kekeh uncle akhtar membayangkan daddy attaf yang sedang marah-marah karena tak ada mommy asmira di sampingnya
Dan benar saja, di belahan Negara
lain daddy attaf sedang marah-marah tak jelas karena istrinya tak ada di sampingnya
“masa bikin makanan begitu saja gak pecus sih” kesal daddy attaf melempar piring berisi makanan yang di buat koki di rumahnya
“maaf tuan, kami sudah membuat
seperti resep yang di berikan nyonya” balas mark pengurus rumah daddy attaf mewakili koki pribadi keluarga daddy attaf untuk berbicara
“tetap beda” kesal daddy attaf
“maaf tuan, kami akan membuat
ulang” balas mark membungkukan tubuhnya
__ADS_1
“sudah gak usah, gak akan ada yang bisa membuat makanan itu seenak masakan istriku” daddy attaf melangkah pergi dan melewatkan sarapannya karena masakan koki di rumahnya tak sesenak masakan mommy asmira