
Lucas mengantar Nidya sekitar jam 7 pagi, Lucas memohon maaf karena telat mengantar pulang Nidya sebab mereka tertidur saat menunggu hujan reda dan tentu itu membuat Ayah tara murka akan anak gadisnya yang di bawa menginap oleh pria yang bukan suaminya walaupun jelas ayah tara tahu Lucas adalah calon suami putrinya
"percepat saja pernikahan mereka" tukas ayah tara yang kesal menatap Lucas yang sedang berlutut bersama Nidya di hadapan mama Lensi dan juga ayah tara
"ayah.. " mama lensi mengguncang lengan suaminya agar merubah keputusannya
ayah tara menatap tajam istrinya "ini anak gadis kita di bawa menginap di luar loh mah" tukas tara dengan emosi menggunung
"tapi kita gak ngapa-ngapain yah" sahut Nidya
"diam" tunjuk ayah tara
ayah tara menunjuk Lucas dengan tatapan tajamnya "bilang sama orang tua kamu percepat pernikahan kalian, kalau bisa minggu ini" ucap ayah tara dengan tegasnya
"baik yah" balas Lucas tanpa banyak berpikir
sekuat tenaga Lucas menahan wajah datarnya agar orang di Sana tak tahu kalau ia begitu bahagia bisa mempercepat pernikahannya dengan Nidya tanpa di halangin lagi oleh keluarga besar mereka
mama lensi hanya bisa berdecak melihat raut wajah Lucas yang ia tahu sedang menahan tawanya karena bisa menikah dengan Nidya dengan cepat
***
Reagen berjalan ke sebuah rumah dengan dua lantai, rumah besar tapi tak sebesar rumahnya yang berada di Inggris
"ting tong" reagen memencet bel rumah itu menunggu sangat pemilik rumah keluar untuk membukakan pintu
"ceklek" seorang wanita paruh baya keluar dari sana "dengan siapa ya" tanya wanita paruh baya tersebut
__ADS_1
"pak Randi ada" tanya Reagen
"ada tuan, silahkan masuk tuan" ucap wanita paruh baya yang ternyata adalah pekerja di rumah Randi, suami dari ibu kandungnya itu
Reagen berjalan ke arah sofa ruang tamu dan menunggu Randi di sana dengan santai
"kamu" seru tuan Randi tekejut dengan kehadiran Reagen di sana
reagen yang mendengar suara tain Randi langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Randi sambil menenteng sebuah map yang ia bawa dari tadi "saya mau, semua uang yang di keluarkan perusahaan ku atas nama anak anda harus kembali dalam waktu 1 minggu kalau tidak aku akan menempuh jalur hukum" ucap Reagen tanpa basa basi sama sekali
Randi membuka map yang di berikan reagen langsung membelalakkan matanya lebar tatkala melihat nominal yang tertera di sana "uang apa ini, kenapa kamu menagihnya dari anakku" tanya Randi dengan tatapan bingungnya
"tanyakan saja pada istri dan anak anda yang berani merongrong uang perusahaan yang jelas kakek berikan untukku bukan untuk anakmu itu" Reagen tak mau berbasa-basi untuk menjelaskan dan memilih pergi dari sana
toh di berkas itu tertera jelas kapan dan tanda tangan siapa di sana saat uang itu keluar dari perusahaan kakeknya
kevin melirik sekilas dan tersenyum simpul "wah, sekarang dia berani minta uang yang di kasih" cibir kevin
tuan Randy menatap tajam puteranya itu "jadi kamu ngambil uang Brianna" tanya tuan Randy tak percaya
"dari dulu juga begitu" balas kevin dengan santainya
"PLAK" tamparan keras langsung mendarat di pipi kevin
"berani-beraninya kamu ambil uang Brianna hah! " bentak ayah Randy
kevin memegang pipinya "kenapa" kevin menatap tajam ayahnya " memangnya kenapa kalau istri ayah memberikan uang untuk kita hah! " balas kevin berteriak ke arah ayahnya
__ADS_1
tuan Randy menatap tajam ke arah kevin "itu adalah uang Brianna, dan kamu tidak ada sangkut pautnya untuk mengambil uang istri ayah" tukas tuan Randy penuh amarah
"lagian kenapa memangnya kalau wanita itu bantu perusahaan kita hah" Riska menyela ucapan suaminya
tuan Randy menunjuk ke arah Riska dengan tatapan nyalang "dia gak pantes mengeluarkan sepeserpun uangnya untuk kita, karena untuk membesarkan anak-anak ku dia tidak pernah meminta uangku sepeserpun tidak sepertimu" ucap tuan Randy dengan suara lantang
"salah sendiri dia mau menikah dengan ayah" balas Riska dengan entengnya
"cukup ya mah, selama ini aku diam karena mengingat pesan mendiang ayahku kalau tidak pasti aku ceraikan kamu dari dulu, karena jelas kamu tahu Brianna yang aku cintai dari dulu dan aku bertahan denganmu hanya karena janjiku saja" tukas tuan Randy yang sudah sangat kesal
kevin yang tak tahu hal ini menoleh ke arah mamanya , kevin pikir bahwa ayahnya sangat mencintai mamanya tapi karena ada Brianna yang datang menggodanya maka ayahnya sudah tidak cinta lagi pada mamanya itu
"apa maksud ayah" tanya kevin dengan bingung
"sebenarnya ayah malas bicarakan ini ke kamu karena tak ingin kamu bersedih karena harus berbagi kasih sayang ayah dengan keluarga ayah yang lain tapi ternyata ayah salah untuk ini"
tuan Randy menunjuk ke arah Riska "ayah nikahin mama kamu dulu karena mama kamu jebak ayah untuk tidur dengan dia dan akhirnya ada kamu karena kejadian itu
padahal jelas dia tahu betul kalau wanita yang ayah cintai dari dulu sampai sekarang adalah Brianna dan tak ada yang lain tapi dia memanfaatkan kakek kamu untuk mengancam ayah, hal yang tidak bisa ayah bantah dari dulu" tuan Randy melirik ke arah kevin dengan tatapan tajamnya
"kalau bukan karena Brianna yang meminta untuk tidak melanggar janji ayah pada mendiang kakek kamu, pasti ayah akan menceraikan mama kamu semenjak dulu tapi dengan kebesaran hatinya Brianna rela berbagi suami dengan wanita gila harta itu,
bahkan waktu ayah jauh lebih banyak ke keluarga ini ketimbang dengan istri yang ayah cintai dan kedua anakku yang jelas lahir dari cinta bukan dari hasil jebakan"
tuan Randy menghela nafas kasar "kalau dia tidak meminta ayah untuk mengutamakan keluarga ini, malas ayah pulang ke rumah ini, jelas ayah lebih memilih tinggal di rumah sederhana di mana ada orang yang kita cintai di banding bersama orang-orang yang selalu menuntut tanpa mau memberi" tuan Randy menunjuk ke arah map yang sempat ia lemparkan pada Kevin "pikirkan cara menggantikan uang itu sendiri, ayah gak mau ikut campur" tukas tuan Randy dengan suara penuh penekanan
Tuan Randy melirik ke arah Riska "bagaimana bisa kamu mengambil. uang Brianna Riska, padahal Brianna membesarkan kedua anakku tanpa menerima sepeserpun uangku, dia selalu bilang jatah uangnya untuk bantu perusahaan saja, padahal berkali-kali perusahaan pailit karena uangnya di ambil kamu untuk foya-foya" tuan Randy meninggalkan anak dan istrinya yang masih diam mematung akan kemarahan tuan Randy yang meledak padahal biasanya juga tuan Randy tak begitu menanggapi ulah mereka
__ADS_1
sungguh ketidaktegasan pasti akan membawa dampak tak baik