You Are My Regret

You Are My Regret
Pisah


__ADS_3

jay tersenyum hangat saat melihat qiran yang datang "sayang" jay langsung menghambur memeluk qiran erat. kejadian tadi membuatnya cukup lelah dan dia bersyukur bisa melihat qiran dan sedikit mengurangi beban beratnya


"hiks hiks hiks" qiran langsung terisak memeluk erat jay


"maafkan aku jay" tangis qiran pecah saat berada dalam pelukan jay


"tenang sayang" jay membawa tubuh qiran masuk ke dalam apartemen dan membawanya duduk di sofa


jay mengusap pipi qiran "jangan menangis sayang" pinta jay


"sudah aku bilang jay, jangan bertahan lari saja. kenapa memepersulit hidupmu hah!" teriak qiran


"itu karena aku mencintaimu qiran" jay menggenggam tangan qiran erat


"tapi aku tidak mencintaimu jay" balas qiran dengan berat hati


sebenarnya qiran sudah mulai sadar begitu mencintai jay tapi dia tak ingin terus melukai jay karena perbuatan orang tuanya yang ingin memisahkan dirinya dengan jay


jay memicingkan matanya ke arah qiran "bagiamana bisa kamu masih bilang tidak mencintaiku setelah apa yang kita lewati hah?" kesal jay melempar tangan qiran


jay pikir setelah berhubungan intim dengan qiran dan qiran yang menikmatinya pasti qiran sudah jatuh hati padanya tapi lagi-lagi qiran menjatuhkannya ke dasar jurang


qiran kembali meraih tangan jay "dengar jay, daddy bilang akan melepaskanmu jika kita pisah jadi kamu bisa kembali bekerja lagi besok" ucap qiran meminta berpisah agar jay bisa kembali bekerja


"kau mau putus denganku?" tanya jay tak percaya


"ini jalan terbaik jay" balas qiran


"bagaimana bisa kau tak mau memperjuangkan hubungan kita qiran"kesal jay


"coba realistis jay!" teriak qiran


"mana bisa kamu ngelawan daddy aku, kalau sampai karirmu hancur, bagaimana bisa kamu menghidupi dirimu hah" teriak qiran


jay menatap nanar qiran "ah jadi kau juga merendahkanku dan tak percaya padaku" ucap jay menundukan wajahnya

__ADS_1


"bukan begitu jay, aku hanya" sahut qiran merasa salah bicara dan menyinggung perasaan jay


jay terkekeh mengingat ucapan daddy attaf yang akan menjodohkan qiran dengan pria pilihannya "ah mungkin ucapan daddy kamu benar kalau kamu setuju untuk di jodohkan" qiran menggelengkan kepalanya menolak asumsi jay terhadapnya "dengan tara?" tanya jay


qiran menatap tak percaya jay membawa tara ke dalam permasalahan mereka "aku tak ada apapun dengan tara jay, kenapa kamu jadi bawa-bawa tara" balas qiran


"aku tahu aku hanya orang rendahan yang bermimpi untuk jadi kekasihmu" jay makin terisak " aku tahu mimpiku terlalu besar untuk mendapat balasan cinta darimu" jay menangkup wajahnya dan terisak di sana


qiran ingin meraih tangan jay, tapi ucapan demi ucapan anacaman daddy attaf kembali terngiang di kepala qiran


"aku datang hanya bilang kita putus, aku sudah menyelesaikan sidang tesisku dan akan kembali ke korea minggu depan. jadi lupakan aku" qiran bergegas pergi meninggalkan apartemen jay dengan setengah berlari meninggalkan jay yang masih terisak


***


qiran mengingat perdebatan dengan ayahnya sesaat sebelum ia pergi ke apartemen jay


***


"daddy gak main-main qiran, kembali kamu sama dia akan daddy hancurkan dia" daddy attaf menatap penuh merendahkan pada qiran "mana bisa kamu melindungi dia dengan kemampuan sekarang" ucap daddy attaf merendahkan kemampuan anaknya yang mana mungkin melawan dirinya


"saat aku memutuskan hubunganku dengannya aku juga akan memutuskan hubungan dengan daddy" ucap qiran dengan lantang


"apa maksud kamu hah?" tanya daddy attaf dengan nada naik beberapa oktaf


"berani ayah mendekat atau mengusiknya saat kami sudah berpisah, daddy akan lihat mayatku!" ancam qiran pada daddy attaf dengan kesungguhan kuat di setiap tatapan matanya "aku gak main-main dad!" teriak qiran


"qiran!" teriak nenek alaya, uncle akhtar dan mommy asmita serempak


bagaimana qiran mengancam daddy attaf dengan taruhan nyawanya. tapi yang mengenal sifat keras qiran pasti bisa melihat qiran tak main-main dengan ucapannya dan tak ada yang akan bisa mengubah pikirannya


qiran tak memperdulikan keluarganya dan langsung bergegas menemui jay untuk memutuskan hubungannya dengan Jay sesuai keinginan orang tuanya


qiran berjalan sepanjang jalan dengan terisak "maafkan aku jay, maaf " qiran terus menangis sepanjang jalan


qiran memutuskan menginap di hotel dan mengabari uncle akhtar perihal dirinya yang menginap di hotel dan tak ingin bertemu daddy attaf

__ADS_1


"ya sudah sayang, baik-baik saja di sana, nanti uncle kabari kalau daddy kamu pergi" uncle akhtar  mengakhir panggilannya dengan qiran


"qiran di mana tar?" tanya mommy asmita menghampiri uncle akhtar


"dia nginap di hotel kak " uncle akhtar menatap tajam daddy attaf "dia malas ketemu daddy nya yang menyebalkan" ucap uncle akhtar


daddy attaf menatap tajam uncle akhtar "aku mau yang terbaik untuk anakku akhtar, kau gak tahu karena kamu belum punya anak" ucap daddy attaf dengan tatapan tajam


uncle akhtar terkekeh "aku menganggap qiran seperti anakku, aku menyayanginya. aku kenal jay dengan baik makanya aku percaya dia bisa membahagiakan qiran" ucap uncle akhtar


"dia hanya dari kalangan bawah dan orang miskin" teriak daddy attaf


"emang picik pikiran kakak! percuma punya harta banyak tapi otak gak di pake!" umpat uncle akhtar bergegas meninggalkan ruang keluarga


dirinya lelah berdebat dengan sang kakak yang keras kepala dan tak bisa di nasehati


nenek alaya menatap kecewa daddy attaf "kali ini mama gak akan bantu kamu untuk menasehati qiran, mama kecewa dengan pola pikir kamu" nenek alaya meninggalkan daddy attaf untuk menuju kamarnya


daddy attaf jadi kesal dengan reaksi keluarganya "apa bagusnya si cecunguk itu sampai mereka membelanya seperti itu" kesal daddy attaf


"sepertinya kali ini kita akan jauh dari putri kita dad" ungkap mommy asmita yang merasakan kekecewaan besar di mata qiran


mommy asmita tentu sangat mengenal bagaimana sifat anaknya yang menyerupai suaminya, dan dia bisa kehilangan qiran karena sifat keras suaminya


"kamu gak dukung daddy?" tanya daddy attaf


mommy asmita menggelengkan kepalanya "harta kita juga banyak dad, tanpa uang pasangannya kita masih bisa memberikan kehidupan yang baik untuk qiran dad. dan qiran bukan anak yang tak bisa mencari nafkah sendiri" ucap mommy asmita tahu betul kemampuan anaknya


"oh kamu bela anak kamu itu " kesal daddy attaf


mommy asmita menatap tak suka daddy attaf "mommy gak akan maafin daddy kalau qiran gak mau bicara lagi sama mommy. dan kalau sampai qiran melakukan ancamannya, mommy gak akan bicara dengan daddy seumur hidup" mommy asmita berjalan masuk ke dalam kamar nya


daddy attaf hanya terus mengumpat dan menggusar rambutnya dengan kasar


hanya dua orang yang selalu membuatnya kalah berdebat yang pertama adiknya dan kedua adalah anak kandung. dan anak kandungnya yang paling membuatnya tak berdaya

__ADS_1


__ADS_2