
Edeline yang sudah tidak punya tujuan dengan terpaksa mengikuti Jonathan untuk pulang karena tidak mungkin dia tidur di jalanan
"ceklek" Jonathan membuka pintu rumahnya
"silahkan masuk ke rumah kita" ajak Jonathan pada Edeline dengan bahasa sebagai seorang suami walaupun jelas Edeline belum bisa menerima Jonathan sebagai seorang suami
Edeline memindai setiap sudut rumah Jonathan "rumah om jo kecil sekali" Edeline tidak menyangka bahwa rumah Jonathan begitu kecil menurutnya padahal Edeline tahu gaji karyawan di perusahaan orang tuanya tidaklah kecil apalagi yang ia tahu Jonathan menjabat sebagai CEO di perusahaan orang tuanya semenjak ia belum di lahirkan dab baru berpindah alih saat kakaknya menjabat CEO dan kini Jonathan memimpin anak perusahaan keluarganya yang lain
sebenarnya rumah Jonathan bukan terlalu kecil jika untuk orang biasa cuma rumahnya memang cukup minimalis jika menggunakan bahasa halusnya , Rumah yang terdapat dua kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, ruang kerja pribadi jonathan dan sebuah dapur bersih namun halaman belakang rumah Jonathan cukuplah besar tidak sebesar halaman depan rumahnya maka dari itu mungkin menurut Edeline itu kecil karena Edeline baru melihat rumah tampilan depan saja
jika untuk pengantin baru sebenarnya masihlah cukup bagus tapi karena Edeline yang biasa di besarkan dalam lingkup kehidupan mewah membuatnya tidak pernah tinggal di rumah sederhana seperti di rumah Jonathan
Jonathan bukannya tidak sanggup melengkapi Rumahnya menjadi lebih baik lagi tapi malas saja sebab dia hanya tinggal seorang diri dan paling berdua jika sedang liburan sekolah sebab ara setiap liburan sekolah pasti akan memilih tinggal bersamanya sebab waktunya lebih banyak di habiskan bersama mommy nya jadi ara tetap rutin berkunjung ke tempat Jonathan agar Jonathan tidak merasa sendirian
Jonathan menghela nafas kasar "om bukan seperti kamu yang lahir dari keluarga kaya, om hanya seorang anak yatim piatu yang cukup beruntung bisa memimpin salah satu perusahaan orang tuamu" Jonathan memilih duduk bersandarkan badan sofa di ruang keluarga karena hari ini ia merasa sangat lelah sebab sempat mengikuti Edeline yang muter-muter meminta bantuan pada orang-orang walaupun berakhir di abaikan dan tentu itu perbuatan Jay, orang tua Edeline yang ingin memberi pelajaran keras untuk Edeline
Edeline duduk di samping Jonathan "tapi aku tahu betul gaji om cukup besar jadi harusnya bisa dong beli rumah yang jauh lebih besar dari ini" ucap Edeline dengan santainya
"memang bisa tapi uang yang biasanya om hasilkan sudah om sumbangkan ke panti asuhan jadi ini rumah yang sanggup om beli" jelas Jonathan menyampaikan suatu kenyataan walaupun tidak secara keseluruhan
Edeline kembali memindai rumah Jonathan "jadi aku akan tinggal di sini" Edeline bergidik ngeri membayangkan tinggal di rumah sekecil ini dalam jangka waktu cukup lama dan entah sampai kapan
Jonathan menoleh ke arah Edeline "kalau tidak Terima tinggal di sini silahkan pergi, om gak maksa kamu tinggal di sini" balas Jonathan dengan santainya karena memang Daddy Jay tidak memaksakan Jonathan untuk memaksa Edeline tinggal bersamanya, Daddy Jay hanya meminta menikahi Edeline dan tanggung jawab untuk mengurus Edeline di berikan sepenuhnya pada Jonathan dan Daddy Jay berjanji tidak akan ikut campur hal itu
__ADS_1
"heekh" Edeline membuang mukanya dengan kasar karena ia merasa di abaikan
sadar tidak ada yang bisa ia lakukan karena Daddy Jay benar-benar menutup akses bantuan keluarga besarnya dengan terpaksa Edeline akan menerima tinggal di rumah Jonathan saja
Edeline melirik ke arah kamar yang saling berhadapan antara di depan dan di belakangnya "terus aku tidur di mana om" tanya Edeline
Jonathan menunjuk ke arah kamar yang ada di depannya "di situ" tunjuk Jonathan
"terus kamar om di sana" tunjuk Edeline pada pintu kamar di belakangnya
"bukan, kamar om di sana juga" tunjuk Jonathan pada kamar yang sempat di tunjuk Jonathan sebagai kamar edeline
Edeline membelalakan matanya lebar "kita sekamar" tanya Edeline
"tentu saja, kita kan sudah menikah" balas Jonathan dengan santainya
"itu kamar ara dan om gak akan biarin kamu usik kamar anak om karena biasanya Ara paling tidak suka ada yang berubah dari kamarnya" jelas Jonathan dengan tegasnya
"aku gak mau sekamar dengan om" protes Edeline
"terserah, kamu yang tidur di sofa juga bukan masalah buat om" Jonathan berjalan ke arah kamarnya untuk sekedar membersihkan diri karena memang badannya terasa begitu lengket dan ingin segera membersihkan diri
saat memasuki kamar mandi yang ada di kamarnya Jonathan memilih merendam tubuhnya dengan air hangat untuk merilekskan otaknya yang sudah bekerja keras hari ini dan begitu menyita pikirannya kali ini
__ADS_1
cukup lama Jonathan berendam dan beranjak dari bath up menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya "ceklek" Jonathan membuka pintu dan mendapati Edeline sudah berbaring di atas ranjang walaupun belum menutup mata
saat pintu kamar mandi terbuka Edeline bisa melihat dada bidang Jonathan yang tersekspos sempurna karena Jonathan hanya memakai handuk yang terlilit di pinggang dan bisa di lihat otot-oto Jonathan yang cukup terawat walaupun usia Jonathan jelas tidak muda lagi
"gak bisa pakai baju di kamar mandi ya om" teriak Edeline yang merasa matanya ternodai tapi masih membuka mata untuk menatap dada kotak-kotak milik Jonathan
Jonathan berjalan santai ke arah lemari pakaiannya yang tepat berada di depan ranjang yang jelas berhadapan dengan Edeline kali ini, Jonathan membuka handuknya di depan mata Edeline tanpa canggung
"akh! om! " teriak Edeline sungguh memekikan telinga tapi Jonathan abaikan dan dengan santai melepas handuknya membuat Edeline bisa melihat tubuh polos Jonathan dari belakang lalu memakai baju tidurnya
Jonathan memutar bola matanya malas saat sudah selesai memakai pakaian tidur tapi Edeline masih menatap dirinya dengan tatapan tajam "rumah om bukanlah rumahmu yang memiliki tempat khusus pakaian" Jonathan berjalan ke arah ranjang dan bersiap masuk dalam selimut
"om jangan tidur sini dong, tidur di sofa saja" tunjuk Edeline pada sofa panjang di dalam kamar
Jonathan melirik ke arah sofa yang di tunjuk oleh Edeline "ngapain juga om harus tidur di sana sedangkan om membeli ranjang ini untuk tidur dan bukannya sebuah sofa kecil itu" balas Jonathan
"kan sekarang ada aku" sahut Edeline tak ingin seranjang dengan Jonathan
Jonathan tak memperdulikan teriakan Edeline dan memiliki merebahkan tubuhnya yang lelah agar bisa segera beristirahat sebab setelah pernikahan Lucas ia di beri amanat untuk mengurus pekerjaan Lucas selama Lucas melaksanakan bulan madunya
"om! " rengek Edeline
Jonathan menatap Edeline dengan tatapan malasnya "kalau gak suka tidur seranjang dengan suamimu silahkan tidur di sofa jangan menyuruh om yang harus tidur sofa dan satu lagi ini sudah malam Edeline, om harus kerja jadi jangan berisik" Jonathan mematikan lampu kamarnya dan tertidur
__ADS_1
sebelum benar-benar tertidur Jonathan menoleh ke arah Edeline "kamu belum mandi seharian jadi mandi sana, dan pilih pakaian yang ada di lemari om, pilih apapun yang ada biar besok kita beli pakaian untuk saat om pulang kerja kata Daddy kamu gak boleh ambil apapun dari rumahmu dan hanya menerima dari apa yang om kasih saja" ucap Jonathan kembali membaring tubuhnya yang sudah sangat lelah
dengan terpaksa Edeline berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah seharian kotor karena keringat dan juga debu jalanan apalagi ia masih memakai gaun yang tadi sempat ia pakai di pernikahan kakaknya