You Are My Regret

You Are My Regret
Mengantar qiran


__ADS_3

***


Qiran duduk di kursi empuk panjang, sedangkan tangannya sedang  sibuk menggoreskan mata pensilnya di atas buku skatebook miliknya sembari menunggu pesawatnya lepas landas


“kamu yakin tinggal dengan uncle  kamu? Daddy bisa menyiapkan rumah dan segala kebutuhanmu di sana” baritone seorang pria dewasa menyita atensi qiran seketika


Qiran mendongak  menatap pria paruh baya dengan tatapan nyalang pada pria baruh baya yanga ada di hadapannya “apa maksud ucapan daddy?” Tanya qiran


“kau tahu sendiri bagaimana hubungan daddy dengannya” sahut daddy attaf ghazanfer , ayah kandung qiran


Qiran menutup bukunya, duduk dengan menaikan kaki kanannya di atas kaki kirinya, menegakan badannya menatap lurus ke arah daddy attaf “bukankah kita sudah pernah membahas ini dad” ucap qiran dengan nada setenang mungkin


qiran tentu tahu jika bicara dengan daddy attaf tak boleh memakai emosi tapi harus dengan tutur kata penuh strategi


“daddy tahu kalau kita sudah pernah membahasnya dan daddy memang bilang akan menyetujui di manapun kamu tinggal jika masuk di jurusan managemen bisnis di kampusmu itu tapi daddy tak suka harus bertegur sapa dengan orang itu” balas daddy attaf tak menyukai qiran yang akan tinggal dengan uncle akhtar


qiran menghela nafas menatap jengah ke arah daddy attaf “yang minta daddy menyapa uncle attar itu siapa?” qiran memicingkan matanya ke arah daddy attaf “yang tinggal di sana aku dad, bukan daddy lagian walaupun kita tinggal serumah itensitas pertemuan kita bisa di hitung dengan jari dalam kurun waktu sebulan. Bahkan daddy juga pernah tak menyapaku selama satu tahun karena terlalu sibuk dengan urusan daddy” balas qiran mengingat orang tuany yang begitu sibuk sampai kadang tak ada waktu sekedar berbincang dan bertegur sapa


“apa yang daddy lakuin itu semua buat kamu qiran” balas daddy attaf penuh penekanan


Qiran tersenyum kecut mendengar penuturan daddy attaf  “untukku” qiran menunjuk dirinya sendiri dan menatap remeh daddy attaf “yakin buat qiran?” ungkap qiran dengan nada Tanya penuh nada sindiran


Hal itu tentu membuat daddy attaf yang punya kesabaran setipis tisu itu jadi kesal “kau pikir semua yang kamu nikmati kerja keras siapa?” Tanya daddy attaf ketus pada qiran

__ADS_1


Mommy Asmira yang mulai merasa akan ada perdebatan di antara ayah dan anak itu menggenggam erat tangan daddy attaf dan menatap lembut qiran “qiran jangan bicara seperti itu pada daddy” ucap mommy asmirah


mengingatkan putrinya untuk bertutur kata sopan pada orang yang lebih tua apalagi ini adalah ayah kandungnya


“heeeehhh” qiran hanya membuang muka kasar ke arah jendela


tentu qiran tahu betul akan percuma berdebat jika sang mommy mulai angkat bicara. qiran dan daddy attaf sangat menyayangi mommy asmirah sehingga sehebat apapun kemarahan keduanya saat mommy tasmiran berucap berhenti bertengkar mereka berdua akan langsung menurutinya


Daddy attaf menunjuk qiran “lihat tuh anak kamu, selalu melawanku” kesal daddy attaf


Mommy asmirah menatap lembut suaminya “dia itu anak kita dad” sahut mommy asmira membenarkan ucapan sang suami


“tapi dia ngeselin mom” rajuk daddy attaf pada istrinya


daddy attaf melirik tajam qiran lalu menatap lembut sang istri “kenapa dia tidak bisa menirumu yang begitu lembut dan bertutur kata sopan. dia begiu kasar dan selalu ingin menang sendiri” rajuk daddy attaf dengan nada manja pada istrinya


qiran menatap jengan daddy attaf yang menurutnya begitu memuakan saat sedang bermanja pada mommy asmira “karena qiran anak daddy, semua sikap angkuh dan tak mau kalah daddy turun ke qiran. sifat jelek daddy ada pada qiran. sedangkan mommy hanya menyumbang wajah cantiknya pada qiran ” sahut qiran dengan berani menjawab daddy attaf


“qiran!” bentak daddy attaf yang hanya di tanggapi biasa saja oleh qiran


Mommy qiran menoleh ke arah qiran “qiran masuk ke kamarmu saja” pinta mommy asmira


Qiran berjalan ke arah kamar yang tersedia di jet pribadi milik keluarga qiran dengan muka cemberut

__ADS_1


"lihat tuh kelakuan anak ngeselin itu" tunjuk daddy attaf pada qiran yang sudah berjalan masuk kamar di dalam jet pribadinya


"ayolah dad, jangan sellau berdebat dengan anak kita. kita itu jarang menemaninya. masa setiap kita ada waktu dengannya daddy dan qiran selalu mengisi dengan aura permusuhan" ucap mommy asmira


"dia yang mulai mom" balas daddy attaf


"sudah berapa tahun daddy jadi seorang ayah tapi masih saja tak mau mngelah dengan anaknya" sahut mommy asmira yang mulai prustasi bicara pada sang suami


"dia saja yang ngeselin" daddy attaf bersedak tangan


"ya ini nih" mommy asmira berdecak kesal pada sang suami "bener yang di omongin qiran, sifat buruk daddy turun ke dia makanya kalian sama-sama keras, sama-sama batu" kesal mommy asmira dengan kelakuan sang suami


melihat raut wajah ngambek sang istri membuat daddy attaf panik, bisa-bisa tidur sendiri kalau ibu ratu merajuk dan pasti dirinya nanti yang akan kesulitan


daddy attaf meraih tangan mommy asmirah, menggenggamnya erat  "daddy tahu kalau sifat daddy jelek dan itu menurun kepada anak kita untuk itu daddy paling membutuhkan mommy di hidup daddy karena hanya mommy yang bisa membantu daddy mengontrol emosi dan selalu bisa mengingatkan daddy" ungak daddy attaf


mendengar kata-kata daddy attaf membuat mommy asmira menghela nafas, lagi-lagi ia tak bisa bersikap tegas pada daddy attaf. Dirinya selalu kalah pada rasa cintanya pada sang suami membuat dirinya tak bisa marah ataupun ngambek terlalu lama


mommy asmira menatap lembut sang suami "kontrol emosi daddy jangan terlalu keras pada anak kita, dia memiliki sifat yang sama denganmu jangan sampai karena sikap kerasmu itu membuatnya berontak dan menjauh dari kita. tentu daddy tahu kemampuan anak kita, jika dia mau pergi dari kita maka tak akan ada yang bisa menghalanginya walaupun daddy merantai kaki dan tangannya" ucap mommy asmirah memperingatkan sang suami akan sifat sang anak


daddy attaf menunduk, tentu dia tahu sifat anaknya yang mempunyai kesamaan dengan dirinya. dulu juga ia keras akan apa yang ia inginkan dan membuat pertentangan terhadap suatu pemahaman dengan sang ayah ashraf ghazanfer membuat mereka menjauh dan akhirnya perusahaan keluarga ghazanfer yang di inginkan daddy attaf jatuh ke tangan sang adik yang selalu bisa menuruti keinginan orang tua mereka


"iya mom, daddy akan coba bersikap lebih lembut pada anak kita" daddy attaf menatap lekat mommy asmira "maka itu terus bantu daddy dan terus ingatkan daddy jika daddy salah" ucap daddy attaf

__ADS_1


mommy asmirah mengangguk "iya dad, mommy akan selalu ada di samping daddy dan mengingatkan daddy" daddy attaf langsung memeluk mommy asmira dengan erat


__ADS_2