
Adrian melingkarkan tangannya di pinggang mika saat memasuki kamar hotel yang ia pesan selama beberapa hari ke depan "ceklek" adrian membuka pintu masuk kamar hotel yang sudah di hias sedemikian rupa untuk acara honeymoon yangtak bisa mereka lakukan di luar kota ataupun luar negara
"maaf jika kita honeymoon di jakarta saja, kalau mas gak sedang terikat proyek itu pasti mas akan bawa kamu jalan-jalan ke luar negeri" ungkap adrian dengan penuh rasa sesal
"gak papa kok mas mika ngerti" balas Mika
"kamu mandi duluan sana, baru mas nanti yang mandi" ucap adrian menunjuk ke arah kamar mandi
mika menoleh kamar mandi, mengerutkan keningnya melihat ucapan sang suami "mandi" gumam mika
"iya mandi, kita gantian mandinya" balas adrian mengulang ucapannya
mika mengalungkan kedua tangannya ke leher adrian "kita sudah menikah loh mas" ucap mika mendekatkan wajahnya ke arah wajah adrian membuat degup jantung adrian makin kencang padahal mereka sudah sering sedekat ini saa melakukan sesi pemanasan itu tapi nyatanya adrian masih sellau di buat gelagapan tak karuan oleh Mika
"mas gak mungkin lupa kalau kita sudah menikah sayang" adrian melingkarkan tangannya di pinggang mika " cepat sana mandi, mandi kan gak ada hubungannya sama sudah menikah" balas adrian yang di rasa mika terlalu polos
"mandi bersama saja" ajak Mika
"ha" adrian di buat ngelag dengan ucapan wanita yang baru beberapa jam jadi istrinya
mika mengurai pelukannya dan menarik tangan adrian "ayok mandi" ajak mika
sungguh adrian tak percaya bahwa mika akan seagresif ini padahal kemarin dia selalu yang mepet ke mika dan memaksa mika untuk berpangutan dengannya
"huuuuuuh" adrian jatuh di sebelah mika setelah kegitan panasnya dengan mika yang benar-benar menguras tenaga karena mereka lakukan beberapa kali
adrian meraih tubuh mika dalam pelukannya dan kembali mengecup kening mika "terima kasih untuk malam ini sayang" ucap adrian
"sama-sama mas" mika mengeratkan pelukannya ke dalam dada bidang pria yang kini jadi suami sahnya
***
"kita makan siang di luar yuk mas" ajak Mika
"malas ah, mending di kamar saja" balas adrian
__ADS_1
mika mencebikkan bibirnya "kasih waktu jeda mika buat istirahat ya mas, jangan di gempur terus" ucap mika
adrian tergelak keras "gak salah tuh bilang mas yang gempur kamu, gak kebalik tuh" tawa adrian memenuhi ruangan kamar yang jadi saksi bisu aktivitas pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang suami istri
"mas" mika menepuk keras suaminya yang sedang meledek dirinya
"ya bener kan, kamu yang minta terus sama mas, kencengin mas, cepet mas, ayo mas" cicit adrian menirukan semua ucapan demi ucapan yang terlontar di bibir mika saat mereka sedang bergulat dengan aksi panas mereka semalam
"sudah lah kalau mas gak mau makan di luar, mika bisa makan di luar sendiri" mika beranjak dari duduknya dan berniat pergi keluar sendiri saja
"eiits" adrian buru-buru menangkap tangan mika dan menariknya mendekat sampai membentuk dada bidangnya "jangan pergi sendiri" adrian mengusap leher jenjang istrinya dengan gerakan pelan membuat dada mika kembali berdesir
"mas adrian jangan terus memancingku, aku benar-benar lapar mas" rajuk mika menahan gelenyar aneh di dadanya
adrian terkekeh dengan sikap istrinya "maksud mas tutupi ini dulu kalau gak mau malu" adrian beranjak dari tidurnya dan masuk kamar mandi
buru-buru mika berlari ke depan cermin besar yang ada di kamar tempat mereka tidur "mas!" teriak mika saat melihat lehernya begitu banyak tanda kemerahan yang sudah mulai berubah ungu dan ada yang masih cukup merah
adrian keluar kamar mandi sudah dengan pakaian santainya dan terkekeh lagi melihat istrinya yang sedang marah "makanya tadi mas bilang makan di kamar saja" ucap adrian dengan santainya
"gak akan" mika mengambil sal yang ada dalam lemarinya " bisa pakai ini untuk menutupinya" mika memasang sal yang ia bawa dari rumah untuk menutup leher jenjangnya yang sudah ternoda warna tak jelas
"mas jangan lupa minta pegawa hotel buat bersihin kamar kita ya mas, berantakan gitu soalnya" ucap mika pada adrian suaminya
"iya sayang" adrian mengecup pipi mika dengan gemas
adrian berjalan ke arah restoran hotel yang ada di lantai atas, yang untuk memesannya begitu sulit tapi berhubung adrian yang di kenal sebagai pemimpin tertinggi hotel mereka karena semua harta daddy el yang di serahkan Jay masih ada di bawah kendalinya secara penuh tentu membuat dirinya punya akses khusus untuk menikmati semua kemewahan yang di miliki hotel itu
"siang tuan" sapa para pegawai yang mengenal adrian tentunya
"wah mas terkenal juga" gumam mika yang melihat banyak orang menyapa adrian padahal adrian hanya menjawab dengan senyum tipisnya
"bukannya terkenal sayang tapi kan mas di kenal sebagai anak pemilik hotel ini dan memang mas kan yang kelola semua ini" balas adrian
adrian menarik kursi untuk di duduki mika lalu menarik kursi untuk dirinya "mau makan apa sayang" tanya adrian
__ADS_1
"apa saja deh mas, agak banyakan ya mas, laper soalnya" balas mika
adrian mengangkat satu tanggannya untuk memanggil pelayan dan mulai memesan makanan yang mungkin di sukai mika "kira-kira habis engga" tanya adrian saat adrian memesab vegitu banyak makanan
"abis" balas mika dengan yakinnya
adrian hanya mengacak rambut mika karena gemas dengan istrinya yang memang suka makan banyak tapi tubuhnya tetap mungil menurutnya
adrian dan mika makan berdua sambil saling bersuap-suapan tak perduli banyak pasang mata melihat kemesraan mereka, yang mereka rasakan hanya seperti dunia itu hanya milik berdua tak ada orang lain di sekitarnya "makanmu banyak ya" ledek adrian
"mas ledek mika rakus ini" rajuk mika kesal
adrian mencubit pelan pipi mika "engga sayang, mau makan sebakul lagi juga boleh" balas adrian
"gak mungkin abis juga kali mas kalau nambah sebakul, nanti mika jadi gendut kalau makan sebanyak itu" kesal mika
"dari dulu makanmu juga banyak sayang tapi tubuh itu kayanya gak nambah-nambah deh" kekeh adrian
"oh ya mas, kemarin kak tara dan kak lensi kasih hadiah furniture rumah yang kemarin di kasih kak qiran sama kak jay itu, mau kita tempatin atau mas mau tinggal di apartemen saja" tanya mika di sela kegiatan makannya
"kamu sudah lihat rumahnya belum" tanya adrian
"sudah, waktu itu di ajakin lihat sama kak qiran dan kak lensi saat mau beli furniture rumah" balas mika
"ya sudah kita tinggal di situ saja, kita hargain pemberian orang yang sudah sepenuh hati buat siapin kado pernikahan untuk kita" balas adrian
"ibu dhira kasih aku mobil mas, boleh di pakek ya" ucap mika meminta pendapat suaminya
"yang di kasih kan kamu, ya terserah kamu sayang" balas adrian
"asyik" mika begitu senang saat adrian mengizinkannya untuk memakai hadiah yang di berikan untuknya
adrian merasa lucu dengan tingkah istrinya "sesenang itu kamu dapat mobil, bukannya kamu punya beberapa mobil" balas adrian
"senang karena ibu yang kasih, mana dia milihin sesuai warna kesukaan mika" balas mika yang begitu bahagia menerima hadiah mobil dari ibu dhira dan suami ibu dhira
__ADS_1
"mika" panggil seseorang
mika dan adrian menoleh ke arah sumber suara dengan tatapan berlainan saat mereka tahu siapa yang memanggilnya