
Adrian menggandeng tangan mika keluar dari restoran meninggalkan ditto yang sedang mengumpat tak jelas dan mengeluarkan sumpah serapahnya karena kembali kehilangan kerjasama dengan perusahaan lain, yang nanti pasti dia akan di marahi oleh kedua orang tuanya "SIAL SIAL" kesal ditto
mika melepas tangan adrian yang menggenggamnya "maaf" adrian baru sadar memegang tangan Mika sedari tadi
"harusnya saya yang bilang maaf tuan, karena saya kerjasama yang bernilai ratusan juta gagal" ucap mika merasa bersalah pada adrian
adrian terkekeh "kau tidak dengar tadi tentang kerjasama itu yang bernilai receh untukku" balas adrian
"dengar tuan" balas mika
"ya sudah jangan di bahas lagi" adrian berjalan ke arah mobil di ikuti Mika
mika memasang sabuk pengamannya dan menatap adrian yang mulai melajukan mobilnya "saya tetap tidak enak tuan karena saya kerja sama itu jadi batal" ungkap mIka
"jangan selalu menyalahkan diri sendiri atau minder dengan keadaan kamu mika, saya dengar tadi tentang ditto yang bahas merawanin kamu dulu" ucap adrian
mika menatap lamar-lamat adrian, ada rasa tertancap pedang tajam di dadanya "jadi tuan dengar semuanya" mika benar-benar merasa malu akan hal itu
adrian menghela nafas kasar "aku tahu di negara ini memang cukup memandang tinggi wanita yang menjaga kehormatan mereka sebelum menikah dan memang tidak ada yang salah dengan hal itu. tapi bukan berarti saat kamu kehilangannya di usia muda itu akan menutup jalan masa depanmu" adrian menepikan mobilnya di jalanan yang cukup sepi karena memang restoran yang mereka tuju tadi adalah daerah pinggiran kota
adrian melepas sabuk pengamannya dan menatap Mika dengan dalam "jangan jadikan kesalahan di masalalu untukmu menjadi minder dan tak stuck di tempat yang sama dan gak ingin melangkah menatap masa depan yang lebih cerah tapi jadikanlah kesalahan di masalalumu itus ebagai pembelajaran untuk menata masa depanmu menjadi lebih baik lagi" ucap adrian dengan bersungguh-sungguh
mata Mira yang sudah berkaca-kaca sedari tadi pun meluncur dengan bebasnya "saya benar-benar menyesali jalan pikiran saya dulu tuan" tangis mika pun pecah begitu saja tak memperdulikan lagi bahwa pria di hadapannya adalah atasanya
adrian memeluk mika dan mencoba menenangkan mika dengan mengusap punggung mika dengan gerakan lembut "itu hanya kesalahan pola pikirmu di masa muda mika, jangan terjebak dengan kesalahanmu dulu, yang terpenting sekarang adalah kamu menyadari kesalahan itu dan tidak akan mengulang kesalahan itu" ucap adrian
cukup lama Mika menangis dalam pelukan adrian, dan adrian hanya menerima saja jadi tempat sandaran mika untuk menangis "maaf tuan" mika mengurai pelukannya dan mengambil tissu di dasboard dean membuang ingusnya dengan santai "maaf tuan ingus saya pasti nempel di baju tuan adrian, nanti saya cuciin ya" ucap Mika tak enak hati karena mengotori pakaian adrian
adrian melihat pakaiannya dan emmang benar ada ingus Mika di pundaknya. adrian berniat mengambil tisu tampi langsung di ambil Mika "itu kelakuan saya tuan, jadi saya harus tanggung jawab" mika mulai mengusap bajuadrian yang terkena ingusnya
jantung adrian berdegup cukup keras saat mika mengusap pundaknya sampai ke dada kirinya "nanti saya ikut pulang ke apartemen tuan ya" ucap mika membuyarkan lamunan adrian
"untuk apa" tanya adrian dengan gugup
__ADS_1
"ya nyuci baju tuan adrian lah, kan saya yang bikin baju tuan kotor" balas mika
"oh" adrian membenarkan posisi duduknya dan kembali memasang sabuk pengamannya "ya sudah kita pulangs aja sekarang, males juga mau balik ke kantor, lagi gak mood" balas adrian
"iya tuan" balas Mika
45 menit perjalanan mika dan adrian sampai di apartemen adrian, adrian membuka pintu dan mempersilahkan mika untuk duduk 'mau minum apa" tanya adrian
"gak usah minum tuan, langsung buka pakaian tuan saja" ucap mika dengan gamblangnya
"haaa" mulut adrian langsung menganga mendengar ucapan mika
"gimana saya bisa nyuci pakaian tuan kalau gak di lepas" jelas mika
"oh" adrian berjalan ke arah kamarnya dan melepaskan pakaiannya lalu menyerahkannya pada mika "nih bajunya" ucap adrian
"ya sudah saya nyuci dulu ya tuan" mika langsung berjalan ke arah temoat mesin cuci adrian berada, beruntung ini bukan pertama kalinya mika masuk ke apartemen adrian jadi mika tidak bingung lagi di mana letak mesin cuci milik adrian
adrian memutuskan mandi untuk menghilangkan gerah di tubuhnya setelah seharian di luar. setelah mandi adrian pun keluar dengan pakaian santainya mencari keberadaan Mika "ya ampun mika" adrian terkejut melihat mika yang basah kuyup
"ya sudah ganti dengan pakaian saya yang ada di lemari yang sekiranya muat di kamu" ucap adrian
"iya tuan" mika berjalan dengan santai ke kamar adrian untuk berganti pakaian
adrian merapihkan pakaian yang semoat di cuci mika tadi, dan saat menoleh ke belakang adrian bisa melihat mika yang sedang memakai kemeja miliknya membuat adrian menelan salivanya dengan susah ayah karena bisa melihat kaki putih mulus milik mika yang begitu terpampang jelas "kamu mau nyuci lagi dan basah lagi" tanya adrian
"kalau gak di cuci gimana saya pulang nanti" balas mika dengan lugunya
"sudah saya saja" adrian mengambil baju Mika dan memasukannya ke dalam mesin cuci
adrian berjalan ke arah dapur "kamu lapar enggak" tanya adrian
"bukannya kita baru dari restoran ya tuan, masa sudah di tanya lapar apa enggak" balas mika
__ADS_1
adrian memutar bola matanya malas "kan kita tadi belum selesai makan dan sudah ada acara ribut-ribut sama pria itu" balas adrian
"sebenarnya mika masih laper sih tuan, tadi gak kerasa lapar aja pas di sana " balas mika dengan jujur
"bikin nasi goreng saja ya biar cepat" balas adrian
adrian membuka kulkasnya dan mengambil bahan-bahan dari dalam kulkas lalu meletakannya di atas dapur "mau di bantuin tuan" tanya mika
"emang kamu bisa masak" tanya adrian memicingkan matanya
"enggak sih, selama ini cuma sebatas bantu ibu sama kak lensi di dapur, aku sama kassy mah cuma lihat dan bantu potong sayuran aja" balas Mika dengan jujur
"emang ibu kamu gak pernah ajarin kamu masak" tanya adrian mulai memotong sosis dan baso serta udang untuk campuran nasi gorengnya
"tiap hari malah, tapi ternyata masak itu susah lebih susah dari pelajaran sekolah" balas mika dengan kekehan
"ya sudah lihat saya masak saja" akhirnya adrian lah yang memasak sendiri dan mika hanya melihatnya saja
"nasinya sudah matang, kamu taro piring dulu, saya mau jemur baju kamu dulu biar cepat kering" ucap adrian
"iya tuan" balas mika
mika mulai menyendok nasi gorengnya ke dalam piring dan meletakannya di meja makan "sudah selesai jemurnya tuan" tanya mika saat melihat adrian berjalan ke arahnya lalu duduk di meja makan
"sudah kok, ayok makan" ajak adrian
"iya tuan" balas mika
"saat di luar kantor jangan panggil saya tuan, saya bukan majikan kamu" ucap adrian tak suka terus di panggil tuan saat di luar kantor
"terus saya manggil apa dong" tanya mika
"emmmm karena saya lebih tua dari kamu cukup jauh, panggil mas atau kak bisa" balas adrian
__ADS_1
"mas saja, biar gak ketuker sama kak tara" kekeh mika
adrian hanya geleng-geleng kepala atas pilihan mika atas panggilan untuknya saat di luar kantor