You Are My Regret

You Are My Regret
menjadi sahabat


__ADS_3

***


Jay, Tara dan qiran berjalan beriringan  ke halaman menuju mobil jemputan mereka yang biasanya terparkir sebelum mereka keluar sekolah


“ayo cepat qiran, aku lelah” tara menarik qiran agar cepat menuju mobil jemputan mereka yang kebetulan hari ini keluarga tara yang menjemput mereka


"iya sih" qiran kesal karena tara yang selalu buru-buru menariknya pulang


qiran menoleh ke arah jay dan melambaikan tangannya ke arah jay "kami pulang dulu ya" ucap qiran


Jay hanya  tersenyum ke arah qiran dan tara yang makin menjauh karena segera masuk ke dalam mobil jemputan mereka.


jay kembali melangkah meninggalkan sekolah dan bergegas pulang ke panti untuk berganti pakaian karena hari ini ia ada jadalah kerja paruh waktu


jay berjalan santai memasuki kawasan panti tempat ia tinggal “jay” panggil bu yoon Minah kepala panti


“ya bu yoon” sahut jay menoleh ke arah bu yoon


(ngikutin di drama manggilnya pakai nama marga, bukan nama depannya )


“kau mau kerja lagi?” Tanya ibu yoon


“iya bu yoon, ini pulang mau ganti baju terus berangkat kerja paruh waktu” balas jay


ibu yoon menatap tak tega pada jay, usianya masih belasan tahun tapi ia sudah bekerja keras untuk membantu biaya adik-adiknya di panti sejak usia 8 tahun “maafkan ibu, selalu merepotkanmu ya jay, harusnya ibu yang cari uang bukannya kamu” balas ibu yoon dengan berat hati


jay menatap lembut ibu yoon “gak masalah bu, lagian ibu kan harus jaga adik-adik. Jay masih bisa sekokah dan


kerja untuk bantu ibu kok” jay memeluk ibu yoon menepuk pelan punggung ibu yoon "jangan terlalu memikirkan jay bu, jay kan kuat" ucap jay mengurai pelukannya


ibu yoon mengangguk "iya ja, ganti baju dulu dan makan, tadi ibu sudah siapkan makanan di meja makan" ucap ibu yoon


"iya bu" jay bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian


bukan kamarnya tapi lebih tepatnya kamar yang ia tinggali. ia tidur bersama tiga adiknya. di panti itu terdapat 18 anak, dan hanya ada 5 kamar, sehingga mereka harus berbagi kamar dengan yang lain.


Setiap harinya jay menjalani kerja paruh waktu sebanyak 3-4 pekerjaan untuk menambah penghasilannya membantu keuangan panti yang jarang sekali mendapat donatur


pada jam 4 sampai jam 7 malam adalah jadwa kerjanya di perpustakaan di salah satu kota seoul.

__ADS_1


Jay menata buku-buku diperpustakaan dengan telaten sesuai dengan urutan yang sudah di tentukan


“agggh” seorang wanita menabrak jay membuat kepalanya sakit karena berbenturan dengan badan tegang jay  dan buku yang di bawa wanita itu jadi  berhamburan di mana-mana


Wanita tersebut memunguti bukunya yang berjatuhan di lantai,  jay pun meletakan buku yang ia tata ke dalam troli yang tadi ia bawa sebagai tempat membawa buku yang akan ia tata. jay menunduk mengambil buku yang berjatuhan untuk membantu wanita tersebut


“terima kasih” ucap wanita tersebut membungkukan setengah badannya ke arah jay  setelah semua bukunya diambil


jay mengamati wanita yang ada di hadapannya sembari mengernyitkan dahinya “qiran” panggil jay yang tahu wanita tersebut adalah qiran


Qiran mendongak “kau” tunjuk qiran pada jay yang ada di hadapannya


“ngapain kamu disini?” Tanya qiran


“kau tak lihat pakaianku?” tunjuk jay pada pakaian yang ia kenakan


"kau kerja di sini?" tanya qiran


"iya, aku kerja paruh waktu di sini" jay kembali mengambil buku dalam troli dan menyusunnya di rak buku


“kau sedang menata buku?" tanya qiran


“kau bisa lihat sendiri” balas jay


“berapa ya” jay Nampak berpikir “mungkin 3-4 pekerjaan, tapi saat libur sekolah aku bisa mengambil lebih banyak” jelas jay


“apa kau tak lelah?” Tanya qiran


“lumayan, tapi harus kulakukan agar bisa bantu adik-adikku makan dan tetap sekolah” balas jay jujur


"boleh ku bantu?" tanya qiran


"jangan membuatku di pecat karena dirimu" jay tetap melaksanakan pekerjaannya sedangkan qiran memilih membaca buku sembari menatap jay yang sedang bekerja merapihkan buku sembari mengajaknya mengobrol


"berapa banyak anak di panti tempat kau tinggal?" tanya qiran


"ada delapan belas anak. dan aku yang paling tua di sana" balas jay


"apa kau begitu menyayangi keluargamu sampai kau harus bekerja begitu keras untuk mereka ?" tanya qiran

__ADS_1


jay tersenyum simpul "keluarga" gumam pelan jay "tentu saja aku menyayangi mereka karena hanya mereka keluarga yang aku punya" balas jay


"bolehkah kapan-kapan aku main ke sana?" tanya qiran


jay menoleh ke arah qiran "kau tak salah bertanya seperti itu?" tanya jay balik


"apa tak boleh?" qiran bertanya dengan polosnya


"bukan begitu tapi aneh saja, orang kaya sepertimu ingin main di sana" balas jay terkekeh


"kalau begitu kapan-kapan aku akan mengajak ikut serta tara untuk berkunjung ke sana" balas qiran dengan senyum sumringah


"terserah kau saja" jay kembali melanjutkan pekerjaannya sedangkan qiran memilih pergi menuju kasir untuk membayar bukunya


dari hari ke hari Qiran makin dekat dengan jay bahkan tak jarang qiran, jay dan tara berkumpul bertiga karena keakraban mereka dan obrolan yang di rasa nyambung bagi mereka bertiga


*


"hai" sapa qiran pada anak-anak panti dengan membawa begitu banyak bingkisan


"kakak" seru anak-anak panti menghambur memeluk qiran dan tara


ibu yoon datang menghampiri tara dan qiran "wah kalian selalu repot saat datang kemari" ucap ibu yoon merasa tak enak pada tara dan qiran yang sering mampir ke panti dengan membawa banyak bingkisan


"ah tak masalah bu, toh barang-barang ini tak seberapa" qiran tersenyum hangat pada ibu pengurus panti


tara mengamati sekeliling "apa jay masih kerja?" tanya tara


"iya, jam segini biasanya dia masih kerja, dia pulang nanti sekitar jam 1 malam" balas ibu yoon


"apa dia robot, pulang jam segitu dan sekolah pagi setiap hari" cicit tara


"di hari minggu malam dia kerja paruh waktu dari pagi dan pulang jam 10 malam" sahut ibu yoon


"ha, segitunya dia cari uang" ucap tara dengan takjub


qiran memandang wajah anak-anak penghuni panti "dia berbeda dengan kita yang bisa menikmati apapun yang kita ingin dengan mudah tara, dia bekerja keras untuk kebahagiaan mereka" seru qiran


"ya, aku tahu itu" tara tentu sadar bagaimana usaha jay untuk memenuhi kebutuhan adik-adiknya

__ADS_1


"kalau begitu kamit pulang bu, sampaikan salam kami saat dia pulang bekerja" ucap qiran pamit pulang


"baiklah akan ibu sampaikan, dan terima kasih sudah datang" balas ibu yoon


__ADS_2