
Nidya sedang asyik bermain bersama Daiyan di area bermain yang di siapkan khusus oleh mommy Qiran selama Daiyan tinggal di rumahnya sebab saat ini Daiyan di tinggal ayah dan mamahnya untuk pergi berbulan madu
"kamu gak capek Nidya, seharian kerja pulang masih main sama Daiyan " tanya nenek Tasmirah yang ikut menemani Nidya menjaga Daiyan di area bermain anak di rumah Mommy Qiran
"gak kok nek, malah main sama Daiyan bisa ngurangin rasa lelah Nidya setelah seharian bekerja " balas Nidya
Nenek Tasmirah menatap iba pada Nidya "maafin Lucas ya nak, karena keadaannya kamu jadi belum bisa memiliki anak sendiri" sesal nenek Tasmirah akan kondisi Lucas yang menyebabkan Nidya belum bisa memiliki anak padahal mereka sudah dua tahun lebih menikah
"jangan ngomong gitu nek, aku menikah sama mas Lucas bukan hanya karena ingin memiliki anak saja tapi karena Nidya mencintainya, mencintai kan gak tidak hanya kelebihannya tapi juga kekurangannya. Kalau tidak bisa memiliki anak berarti belum rejekinya saja, yang penting penting kita saling mencintai dan saling menjaga" balas Nidya dengan begitu bijaksana membuat nenek Tasmirah begitu salut pada Nidya
nenek Tasmirah mengusap kepala Nidya dengan sayang "kalau lelah biar Daiyan tidur sama nenek atau mommy Qiran saja, kasihan kalau harus merepotkan kamu terus untuk menemani Daiyan tidur" usul nenek Tasmirah agar Nidya tidak kelelahan setelah seharian bekerja, malamnya masih mengurus Daiyan
"iya nek" balas Nidya
Mommy Qiran membawakan camilan pada ketiga pria yang begitu berarti di hidupnya saat mereka sedang asyik mengobrol bersama di sofa ruang keluarga tak jauh dari posisi Nidya dan Daiyan berada
"nih Dad camilannya" Mommy Qiran menyerahkan terlebih dahulu pada kakek attaf baru suaminya sedangkan Lucas biar mengambil sendiri dari tempat ayah ataupun kakeknya saja
Lucas memandangi sedih ke arah Nidya yang malah asyik bercanda gurau dengan Daiyan dan nenek Tasmirah sedangkan ia di abaikan selama seminggu ini
"segitunya kamu lihat Nidya, baru seminggu di tinggal tidur sendiri aja sudah kaya mau mati" sindir Mommy Qiran melihat cara pandang Lucas pada Nidya
"mommy gak tahu aja rasanya seminggu berasa seabad" balas Lucas mencebikkan bibirnya kesal
"mommy tahu ya rasanya, dulu itu mommy pernah empat tahun pisah dari Daddy dan itu gara-gara seseorang" sinis Mommy Qiran melirik ke arah Kakek attaf
__ADS_1
hati mommy Qiran selalu kesal pada daddy attaf setiap mengingat masa di mana ia harus berpisah dari Daddy Jay selama empat tahun lamanya dan menyebabkan ia kesulitan tidur selama empat tahun
"Daddy lagi yang kena" gumam Kakek Attaf tetap memakan camilannya dengan santai
Lucas menatap sinis ke arah Mommy Qiran "ini juga gara-gara mommy yang bikin wanita itu ada di dekat Lucas jadi ngambek tuh istri Lucas" sahut Lucas kesal pada Mommy Qiran karena secara tidak langsung Mommy Qiran lah penyebab Ara bisa ada akses dekat dengannya
Keluarga Lucas tahu kalau ada kejadian Ara yang menjebak Lucas dan Lucas membohongi Nidya selama enam bulan lamanya dari cerita Olvin yang meminta Kakek Attaf untuk memperingatkan Lucas agar tidak melukai kakak sepupunya
"kok jadi nyalahin mommy, ya salah kamu sendiri lah kenapa kamu bohongin Nidya harusnya berani jujur dong kalau salah" sinis Mommy Qiran tak mau di salahkan oleh Lucas sebab menurut Mommy Qiran ia tidak bersalah
"sudah mom, Lucas" tegur Daddy Jay melerai perdebatan anak dan istrinya
"ya dia loh Dad" rajuk mommy Qiran menunjuk ke arah Lucas seperti anak kecil sedang mengadu pada orang tuanya membuat Lucas menatap sinis ke arah Mommy Qiran
Daddy Jay mengusap kepala Mommy Qiran dengan sayang "maklumi saja mom, dia kan mesti libur sebulan" balas Daddy Jay dengan kekehan sebab ia tahu cerita Lucas yang di larang mendekati Nidya selama satu bulan sebagai hukuman
kalau sampai kamu nyakitin dia yang ada kamu akan menyesal seumur hidup karena berurusan dengan wanita yang salah" ucap Kakek Attaf mengingatkan Lucas bahaya apa yang akan menanti Lucas jika menyakiti Nidya
"iya Lucas, dia bisa jadi pisau bermata dua buat kamu, kalau kamu bisa terus bersikap baik padanya dan membuat dia ada di pihak kamu, Daddy yakin dia akan selalu membantu hal apapun untukmu tapi jika sampai kamu menyakiti hatinya, Daddy yakin Nidya akan menghancurkan kamu " sahut Daddy Jay menyetujui pemikiran ayah mertuanya
Lucas mengerutkan keningnya "kenapa daddy mikirnya gitu" tanya Lucas
"enam bulan, dia menahan sakit dan bermain cantik untuk mengusir Ara dalam diam tanpa bisa memberi perlawanan bahkan kita gak ada yang tahu ceimrita itu loh...kamu pikir dia tidak cerdas" tanya Kakek Attaf yang paham betul karakter seseorang sebab ia sudah banyak makan asam garam kehidupan
Lucas mengerutkan keningnya melirik ke arah Nidya "aku tidak pernah mikirin itu" Lucas merasa istrinya adalah wanita paling polos dan baik hati tidak seperti apa yang di pikirkan keluarganya
__ADS_1
"yang penting kamu harus selalu bersikap baik dan terus mencintai Nidya saja, Daddy juga tahu dia sangat mencintaimu makanya dia bisa tetap ada di samping kamu padahal jika ia mau, dengan mudah dia bisa meninggalkan kamu" ucap Daddy Jay
"iya Lucas, keluarga kita memang punya kekuasaan besar tapi jangan lupa orang-orang di sekitar kita begitu menyayanginya, jika mereka tahu kamu mencoba menyakitinya pasti mereka semua akan membantu Nidya dan jika itu sampai terjadi, mommy tidak bisa bantu apapun" ungkap mommy Qiran menyadari kekuasaannya tetap terbatas dan akan kalah jika melawan orang banyak
"apalagi kalau dia tahu.." tambah Kakek Attaf
Lucas memicingkan matanya ke arah kakek Attaf "jangan pernah buat dia hadir di sini ya kek" tegas Lucas melarang pria yang menaruh hati pada Nidya sejak lama hadir dalam kehidupannya dan juga Nidya
kakek Attaf mengedikkan bahunya "bukan Kakek yang menentukan itu" balas Kakek Attaf dengan santai
"bukan kakek yang menentukan tapi kakek yang bisa menghalaunya datang" balas Lucas
"usia kakek sudah tua Lucas, dan dia juga sudah tua jika kami sudah tidak ada tidak ada yang bisa menghentikannya" ungkap Kakek Attaf sesuai dengan apa yang jadi kenyataannya
"kakek jangan menakuti ku dong" kesal Lucas pada kakeknya
"makanya jangan main-main, dan buat Nidya terus mencintaimu sebab jika Nidya tetap memilihmu dia tidak akan bisa berbuat apapun, dia paling lemah jika Nidya menangis sama sepertimu" sahut Kakek Attaf
"dan jangan lupa sering kontrol ke dokter Sam" sahut Mommy Qiran
"Lucas gak sakit mom" protes Lucas
"tapi emosi kamu masih suka naik turun Lucas, mommy saja masih rutin datang ke sana walau sudah bertahun-tahun" balas Mommy Qiran..
"turuti nasehat Mommy kamu Lucas, jangan sampai karena kamu melupakan obatmu kamu berbuat hal yang melampaui batas yang bisa kamu sesali seumur hidup" ucap Daddy Jay mengingatkan Lucas akan hal yang harus ia tua jika melupakan konsultasinya dengan dokter Sam
__ADS_1
"iya dad" balas Lucas
Mommy Qiran dan Lucas memang memiliki penyakit yang sama, penyakit di mana mereka kesulitan mengontrol emosinya dan bisa berujung ke hal ekstrim jika tidak di atasi dengan baik