
Raymond memarkirkan mobilnya sembarang dan terus mengejar Angel yang berjalan masuk ke sebuah gedung "tunggu Angel" teriak Raymond tapi di abaikan oleh Angel yang malas meladeni Raymond yang menurutnya tidak penting
"Angel" Raymond melangkah lebar menghampiri Angel dan menahan tangan Angel agar tidak terus mengabaikannya
"apa kamu tuli" Raymond menarik tangan Angel agar menghadap ke arahnya
"aku tidak tuli Raymond, tapi aku tidak suka bicara denganmu jadi lepas" sentak Angel menunjuk ke arah tangannya
"apa kau orang sekeras ini" Raymond jadi kesal akan tingkah Angel
"dari dulu aku memang begini, jadi tidak usah mengaturku, sekarang lepas" pinta Angel lagi
"tidak akan" balas Raymond
"lepas atau kau akan menyesal" ancam Angel
"emangnya apa yang bisa kamu lakukan padaku" sindir Raymond
Angel mendekatkan wajahnya ke arah Raymond dengan gerakan cepat "lepas atau kau akan menyesal" Angel makin mendekat ke arah wajah Raymond membuat Raymond diam mematung karena jarak Angel dan dirinya begitu dekat
Jantung Raymond berdebar dengan begitu kuat saat wajah Angel makin dekat ke arahnya "kau gila" Raymond melepaskan tangannya begitu saja saat jarak wajah mereka hanya beberapa cm saja
Angel mundur ke belakang dan mengusap tangannya yang terasa sakit karena cengkeraman Raymond "kau yang menantang ku" angel berbalik pergi meninggalkan Raymond tapi sepersekian detik ada yang menarik tangannya membuat mata Angel membelalak dengan lebar saat tiba-tiba Raymond melakukan hal mengejutkan
angel mendorong tubuh Raymond menjauh darinya "kau sinting" umpat angel mengusap bibirnya yang di cium paksa oleh Raymond, walau lebih seperti kecupan bukan ciuman karena hanya menempel beberapa detik saja
"kau duluan yang menantang ku" balas Raymond dengan santainya
"angel!" teriak seorang pria mengagetkan Angel dan juga Raymond
Raymond begitu terkejut bahwa di sekitarnya begitu ramai sedangkan Angel hanya menanggapi biasa saja tatapan orang yang menatap dirinya dengan heran
"apa kau tidak punya malu angel, berciuman di depan banyak orang apalagi kamu sudah bertunangan" bentak pria paruh baya menatap Angel dengan tatapan nyalang
"bukan urusan anda" angel menanggapi dengan santai ucapan pria paruh baya itu dan memilih berjalan ke arah lift
"jangan tidak sopan angel, Daddy adalah orang tua kamu" sentak pria paruh baya yang tak lain adalah ayah angel yang bernama Keanu Frans Edison
"oh begitu" angel tetap acuh dan memilih pergi dari sana tak perduli akan teriakan Daddy nya
Daddy Keanu melangkah lebar ke arah angel dan menarik tangan anaknya "apa begini sikapmu kepada daddy" bentak Daddy Keanu
"ini kantor dad" Angel memperingatkan Daddy Keanu kalau ini kantor dan ia harus menjaga imagenya sebagai pemilik perusahaan
"oke" Daddy Keanu melirik ke arah Raymond "kau ikut ke atas" teriak Daddy Keanu
"dia tidak ikut" bantah Angel
__ADS_1
"tentu dia harus ikut, karena dia yang menyebabkan masalah" balas Daddy Keanu
"daddy paksa dia, aku keluar dari perusahaan" ancam angel
"kau menantang Daddy" sentak Daddy Keanu penuh amarah
Angel diam saja dan tak gentar sama sekali dengan kemarahan Daddy nya padahal ketiga kakaknya sudah ketar-ketir melihat kemarahan bos mafia besar itu
Daddy Keanu yang merasa kalah memilih pergi naik lift terlebih dahulu "cepat ke atas, dan kita harus bicara serius" ucap Daddy Keanu
Angel diam saja sampai pintu lift tertutup dan angel kembali menoleh ke arah Raymond "sebaiknya kau pergi dari sini" pinta Angel dengan nada tegasnya
"tapi daddy mu salah paham dengan kita tadi " balas Raymond
"aku bisa mengurusnya sendiri, jadi silahkan pergi " usir angel
***
angel memejamkan matanya sejenak sebelum ia memasuki ruangan kerjanya "ceklek" pintu terbuka dan angel langsung mendapat lemparan vas kaca yang yang mengenai dahinya
Angel menyentuh dahinya yang berdarah dengan tatapan datar "apa ini sikap seorang wanita terhormat " bentak Daddy Keanu saat melihat putrinya masuk ke dalam ruangan
"daddy tenang" pinta Sean kakak kedua Angel
"diam kamu! " bentak Daddy Keanu
"berani kamu melawan Daddy" bentak Daddy Keanu
ketiga kakak Angel menghampiri angel meminta angel untuk merendah di depan daddy nya tapi angel tak gentar sama sekali melawan Daddy "Daddy sendiri yang mengajarkan aku untuk tidak gentar dengan siapapun, biarpun itu orang tua kita sendiri" balas Angel tak aada rasa takut sama sekali
"lebih baik cepat menikah dengan christian, jangan menentang daddy terus " titah Daddy Keanu
"tidak, aku tidak akan merebut seorang ayah dari seorang anak kecil" tolak Angel
Daddy Keanu menatap tajam Angel " Daddy akan membunuh wanita itu" ancam Daddy Keanu
"maka Daddy akan melihat mayatku saat itu juga" balas Angel
"brak" Daddy Keanu melempar berkas yang ada di meja kerja Angel "kenapa aku punya anak kerasa sepertimu hah! " kesal Daddy Keanu
Angel menatap lurus ke arah Daddy Keanu "inilah yang di rasakan Grandma saat melihat Daddy membunuh Grandpa, menyesal menyesal melahirkan anak seperti Daddy" balas Angel
"Angel! " teriak Daddy Keanu
"SIAL" umpat Daddy Keanu meninggalkan ruangan Angel dengan muka marahnya karena selalu kalah dengan Angel, putri bungsunya
Angel berjalan ke arah meja kursinya dan duduk dengan wajah lelahnya, menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya "huuuuhhh" Angel menghela nafas lelah akan pertengkaran dengan Daddy nya setiap kali bertemu
__ADS_1
Angel mengambil ponselnya "grace, bersihkan ruangan ku aku mau bekerja" pinta Angel pada sekretaris pribadinya
angel kembali bekerja seolah tak terjadi apapun, dan dia hanya fokus di dunianya
di lain tempat Raymond masih begitu cemas akan kemarahan Orang tua Angel "kenapa aku gak tahu tempat sih" gerutu Raymond memukul kepalanya akan kesalahannya karena mencium paksa Angel
Raymond yang tak tenang memutuskan untuk menunggu Angel sampai pulang kerja
sekitar jam 8 malam Angel keluar dari pintu lift dengan wajah lelahnya karena seharian bekerja bahkan ia melupakan makan siangnya yang tidak selesai karena merasa kesal pada Raymond
"malam bu" sapa satpam yang berjaga di kantornya
"malam" balas angel dengan datar
Angel menunggu bawahannya mengantarkan mobilnya ke depan " ayo masuk" titah Raymond mengejutkan Angel ketika melihat Raymond masih ada di sana
"kenapa kamu masih ada di sini" heran Angel
Raymond turun dari mobil dan mengajak Angel untuk masuk ke dalam mobilnya "ikut saja" ajak Raymond
Angel yang sudah sangat lelah dan malas bertengkar akhirnya ikut saja dengan Raymond
"Daddy mu bilang apa" tanya Raymond
"tidak ada" balas Angel
Raymond menyentuh dahi Angel "apa Daddy mu memukulmu sampai seperti ini" tanya Raymond
angel menggeser tubuhnya menjauh dari jangkauan Raymond "di keluargaku sudah biasa seperti ini" balas Angel
"aku dengar tadi Daddy mu mempercepat pernikahanmu dengan christian " ucap Raymond
"aku akan mengurusnya " balas Angel
"apa kau tega menikah dengan christian padahal kau tahu kalau dia mencintai wanita lain" tanya Raymond lagi
"sudah aku bilang aku akan mengurusnya! " bentak Angel
Raymond begitu terkejut ketika angel membentaknya "aku hanya khawatir angel" balas Raymond
"sudah aku bilang akan mengurusnya jadi tolong jangan terus mengusik ku" bentak Angel
"berhenti, aku ingin turun " titah Angel
"ini di tengah jalan angel" elak Raymond
"berhenti" teriak angel
__ADS_1
Raymond dengan terpaksa menepikan mobilnya dan angel langsung saja turun dari mobil dan berjalan menjauh dari Raymond