You Are My Regret

You Are My Regret
Menghadapi kenyataan


__ADS_3

thomas mengantar kassy pulang setelah infusnya habis dan kassy sudah tidak terlihat lemas lagi "tolong jangan beritahu kak tara kalau aku dari rumah sakit ya tuan" pinta kassy


"baiklah, nanti saya akan bilang kalau kamu terlalu asyik bermain dengan reagen" balas thomas


"terima kasih tuan" kassy melirik reagen yang tertidur di pangkuannya "nanti tidurkan reagen di kamarku saya tuan, kasihan dia nanti kalau tidur di mobil" ucap kassy


"baiklah, kebetulan habis ini saya harus langsung berangkat menemui orang tuamu jadi kasihan reagen kalau harus sendiri" balas thomas


kassy jadi tidak enak dengan thomas "maafkan saya tuan, padahal pasti tuan capek selama seminggu ini anda harus bolak-balik ke sana kemari, dan baru anda ingin istirahat setelah dari kalimantan langsung pergi lagi ke korea karena saya" ucap kassy penuh rasa sesal


"saya sekarang suami kamu kassy, hal seperti ini adalah tanggung jawab saya jadi jangan pernah sungkan dengan saya, saya ikhlas melakukannya jadi jangan merasa terbebani ya" thomas melirik ke arah kaca di depannya agar bisa melihat reaksi kassy yang duduk di kursi belakang karena memangku reagen yang sedang tertidur


***


thomas menggendong reagen memasuki kamar kassy yang ada di lantai atas " tuan langsung taro di kamar saya saja, saya mau jelasin ke kakak dulu" tunjuk kassy pada kamar yang selama ini di tempati


melihat punggung thomas yang sudah menjauh, lensi mengguncang lengan adik iparnya "kok reagen nginep sini" tanya lensi


"maaf kak kalau aku ambil keputusan sendiri, soalnya aku kasihan sama reagen dia tadi ketiduran kalau di bangunin kasihan jadi biarin nginep di sini saja, toh kata tuan thomas dia mau pergi ke luar negeri jadi biar reagen kassy yang jaga saja" jelas kassy


"oh" lensi mengangguk-angguk saja "ya gak papa sih kassy, tadi kakak hanya sempat kaget saja waktu kamu bilang reagen akan tidur di sini" balas lensi


"ya sudah kakak istirahat saja, nanti kalau nidya atau kak tara kebangun gak ada kakak, kan kasihan" pinta kassy


"ya sudah kakak balik kamar dulu, nanti kalau tuan thomas sudah pulang langsung kunci pintu ya" pinta lensi


"iya kak" kassy bergegas naik ke atas di mana kamarnya berada


"sudah tuan" tanya kassy saat berpapasan dengan thomas di depan kamarnya


"sudah" thomas mendekat ke arah kassy dan kembali mengusap kepala kassy "ingat kassy jangan hadapi sendirian, tunggu kepulangan saya" pinta thomas


"iya tuan, jangan khawatir" balas kassy


segera thomas menuju bandara, ia ingin segera bicara pada orang tua kassy perihal pernikahannya agar nantinya kassy tidak di salahkan saat mengambil keputusan sendiri

__ADS_1


"drttttt" kassy melihat ponselnya dan tertera nama sang kekasih


dengan malas kassy mengangkat panggilannya "halo" sapa kassy


"aku tadi baru dapat kabar dari tuan thomas kalau kau tidak enak badan, kenapa" tanya jonathan yang terdengar begitu panik


"aku tidak apa-apa, hanya lelah saja" balas kassy


"ya sudah kalau gitu istirahat saja ya, jangan pikiran masalah kantor" pinta jonathan


"iya sayang" balas kassy


"ya sudah istirahat, dan jangan pikirkan apapun" pinta jonathan lagi saat mengakhiri panggilannya


kassy menatap ponselnya "kau yang paling membuatku berpikir" gumam kassy melangkah ke arah kamarnya


***


kassy dan reagen sedang mengajak nidya bermain di halaman dengan sangat seru "kau sudah enakan kassy" tanya lensi


"aku gak papa kok kak, mungkin kemarin kecapean aja" balas kassy


kassy mengernyitkan dahinya "kok di kasih ke kassy" heran kassy


"tadi kakak antar ke kantor kalian tapi katanya jo ada meeting di luar dan langsung pualng setelah selesai, jadi kakak bawa lagi deh, tapi ini harus dapat tanda tangan jonathan secepatnya" jelas tara


kassy mengambil map itu "ya sudah aku ke sana sekarang" kassy berjalan ke arah lensi


"kak boleh pinjam sopirnya enggak" tanya kassy dengan hati-hati


lensi mengernyitkan dahinya "kamu masih lemas ya" tebak lensi tentang kassy yang meminjam sopirnya padahal biasanya dia lebih suka menyetir mobil sendiri


"iya kak, gak papa kan" tanya kassy


"tentu saja bolehm toh kakak gak kemana-mana hari ini, langsung panggil saja" lensi mempersilahkan kassy membawa sopir miliknya untuk pergi ke apartemen jonathan

__ADS_1


sebenarnya kassy sedang malas bertemu dengan jonathan tapi mau gimana lagi, tidak mungkin juga dia bilang kalau sedang malas bertemu dengan jo karena biasanya kassy paling semangat menghabiskan waktunya berdua dengan sang kekasih


mobil yang di naiki kassy berhenti di lobi apartemen jonathan "pak, nanti tunggu saja di sekitar sini ya, kassy gak lama kok setelah tanda tangan, kassy langsung pulang" ucap kassy


"baik nona" balas pak rahmat, sopir lensi


kassy berniat membuka pintu tapi langsung terhenti saat melihat pemandangan di depannya membuatnya daiam mematung


pak rahmat yang melihat kassy tak jadi turun pun jadi heran "kenapa nona" tanya pak rahmat menoleh kebelakang


matanyanya menjurus ke arah pandangan adik bosnya " itu bukannya..." pak rahmat bingung sendiri dengan yang ia lihat


"saya sebentar saja pak" kassy keluar mobil setelah melihat jonathan yang kebetulan juga berjalan pulang sudah tak terlihat di lobi


melihat langkah kassy yang begitu berat, pak rahmat jadi khawatir dengan adik bosnya "lebih baik kasih tahu pak tara saja " pak rahmat langsung menghubungi bosnya


"ada apa pak rahmat" tanya tara saat panggilannya sudah tersambung


"begini tuan" pak rahmat nampak ragu untuk berucap


"ada apa pak, langsung saja jangan bingung gitu"sahut tara karena sopirnya yang lama untuk bicara


"bapak bisa nyusul ke apartemen tuan jo tidak" tanya pak rahmat


tara mengernyitkan dahinya "kenapa saya harus nyusul ke sana" tanya tara


"begini tuan tadi waktu saya sampai ke sini, saya lihat tuan jonathan lagi gandengan tangan sama seorang perempuan, tapi kayanya perempuan itu gak asing deh pak" balas pak rahmat


"terus kassy nya mana" tanya tara


"nona kassy masuk ke dalam, tapi tadi langkahnya berat banget tuan, mau saya larang tapi gak berani" jelas pak rahmat


"ya sudah pak terima kasih sudah kabarin saya, saya segera nyusul ke sana" tara langsung mematikan ponselnya dan berniat menyusul kassy


lensi bingung sendiri kenapa tara terlihat begitu marah  saat mendapattelpon dari sopir pribadinya "ada apa mas" tanya lensi heran dengan sikap suaminya

__ADS_1


"nanti saja jelasinnya, sekarang mas harus cepat" tara bergegas pergi dari rumahnya untuk menyusul kassytak memperdulikan istrinya yang sedang kebingungan


hatinya sungguh tidak tenang memikirkan adik perempuannya itu seorang diri di temoat yang pasti akan membuatnya terluka


__ADS_2