
Reagen terus memandangi Zahira yang makan begitu lahap seperti tidak pernah makan selama satu bulan "melihat orang lain makan karena kelaparan kenapa bisa selucu ini" batin Reagen merasa cara makan zahira begitu lucu seperti anak kecil yang tengah kelaparan
"ah aku lupa dia kan masih kecil" batin Reagen merutuki pemikirannya
"ah kenyangnya" Dahlia mengusap perutnya yang sedikit membuncit karena sudah kenyang
"iya lah kenyang, orang satu rantang kamu habisin semua" sahut Reagen melihat semua makanan buatan mommy Brianna habis di santap oleh Zahira
"ah" Zahira melirik ke arah makanan yang tertata di hadapannya "ah maaf pak, saya sampai lupa bapak belum makan saking laparnya" Zahira jadi tak enak dengan Reagen karena menghabiskan makanan Reagen sampai bersih
"tidak papa kok, kebetulan saya juga masih kenyang pas makan di rumah mommy" balas Reagen
Zahira memicingkan matanya ke arah Reagen " rumah mommy" beo Zahira " bapak gak tinggal sama mommy bapak" tanya Zahira
"tidak, mommy sudah punya keluarga sendiri jadi saya memilih tinggal sendiri dan tidak bersama dengan mommy agar tidak membuat suami mommy saya tidak nyaman" balas Reagen
mata Dahlia membulat lebar "orang tua bapak berpisah" tanya Zahira
melihat raut wajah Zahira begitu menghibur Reagen " gak usah segitunya menatap saya" kekeh Reagen
"ihhhh di jawab aja napa sih pak" kesal Zahira
"iya, mereka sudah berpisah dari usia saya 5 tahun dan mereka sudah punya keluarga masing-masing bahkan saya punya 5 adik dari pernikahan kedua orang tua saya dengan pasangannya sekarang" balas Reagen
"bapak gak masalah" tanya Zahira heran
Reagen menggelengkan kepalanya "tidak, toh yang menjalani kehidupan adalah mereka, kalau mereka bahagia dengan pernikahan mereka tentu saya tak masalah toh saya sudah besar dan bisa menjaga diri saya sendiri jadi tak masalah buat saya" jelas Reagen
"bapak hebat ya" puji Zahira
"saya tidak sehebat itu, saya hanya gak mau ambil pusing dengan pilihan hidup orang tua saya saja" balas Reagen
Reagen melirik ke arah jam di pergelangan tangannya "ini sudah hampir tengah malam, kamu mau tidur di mana biar saya antar " tawar Reagen
"bapak tinggal sendiri atau sama istri bapak" tanya Zahira
Reagen mengernyitkan dahinya "sendiri, saya kan belum menikah. Emang kenapa kamu tanya itu" balas Reagen
"saya tinggal di tempat bapak dulu ya, sambil saya cari kosan buat saya tinggal nanti" pinta Zahira dengan beraninya
__ADS_1
Reagen menatap tak percaya ke arah Zahira "kamu gak takut saya orang jahat" tanya Reagen penasaran pada zahira yang begitu berani meminta tinggal di tempat pria lajang seperti dirinya
"saya yakin bapak orang yang baik jadi gak akan macam-macam sama saya" balas Zahira
"kenapa kamu bisa seyakin itu, kita kan gak kenal" tanya Reagen heran dengan pemikiran Zahira
"melihat dari Bapak yang sedari tadi gak ngapa-ngapain saya padahal ini di tempat sepi" balas Zahira dengan jujur
Reagen terkekeh "ya sudah kalau mau nginep di apartemen saya" putus Reagen
"terima kasih ya pak" ucap Zahira dengan senyum manisnya
"boleh nginep tempat saya tapi ada syaratnya loh gak gratis" ucap Reagen
"mau di bayar sewa berapa" tanya Zahira
"bukan itu sih, kalau uang saya juga punya kali" balas Reagen
"terus apa pak, jangan minta aneh-aneh ya pak" Zahira menyilangkan tangannya di dada "saya wanita baik-baik yang gak mau di ajak jadi sugar baby ya pak" ucap Zahira dengan segala pikiran buruknya
"pletak" Reagen langsung menghadiahi pukulan di kepala Zahira
"saya gak sehina itu mau bikin kamu jadi sugar baby saya" balas Reagen
"terus apa dong" tanya Zahira
'tolong jangan panggil saya pak, saya bukan bapak kamu" balas Reagen
"oh..." mulut Zahira langsung membulat sempurna tatkala tahu permintaan apa yang di maksud Reagen "oke kalau gitu saya panggil mas ...." Zahira mengkode Reagen untuk menyebutkan nama Reagen
Reagen paham arti tatapan mata Zahira "Reagen" balas Reagen
"oke mas Reagen, selama tinggal di apartemen mas, saya akan bersih-bersih untuk membalas budi cuma kalau di suruh masak saya gak bisa ya mas, soalnya dari kecil saya gak pernah masuk dapur selain buat makan" ucap Zahira dengan jujur
'zaman gini bisa delivery kali" balas Reagen dengan kekehan
"terima kasih ya mas Reagen, pokoknya budi baik mas Reagen akan saya ingat seumur hidup saya" tukas Zahira penuh tekad
"oke" Reagen mengusap kepala Zahira dengan lembut dan Zahira yak memprotesnya sama sekali
__ADS_1
"mungkin dengan adanya dia bisa sedikit mengurangi pikiranku tentangnya" batin Reagen
entah dapat pikiran dari mana, Reagen ingin menjadikan Zahira sebagai pelarian patah hatinya akibat Edeline yang kini menjadi istri orang lain
"mas aku tuh belum sholat isya tahu, tunggu bentar ya" Zahira langsung berlari ke arah Danau dan berwudhu di sana
setelah berwudhu, Zahira mengambil peralatan shalat dalam tas ranselnya dan memilih shalat di atas gubuk yang masih bersih karena sempat di buat duduk oleh Reagen sedari tadi
Reagen melirik ke arah Zahira yang sedang melaksanakan ibadahnya "ternyata dia muslim" gumam Reagen yang baru menyadari Zahira muslim
Reagen tentu tidak asing dengan gerakan itu sebab Mommy Brianna memutuskan menjadi mualaf saat menikah dengan ayah dari cinta dan Dika dulu, dan ketika ia berkunjung ke rumah Mommy Brianna, ia sering melihat gerakan itu di saat-saat mommy brianna melaksanakan ibadah di jam nya
"wanita yang cukup taat rupanya" gumam Reagen saat melihat Zahira memanjatkan doa terlebih dahulu seusai melaksanakan sholat
"ayok mas" ajak Zahira saat ia sudah selesai melipat mukenanya
"yuk" Reagen berjalan terlebih dahulu dan membuka kunci mobilnya dan mempersilahkan Zahira untuk masuk ke dalam mobil
Reagen melirik tas Ransel Zahira "kamu bawa baju berapa banyak" tanya Reagen penasaran akan bentuk tas Zahira yang cukup besar
"bawa baju seragam sekolah sama baju tidur satu doang sih mas" balas Zahira
"ya sudah sekalian saja beli baju buat kamu pakai" ajak Reagen
"boleh" Zahira setuju saja dengan ajakan Reagen untuk membeli pakaian
karena waktu yang sudah malam, Reagen memilih membeli baju di swalayan yang buka 24 jam "kita beli baju seadanya dulu, untuk yang lain kita beli lain kali saja" ucap Reagen
"iya mas" Zahira mulai memilih semua kebutuhannya untuk tinggal bersama Reagen
setelah 30 menit memilih, Zahira mendapatkan semua keperluan yang di inginkan dalam keranjang besar belanjaan "cukup banyak rupanya" gumam Reagen saat melihat belanjaan Zahira
"perempuan itu banyak kebutuhannya tau mas" sahut Zahira
"ya sudah" Reagen mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu miliknya lalu menyerahkan salah satu kartu miliknya pada petugas kasir
"loh kok mas yang bayar, kan Zahira punya uang sendiri" protes Zahira
"gak papa, biar saya yang bayarin saja, uangmu buat kamu jajan di sekolah saja" tolak Reagen
__ADS_1
"kalau maksa ya sudah" Zahira menerima saja pemberian Reagen tanpa banyak protes