
Tara mengernyitkan dahinya saat adrian berkunjung ke rumahnya di pagi hari padahal adiknya baru bilang bahwa ada orang yang ingin bertemu dengannya
"tumben kamu ke sini pagi-pagi, ada apa ya" tanya tara
"Mika belum cerita sama kamu" balas adrian
"cerita apa" heran tara
"oke kalau gitu" adrian menghela nafas panjang "aku ke sini buat lamar adik kamu" ucap adrian
"haaa" tara menganga lebar dengan pernyataan adrian yang menurutnya begitu tiba-tiba
"awalnya aku mau melamar pada ayahnya, tapi kata mika harus minta izin dulu sama kamu jadi di sini aku sekarang, melamar mika untuk jadi istriku padamu" jelas adrian
"kamu gak salah ngomong adrian" tara benar-benar terkejut akan lamaran adrian untuk adiknya
"gak lah, bukannya kamu ada niat buat jodohin kita ya? makanya kamu minta buat daddy menerima mika kerja di tempatku" balas adrian
"uhuk uhuk uhuk" tara terbatuk akan ucapan adrian yang terlontar dengan begitu santainya
"ekhem" tara berdehem untuk menetralkan kegugupannya "aku memang berencana mendekatkan kaliandengan meminta uncle el untuk menerima mika di tempatmu, tapi kami belum memulai apapun jadi rasanya aku masih gak nyangka kalau kamu lamar adikku secepat ini" balas tara
"ini bukan cepat tara, aku sudah menunggu cukup lama, awalnya aku ingin melamar mika sejak dua bulan lalu tapi baru rencana yang terukir di otakku, keadaan naas yang menimpa lensi terjadi jadi aku terpaksa menundanya" balas adrian
"maaf ya kak adrian kalau gara-gara aku rencana kakak jadi tertunda" sahut lensi merasa tak enak hati pada adrian
"gak masalah sama sekali, malah dengan waktu dua bulan itu aku bisa meyakinkan mika bahwa aku sungguh-sungguh ingin menikahinya dan bukan main-main" balas adrian
tara menoleh ke arah mika "dari tadi yang bicara adalh adrian, sekarang kakak mau tanya sama kamu, apa benar kamu mau menikah dengan adrian" tanya tara emmastikan apa adiknya benar-benar ingin menikah dengan adrian
mika mengangguk "iya kak, mika mau" balas mika dengan malu-malu
sedari tadi om jovan dan ibu dhira hanya diam saja karena buakn ranahnya untuk bicara perihal kehidupan mika "maaf kalau om menyela pembicaraan kalian" ucap om jovan
"aku tahu tara adalah kakaknya tapi tetap saja mika masih punya ayah jadi sebaiknya minta izinlah pada adnan segera" ucap om jovan mengingatkan bahwa mika masihlah punya seorang ayah landung jadi harus meminta izinnya untuk menikah
"aku sudah memikirkannya, dan akan segera melamarnya ke sana setelah bertemu dengan tara " balas adrian
"apa mika sudah cerita tentang mamanya" tanya tara tak ingin ada masalah di kemudian hari jika adrian sampai tidak tahu bagaimana sikap mamanya yang cukup sombong dan memandang orang dari segi hartanya
__ADS_1
adrian mengangguk "sudah, aku tahu mungkin aku bukan tipe ideal bagi mamanya, tapi yang menjalani pernikahan adalah mika bukan mamanya dan menurutku aku bisa memberikan kebahagiaan dan memberikan mika nafkah yang cukup walaupun aku hanya seorang anak angkat dan bukan anak kandung daddy el" balas adrian begitu yakin akan menikahi mika walaupun tantangan terbesarnya adalah mama dari Mika yang terkenal keras dan susah di ajak kompromi
"oke kalau gitu, aku dan lensi akan menemanimu untuk bertemu dengan ayahnya mika" balas tara
***
Lensi menggendong nidya dan mika berjalan sambil memegang lengan lensi seolah meminta perlindungan "jangan takut Mika, kakak akan ngelindungi kamu, percaya sama kakak" ucap lensi meyakinkan adiknya bahwa dia dan tara akan ada untuknya
"iya kak, aku cuma takut mas adrian ilfill sama aku setelah ketemu mama" Mika begitu pesimis akan pernikahannya walaupun adrian sudah sering meyakinkannya bahwa adrian tak masalah sama sekali dengan sifat mamanya yang cukup keras dan mempunyai kriteria cukup tinggi untuk menantunya
"ting tong" tara memencet bel rumah orang tua Mika
"ceklek" pintu terbuka dan munculah wanita paruh baya membuka pintu "cari siapa ya" tanya wanita itu yangt terlihat sebagai pekerja di rumah tuan adnan
"ayah sama mama ada mbok" tanya Mika
wanita paruh baya yang bernama mbo risma tersenyum melihat anak majikannya yang sudah lama tak ia lihat " non mika" ucap mbok risma dengan senang " mbok seneng abnget lihat nona pulang" ucap mbok risma begitu sennag melihat keberadaan mika
"ada engga mbok" tanya mika lagi
"kalau tuan ada non, nyonya yang gak ada" balas mbok risma
"biasa non, tanggal segini nyonya kan ikut arisan" balas mbok risma "astaga" mbok risma menepuk jidatnya " yuk masuk" ajak mbok risma mempersilahkan mika dan yang datang bersamanya ikut masuk
"panggil ayah ya mbok" pinta Mika
"iya non" mbok risma bergegas menghampiri tuan adnan untuk mengabari kedatangan Mika yang sudah setengah tahun ini tidak pulang ke rumah
tak lama berselang, tuan adnan datang ke ruang tamu "mika, lensi" tuan adnan memeluk kedua anaknya secara bergantian
"tumben kalian ke sini" tanya tuan adnan yang merasa heran kedua anaknya datang ke rumah padahal ia selalu menghindar untuk ketemu Listia, istrinya
"ada yang perlu kami bicarakan yah" ucap lensi membuka obrolan
"ada apa" tanya tuan adnan
"ayah sudah kenal dengan kak adrian kan" tanya Lensi
"iya, ayah kenal. Dia anak angkat mertuanya qiran kan" balas tuan adnan
__ADS_1
"iya, dia anak angkat uncle el, kedatangan kami ke sini karena adrian mau lamar mika pada anda" ucap Tara mewakili adrian untuk bicara
"jadi kamu mau melamar mika" tuan adnan terlihat senang bahwa anaknya di lamar oleh adrian
"iya om, saya mau lamar mika untuk jadi istri saya" balas adrian dengan begitu yakinya
"apa-apaan ini" seru Listia yang baru masuk ke dalam rumah dan mendengar lamaran adrian
mika sudah panik dan menggenggam tangan lensi seolah meminta perlindungan "saya gak suka ya kalau pria yang lamar anak saya modelan kaya kamu" ucap listia dengan nada tidak suka
"emang saya kenapa" tanya adrian dengan santainya
"kamu tuh cuma anak yang gak jelas asal-usulnya dan kebetulan di pungut oleh Elston jadi jangan sok kebagusan deh" seru listia dengan nada penuh hinaan
"mama!" teriak mika tak suka dengan ucapannya yang begitu tidak sopan pada adrian
listia menatap tajam ke arah mika "semenjak kamu tinggal sama mereka" tunjuk listia pada tara dan lensi "kamu jadi berani bantah mama ya" bentak listia
"itu karena mama gak pantas untuk di hormati" seru mika dengan suara lantang
"plak" listia langsung menampar pipi mulus mika sampai menimbulkan suara begitu nyaring "berani kamu ya" teriak listia
"cukup mah!" bentak tuan adnan dengan tatapan tajam pada listia
"ayah, adalah ayahnya jadi ayah yang lebih berhak menentukan dengan siapa mika menikah dan ayah menerima lamaran adrian" ucap tuan adnan dengan suara tegasnya
"mama gak sudih ya punya mantu macam dia, dan mama gak akan izinin mereka menikah di sini" balas listia dengan ketus
tara terkekeh melihat tingkah ibu kandungnya yang masih saja belum berubah "jangan lupa kalau masih ada saya kakaknya, gak terima juga saya masih bisa menyediakan tempat untuk adik saya dan saya masih bisa menemani dia menikah, gak perlu juga sama mama yang aneh macam anda " tukas tara
tara menoleh ke arah tuan adnan "saya ke sini untuk memberitahu hal ini pada anda, saya akan mengabari anda tentang acara pemberkatan pernikahan mereka, dan saya yang akan mengurusnya dan akan di adakan di rumah saya dan juga lensi" ucap tara
"kalau gitu kita pamit pulang ya yah" pamit lensi pada tuan adnan
"iya nak, nitip adik kamu ya" balas tuan adnan
"iya yah" rombongan mika dan adrian pun pamit keluar rumah tuan adnan
"berani ayah nerima lamaran orang itu tanoa izin mama" teriak listia
__ADS_1
"kenapa tidak, mika kan anakku" balas tuan adnan meninggalkan listia begitu saja