
Reagen begitu di sibukkan dengan acara pernikahan ayah mertuanya yang bisa di bilang untuk kedua sebab pernikahan ayah Arman dengan Sari tidaklah sah di mata hukum maupun agama sebab Sari menikah dengan ayah Arman di saat masih sah menyandang status istri dari Jordan kala itu
Reagen yang jadi menantu laki-laki tentu mengambil alih tugas istrinya yang sedang hamil besar. Tak mungkinkan istrinya harus bolak-balik mengurus pernikahan ayah Armand dengan perut besarnya. Oh tidak akan Reagen biarkan terjadi
"hotelnya beres kan mas" tanya Zahira pada Reagen yang barus selesai menelpon seseorang
"sudah kok sayang,soal hotel sudah beres kalau soal katering dan dekorasi di handel sama mamanya mila jadi beres sayang" balas Reagen
Zahira mengusap perutnya yang sudah terlihat begitu bulat dan besar "yang mau menikah ayah kenapa aku yang panik ya mas, berasa mau melepas anak menikah padahal yang menikah kan ayahnya Zahira" tanya Zahira mengenai apa yang ia rasakan saat ini
"entahlah, ayah kamu yang mau nikah saja santai banget loh, yang heboh malah sahabat kamu gara-gara di pingit padahal lusa juga dia sudah jadi mamah kamu" balas Reagen dengan kekehan
"iya ya mas, sih Mila kesambet apa ya sampai kekeh banget cepat di nikahin ayah" heran Zahira
"terpesona Duren itu yang" balas Reagen
"DUREN" beo Zahira
"iya Duren alias duda keren " kekeh Reagen mengingat betapa antusiasnya Mila menikahi ayah mertuanya bahkan sampai mengancam akan datang ke rumah setiap hari agar di gerebek warga dan di nikahkan
"oh ya mas" Zahira membetulkan posisi duduknya menghadap suaminya "kak Lucas beneran mau balik lagi ke bandung setelah acara pernikahan ayah" tanya Zahira penasaran
"katanya sih iya sayang, sudah betah di sana kata Lucas" balas Reagen
Zahira mengerutkan keningnya "dia ada gandengan di sana apa" tanya Zahira
Reagen mengedikkan bahunya "entahlah, mas juga gak tahu" balas Reagen
__ADS_1
***
"gak bisa apa ya mas, ke rumah sebentar saja" mohon Mila dengan muka memelasnya
"gak bisa Mila, itu sudah pesan mamanya mas dan mama kamu, kita harus nurut jangan banyak negeyel. Kagian dua hari lagi kamu sudah ketemu sama mas, sabar dikit ngapa" tolak Ayah Arman
"tapi Mila kangen mas" rengek Mila
"ya ampun Mila, kita lagi telponan loh, lagian kita di pingit baru juga mau seminggu waktu acara tujuh bulanan Zahira, kita kan ketemu " Ayah Arman kadang harus menyiapkan stok kesabaran untuk menghadapi rengekan Mila yang tak kenal menyerah sampai mendapatkan apa yang ia mau
"tapi Mila beneran kangen sama mas dan pengen ketemu mas" rengek Mila
"mas mohon bersabarlah, mas benar-benar gak bisa berbuat apapun, kunci mobil mas di sita sama mama dan mas juga sudah gak kerja 3 hari ini loh" Ayah Arman terus meminta pengertian Mila agar tidak memaksanya untuk terus bertemu karena mereka akan menikah dua hari lagi
"ya sudah deh, Mila tidur dulu" Mila langsung mengakhiri panggilannya tak menunggu reaksi Ayah Arman
Mila menyimpan ponselnya dan menyembunyikan wajahnya di dalam bantal "aku merindukanmu mas, aku ingin kamu memelukku saat ini" gumam Mila terisak seorang diri
"maaf Mila, setelah kamu menikah, ayah akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Ayah sudah tidak sanggup lagi menjalani pernikahan toxic ini dengan mama kamu" ucap Bimo
"mas beneran mau cerain aku mas, setelah 20 tahun kita menikah" tanya Listia
"apa yang kita pertahankan dari pernikahan kita Listia, kita saling menyakiti selama ini dan kita bisa berrtahan selama ini karena putri kita. Putri kita akan menikah dan dia punya pria yang akan jadi teman hidupnya jadi kita tidak harus meneruskan kepalsuan ini" balas Bimo
"kamu mau nikahin wanita itu setelah cerai dariku hah!" teriak Listia
"aku tidak sepertimu yang asal main ************ LIstia" sentak Bimo tidak terima di katakan selingkuh oleh Listia
__ADS_1
"loh itu kan memang kenyataannya" protes Listia
"aku tidak pernah ada hubungan apapun dengan Citra, hubungan kami murni sebagai atasan dan bawahan. Bahkan tahun depan ia akan mengundurkan diri setelah menikah" jelas Bimo membuat raut terkejut Listia
"aku bukan kamu Listia, yang tinggal serumah dengan kekasih lamanya setelah menikah. aku juga bukan kamu yang terus menghianati pernikahan" Bimo menatap Sendu Listia "aku sudah lelah jadi suamimu Listia, aku akan memberikan semua harta kita pada Mila, dan menyisakan untuk jaminan masa tua kita saja, maaf kalau aku mengambil keputusan ini mengenai harta bersama kita karena sungguh aku tidak percaya dengan Jordan, aku tidak percaya apakah dia benar-benar mencintaimu apa adanya dan bukan karena harta yang kamu punya" tukas Bimo
Mila begitu terkejut akan kenyataan bahwa ayahnya tidak berselingkuh dari mamanya, tapi mamanya saja yang tidak bisa lepas dari kisah masa lalunya
ingin rasanya ia meminta pada ayahnya untuk tidak menceraikan mamahnya apalagi memang mamahnya tidak ingin bercerai tapi Mila tidak boleh egois, dia tidak boleh terus menyakiti batin ayahnya yang sudah menahan penghianatan selama 20 tahun lamanya
***
Mila sedang memakai gaun pengantin bermodel kebaya putih yang memilik ekor berjuntai panjang. Mila duduk di kursi tunggu yang sudah di sediakan sambil memegang buket bunga mawar putih. Hatinya harap-harao cemas saat meunggu orang datang mengabari dirinya bahwa ijab Qabulnya selesai di lakukan
jika Mila sedang gugup dalam ruangan, berbeda dengan Ayah Arman yang nampak santai saja, bahkan ia malah sibuk menenangkan Bimo yang begitu gugup dan gemetaran saat menghafal baaan yang akanm di tanyakan Bimo pada ayah Arman untuk menikahkan putri sulungnya
"tenang lah Bimo, santai saja, anggap ini seperti saat kamu melaksanakan presentasi, lantang dan tak beban" ucap Ayah Arman mencoba terus menenagkan calon ayah mertuanya
"bagaiman bisa Arman, ini anak pertamaku loh yang menikah" kesal Bimo
"hei kamu lupa ya kalau aku juga pernah menikahkan anak gadisku satu-satunya" sahut ayah Arman mengingatkan
"baiklah" Bimo menghela nafas panjang dan meminta pada petugas KUA untuk memulai acara
Bimo menjabat tangan Arman "saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku bernama Mila Ardisti Darmawangsa dengan maskawin uang sebesar 100 juta dan logam mulia sebesar 2023 gram di bayar tunai" ucap Bimo dengan suara lantang sambil menggoyangkan tangan Ayah Arman saat berjabat tangan
"saya terima nikah dan kawinnya, Mila Ardisti Darmawangsa dengan maskawin tersebu di bayar tunai" AYah Arman mengucapkan kalimat sakralnya dengan satu tarikan nafas
__ADS_1
"SAH" tanya Petugas KUA
"SAH!" serempak para tamu undangan melantangkan suara sah sebagai tanda bahwa Mila kini sudah sah menjadi istri seorang istri Arman Malik Ja'far