
Riska memicingkan matanya ke arah pria berbadan tegap dan jelas dari perawakannya adalah pria keturunan asing dan memiliki kesamaan wajah dengan mommy Brianna itu "kamu siapa" tanya Riska dengan suara ketus
"saya Putera pertama mommy brianna sekaligus pewaris sah perusahaan mendiang kakek saya karena perusahaan itu di berikan pada saya sewaktu kakek saya masih hidup" balas Reagen penuh penekanan
Riska mengerutkan keningnya "bukannya kamu yang dulu kekeh menolak perusahaan itu" balas Riska
"kali ini saya berubah pikiran jadi perusahaan itu akan kembali ke tangan saya" jelas Reagen
"oke" Riska bersedekap tangan ke arah Reagen "kalau gitu kamu harus bantu perusahaan ayah tiri kamu" ucap Riska dengan tak tahu malunya
"apa" Reagen sungguh di buat tertawa akan rasa percaya diri berlebihan dari wanita yang jadi istri pertama suami mommy nya "kamu gak salah ngomong" tanya Reagen
"enggak lah, kan kamu anak sambungnya" balas Riska dengan begitu beraninya
Reagen merubah wajahnya menjadi datar dan dingin "apa untungnya bagi saya membantu suami anda" tanya Reagen dengan tatapan tajamnya
"jelas dengan membantu suami saya itu akan menjamin hidup adik-adik kamu" balas Riska
"tanpa campur tangan suami anda bukannya adik-adik saya hidup dari uang pribadi mommy saya ya, dan setahu saya selama menikah dengan mommy saya, suami anda itu tidak pernah memberikan uang sepeserpun untuk adik-adik saya dengan alasan yang selalu sama perusahaan anda butuh uang untuk suntikan modal
dan itu hampir 20 tahun tapi masih sama alasannya jadi kenapa saya harus membantu perusahaan yang tidak bisa stabil dari dulu" ucap Reagen dengan nada penuh cibiran
"suami saya bisa saja menceraikan mommy kamu kalau dia tidak membantunya" ancam Riska
"alasan klasik" Reagen mengibaskan tangannya ke arah Riska sebab lagi-lagi Riska mengancam mommy nya dengan perceraian
Reagen melirik ke arah mommy nya "masih takut di ceraikan" tanya Reagen
mommy brianna menggelengkan kepalanya pelan "sudah tidak Reagen, adik-adik kamu malah minta mommy berpisah sejak dulu" balas mommy Brianna
Reagen kembali melirik ke arah Riska "kalau suami anda mau menceraikan mommy hanya karena dia tidak lagi di bantu, silahkan datang padaku aku akan mulai memperhitungkan kerugian yang di alami mommy dan adik-adikku" ucap Reagen dengan nada tegas
"kau" tunjuk Riska dengan tatapan nyalang
"dengar ya nyonya istri pertama, saya bukan orang yang suka basa-basi tidak jelas, kalau mau cerai ya ceraikan saja aku akan mengurus dua adikku" ucap Reagen
__ADS_1
Riska memilih pergi dari sana karena di rasa percuma berdebat dengan Reagen
Setelah melihat Riska pergi mommy brianna jatuh terduduk di sofa "hiks hiks hiks" mommy brianna menangis sesenggukan
"masih takut di ceraikan" tanya reagen dengan tatapan sinisnya
mommy brianna mendongakan kepalanya "bukan itu reagen" elak mommy brianna
"lalu apa" tanya reagen
"mommy hanya benar-benar lelah menjalani pernikahan mommy" balas mommy brianna
reagen berjongkok di depan mommy brianna, hatinya tentu sakit melihat hidup wanita yang melahirkannya begitu menyedihkan "aku dulu sudah bilang mom, jangan jadi istri kedua seseorang karena masih banyak pria yang bisa menyayangi mommy" ucap Reagen mengingatkan mommy nya yang tidak mau mendengar larangannya dulu
"mommy memang bersalah reagen" balas mommy brianna. Reagen memeluk mommy brianna "ya sudah jangan menangis lagi, untuk perusahaan akan reagen urus dan saat kalian butuh uang atau apapun cukup bilang ke reagen, biar reagen yang urus semua keperluan mommy dan adik-adik" ucap reagen
"Terima kasih reagen" balas mommy brianna
"mama" teriak seorang wanita memasuki rumah dengan langkah tergesa-gesa dan langsung saja memeluk mommy brianna
"mommy gak papa" mommy brianna mengurai pelukannya dan melirik ke arah reagen "ada kakak kamu yang melindungi mama" balas mommy brianna
cinta menoleh ke arah reagen "kakak" cinta langsung saja memeluk kakaknya "cinta senang banget kakak datang" ucap cinta begitu bahagia melihat kakaknya datang
"kebetulan kakak ada kerjaan di Indonesia jadi kakak sempetin mampir ke sini" balas reagen
cintai mengurai pelukannya dan menatap sendu kakaknya "kak bilangin ke mama deh, mending minta cerai aja dari ayah, stress aku lihat istri ayah yang selalu ganggu kehidupan kita padahal secuil pun uang ayah kita gak pernah pakai" pinta cinta
"itu urusan orang tua sayang, kita sebagai anak gak boleh ikut campur" reagen mengajak cinta untuk duduk agar lebih mudah bicara
"tapi mereka nekan kita terus kak" adu cinta
"mulai sekarang gak akan lagi cinta, perusahaan grandpa nanti di ambil alih sama kakak jadi kalau keluarga gak tahu diri itu minta uang perusahaan suruh datang ke kakak. Enak aja mereka mau nikmatin harta grandpa" balas Reagen
cinta kembali memeluk kakaknya "cinta senang banget kakak mau datang jenguk kita lagi" ucap cinta
__ADS_1
"iya, maaf ya kalau kakak terlalu sibuk selama ini" balas reagen
"gak papa kak, yang penting sekarang kakak ada di sini" balas cinta
"ngomong-ngomong kamu bolos kuliah ya" tanya reagen
cinta menggelengkan kepalanya "enggak kok. kak kebetulan jam kuliah cinta selanjutnya jam 3 sore" balas cinta
"dito sekolah ya" tanya reagen
"iya lah kak, ini kan masih jam 2 kan sekolahnya biasa selesai jam 3 jadi masih sekolah lah dia" balas cinta
"ya sudah karena sudah jam 2 kakak antar kamu ke kampus saja" tawar reagen
"boleh kak, kebetulan banget ini jadi gak perlu nyetop angkot deh" balas Cinta
cinta memang terbiasa naik kendaraan umum saat sekolah agar tidak membebankan mommy brianna yang harus hemat sebab Riska selalu mengganggu mereka jika terlihat keluarganya memiliki uang lebih
"ya sudah gih ganti baju" titah reagen
cinta langsung berlari untuk berganti pakaian agar tidak membuat kakaknya menunggu lama
reagen mengendarai mobilnya menuju kampus cinta "kakak lama di sini" tanya cinta
"lihat kerjaan kakak dulu sih kalau agak ribet ya mungkin lama" balas reagen
"berarti kakak kerja bareng sama kak lucas ya" tanya cinta dengan senyum mengembangnya
reagen melirik tajam ke arah cinta "jangan punya pikiran gila kaya ara yang ngebet naksir lucas" tukas reagen
cinta mengernyitkan dahinya "kenapa gak boleh kak" tanya cinta
"lucas sudah ada nidya, dan nidya itu juga adik kakak maupun kamu atau ara yang coba ngusik lucas kakak gak akan tinggal diam" ucap reagen memperingati adiknya dengan tegas
"iya kak" cinta hanya diam menunduk tak berani membantah kakaknya
__ADS_1