You Are My Regret

You Are My Regret
Rutinitas baru


__ADS_3

Reagen menghentikan mobilnya di depan sebuah kampus "nanti pulang sendiri ya Cin, kakak ada banyak kerjaan hari ini" ucap Reagen sesaat sebelum Cinta, adiknya turun dari mobil


"iya kak" Cinta langsung turun dan bergegas masuk ke dalam kampusnya


Reagen kembali melajukan mobilnya dan menoleh sekilas ke kursi penumpang yang tepat di sebelahnya "kamu yakin mau ke rumah ayah kamu" tanya Reagen memastikan keinginan ara yang ingin bertemu Jonathan karena jelas di rumah Jonathan pasti ada Edeline


"iya kak, akukangesn sama ayah" balas Ara


"tapi di sana ada Edeline" Reagen sedikit ragu membiarkan adiknya bertemu dengan Edeline yang jelas bersikap kurang ajar pada ara hanya karena ara tinggal dengannya dan menjadi adiknya walaupu tidak terikat hubungan darah


ara tersenyum tipis "ayah sayang aku lebih dari apapun kak jadi tidak mungkin ayah akan biarin Edeline menyakitiku" Ara menoleh ke arah Reagen "lagian sikap Edeline seperti itu hanya karena takut kalau kakak jatuh cinta sama aku kan kakak belum pernah pacarand engan siapapun" ledek Ara pada status Jomblo sejak lahir yang di sandang oleh Reagen


Reagen tentu mendengus sebal akan ledekan ara "kakak hanya tidak ingin punya pacar saja bukannya karena cinta sama kamu" kilah reagen tidak ingin di katakan mencintai ara karena bagi Reagen ara adalah adiknya dan selamanya tetaplah adiknya


"ya sudah, kita ke rumah ayah ya" ajak Ara


Reagen mengantar Ara samapi depan rumah milik Jonathan "mau kakak temani ke dalam" tawar reagen


"untuk kali imi tidak kak, dia itu masih menaruh hati sama kakak dan kalau dia lihat kakak antar aku yang ada makin marah nanti si Edeline" balas Ara


"ya sudah, kabari kakak kalau ada apa-apa ya" Reagen pasrah saja akan keputusan Ara yang ingin berhubungan baik dengan istri ayahnya


"Ting tong" Ara menekan bel pintu rumah ayahnya


"ceklek" pintu terbuka dan muncullah Edeline dari balik pintu membuat Ara membelalakan matanya lebar


"edeline" gumam ara begitu tekejut melihat penampilan Edeline yang baru pertama kali di lihatnya


Edeline menatap kedatangan ara dengan biasa saja karena tentu Edeline tahu kalau Ara adalah putri Jonathan jadi dia tidak kaget jika Ara bisa datang kapanpun ke rumah Jonathan


"on Jo lagi ke kantor, kalau mau masuk ya masuk aja" Edeline meninggalkan Ara begitu saja dan berjalan dengan cepat ke arah belakang

__ADS_1


"tunggu Edeline" Ara menutup pintu rumah sebelum mengejar Edeline masuk ke dalam rumah


Ara mengernyitkan dahinya melihat banyaknya barang yang menumpuk di halaman belakang rumah ayahnya dan juga ada perkakas bangunan yang di pegang oleh Edeline


"kamu lagi apa Edeline" tanya Ara melihat Edeline yang sedang memotong kayu panjang menjadi beberapa bagian


"mengisi kegiatan yang gak ada kerjaan" balas Edeline seadanya


Ara makin heran saat Edeline memegang alat yang biasa di pakai oleh kaum pria di sentuh oleh Edeline dengan santainya  "kamu bisa pakai alat beginian" heran Ara


"tentu saja" Edeline menghentikan gerakannya dan menatap tajam kearah Ara "kamu lupa aku kuliah arsitek, jadi tentu saja aku tidak asing dengan peralatan seperti ini" balas Edeline


"bukannya jurusan arsitek itu mendesain rumah ya" tanya Ara memastikan apa yanga da dalam pikirannya


"mendesain tentu harus tahu dasarnya membangun sebuah bangunan" tukas Edeline kembali melanjutkan aktivitasnya kembali


ara berlutut di hadapan Edeline sembari melihat kegiatan Edeline yang seperti akan membuat sesuatu "gak nyangka loh kamu bisa buat beginian" takjub Ara


"hmmm" balas Edeline sekenanya


"mau gimana lagi, hanya ini tempat yang bisa aku tinggali" balas Edeline


"hmmmm" Ara meninggalkan Edeline dan kembali masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian yang lebih nyaman


"ternyata dia gak pakai kamar aku" Ara menebak Edeline tidak memakai kamarnya sebab tidak ada barang yang berubah sedikitipun dari terakhir kali ia tempati


setelah berganti pakaian santai ara berniat ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk dirinya dan juga Edeline "masak apa ya" gumam ara membuka pintu


mata Ara langsung membelalak lebar saat tersedia begitu banyak menu makanan di sana "wah ayah sayang juga sama Edeline" Ara memilih beberapa bahan dan meletakannya di dapur


"kok kaya ada bekas masakan" Ara seperti mencium bau masakan padahal biasanya ayahnya jarang sekali memasak

__ADS_1


ara mencari sumber aroma dan membuka tudung saji "ada makanan" ara begitu terkejut saat ada makanan yang lengkap di atas meja


melihat sudah ada makanan, Ara memasukan kembali bahan-bahan yang sempat ia ambil barusan karena merasa tidak perlu memasak sebab sudah cukup banyak masakan di sana  "masa Edeline yang masak" nampaknya ara tak percaya bahwa makanan yang ada di atas meja makan adalah masakan Edeline


"lebih baik tanya saja" Ara berjalan ke arah tempat Edeline berada untuk bertanya siap yang sudah memasak


"Edeline" panggil ara


"hmm" balas Edeline singkat sebab masih begitu konsen dengan pekerjaannya


"itu siapa yang masaka" tanya ara


"aku yang masak, kalau lapar makan saja nanti kalau kurang dan om pulang, aku bisa masakin ulang" balas Edeline masih begitu fokus dengan pekerjaannya


"haaa" Ara di buat melongo setelah tahu itu masakan Edeline


"masa sih kamu yang masak Edeline" Ara tentu tidak percaya hal itu sebab ia tahu betul bagaimana Edeline di manja sejak kecil


"gak butuh percayamu" balas Edeline dengan cueknya


Ara berjalan kembali masuk rumah untuk mencicipi rasa masakan Edeline mengobati rasa penasarannya apakah Edeline bisa memasak


Ara langsung saja mengambil sendok dan piring kecil untuk mencicipi masakan Edeline membuat mata Ara membelalak Lebar "bisa masak ternyata" Ara kembali menyencokan masakan Edeline ke dalam mulutnya dan kini yakin kalau Edeline bisa memasak


Seusai mencicipi masakan Edeline, Ara kembali menghampiri Edeline "ternyata kamu bisa memasak Edeline" ucap Ara begitu takjub bahwa Edeline bisa memasak bahkan rasa masakan Edeline jauh lebih enak dari rasa maskannya


"sedikit saja" Edeline menatap lurus ke arah ara "jangan khawatir aku tidak bisa mengurus ayahmu, sekarang aku hanya menjalani rutinitas baru sebagai istri ayah kamu dan mengurus segala kebutuhannya" balas Edeline dengan santainya


Ara tersenyum tipis ke arah Edeline "usia kamu memang jauh lebih muda di bandingkan denganku Edeline tapi aku sungguh menghormati kamu sebagai anak dari aunty Qiran dan ucle Jay di tambah status kamu sebagai istri ayahku" tukas Ara


"hmmm" balas Edeline sekenanya saja

__ADS_1


hari ini ada banyak hal mengejutkan yang di dapatkan Ara saat melihat Edeline lebih dekat dan ternyata anggapan kakaknya tentang Edeline menurutnya tidaklah sepenuhnya benar. Edeline bukanlah anak manja yang akan merengek saat dirinya di abaikan oleh orang tuanya


__ADS_2