You Are My Regret

You Are My Regret
Menyesal itu, datangnya di belakang


__ADS_3

seorang pria berjalan dengan membawa bunga dan parsel buah  ke suatu tempat berdinding kaca transparan "ayah gak sewa pengacara untuk mama" tanya nyonya listia yang sedang duduk di ruang pengunjung tahanan


tuan adnan menyodorkan bunga untuk nyonya listia "aku tidak akan menyewa pengacara" balas tuan adnan


nyonya listia mengerutkan keningnya "ayah berani biarin mama di penjara" tanya nyonya listia tidak percaya pada suaminya


"bukti sudah valid, dan tara juga menyewa pengacara hebat jadi terima saja hukumanmu" balas tuan adnan


"ayah sekarang merasa menyesal menikah dengan mama dan meninggalkan wanita itu" tanya nyonya listia dengan nada mengejek


"iya, ayah menyesal, sangat menyesal gara-gara mama aku harus kehilangan wanita yang begitu baik dan begitu memperdulikan aku" balas tuan adnan jujur


nyonya listia terkekeh "ayah sekarang menyesal, tapi juga sudah terlambat" balas nyonya listia menyindir telak tuan adnan


"harusnya aku gak merasa bersalah padamu karena menikah dengan revandra, itu adalah salahmu bukan salahku tapi dulu aku selalu merasa bersalah karena kamu harus terjebak dengan pria yang tidak kamu cintai dan aku terpaksa menikahimu karena kau yang ingin kabur darinya. gara-gara kamu aku harus kehilangan momen bersama anakku" tukas tuan adnan menyesali keadaanya yang harus berjauhan dengan Lensi dan tidak melihat tumbuh kembangnya dengan baik


"cih" nyonya Listia berdecih akan tingkah suaminya "kamu memang bersalah, karena kalau bukan karena dirimu yang meninggalkanku saat itu aku akan bertemu dengan revandra" sentak nyonya listia masih menyalahkan Tuan adnan perihal pernikahannya bersama Revandra dulu


"sudahlah terima saja hukumanmu" tuan adnan berjalan meninggalkan nyonya listia begitu saja tak perduli dengan nyonya listia yang terus berteriak padanya


***


tuan adnan duduk termenung di sofa ruang tamu dengan keadaan lampu padam, tuan adnan juga terus mengamati jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 2 dini hari


"ceklek" pintu terbuka menampilkan wanita yang berpakaian seksi memasuki rumah dengan langkah sempoyongan


wanita itu berjalan dengan tak tentu arah dan sesekali menabrak benda yang di lewatinya "dari mana kamu, jam segini baru pulang" ruangan yang tadinya gelap gulita sekarang jadi terang benderang sehingga tampilan sesosok wanita yang berjalan dengan tak tentu arah itu terlihat dengan jelas

__ADS_1


wanita yang di tanya hanya terkekeh pelan "kenapa pengen tahu aku dari mana" balas wanita itu yang tak lain adalah mika dharmendra, anak dari tuan adnan dan nyonya listia


tuan adnan menghampiri mika, dan dapat dia cium aroma alkohol yang tercium kuat dari tubuh mika "kamu minum" tanya tuan adnan


"iya, emang kenapa" tanya mika dengan tawanya yang di pengaruhi kadar alkohol cukup tinggi di tubuh mika


"dengan siapa kamu mabuk, sepertinya kamu tidak pergi dengan ditto tadi" tanya tuan adnan menyadari bukan ditto kekasih anaknya lah yang mengantar mika pulang


"ditto!" mika berteriak kencang menyebut nama ditto "buat apa aku pergi dengan pria macam dia" kesal mika mengingat tentang kekasihnya itu


"kenapa, kamu berantem lagi dengan dia" tanya tuan adnan


mika menatap tajam ayahnya "gak penting juga berantem dengan dia" balas mika masih dengan suara yang selengekan karena pengaruh mabuk alkohol


"sudah berapa kali ayah bilang, kalau dia itu gak cinta sama kamu tapi kamu tetap nekat rebut kekasih kakak kamu" balas tuan adnan


"plak" tuan adnan langsung menampar mika "jaga kata-kata kamu mika, lensi bukanlah anak haram, dia anak yang lahir dari pernikahan yang sah, ini semua bisa terjadi karena kelakuan ibumu yang rendahan itu" seru tuan adnan penuh amarah


tuan adnan mungkin sudah lelah menahan hinaan demi hinaan yang di lontarkan istri dan anaknya pada ibu dhira dan lensi padahal kenapa hidup mereka berdua berada di tempat buruk dimata  orang-orang adalah karena dirinya


mika mengusap pipinya "kenapa, ayah selalu bela lensi, begitupun juga keluarga besar ayah, tak ada satupun dari mereka yang mengakui aku bagian keluarga dharmendra, tapi kenapa lensi yang tidak memakai nama dharmendra selalu di anggap oleh kakek dan nenek juga om dan tante bahkan sepupuku juga tak ada yang mau mengakui ku"  ucap mika dengan suara lantang


tuan adnan merasa bersalah pada anaknya, memang benar kehidupan kedua anaknya sungguhlah tidak adil


yang satu di akui sebagai anak sah di hadapan hukum negara tapi di abaikan keluarga besar sedangkan yang satu tidak di anggap anak sah oleh hukum negara tapi di akui oleh keluarga besarnya


"maafkan ayah nak, ini semua memang salah ayah" ucap tuan adnan dengan suara lirih

__ADS_1


lagi-lagi tuan adnan menyesali semua yang sudah terjadi, tapi mau apa? semua sudah terjadi tak bisa di putar kembali, kedua anaknya benar-benar merasakan ketidak adilan karena ketidaktegasan dirinya dulu


mika jatuh terduduk di lantai "apa salahku ayah? kenapa semua orang lebih mencintai lensi ketimbang aku, apa kurangnya aku sampai semua orang lebih peduli padanya, bahkan ayah dan ditto saja lebih peduli padanya walaupun kalian berada di dekatku" tanya mika terisak lirih


"maaf" tuan adnan memeluk mika erat "maafkan ayah nak" pinta tuan adnan yang tak bisa menahan laju air matanya lagi


"apa salahku yah, ditto saja menjauh dariku setelah tahu lensi menikah, padahal lensi memilih menikah bukan karena ku tapi kenapa jadi aku yang bersalah" tanya mika dengan nada prustasi


"ini salah ayah dan mama, ini dosa kita karena meninggalkan anak kami untukmu jadi kamu yang mendapat balasannya, maafkan ayah nak" sesal tuan adnan


mika mengurai pelukan ayahnya "apa maksud ayah" tanya mika heran dengan ucapan ayahnya


mika mulai sedikit sadar jadi ia bisa menanyakan apa maksud ucapan ayahnya


tuan adnan mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi dengan pernikahan nyonya listia dan tuan adnan pada mika, kali ini dia ingin mika tidak terus menyalahkan lensi padahal yang bersalah adalah tuan adnan dan nyonya listia yang selalu menyalahkan ibu dhira yang tidak bersalah , bahkan untuk menikah dengan tuan adnan, nyonya listia meninggalkan tara yang dulu masih berusia 1 tahun begitu saja tanpa rasa perduli padahal tara anak kandung nyonya listia, lahir dari rahim wanita itu tapi seolah tak berarti sama sekali


"jadi selama ini kalian berdua yang salah, dan mama yang goda ayah" tanya tuan Mika penuh penuntutan


"iya" tuan adnan mengangguk mengiyakan


"hiks hiks hiks" mika terisak dengan memegang dadanya "aku memang cocok jadi anak kalian, yang sama-sama jadi kotoran" mika tersenyum miris akan hidupnya


bagaimana dia dulu terus mengatai orang lain dengan perkatan-perkataan buruk  padahal perkataan itu lebih cocok untuk dirinya sendiri


"aku kotor ayah..." tangis mika pecah memukuli dirinya "aku kotor!" teriak mika terus memukuli dirinya


tuan adnan jadi khawatir dengan keadaan mika "kamu kenapa nak" tanya tuan adnan memegang kuat tangan mika agar tidak terus memukuli tubuhnya sendiri

__ADS_1


"ako kotor" mika menangis meraung dan jatuh pingsan dalam pelukan tuan adnan


__ADS_2