You Are My Regret

You Are My Regret
Di balik Cerita


__ADS_3

Ayah Arman sedang bersiap menceritakan masa lalunya dahulu yang itu artinya ia akan membuka aibnya secara tidak langsung "setelah ini jangan menjauhi mas ya, mas sudah terlanjur cinta sama kamu" pinta Ayah Arman dengan lirih


Mila mengeratkan pelukannya pada ayah Arman "Mila sudah tahu buruknya om sama mba Sari, cuma belum denger cerita detilnya aja baru versi dari Zahira saja" balas Mila


Ayah Arman pun memulai cerita masa dulu ia bisa bersama Sari "Dulu saat Sari mulai sering berkunjung ke rumah mas awalnya mas merasa canggung dan tidak nyaman sampai pada saat Aisyah, ibunya Zahira cerita kalau Sari sedang butuh teman curhat untuk masalah hidup yang sedang di alaminya dan pada saat mas tahu ceritanya, timbul rasa kasihan untuk Sari


awalnya mas biasa saja hanya sebatas empati saja tapi lama kelamaan Sari selalu meminta bantuan saya untuk mengantarnya pulang jika baru dari rumah saya, di awal ya biasa saja sampai pada saat saya mengantar Sari pulang, kebetulan mamamu datang ke rumah dan Sari yang melihat bagaimana dengan teganya Jordan membawa Selingkuhan yang tak lain adalah mamamu ke rumah mereka karena anak Sari dan Jordan tidak ada di sana


sebagai manusia tentu mas tidak tega meninggalkan Sari saat itu, alhasil mas menemani Sari untuk berkeliling sekedar untuk menenangkan diri" jelas Ayah Arman panjang lebar


"mas gak ngusulin mba Sari untuk bercerai" tanya Mila


"pernah, tapi dia bilang tidak ingin kehilangan hak asuh anaknya" balas ayah Arman


"terus gimana ceritanya mas bisa sama dia" tanya Mila heran seorang pria yang tahu agama bisa menikah sirih dengan Sari padahal Sari masihlah bersuami


Ayah Arman menghela nafas panjang "setelah kejadian itu, saya jadi sering menghibur Sari dan makin sering karena Aisyah sakit saat itu, yang kebetulan Sari lah yang mengurus Aisyah setiap saya kerja dan itu sangat membantu saya karena saya kan mesti bekerja untuk mengurus perusahaan saya. Sampai pada saat saya mengantar Sari pulang dan tidak ada Jordan di rumah, kami tidak sengaja melakukan itu, mas benar-benar menyesali itu dan berusaha menjauhi Sari pada saat itu tapi Sari selalu menggunakan Aisyah sebagai alasan kami bertemu di tambah saat Aisyah meninggal, Sari makin gencar mendekati saya dan meyakinkan saya kalau Jordan tidak mencintai Sari dan mereka sudah jatuh talak karena Sari sudah tidak di nafkahi lahir dan batin selama bertahun-tahun


waktu dia meminta saya menikahinya, saya tentu menolak karena Jordan masih sah menjadi suami Sari tapi dia terus meyakinkan saya dan kami makin jatuh ke lembah Dosa. Maka dari itu saya memutuskan menikah Sirih dengan sari walaupun Aisyah baru meninggal dua minggu, dan cerita lanjutannya tentu kamu dengar dari Zahira" jelas Ayah Arman


"kenapa mas gak pernah cerita ini ke Zahira" tanya Mila

__ADS_1


"mau cerita macam apapun pada dasarnya mas salah jadi menurut mas tidak perlu karena memang mas bersalah" balas Ayah Arman


"lalu bagaimana cerita perihal tanah warisan mamanya Zahira yang di gadaikan" tanya Mila perihal yang di ceritakan Zahira dulu


"kalau itu sebenarnya, mas Gadaikan semenjak Aisyah masih hidup dan Aisyah tahu kalau itu untuk modal bisnis mas dan mas sudah berniat mengembalikan pada Aisyah jika permodalan perusahaan sudah stabil, tapi pada saat surat tanah itu akan selesai masa jaminannya eh Zahira sudah mendengarnya dan mengira saya mau ambil harta mamahnya" balas Ayah Arman


"Mila pikir ayah gila harta tau saat Zahira cerita itu ke aku, apalagi karena ada wanita itu di hidup mas" Mila menyampaikan pikirannya saat dulu pada Ayah Arman sebab ada Sari yang materialistis tentu bisa mempengaruhi pola pikir ayah Arman


"wajar sih kamu mikir gitu karena dulu Zahira kan belum paham betul soal keuangan keluarga besar mas. Mas Loh anak satu-satunya di keluarga Ja'far, Meminjam tanah Aisyah itu karena Aisyah yang meminta agar mas tidak pusing mencari pinjaman, sebab mas dulu tidak mau memakai harta ayahnya mas begitu saja" balas Ayah Arman perihal alasan ia memakai surat tanah milik mendiang istrinya


"pantas, rumah mamah jauh lebih besar dari rumah mas" kini ia tahu alasan nenek Larasati memiliki rumah yang jauh lebih besar dan lebih mewah dari rumah Ayah Arman padahal terlihat kalau itu bangunan lama walau sering di renovasi


Ayah Arman terkekeh saat mendengar itu "kamu pikir kenapa mamah sama Ayah kamu setuju pria tua ini menikahi anak gadisnya yang masih muda, tentu karena mereka yakin mas gak akan ngambil hak kamu, karena mas juga termasuk keluarga berada" tukas Ayah Arman menyadarkan Mila alasan kenapa kedua orang tua Mila setuju saja anak gadis mereka menikahi pria tua yang cocok jadi ayahnya


"aku baru sadar kalau mereka memang pebisnis hebat" pungkas Mila


"iya, untuk itu mereka bisa membuat perusahaan mereka makin besar, beda sama mas yang dari dulu stabil-stabil aja gak terlalu besar tapi ya gak terlalu kecil juga" balas Ayah Arman


"gak papa kok mas, gak terlalu besar asal bisa makan rutin tiga kali sehari sudah cukup kok mas" sahut Mila


Ayah Arman mencium kening Mila "karena sudah sesi ceritanya, kita lanjut ke sesi berikutnya ya" Ayah Arman berpindah posisi mengungkung tubuh Mila

__ADS_1


"sesi apa" heran Mila


Ayah Arman mendekatkan wajahnya ke telinganya Mila "sesi bertukar keringat" bisik Ayah Arman begitu membuat bulu roma Mila langsung berdiri


"Cup" Ayah Arman langsung menyambar bibir ranum milik istrinya yang sudah ingin ia rasakan tapi tertahan karena Mila masih lah bukan mahramnya


"aaaah" suara menggoda itu lolos begitu saja dari bibir Mila saat Ayah Arman menyusuri leher Mila membuat Mila begitu meremang dan geli akan bibir Ayah Arman yang terus menyusuri tubuhnya dan makin turun kebawah


dan entah sejak kapan kini kedua sudah polos seperti bayi baru lahir "bisa mas memasuki mu" tanya Ayah Arman dengan suara seraknya


"tentu saja, aku milikmu mas" balas Mila


ayah Arman menyunggingkan senyumnya "tahan sedikit karena ini pasti akan sakit, tapi mas jamin kamu akan menikmatinya nanti" ayah Arman mulai melakukan aksinya menjebol pertahanan Mila


"ah sakit mas" teriak Mila mencengkeram tubuh Ayah Arman begitu kuat saat Ayah Arman sudah masuk sempurna ke dalam inti milik Mila


Ayah Arman meraup bibir Mila untuk mengalihkan rasa sakit yang sedang Mila rasa, tak lupa ia memberikan sentuhan-sentuhan di tubuh Mila yang begitu ia gilai


"aaahhhhh" teriak keduanya saat mereka sama-sama mencapai puncaknya


"cup" Ayah Arman mencium kening Mila "Terima kasih sayang" ucap Ayah Arman

__ADS_1


"hmmm" Mila memeluk Ayah Arman dengan erat "tidur bentar ya mas, lelah banget ini" ucap Mila


"iya sayang" balas ayah Arman


__ADS_2