You Are My Regret

You Are My Regret
Salah pemahaman


__ADS_3

Edeline melirik ke arah kursi belakang Jonathan "banyak juga kita belanja ya om" gumam Edeline merasa belanjaannya cukup banyak


"iya lah, abis kamu belanja kebutuhan sehari-hari kamu, kamu belanja keperluan dapur sampai habis 10 juta" balas Jonathan


"ya tadi ada peralatan dapur yang gak ada di rumah om ya udah di beli saja kan kata om boleh beli" Edeline tentu tak ingin di salahkan oleh Jonathan jika ternyata belanjaannya akn cukup banyak


"ya sudahlah, toh sesekali ini" Jonathan memilih mengakhiri perdebatannnya toh  kebutuhan dapur akan di pakai bersama jadi Jonathan merasa itu tak perlu di perdebatkan


"oh ya om" Edeline menoleh ke arah Jonathan yang masih sibuk mengemudi "Daddy ada ngomong tentang kuliah Edeline tidak" tanya Edeline yang memang cukup menghargai pendidikan dan tentu ia tak mau pendidikannya terganggu hanya karena ia sudah menikah


"ada, Daddy kamu sudah mengurus kepindahan kamu di kampus yang ada di sini dan kuliah kamu sekarang jadi tanggung jawab om karena kamu istri om sekarang" balas Jonathan


"Daddy beneran mindahin aku" Edeline masih tidak menyangka Daddy Jay sampai tega membuatnya keluar dari kampus impiannya


Jonathan hanya menghela nafas "om tahu kamu pasti kesal karena harus keluar dari kampus yang kamu impikan tapi om juga tahu kamu wanita cerdas jadi mau di manapun kamu kuliah kamu pasti akan jadi orang sukses " tukas Jonathan yakin bahwa Edeline akan jadi orang sukses nantinya


"hiks hiks hiks daddy gak sayang Edeline lagi" gerutu edeline merasa sikap Dady nya terlalu kejam dan itu karena Daddy Jay tidak sayang lagi dengannya


"seorang ayah akan selalu melimpahkan cinta yang besar untuk putrinya" tukas Jonathan


"jangan sok tahu deh om" timpal Edeline tak setuju dengan ucapan Jonathan


"jangan lupa kalau om juga seorang ayah, rasa cinta pada pasangan mungkin bisa hilang di gerus waktu tapi cinta seorang ayah untuk putrinya tidak akan lekang oleh waktu" balas Jonathan


"bohong! Daddy gak gitu" protes Edeline


"ini hanya salah satu bentuk rasa cinta Daddy kamu untukmu Edeline, saat kau tak bisa di bujuk dan di beri arahan secara halus makan jalan ketegasan harus di ambil agar kamu tidak salah ambil jalan" jelas jonathan


"aku gak percaya" elak Edeline yang menolak untuk percaya kalau Daddy Jay menyayanginya


***

__ADS_1


Jonathan sibuk membantu Edeline untuk berbenag memasukan belanjaannya di kulkas dan berlaih merapihkan pakaian yang sempat ia beli barusan "om gak nyangka kamu bisa belanja sebanyak ini dengan uang segitu" puji Jonathan akan baju yang di beli Edleine bisa sampai satu tumpuk padahal biasanya uang 10 juta untuk beli satu potong pakaiannya saja tidak akan cukup


"ya om yang nakutin Edeline gak akan nambahin uang lagi, gak mau juga Edeline cuma pakai dalaman aja di rumah, keenakan om nanti lihat Edeline gak pakai baju" balas Edeline


"hahahaha" Jonathan merasa lucu dengan tingkah Edeline "kalau telanjang di depan suami itu pahala tahu Edeline" kekeh Jonathan


"gak mau ya aku kasih om enak lihat tubuh Edeline" balas Edeline dengan ketus tapi jonathan tak tersinggung sama sekali


"tadi kita belum sempat makan malam, bisa masakin makan malam gak" tanya Jonathan


"emang om mau makan apa" tanya Edeline


"sebisanya Edeline saja, om mau mandi dulu gerah banget nih" balas Jonathan


"ya sudah, mandi saja dulu nanti abis Edeline masukin yang terakhir baru Edeline ke dapur" balas Edeline


"terima kasih ya" Jonathan emngusap kepala Edeline dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri


awalnya Jonathan mengira akan sesulit itu mengatur Edeline, tapi menurutnya tidak sampai sesulit itu, hanya sedikit di beri arahan dan Edeline bisa mengikutinya dengan baik


"om" panggil Edeline dari balik celah pintu


Jonathan yang sedang memakai kaos berbalik ke arah pintu "iya" balas Jonathan


Edeline menelan salivanya kasar saat kembali di perlihatkan otot yang begitu menggoda imannya "sudah matang, Edeline bikin nasi goreng biar cepat" balas Edeline


"gak masalah" Jonathan berjalan ke arah Edeline dan mereka berbarengan ke arah dapur untuk makan malam yang sempat tertunda


"om" panggil Edeline saat menyendokkan makannan ke mulutnya


"ya" balas Jonathan

__ADS_1


"boleh gak sih tuh belakang rumah Edeline bikin taman, mau praktekin ajaran dosen Edeline saat bikin taman, gak ada kerjaan bingung mau ngapain, mau pulang di tolak sama Daddy mau main sama teman gak punya teman yang di Indonesia" tanya Edeline


"boleh aja sih, mau bikin taman kan butuh material, om lagi sibuk banget sih gak bisa kayanya beliin material buat beliin deh" balas Jonathan


"gak usah, mau manfaatin barang yang ada, lagi belajar mengolah limbah, kayanya banyak barang yang gak di pakai di gudang deh om" balas Edeline


Jonathan tersenyum simpul "seharian di rumah, kamu sudah periksa semua isi rumah om ya" tanya Jonathan di akhiri kekehan


"ya gak ada kerjaan, ya sudah periksa rumah saja, toh Edeline gak nyuri juga" timpal Edleine merasa tidak bersalah sama sekali emlihat setiap isi rumah Jonathan


"terserah kamu saja mau apain rumah ini yang penting jangan di bakar saja, toh kamu istri om jadi kamu punya hak penuh atas rumah ini" balas Jonathan


"oke kalau gitu" balas Edeline


***


Mommy Qiran menatap suaminya dari balik cermin di hadapannya "Dad" panggil Qiran dengan suara lirih


Jay yang sedang melihat tabnya tak menoleh sama sekali dan terkesan begitu fokus dengan apa yang sedang di kerjakannya  "kalau mau mernegek untuk Edeline, jawaban Daddy tidak mom" balas Daddy Jay


"bagaimana kamu tega sama putri kita Dad" tanya Mommy Qiran


Daddy Jay menghela nafas "ini bukan tega Sayang" Daddy Jay meletakan tabnya dan menghampiri mommy Qiran di kursi riasnya lalu memeluk istrinya begitu erat "tapi cara Daddy menyadarkan putri kita yang sudah keterlaluan" balas Daddy Jay


"keterlaluan gimana loh dad, Edeline hanya mencintai Reagen gak lebih" balas Mommy Qiran


"kita orang tuanya mom, tentu kita lebih tahu bagaimana sifat anak kita, itu bukan cinta tapi sebuah obsesi" Daddy jay membalik tubuh mommy Qiran agar menatapnya "tentu dulu kamu ingat bagaimana kamu rela berpisah dari daddy padahal itu begitu menyiksamu dan itu kamu lakukan karena kamu terlalu mencintai daddy dan gak ingin daddy terluka" ucap Daddy Jay mengingatkan Mommy Qiran yang memilih menjauh dari Dady Jay agar tidak menyakiti hati Daddy Jay


"tapi Dad, Mommy gak tega lihat puteri kita susah" protes Mommy Qiran


"jonathan tidak semiskin itu sampai tidak bisa membelikan baju dan makanan untuk Edeline mom" tukas Daddy Jay mengingatkan Jonathan tidak akan membuat Edeline kelaparan dan tidak memakai baju

__ADS_1


__ADS_2