
Ara beserta keluarga kecilnya tengah dalam perjalanan menuju rumah Jonathan dan Edeline untuk berkunjung sebab Jonathan merindukan putri sulungnya yang tinggal berjauhan dengannya semenjak menikahi Antonio yang tinggal di Semarang sedangkan Jonathan tinggal di jakarta
"mas lelah gak kalau nyetir sampai Jakarta" tanya Ara saat suaminya sedang menyetir mobil
"enggak kok Ara, kalau mas cepek nanti kita berhenti sebentar untuk istirahat" Tio mengusap Rambut Ara dengan sayang
Ara melirik ke arah Abel yang berada di bagian belakang "Abel sudah tidur tuh mas" ucap Ara menunjuk Abel yang sudah tertidur
Tio melirik dari balik spion di depannya bahwa abel anaknya tertidur dengan nyaman karena Tio sudah mengatur kursi penumpang bagian belakang seperti tempat tidur agar abel merasa nyaman jika tertidur di jalan "biarin saja dia tidur, kasihan juga tadi sepanjang jalan kan nyanyi terus karena mau ketemu om nya" balas Tio
"oh ya gimana kabar cinta pertama kamu" tanya Tio dengan nada candaan
Ara mencebik kesal saat Tio menjadikan Lucas yang pernah menjadi cinta pertamanya sebagai bahan untuk meledeknya "kok tanya Ara sih mas, ya mana ara tahu lah" kesal Ara
Tio terkekeh saat melihat bibir istrinya maju beberapa Cm karena kesal "ya kan mas pikir kamu masih kepoin kehidupannya, secara Lucas kan jadi om kamu karena dia kakak dari ibu sambung kamu" ucap Tio tak ada rasa cemburu sama sekali, hanya sebatas ingin meledek istrinya saja
"dia kan kakak ipar ayah, bukan saudara Ara secara langsung jadi Ara gak tahu lah, mana kita kan tinggal di Semarang dan ayah tinggal di Jakarta jadi Ara gak terlalu tahu kabarnya lah mas" jelas Ara
"ya sudah jangan marah, mas cuma bercanda aja kok" ucap Tio dengan mencubit gemas pipi Ara
"hemmm" Ara hanya membuang mukanya sebal karena suaminya selalu meledeknya perihal Lucas yang pernah cukup lama di hatinya, walau kini sudah berganti menajdi Anantio Pradana Kusuma
***
Ara dan Tio sudah sampai di kediaman Jonathan dan Edeline dengan selamat dan tak kurang suatu apapun "Abel" Tio membangunkan putrinya setelah mobil mereka terparkir di halaman rumah mertuanya
Abel menggeliat karena panggilan sang ayah "sudah sampai apa yah" tanya Abel dengan suara khas bangun tidurnya
"iya sayang, kita sudah sampai di rumah kakek" balas Tio
"yeeeeyyy" Abel berteriak girang saat sudah sampai di rumah kakeknya
Abel langsung turun dari mobil tanpa menunggu kedua orang tuanya dan segera saja ia berlari masuk ke dalam rumah Jonathan "kakek" teriak Abel mencari keberadaan Kakeknya
__ADS_1
Jonathan yang mendengar suara cucunya itu bergegas menghampiri Abel "cucu kakek" Jonathan meentangkan tangannya aga Abel masuk ke dalam pelukannya
segera saja Abel berlari memeluk Jonathan "kangen kakek" seru abel saat berada di dalam pelukan Jonathan
"kakek juga kangen abel" balas Jonathan
"nenek cantik mana kek" tanya Abel tak melihat keberadaan Edeline
"tadi di belakang nyiapin makan untuk abel, paling sebentar lagi ke sini setelah dengar suara teriakan Abel" balas Jonathan
tak lama kemudian Edeline datang "Abel" sapa Edeline langsung memeluk Abel dan mencium pipi Abel dengan gemas
"mana ayah dan mama kamu bel" tanya Edeline
"tadi di mobil nek, Abel keburu kangen sama kakek dan nenek jadi langsung masuk saja" balas Abel
Edeline melirik ke arah suaminya "samperin dulu mas, aku mau ajak Abel ketemu kedua om nya dulu" titah Edeline
"iya dong, kedua om kamu nunggu kedatangan keponakan cantiknya ini loh " balas Edeline
"iya sekarang mereka masih pengen ketemu abel tapi nanti kalau anak kakek Lucas lahir pasti Abel di abaikan " sinis Abel yang sudah mendengar kalau anak Lucas dan Qia berjenis kelamin perempuan setelah melakukan pemeriksaan
"kamu cemburu" tanya Edeline dengan suara lembutnya
"enggak lah, lagian kalau tante kecil sudah lahir, Abel kan sudah makin besar dan gak terlalu ingin dekat sama om Daiyan ataupun om Fakhri" jelas Abel dengan jujur
Edeline hanya mengusap kepala Abel dengan gemas "ya sudah yuk samperin om " Edeline mengajak Abel menghampiri kedua anaknya yang sedang bermain di taman belakang
"Om Daiyan" Abel berlari menghampiri Daiyan dan langsung memeluk om nya itu
Daiyan yang di peluk agak risih dengan tingkah Abel "kamu sudah besar Abel jangan main asal peluk gitu dong " Daiyan mendorong pelan tubuh Abel agar tidak terus memeluk dirinya
Abel menatap sinis Daiyan yang menolak untuk ia peluk "segitunya sama abel sih om" sinis Abel
__ADS_1
"kalau kak Daiyan gak mau peluk, sini peluk om Fakhri saja" Fakhri merentangkan tangannya agar abel memeluk dirinya
"om fakhri" Abel langsung memeluk om nya dengan sayang
Edeline mengusap kepala Daiyan dengan sayang, anaknya itu memang paling tidak suka berdekatan dengan lawan jenis walaupun itu bersama abel keponakannya sendiri
Semenjak usia Daiyan 5 tahun dia sudah sangat menghindari kontak bersama lawan jenis, bahkan dengan ibunya saja Daiyan tidak mau di bantu berganti pakaian apalagi dengan orang lain
***
Jonathan menyambut kedatangan putrinya dengan mengadakan makan malam di taman belakang rumahnya "gimana kabar orang tuamu di sana Tio" tanya Jonathan
"mereka baik yah, sebenarnya mereka ingin ikut kemari untuk bertemu ayah tapi karena usia tua mereka jadi Tio gak bisa ajak mereka kemari" balas Tio
"Ayah sebenarnya ingin mampir ke sana, tapi ayah sekarang sibuk terus sih apalagi sekarang Qia sudah mendekati HPL jadi Lucas lebih sering bekerja dari rumah jadi pekerjaan ayah bertambah banyak" ucap Jonathan
"oh sudah sebentar lagi ya istri pak Lucas lahiran" tanya Tio
"iya, paling tinggal menghitung hari sih lahirannya" balas Jonathan
Edeline melirik ke arah Ara "Ara besok mau ikut aku ke rumah mertua kak Reagen tidak, ibu mertua kak Reagen baru saja melahirkan jadi aku mau ke sana untuk membawakan hadiah dan mengucapkan selamat" ajak Edeline
"loh bukannya, anak kedua mereka masih bayi yah, sudah melahirkan lagi saja" tanya Ara tak menyangka bahwa mertua Reagen itu sudah memiliki anak ketiga padahal Reagen saja yang ingin menambah anak masih belum mendapat kabar baik untuk anak kedua mereka
Edeline terkekeh "iya Jarak usia anak mereka memang dekat-dekat, saat kelahiran putera ketiga mereka, anak kedua mereka baru genap satu tahun dan anak pertama mereka baru usia 4 tahun" balas Edeline
Ayah Arman dan nilai di karunia anak setelah Mila menyelesaikan pendidikannya, tapi sekalinya memiliki anak, Mila terus melahirkan anak dengan jarak yang tidak terlalu berjauhan
"Arman, emang hebat banget bisa cepat sekali hamilin Mila berkali-kali, padahal ayah yang sudah lebih lama menikahi mama kamu belum nambah lagi padahal usia Fakhri sudah 7 tahun loh" timpal Jonathan
"belum rezekinya saja mas" sahut Edeline yang mencoba menenangkan suaminya yang ingin menambah anak tapi sepertinya Tuhan belum memberikannya izin untuk menambah anak
Jangan lupa untuk baca karya Nerissa yang terbaru ya 'Ajari Aku mencintaimu'
__ADS_1