
***
Qiran membuka matanya perlahan, tak mendapati keberadaan jay di sampingnya, qiran bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Qiran memang memiliki beberpa pakaian di kamar jay karena memang dirinya yang sudah beberapa kali menginap di apartemen tempat tinggal jay, itulah sebabnya daddy attaf ingin qiran segera putus dari jay karena mereka sudah sering bermalam bersama walaupun aslinya mereka hanya tidur berdampingan dan tak melakukan lebih tapi tentu yang ada dalam pikiran daddy attaf tidak seperti itu. perempuan dan lelaki bermalam bersama apalagi status mereka berpacaran, apalagi yang di lakukan kalau tidak bercinta
sebenarnya daddy attaf bukan orang yang mempermaslahkan hubungan intim sebelum pernikahan tapi ini jadi berbeda karena ketakutannya jika qiran bisa saja hamil, walaupun mungkin dirinya tahu qiran bukan wanita bodoh yang tak memakai pengaman
Qiran berjalan menghampiri jay yang sedang memasak di dapur “kau tidak ke rumah sakit?” Tanya qiran
Jay tersenyum tipis “nanti jam 1 siang” jay menyiapkan makanan di atas meja makan untuk di santap mereka berdua
“ayo makan” ajak jay
Qiran duduk di hadapan jay dan menyantap masakan jay “jay nanti antar aku ke kampus ya, mobilku kan masih di rumah sakit. Aku ada kuliah hari ini ” pinta qiran
“kau bawa mobilku saja dulu biar aku naik taksi, nanti aku akan membawa mobilmu ke rumah sekalian mengambil mobilku” balas jay
“hemmm” qiran hanya mengangguk dan melanjutkan makannya dalam diam
“kamu yang mau jemput tara atau aku saja?” Tanya jay
nanti malam adalah jadwal tara akan sampai di Inggris jika sesuai rencana
“dia bilang tidak usah di jemput, katanya ada perlu jadi nanti dia ke rumah sendiri” balas qiran
“baiklah kalau gitu” balas jay
***
Jay sedang di jalan membawa mobil qiran menuju kediaman uncle akhtar sekaligus mengambil mobilnya yang di bawa qiran . Sepanjang jalan ia memikirkan kemungkinan demi kemungkinan di dalam otaknya yang hanya jay yang tahu
Perjalanan dari rumah sakit sampai kediaman uncle akhtar hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit jika tak ada
kendala.
Jay memarkirkan mobil qiran di halaman rumah. Jay berjalan masuk ke dalam rumah uncle akhtar dengan menenteng paper bag
“nona qiran ada?” Tanya jay yang sudah sangat di kenali oleh pegawai di sana
“ada tuan, bahkan temannya juga sudah datang” balas pelayan rumah uncle akhtar
“terima kasih” jay berjalan dengan santai memasuki rumah
Terlihat di sana tara sedang bercanda dengan keluarga qiran yang kebetulan uncle akhtar sudah pulang karena
memang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam
“malam semua” sapa jay menghampiri nenek alaya dan mencium punggung tangan nenek alaya
__ADS_1
“jay!” suara heboh tara langsung menggema di penjuru ruangan
Jay tersenyum menghampiri tara dan memeluk erat tara “kapan sampai?” Tanya jay
“belum lama” balas tara
Tara mengurai pelukannya dan menatap jay “kau dari rumah sakit?” Tanya tara
Jay mengangguk” iya, aku baru dari rumah sakit” jay beralih menatap qiran
“aku sekalian mengantar mobilmu dan ingin mengambil mobilku” jay menyerahkan kunci mobilnya pada qiran
Tara memicingkan matanya menatap qiran dan jay “sekarang mainnya tuker-tukeran mobil ya” ledek tara
“aku meninggalkan mobilku di rumah sakit kemarin jadi aku ke kampus makai mobil jay” sahut qiran
“wah sudah main nginep-nginepan yah” Tanya tara dengan memberondong
Uncle akhtar hanya tersenyum tipis “coba nasehatin temen kamu itu, bilang nikah saja kalau sudah main
menginap seperti itu” ledek uncle akhtar
“kita gak ngapa-ngapain uncle” elak qiran
“kan uncle gak tahu, gak lihat juga” kekeh uncle akhtar
“tapi bener apa yang di bilang uncle kamu qiran, mending nikah saja toh kalian pacaran sudah lama” ucap nenek
Ada gurat bingung dari wajah qiran dan itu bisa jay lihat dengan jelas
“aku kan belum menyelesaikan koas ku nek, lagian jay pengen kasih pernikahan impian qiran jadi menikah nanti pun tak masalah toh kita masih 21 tahun” ucap jay yang hanya di tatapi qiran dengan wajah yang slit di artikan
“iya sih bener juga” tara menarik jay untuk duduk di sampingnya
“berapa lama kamu liburan di sini?” Tanya jay
“mungkin seminggu” balas tara
“mau uncle pinjami mobil” tawar uncle akhtar
“tidak uncle, aku ada rencana ketemu temanku di sini” tolak tara secara halus
“sebenarnya teman kamu siapa sih tar, setiap aku Tanya siapa temanmu yang ada di sini kamu gak pernah mau jawab” Tanya jay kesal pada tara yang tak mau menyebutkan siapan teman tara yang ada di inggris
“nanti deh aku kenalin, kamu kan lagi sibuk di rumah sakit” balas tara
“iya” balas jay
“oh ya jay, kunci mobilmu ada di kamarku, ayo kita ambil” ajak qiran
__ADS_1
“iya “ balas jay
“nek, uncle aku ambilin kunci mobil jay dulu ya bentar kok” pamit qiran
“lama juga gak papa, sekarang kan ada aku jadi mereka ada teman mengobrol” sahut tara
Qiran langsung memukul tara dengan bantal “dasar mulut omes” keluh qiran
Jay mengikuti langkah qiran menuju kamarnya di lantai atas “kau pasti lelah dari rumah sakit langsung ke sini,
harusnya kamu istirahat dulu. Besok pagi kamu ke sini sekalian berangkat ke rumah sakit kan bisa” ucap qiran
“gak papa, sekalian ketemu tara kan aku sudah lama gak bertemu dengannya” balas jay
Qiran membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan jay masuk “tunggu bentar ya jay, aku agak lupa naronya di mana” qiran mulai mencari kunci mobil jay yang ia lupa letakan di mana
qiran memang sering lupa di mana ia menaruh barang, untung saja dalam hal pelajaran dia tak pernah lupa. kebiasaan baik dan buruk memang kadang selalu berdampingan
Jay hanya memandangi wajah qiran yang sedang sibuk mencari kunci mobil jay dan duduk di sofa depan ranjang qiran, dia tentu hafal betul qiran yang selalu melupakan barang yang ia simpan
“qiran” panggil jay
“hmmm” qiran tetap sibuk mencari kunci mobil jay
“tidak bisakah kau mencintaiku?” Tanya jay
Qiran menghentikan aktivitasnya dan menatap jay dengan tatapan sendu “bisakah kau mencintaiku” ulang jay
“jay…” qiran bingung harus berucap apa
“aku tahu kalau aku bukan apa-apa dan bagaimana bisa kamu cintai tapi bisakah aku memintamu mencintaiku walaupun hanya sedikit” pinta jay dengan suara lirih
“jay” qiran memeluk jay erat
“aku tahu mungkin kau takut orang tuamu murka, bahkan aku tahu mereka selalu menekanmu menjauhiku hanya karena nenek alaya lah mereka melepaskanku” jay menyandarkan kepalanya di samping lengan qiran dan terisak di sana
“aku bisa menghadapai penolakan orang tuamu jika memang benar kau mencintaiku qiran” ucap jay
"aku punya kesulitanku sendiri jay” ungkap qiran
Jay langsung mengusap air matanya “maaf qiran” ucap jay sadar bahwa dirinya terlalu menekan qiran, dirinya sadar walaupun qiran tak mencintainya tetap saja jay adalah sahabat yang sudah deat dengan qiran selama hampir 8 tahun
“harusnya aku yang meminta maaf “ balas qiran
Jay berjalan ke arah meja riasnya dan membuka tas qiran “ini” jay menunjukan kunci mobilnya yang ada di tas qiran
yang tadi pagi di bawa qiran. jay memang lebih tahu kebiasaan qiran menaruh barang ketimbang qiran sendiri
“aku pulang” jay mengecup kilas bibir qiran
__ADS_1
“selamat malam, dan semoga mimpi indah” ucap jay berpamitan pada qiran