You Are My Regret

You Are My Regret
Ujian pernikahan


__ADS_3

Edeline dan Jonathan kembali ke rumah mereka sekitar pukul 11 malam "capek mas" aduk Edeline dengan mengerucutkan bibirnya saat mobil mereka sudah sampai garasi rumahnya


Jonathan terkekeh melihat tingkah manja istri kecilnya "mau mas gendong" tanya Jonathan yang begitu sabar menghadapi Edeline


Edeline langsung mengangguk "iya mas" raut binar bahagia langsung etrpancar dari wajah cantik Edeline


"ya sudah mas gendong ya" Jonathan turun dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu di sebelah Edeline


"ayok sayang" ajak  Jonathan sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Edeline


Jonathan menggendong Edeline ala bridal style "kunci mobilnya" pinta Jonathan


"iya mas" Edeline langsung menekan tombol di kunci mobil suaminya


"CUP" tiba-tiba saja Edeline mengecup bibir Jonathan saat Jonathan masih sibuk menggendong dirinya


Jonathan terkejut akan tingkah istrinya membuat ia tersenyum gemas "apaan sih Edeline" tanya Jonathan yang masih membopong Edeline di tangannya


"pengen aja" bals Edeline dengan santainya


"buka kunci rumahnya" pinta Jonathan


Edeline mengambil kunci rumah yang ada di tas miliknya dan langsung membuka pintu "kunci lagi" pinta Jonathan saat mereka sudah masuk rumah dan Edeline menuruti jonathan untuk mengunci pintu walau masih dalam pelukan Jonathan


"sudah mas" ucap Edeline saat sudah mengunci pintu rumahnya


Joanthan berjalan ke arah kamar mereka "nanti kalau perut Edeline sudah besar, mas Jo masih mau gendong Edeline enggak" tanya Edeline penasaran


"boleh saja kalau pinggang mas masih kuat" balas Jonathan


"plak" Edeline langsung saja memukul dada bidang Jonathan "makanya rajin olahraga biar gak cepat rusak tuh tulang terus banyakin minum susu ya" pinta Edeline yang ingin suaminya tetap sehat dan menemaninya dalam waktu yang lama

__ADS_1


"minum susu" beo Jonathan dengan senyum seringainya dan Edeline bisa melihat raut tak mengenakan dari wajah suaminya


"kenapa perasaanku tidak enak ya saat lihat wajah mas gitu" tanya Edeline saat melihat wajah Joantahn menatapnya begitun lapar


Jonathan meletakan istrinya dengan begitu hati-hati  seakan Edeline adalah benda yang mudah pecah "tadi kata kamu, mas kan harus jaga kesehatan" cicit Jonathan


"iya, mas harus jaga kesehatan karena Edeline menemnai Edeline sampai anak-anak kita menikah nanti" balas Edeline


"dan mas kan di suruh rajin olahraga dan minum susu" Jonathan mulai menarik gaun Edeline sampai melorot ke bawah dan terlihatlah pundak Edeline yang begitu mulusdan putih


Edeline melirik ke arah tangan Jonathan "Edeline memang bilang seperti itu tapi apa hubungannya sama ini coba" tanya Edeline


Jonathan makin menarik gaun Edeline sampai kedua sisi turun ke bawah menampilkan dua gundukan yang masih tertutup benda berkacamata itu menyembuh keluar memebuat Jonathan menelan salivanya dengen susah payahnya


Jonatahn menatap Edeline dengan tatapan sayunya "aku mau dapat dari sumbernya dan kamu harus bantu mas berolahraga" tanpa meneruskan ucapannya Jonathan langsung saja menyambar bibir mungil milik Edeline dengan begitu rakusnya


Kali ini Edeline tahu apa yang dipikirkan suaminya saat ia meminta hal lain tapi malah d anggap yang lain lagi oleh suaminya


"memang otak mesum suamiku ini tapi untung aku suka" Edeline menerima semua yang di lakukan Jonathan padanya tanpa banyak protes karena baginya melayani seorang suami adalah tanggung jawab yang haru ia jalani.


"Cup" Jonathan mengecup bibir Edeline dengan sayang lalu membetulkan posisi selimut istrinya


"istirahat saja sayang biar nanti mas yang bersihin sisa percintaan kita" ucap Jonathan sembari mengatur nafasnya yang kelelahan setelah menggepur istrinya sampai dua ronde


"iya mas" Edeline menjawab dengan masih memejamkan matanya


rasanya begitu lelah menghadapai tenaga suaminya yang begitu besar. Memang pesona pria tua kadang tak bisa di lawan, itu lah yanga da di benak Edeline


setelah mengatur nafas ia berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil baskom yang berisi air hangat dan juga lap. Dengan telaten Jonathan membersihkan ************ Edeline agar istrinya lebih nyaman untuk tidur


"kalau kamu gak sedang hamil sudah aku gempur habis-habisan" gumam Jonathan yang masih membersihkan orangan kewanitaan Edeline tapi saat melihat tubuh polos istrinya, senjata perangnya langsung tegak sempurna  membuat ia menggeram menahan hasrat

__ADS_1


"tahan Jonathan, istrimu lelah dan dia sedang hamil sekarang "jonathan jadi teringat pesang dokter bahwa ia harus berhati-hati dalam berhubungan apalagi saat ini Edeline masihlah hamil muda, akan membahayakan bagi kandungan Edeline jika ia terlalu mengumbar nafsu


di elusnya perut Edeline "ayah akan selalu di samping mama kamu sayang, ayah gak ingin nasib kamu sama degan kakakmu ara yang jauh dari ayah dulu" gumam Jonathan mengecup perut Rata sang istri


setelah membersihkan tubuh Edeline dan merapihkan selimutnya Jonathan berjalan ke arah kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya seorang diri


***


Jika di tempat Jonathan dan Edeline saling bertukar peluh berbeda dengan kediaman keluarga Handerson yang kini berkumpul 6 orang saja setelah semua para undangan pamit pulang karena hari ini sudah larut malam


Lucas menoleh ke arah Nidya "kau pasti capek karena urus pesta jamuan ini, tidur dulu ya sayang" pinta Lucas mengecup kening Nidya dengan sayang "mas mau bicara sebentar dengan Daddy dan Mommy dulu baru nyusul kamu" Lucas bukan tidak ingin membuat istrinya terlibat tapi ia tak tega melihat wajah lelah sang istri


"iya mas" Nidya berjalan ke arah kamarnya dan sang suami yang berada di lantai dua


kini tatapan Lucas berhadapan lurus ke arah sang mommy "masih mau kekeh dengan keputusan mommy" tanya Lucas


"kenapa sih kalian membela Jonathan untuk tetap jadi suami Edeline" protes Mommy Qiran yang masih belum mau menyerah akan anggapan bahwa Jonathan tidak pantas untuk menjadi pasangan Edeline


"ya karena itu pilihan Edeline Mom, Edeline tetap ingin mempertahankan pernikahannya dengan Jo" tegas Lucas


"tapi dia gak cocok buat Edeline" Mommy Qiran masih tidak mau menerima keputusan Edeline yang ingin mempertahankan pernikahannya


"Cocok gak cocok sekarang Edeline suadah jadi istri Jonathan mom dan mommy gak berhak meminta perceraian. Pernikahan bukanlah ajang permainan mom" tegas Lucas tak ingin mommy Qiran teguh pada pendiriannya


"tapi bagaimana bisa Edeline yang masih muda bersanding dengan pria yang usianya jauh lebih tua darinya, Jonathan lebih pantas jadi ayahnya ketimbang suaminya" bantah Mommy Qiran


"cukup Qiran" ucap Daddy Jay menatap tajam ke arah istrinya yang kali ini cukup keterlaluan "kenapa kamu jadi membantah keinginan Edeline bukannya biasnaya kau selalu mendukung keinginan Edeline bahkan keinginan yang ekstrim saja selalu kau turuti kenapa saat permintaan sederhana darinya kau tidak mau" tanya DAddy JAy penasaran akan sikap Mommy Qiran


"bagaimana aku bisa tetap membiarkan dia tetap menikah dengan putriku saat aku tahu masa lalunya, dia pernah menyelingkuhi Kassy Dad jangan lupakan itu!" Mommy Qiran masih ingat betul bagaimana Jonathan menghianati Kassy dengan Mala dulu dan itu membuat Kassy sampai memelih menikah dengan thomas yang tidak ia cintai dulu


"ya ampun Qiran, itu sudah kejadian masalalu dan semua orang sudah berdamai dengan hal itu, Kassy saja sudah biasa saja dan jangan lupa kalau Kassy sudah bahagia bersama kak Thomas" sanggah Daddy Jay

__ADS_1


"aku gak mau sampai Jonathan menyelingkuhi Edeline Dad" protes mommy Qiran


"harusnya setelah lebih dari 20 tahun mengenal Jonathan kamu tahu karakter Jonathan" Daddy Jay memandang Lekat ke arah istrinya "dia sudah mencoba membayar kesalahannya dengan tidak menikah, dia tidak menikah selama 20 tahun ini dan kita juga melihat dia tidak menangapi wanita manapun setelah hubungannya dengan Kassy Berakhir sebagai bentuk hukuman untuk dirinya sendiri" ucap Daddy Jay mengingatkan kembali bahwa Jonathan belum pernah menikah setelah hubungan Jonathan dengan mommy Kassy berakhir dulu


__ADS_2