You Are My Regret

You Are My Regret
Menjadi Lebih Baik


__ADS_3

Zahira mendengarkan versi cerita perubahan Kevin dari Mommy Brianna dengan seksama


"keadaan keluarga kita sudah jauh lebih baik setelah Reagen mau mengambil alih perusahaan kakeknya yang memang di peruntukan untuknya, dan Kevin juga lebih serius mengurus perusahaan keluarga ayahnya karena tidak mendapat suntikan dana dari perusahaan kakek Reagen, dan sekarang hubungan mommy dan Kevin seperti ini jauh lebih legowo saja ya walaupun antara mommy dan mba Riska masih tidak baik-baik saja, kami masih punya jarak yang ya masih sulit untuk di dekatkan" jelas Mommy Brianna akan hubungan dirinya dengan Kevin yang jauh lebih baik dari sebelumnya


"syukur deh mom kalau gitu, setidaknya Kak Kevin mau menerima Cinta dan Dika dengan baik secara mereka kan adik kak Kevin" Zahira tentu begitu lega jika keluarga mamah mertuanya menjadi jauh lebih baik


"ngomong-ngomong tumben sekali kamu datang kemari" tanya Mommy Brianna


"di apartemen bosen mom sendirian, mas Reagen masih di Inggris buat urus kerjaan jadi Zahira ke sini saja buat ketemu sama mommy sekalian mau belajar masak sama mommy" Zahira ingin memanfaatkan momen kesendiriannya untuk mengakrabkan dirinya dengan mommy Brianna sekalian ia juga belajar memasak dengannya


"wah seneng banget nih ada yang mau bantuan mommy masak, si cinta mana mau dia masuk dapur" kekeh Mommy Brianna menyadari anak gadisnya yang tidak suka memasak


Zahira dan mommy Brianna menghabiskan waktu untuk mengobrol seputar banyak hal, dan lebih banyak bercerita masalah reagen saat kecil yang kekurangan kasih sayang sebab hubungan mommy Brianna dan Daddy Thomas dulu kurang lah baik


***


"kak nanti jangan pulang malam-malam ya, nanti mommy ngomel-ngomel sepanjang jalan kereta lagi" ucap Cinta di sela-sela kegiatannya menyantap makanan yang di sediakan oleh pihak penyelenggara pesta


"iya sih, berisik banget" Kevin mengacak rambut Cinta dengan gemas


"kak, jangan di rusak dong" kesal cinta merapihkan kembali rambutnya yang berantakan karna ulah Kevin


mata Kevin melirik ke arah belakang Cinta dengan tatapan tak suka "Cin, nanti panggil mas ya jangan kak" pinta Kevin dengan suara lirih


Cinta mengerutkan keningnya "kenapa emangnya" tanya cinta


"sudah nurut saja" tegas Kevin tak ingin di bantah


"iya sih, galak banget" Cinta mencebikkan bibirnya karena Kevin menggunakan nada tinggi saat meminta


"Kevin" terdengar suara cempreng dari seorang wanita membuat Kevin mengusap telinganya yang terasa tidak nyaman saat mendengar suara yang begitu memekikkan telinga


Cinta menoleh ke belakang dan memicingkan matanya ke arah wanita yang berlari ke arah tempatnya duduk bersama Kevin "ada landmark ondel-ondel di sana apa ya" batin Cinta saat melihat seorang wanita berpakaian seksi dan dandanan mencolok datang ke arahnya


wanita itu berlari menghampiri Kevin dan mengguncang tangan Kevin seperti anak kecil yang sedang merengek akan meminta sesuatu "kok kamu gak kasih tahu aku kalau mau datang sih Kevin, kalau aku tahu kan kita bisa bareng" ucap wanita itu dengan begitu percaya dirinya

__ADS_1


cinta menunjuk ke arah wanita yang sedang mengguncang lengan Kevin dan melirik ke arah Kevin seolah mengkode untuk bertanya 'siapa'


"aku datang bawa pasangan Jelita jadi tolong jaga sikap kamu" ucap kevin melirik ke arah cinta yang duduk di sebelah Kevin tapi terhalang wanita bernama Jelita yang berdiri memunggungi Cinta


Jelita menoleh ke belakang "kamu siapanya Kevin" sinis Jelita pada cinta


kevin menatap Cinta dengan pandangan memohon dan Cinta kini mengerti kenapa kakaknya meminta dirinya untuk datang menemani "ini siapa mas, mas ada main di belakang aku" tanya Cinta dengan wajah sedihnya


"ah" Kevin begitu terkejut akan pertanyaan Cinta


tapi saat Jelita menoleh ke arahnya dan Cinta memberi kode dengan senyuman penuh makna, ia pun paham maksud cinta " enggak kok cinta, dia bukan siapa-siapa mas, gak ada ya cerita main di belakang kamu" balas Kevin mengikuti arah permainan Cinta


"terus kenapa landmark ondel-ondel ini pegang tangan mas Kevin" rajuk cinta tanpa sengaja menyindir Jelita


"landmark ondel-ondel" beo Jelita sembari mengeratkan genggamannya pada lengan Kevin


Kevin langsung menyentak tangan Jelita "enggak kok cinta" Kevin segera berlari ke arah cinta dan duduk di sebelah cinta "gak ada hubungan apa-apa ya di antara kita" Kevin melingkarkan tangannya di pinggang cinta


Jelita menatap tajam ke arah Kevin "tega kamu ya Kevin, aku tuh suka kamu dari dulu ini malah kamu milih wanita lain" Jelita langsung berlari dari sana meninggalkan cinta dan Kevin saking kecewanya dengan penolakan Kevin


Kevin buru-buru melepas tangannya dari pinggang cinta "maaf sih cin, tadi biar lebih meyakinkan saja" balas Kevin dengan kekehan


"kenapa kakak gak pacarin dia aja loh biar gak di tanya terus kapan nikah" usul Cinta dengan nada mengejek


"malas ah, gak selera " balas Kevin


"kebanyakan pilih-pilih sih kakak jadi gak nikah-nikah deh" ejek Cinta


"biarin saja pilih-pilih, dari pada asal pilih terus berujung cerai, kakak gak mau cerai, hanya mau menikah sekali seumur hidup" balas Kevin dengan ambigu


Cinta tentu paham apa yang ada di fikiran Kevin "aku tahu yang kakak rasain dan takutin" Cinta menggenggam erat tangan Kevin "aku juga sebenernya gak mau keluarga kita seperti ini kak, tapi mau gimana lagi, kita kan gak bisa milih orang tua pas dilahirkan" ucap Cinta dengan suara lirih


Kevin ikut menggenggam tangan cinta yang masing menggenggam satu tangannya "ya mau gimana lagi, kita Terima saja nasib kita" balas Kevin


cinta dan Kevin kini mengobrol banyak hal seputar kegiatan mereka sehari-hari sembari menunggu acara selesai

__ADS_1


"sudah selesai tuh kak, pulang yuk" ajak Cinta setelah mendapati acara yang mereka datangi sudah selesai


"ayok" Kevin menggandeng tangan cinta menuju keluar gedung pesta


cinta mengedarkan pandangannya ke sekitar "wanita itu sudah gak ada kok kak, ngapain juga masih di gandeng" tanya cinta seraya menggoyangkan tangannya yang berada dalam genggaman tangan Kevin


"biar gak hilang saja" balas Kevin datar


cinta menggelengkan kepalanya "ada-ada saja kak, nanti tambah gak laku loh kak kalau kaya gini secara teman kakak kan gak ada yang tahu kalau kakak punya adik perempuan" ucap Cinta mengingatkan


"kaya teman kamu ada yang tahu aja kalau kamu punya saudara laki-laki selain kak Reagen dan dika" kekeh Kevin


"gak ada sih" balas Cinta dengan kekehan pula


mereka pun saling melempar tawa ringan membuat orang yang tidak tahu kalau mereka bersaudara mengira Kevin dan cinta adalah pasangan romantis


***


ara tengah mengemas barang-barangnya untuk segera pindah dari rumah ayahnya setelah terlebih dahulu ia mengabari ayahnya untuk pindah ke Semarang


"yah, aku pindah tugas ke Semarang ya" ucap Ara saat menghubungi ayahnya yang sedang berbulan madu


"loh kenapa, kok tiba-tiba" tanya Jonathan


"gak tiba-tiba kok yah, Ara sudah mikirin ini dari lama tapi masih ragu" balas Ara


terdengar helaan nafas dari Jonathan "tapi memang sebaiknya kamu cari suasana baru deh Ara, jangan sampai kamu terus terjebak sama perasaan yang gak mungkin bisa kamu dapatkan, Lucas tuh hanya cinta sama Nidya gak ada kemungkinan kamu bisa masuk, kalau mungkin pun yang ada kamu bakal makan hati karena nama Nidya akan selalu tertanam dalam pikiran Lucas" balas Jonathan


"bagaimana ayah tahu kalau kak Lucas hanya cinta sama kak Nidya" tanya Ara dengan nada kesal


"ayah mengenal Lucas dari kecil dan ayah juga dekat dengannya, mungkin lebih dekat ayah sama Lucas ketimbang dengan kamu secara kamu kan tinggal lama di Inggris dengan mommy kamu, seperti ayah yang tahu karakter Edeline begitupun ayah paham betul karakter Lucas " jelas Jonathan


"ya sudah deh yah, lusa aku dah mulai kerja di sana jadi besok mau berangkat buat cari tempat tinggal" balas Ara


"mau ayah bantu cari tempat tinggal sayang" tanya Jonathan

__ADS_1


"tidak usah yah, Ara sudah besar jadi bisa urus sendiri" balas Ara


__ADS_2