You Are My Regret

You Are My Regret
Menjauh darinya


__ADS_3

Mata Lucas masih menyorot tajam ke arah pria yang kini berjalan makin mendekat ke arahnya "untuk apa kau di sini! " teriak Lucas menatap nyalang pada pria itu


"tolong aku kak" Nidya mengangkat tangannya yang sudah sangat lemah ke arah Pria itu untuk meminta pertolongan


pria itu menatap tajam Lucas yang masih memegang Nidya yang tengah kesakitan "lepaskan Nidya atau aku akan membunuhmu! tak perduli kalau kau keponakanku! " teriak pria itu yang tak lain adalah Aiden


Setelah mendapat kabar kalau Lucas sedang berada di rumah Nidya dan Nidya yang meminta pertolongan padanya, Aiden langsung saja melajukan jet pribadinya untuk terbang ke Indonesia dengan segera tak memperdulikan kerugian apa yang ahrus ia tanggung hanya sekedar menyelamatkan wanita yang kini masih sah menjadi istri seseorang


Saat dalam perjalanannya Aiden juga langsung menyiapkan helikopter yang stay di bandara agar Aiden bisa segera menyambangi rumah Nidya dan menyelamatkan wanita yang paling di cintai Aiden itu


Aiden begitu berpacu dengan waktu sampai hanya membutuhkan waktu tak lebih dari dua jam agar dirinya bisa segera sampai untuk menyelamatkan Nidya ang sudah jelas sangat membutuhkannya , tapi nyatanya dia tetap terlambat Nidya sedang kesakitan di sana dan meminta dia untuk segera  menyelamatkannya


"lepas, atau mati Lucas! " teriak Aiden dengan tatapan nyalangnya


"dia istri aku om, om gak ada hak menyuruhku melepaskannya " balas Lucas tak kalah berteriak


"kamu jangan lupa kalau status itu hanya akan bertahan beberapa hari saja Lucas! " balas Aiden


"aku gak akan melepaskannya" elak Lucas


Aiden sudah di ambang batas kesabarannya saat melihat Nidya sudah mengeluh kesakitan dan terus meminta dirinya agar segera menyelamatkannya


Tak memperdulikan Aiden yang datang hanya berempat saja, ia langsung memilih melawan orang-orang Lucas yang berjumlah begitu banyak. Tapi entah kekuatan dari mana Aiden melumpuhkan anak buah Lucas dengan sangat cepat


"kamu hadapi dia Bram, aku harus bawa Nidya ke rumah sakit" titah Aiden pada asistennya Bram


"baik tuan" Bram menggunakan keahliannya untuk melumpuhkan Lucas dengan begitu cepat

__ADS_1


Aiden langsung mengambil alih Nidya dari tangan Lucas "tunggu di sini sampai keluarga Nidya datang, dan bilang kalau saya yang membawanya ke rumah sakit" ucap Aiden


"baik tuan" Bram mengangguk patuh atas titah tuannya


"om gak bisa membawa istriku, om!"teriak Lucas terus meronta untuk lepas dari Bram tapi ia tak bisa melawan Bram sama sekali


Aiden langsung merebahkan tubuh Nidya ke kursi penumpang samping kemudi, tak lupa ia memasangkan sabuk pengaman untuk Nidya "sabar ya Nidya, kakak akan bawa kamu ke rumah sakit" Aiden bergegas berlari memutar agar bisa segera membawa Nidya ke rumah sakit


"sakit kak" Nidya masih mengeluh sakit pada perutnya dan pakaiannya sudah tak berupa, dan bau amis sudah menyeruak ke indera penciuman Aiden tapi Aiden tak memperdulikannya sama sekali yang ia khawatirkan hanyalah Nidya saja


"sabar ya Nidya, kakak akan bawa kamu ke rumah sakit secepatnya" Aiden benar-benar memacu kencang mobil yang entah punya siapa saat ia mengambil dari pelataran rumah Nidya


Aiden sudah tak perduli apapun,yang ia pedulikan hanyalah Nidya  bisa segera di tangani dengan cepat dan Nidya tidak merasakan sakit lagi


dengan kecepatan di atas rata-rata ia sampai di rumah sakit miliknya, rumah sakit ghazanfer, rumah sakit di mana Daddy Jay menyandang sebagai direktur rumah sakit


ranjang pasien di tarik dengan cepat dan Nidya langsung dibawa ke ruang IGD untuk segera ditangani


Aiden memandangi pintu ruang IGD dengan perasaan tak menentu,ia begitu khawatir memikirkan keadaan Nidya Yang sedang kesakitan di dalam sana "aku pasti akan membunuhmu Lucas jika sampai Nidyaku terluka" tekad Aiden begitu kuat jika terjadi apa-apa dengan Nidya


"ceklek" pintu terbuka dan seorang memakai setelan berwarna biru berlari keluar "keluarga pasien Nidya" tanya pria itu


"iya saya" balas Aiden menghampiri pria tersebut


"maaf tuan, kondisi nona Nidya kurang baik, dan bayinya harus segera di keluarkan tapi nona Nidya berontak tidak mau anaknya di gugurkan" jelas pria yang berprofesi sebagai dokter


"saya bukan suaminya dok,nanti saya hubungi walinya terlebih dahulu" Aiden tentu tidak ingin melangkahi keputusan penting dalam hidup Nidya

__ADS_1


"tolong cepat ya tuan,kita berpacu dengan waktu,dan jangan sampai terlambat" jelas dokter tersebut


"baik dokter" Aiden langsung saja menghubungi ayah Tara yang menurutnya paling berhak membuat keputusan bagi Nidya


"halo om" sapa Aiden saat panggilannya tersambung


"ada apa Aiden, tumben sekali kamu menghubungi om, apalagi di jam seperti ini" heran Ayah Tara pada Aiden yang menghubungi dirinya di jam selarut ini


"maaf om ini ada hubungannya sama Nidya, dan kita harus cepat" Aiden menjelaskan secara singkat kondisi Nidya dan bayinya yang harus segera dikeluarkan tapi ia tak punya hak memutuskan terlebih Nidya yang tak mau menggugurkan kandungannya


"kamu tandatangan saja untuk proses operasi itu, om yang akan bertanggung jawab untuk itu, atau minta Raymond melakukannya, nyawa Nidya lebih penting" putus ayah Tara dengan berat hati


Aiden bisa melihat Raymond yang berlari ke arahnya "itu Raymond datang om, biar Aiden minta untuk Raymond menandatangani berkas persetujuan operasi" Aiden langsung mengakhiri panggilannya dan menghampiri Raymond


"raymond, ayo" ajak Aiden menuju pihak Administrasi agar Nidya bisa segera di tangani


Raymond langsung menandatangani surat-surat yang dibutuhkan untuk keperluan operasi Nidya. Berat memang rasanya melakukan hal yang paling di benci Nidya tapi kali ini nyawa Nidya lebih penting, biarlah kakaknya kan marah pada dirinya, yang penting kakaknya masih bisa hidup bersamanya


Raymond duduk di ruang operasi bersama Aiden sembari menceritakan kejadian yang terjadi di rumah keluarganya yang tadi sempat membuatnya terkejut karena begitu banyak orang yang terkapar di sana, di tambah ada Lucas yang di cekal oleh seorang pria  yang entah siapa Raymond tidak mengenalnya


Tapi yang jadi fokusnya adalah keadaan kakaknya, dan saat ia di beritahu kalau kakaknya di bawa ke rumah sakit tentu ia lebih memilih menghampiri kakaknya ketimbang mengurusi Lucas


"Jadi semua ini karena kak Lucas" tanya Raymond


"kakak gak tahu Ray, tadi saat kakak sedang video call dengan Nidya dan dia minta tolong pada kakak, kakak langsung saja terbang kesini dan saat kakak datang, Nidya sudah terkapar di lantai dan Lucas ada di depannya, Nidya terus meminta tolong pada kakak, jadi yang ada di pikiran kakak hanya ingin segera menyelamatkan dia saja tak ada yang lain" jelas Raymond


"sudah benar memang mereka bercerai,dan untung anak kakak gak bisa di selamatkan jadi tidak ada yang bisa mengikatnya " Raymond berucap  dengan berapi-api saat menyampaikan kekesalannya pada Lucas

__ADS_1


"husst, gak boleh ngomong gitu, harusnya kamu tahu seberapa besar keinginannya memiliki anak tapi harus terhenti karena keadaan di tambah dengan ia yang harus kehilangan calon anaknya, itu pasti menyakitkan " ucap Aiden


__ADS_2