
seusai makan qiran meminta OB untuk merapihkan sisa makannya
qiran kembali fokus dengan layar monitor laptop miliknya "tok tok tok"qiran mendongak ke arah pintu saat ada yang mengetuk pintu ruangannya
"masuk" ucap kinan
seorang wanita muda masuk ke dalam ruangan qiran "maaf nona ada yang mencari anda" ucap sekar sekertaris pribadi qiran
qiran mengernyitkan dahinya "siapa" tanya qiran
"dari perusahaan barneet" balas sekar
"siapa yang datang" tanya qiran lagi
"dua orang, satunya tuan adrian sedangkan satunya saya gak tahu karena belum pernah melihat" balas sekar
"ya sudah persilahkan mereka masuk" balas qiran
qiran berjalan ke arah sofa menunggu seseorang yang ingin menemuinya
"hai qiran " sapa adrian saat memasuki ruangan qiran
"hai kak" qiran memeluk adrian kakak sepupu qiran yang kini jadi anak angkat elston barnett
"katanya kakak bersama dengan seseorang, siapa" tanya qiran
adrian menggeser tubuhnya dan memperlihatkan dengan siapa ia datang "ini daddy ku, kamu bertemu sebentar dengannya saat resepsi pernikahanmu" ucap adrian
"ya sudah duduk dulu" qiran mempersilahkan daddy el dan adrian untuk duduk
"kakak gak nyangka loh orang sekeras daddy kamu menerima orang macam jay jadi menantu" tanya adrian
"memang suamiku seperti apa" terlihat raut tidak suka qiran saat adrian membahas suaminya
"maksud adrian, dia heran bagaimana anak itu bisa membuat daddy kamu itu setuju untuk menikahimu karena daddy mu kan orang yang punya aturan banyak dalam menerima orang yang jadi bagian keluarganya" sahut daddy El
"daddy ku memang keras, tapi aku adalah putrinya yang memiliki sifat keras yang sama jadi aku punya cara tersendiri untuk meyakinkan daddy untuk menerima suamiku" balas qiran
"tapi bukannya saat terakhir kita ketemu, dan dia masih kuliah kedokteran jelas sekali daddy kamu tak menyetujui" tanya adrian lagi
qiran tersenyum tipis "aku sudah meluruskan kesalahpahaman perihal orang tua jay, jadi daddy sekarang gak ada masalah dengan suamiku" balas qiran
"apa aku mengenal siapa orang tuanya" tanya daddy el
__ADS_1
qiran menatap daddy el dengan senyum tipis "apa saya ada keharusan menjawab" tanya qiran balik
"maaf kalau saya terkesan ingin tahu, tapi saya mengenal tuan jung yang saya tahu tidak memiliki keluarga dekat dan dia hanya punya satu orang anak tapi anak itu sudah 28 tahun lalu meninggal jadi saya ingin tahu dia anak keluarga tuan jung yang mana" tanya daddy el
qiran tersenyum simpul "jika anda benar-benar ingin tahu silahkan anda tanya saja kakek jung atau dengan jay suamiku secara langsung" balas qiran dengan nada ramah
daddy el tak menyangka akan sangat sulit bertanya pada qiran tentang asal-usul jay
"apa begitu sulit memberi tahu daddy ku " tanya adrian
"maaf kak, walaupun aku istrinya bukan berarti aku bisa ikut campur urusannya" sahut qiran
adrian kembali ingin menyela tapi daddy el menahannya "maaf tentang keingintahuan saya tentang anak itu" daddy el tersenyum tipis tapi sorot matanya terlihat begitu terluka dan qiran yang begitu cerdas bisa memahaminya "saya punya sejarah yang kurang baik dengan tuan Jung itulah sebabnya saya gak pernah menginjakkan kaki di korea semenjak 28 tahun lalu. maaf jika hal ini mengganggumu" daddy el membungkuk sebagai permohonan maaf
"bukankan kalian di sini untuk membahas kerjasama kita" tanya qiran
"iya" adrian mulai membahas kerjasama yang akan mereka lakukan dan segala ketentuan dan perjanjian kerjasama yang akan mereka buat
"untuk kerjasama di sini akan saya tangani secara langsung, karena adrian harus kembali ke amerika untuk mengurus perusahaan pusat" ucap daddy el
"kenapa anda tumben sekali menangani secara langsung, bukankan biasanya anda mengutus bawahan anda untuk mengurus kerjasama di Indonesia" tanya qiran
"saya punya alasan sendiri" balas daddy el segera pamit pergi
daddy el berjalan di depan adrian "maaf dad kalau adrian gak bisa bantu daddy untuk cari tahu siapa jay" ucap adrian penuh sesal
"tak masalah adrian, sedikit banyak daddy tahu siapa jay, daddy hanya perlu memastikannya saja. dan daddy punya cara tersendiri" balas daddy el tersenyum simpul
"ya sudah, adrian langsung ke bandara ya, karena harus mengejar penerbangan agar bisa ikut rapat pemegang saham di sana" ucap adrian
"iya, pergilah" balas daddy el
***
Jay menunggu qiran pulang di lobi sambil menyandarkan tubuhnya di badan mobil dan memainkan ponselnya
qiran yang baru keluar lift begitu heran kenapa lobi perusahaannya begitu ramai "ada apa sih jo, kok perusahaan kita rame banget" tanya qiran pada jonathan asisten pribadi qiran
"itu ulah suami anda nona, sudah tahu artis papan atas, malah menunggu anda sembari berdiri di dekat mobilnya" balas jonathan
"suamiku datang" qiran begitu senang jay datang untuk menjemputnya
"kalau gitukau gak perlu mengantarku, langsung pulang saja" qiran berjalan agak cepat keluar gedung perusahaannya
__ADS_1
"sayang" panggil qiran
jay membuka kacamatany dan tersenyum manis pada qiran "sayang" jay menyimpan ponselnya di dalam saku dan menghampiri qiran
"sudah selesai kerjanya" tanya jay
"kok gak bilang kalau mau datang" tanya qiran
"ada jeda waktu beberapa jam, jadi ingin menghabiskan waktu sebentar dengan istriku" balas jay
"harusnya istirahat saja kalau hanya punya jeda beberapa jam" keluh qiran
"bertemu denganmu akan jadi moodbusterku sayang" jay mengecup bibir qiran
"iiihh" qiran memukul pelan dada jay
"malu tahu " keluh qiran dengan muka memerah
"ayok pulang" ajak jay membukakan pintu untuk qiran
jay berlalri mengitari mobil dan segera masuk mobil "sudah makan sayang" tanya jay
"belum" balas qiran
"ya sudah, nanti akan aku masakan untukmu dan anak kita" balas jay
"terima kasih" ucap qiran
jay memebelai kepala qiran dengan lembut "oh ya jay, ayahmu akan tinggal lama di Indonesia" ucap qiran dengan suara pelan
jay langsung merubah raut wajahnya menjadi datar "bagaimana bisa kamu tahu" tanya jay
"dia tadi datang ke kantor dan bilang padaku akan menangani secara langsung kerjasama di sini" balas qiran dengan hati-hati
"kenapa juga dia turn langsung, bukannya dia biasa kerja di balik layar dan hanya menyuruh abwahnnya untuk mengurus urusan di Indonesia" tanya jay
"entahlah, mungkin dia sedikit curiga denganmu karena dia sempat bertanya tentangmu" balas qiran
jay menepikan mobilnya dan menoleh ke arah qiran "kau tidak mengatakan apapun kan" tanya jay memastikan
"tentu tidak, mana mungkin aku melangkahimu untuk bicara tapi aku rasa dia curiga akan sesuatu jadi kau berhati-hati saja. bukan hal sulit jika memang dia ingin mencari tahu kau anaknya atau bukan" balas qiran
jay memajamkan matanya "baiklah aku akan segera bersiap" balas jay
__ADS_1